Investor Penerbit
menu-mobile

5 Cara Mendapatkan Pekerjaan untuk Fresh Graduate

27 May 2022

|

8 Min Read

|

Author: Nadya A. Faatihah
Cara Mendapatkan Pekerjaan Untuk Fresh Graduate

Sebelum mendapatkan pekerjaan untuk fresh graduate, tentu ada beberapa aspek yang harus dipersiapkan sebagai modal untuk proses meraih karier yang diimpikan.

Apakah kamu sebentar lagi lulus atau seorang fresh graduate yang sedang bingung tentang cara mendapatkan pekerjaan? Gak perlu khawatir! Baca terus artikel ini agar kamu bisa mencari tahu tips mencari kerja untuk mahasiswa lengkap dengan persiapan tentang apa saja yang dibutuhkan untuk melamar pekerjaan.

Sebelum mendapatkan pekerjaan untuk fresh graduate, terdapat beberapa hal yang perlu kamu pahami dari diri kamu. Hal ini akan menjadi aspek yang menentukan apakah kamu memiliki modal penting mencari pekerjaan. Berikut adalah langkah yang perlu kamu lakukan.

1. Membuat Career Planning

Agar bisa memulai prosesmu mendapatkan pekerjaan untuk fresh graduate, membuat perencanaan karier atau career planning sangatlah dibutuhkan. Perencanaan ini adalah langkah awal membuat strategi yang dibutuhkan untuk mencapai karier ideal yang kamu inginkan. Dengan membuat rencana karier, kamu bisa menjamin proses kamu mendapatkan pekerjaan sebagai fresh graduate akan tetap terarah meskipun dihadapkan dengan banyak tantangan.

Mulailah dengan melakukan riset tentang berbagai bidang industri dan profesi yang ingin kamu tekuni. Setelah itu, pelajari kualifikasi yang dibutuhkan untuk profesi tersebut, prospek jenjang kariernya, serta target jangka pendek dan panjang yang ingin kamu penuhi.

Tidak terbatas pada satu jalur karier saja, kamu bisa mencatat beberapa kemungkinan mengenai karier ideal yang ingin kamu jalani. Misalnya, kamu ingin menjalani profesi full-time sebagai Content Writer namun punya target memiliki passive income dengan nominal tertentu dalam jangka waktu 2 tahun setelah mulai bekerja melalui berinvestasi. Kedua hal ini bisa kamu sertakan di rencana karier yang kamu buat. 

2. Melakukan Evaluasi Diri

Sekarang kamu sudah menentukan kemungkinan jalur karier yang ingin dijalani. Langkah selanjutnya adalah melakukan evaluasi tentang aspek diri kamu yang relevan untuk proses mendapatkan pekerjaan untuk fresh graduate. Pastikan kamu mengidentifikasi soft skills dan hard skills yang kamu miliki. 

Soft skill adalah kemampuan intrapersonal yang dimiliki individu dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Soft skill berkaitan dengan keterampilan non-teknis seperti skill komunikasi, kemampuan adaptasi, karakter dan sikap diri, dan kemampuan untuk manajemen emosi.

Sementara itu, hard skills berkaitan dengan keterampilan teknis yang pasti dibutuhkan untuk sebuah profesi yang ingin kamu jalani. Misalnya jika kamu ingin menjadi design graphic, tentu kamu harus memiliki kemampuan menggunakan software design, memahami cara menentukan color palette yang tepat, hingga kemampuan berpikir kreatif untuk menuangkan ide visual ke dalam design yang dibuat.

Kenali diri kamu dengan mencatat soft skill dan hard skill yang sudah kamu miliki atau yang ingin kamu kembangkan.

3. Mengasah Skill yang Relevan

Setelah kamu mengidentifikasi kualifikasi yang dibutuhkan untuk karier yang kamu inginkan dan membandingkannya dengan kemampuan yang dimiliki diri, penting untuk kamu untuk terus mengasah kemampuan tersebut. Jika ingin mendapatkan pekerjaan untuk fresh graduate dengan cepat, kamu harus menunjukkan bahwa kamu adalah pribadi yang termotivasi untuk selalu mengembangkan diri.

Banyak cara yang bisa kamu lakukan sebagai upaya untuk mengasah kemampuan diri agar bisa menjadi kandidat yang menarik di hadapan perekrut. Mulai dari membaca, menonton video youtube, mengikuti kelas online gratis, daftar untuk pelatihan bersertifikasi, hingga mengikuti bootcamp berbayar.

Misalnya kamu ingin berkarier sebagai entrepreneur dan kamu sudah memiliki ide bisnis di bidang fintech. Tentunya, kamu perlu mengasah hard skill di bidang digital marketing, data analysis, dan financial literacy. Selain itu, sebagai entrepreneur kamu harus memiliki soft skills seperti keterampilan persuasi, manajemen waktu, dan problem solving yang baik.

4. Mengikuti Tren Pasar Kerja

Diiringi dengan digitalisasi dan otomatisasi industri karena perkembangan teknologi,  banyak peluang profesi baru yang bisa kamu tekuni tanpa harus linear dengan jurusan yang kamu ambil saat kuliah. 

Kamu bisa mendapatkan pekerjaan untuk fresh graduate sebagai Data Analyst, UI/UX Designer, Social Media Specialist, Web Developer, hingga Copywriter. Profesi baru yang secara masif dibutuhkan oleh banyak perusahaan masa kini tentu memiliki jenjang karier dan gaji yang menjanjikan. 

Misalnya, sepuluh tahun yang lalu jika kamu ingin berprofesi sebagai guru kamu hanya punya opsi untuk melamar di sekolah negeri atau swasta. Pada zaman digital seperti sekarang ini, kamu bisa menjadi guru di platform pendidikan online di mana kamu tidak perlu berangkat ke tempat kerja setiap hari karena pembelajarannya dijalankan melalui ruang virtual atau remote working.

Karena itu, pastikan untuk memperluas wawasanmu mengenai peluang karier ini dengan selalu up to date mengenai tren pasar kerja. Jangan sampai kamu kehilangan opsi untuk mendapatkan pekerjaan untuk fresh graduate dengan prospek menjanjikan hanya karena membatasi diri dengan opsi profesi yang bisa dilamar dengan gelar yang akan kamu dapatkan saat lulus nanti.

5 Persiapan Penting Saat Mencari Kerja

Sekarang kamu sudah mempersiapkan berbagai aspek diri sebagai modal penting mencari pekerjaan. Setelah yakin dengan opsi jalur karier yang ingin kamu tekuni dan memilih perusahaan yang ingin kamu lamar, kini kamu harus mempersiapkan hal yang umumnya dibutuhkan dalam mendapatkan pekerjaan untuk fresh graduate. Berikut adalah beberapa diantaranya.

1. Melakukan Riset Perusahaan

Perekrut dari perusahaan mana pun pasti ingin tahu sejauh mana persiapan kamu untuk bekerja. Dengan memiliki wawasan tentang perusahaan yang dilamar, kamu bisa menunjukkan pada perekrut bahwa kamu benar-benar yakin untuk berkarier di perusahaan itu.

Karena itu, jika kamu tertarik untuk melamar di sebuah perusahaan, mulailah melakukan riset tentang visi, misi, bidang industri yang dikembangkan perusahaan, serta tujuan jangka pendek dan panjang yang ingin dicapai oleh perusahaan. 

Semua informasi mengenai hal tersebut umumnya bisa  ditemukan dalam website atau sosial media milik perusahaan. Pelajari informasi tersebut lalu pikirkan apakah terdapat kecocokan dengan perencanaan karier yang kamu miliki. Riset ini juga akan berfungsi sebagai gambaran untuk kamu beradaptasi jika nantinya diterima.

2. CV atau Resume yang Menarik 

Dalam mendapatkan pekerjaan untuk fresh graduate, CV atau resume adalah aspek paling krusial yang membangun kesan pertama perekrut mengenai dirimu. Aspek ini adalah hal pertama yang menentukan apakah yang tercantum di dalamnya akan relevan dengan pekerjaan yang dilamar.

Pastikan kamu mencantumkan informasi yang wajib ada di dalam CV atau resume ini. Mulai dari identitas diri, ringkasan deskripsi diri dan tujuan karier, skill set atau hard skills dan soft skills yang dimiliki, pengalaman organisasi atau magang, riwayat pendidikan, dan sertifikasi atau pelatihan yang mungkin pernah kamu ikuti. Pastikan seluruh informasi ini dituliskan dengan singkat, jelas, dan tidak bertele-tele.

Setelah itu, semua informasi tersebut harus kamu masukkan ke dalam layout CV atau resume yang simple dan menarik. Pastikan memilih paduan warna yang sesuai, font yang mudah dibaca, dan juga penempatan informasi yang diurutkan secara kronologis. 

3. Membuat Cover Letter

Selain CV atau resume, cover letter atau surat lamaran juga penting dalam proses mendapatkan pekerjaan untuk fresh graduate. Surat inilah yang akan menjadi pelengkap mengenai informasi yang telah kamu tuliskan ke dalam CV atau resume. Sebuah cover letter yang baik wajib memiliki struktur informasi seperti di bawah ini.

  • Header yang berisi lokasi dan tanggal pembuatan atau pengiriman surat.
  • Informasi Penerima yang berisi nama lengkap/posisi perekrut/divisi perekrut yang dilengkapi dengan nama perusahaan dan alamat perusahaan.
  • Greetings yang merupakan sapaan bagi penerima surat. Misalnya “Yth. Bapak/Ibu…” atau “Dear Ms/Mrs…”
  • Introduction ini merupakan paragraf pertama dalam cover letter. Perkenalkan diri kamu, alasan menulis surat, posisi yang akan dilamar, serta info dari mana kamu mendapatkan lowongan kerja tersebut. 
  • Background dituliskan pada paragraf dua cover letter. Pada bagian ini, tuliskan latar belakang pendidikan, riwayat organisasi yang relevan dengan pekerjaan yang dilamar, serta pengalaman magang atau part-time yang dimiliki.
  • Skills atau kemampuan pada diri kamu yang cocok dengan posisi yang dibutuhkan. Ceritakan skill set yang kamu miliki, cara kamu mendapatkan skill set tersebut, hingga penjelasan tentang signifikansi skill set yang dimiliki dengan posisi yang dibutuhkan.
  • Self promotion atau promosi diri. Pada bagian ini, pastikan kamu menjelaskan secara realistis mengapa kamu adalah pelamar yang tepat untuk posisi tersebut. Kamu juga bisa menambahkan pencapaian yang pernah diraih melalui kegiatan organisasi, perkuliahan, atau di tempat magang.
  • Conclusion atau paragraf yang berisi alasan kamu ingin bergabung dengan perusahaan. Kamu bisa menuliskan wawasan kamu tentang perusahaan tersebut. Misalnya prospek yang menjanjikan untuk tujuan kariermu, bidang industri perusahaan yang sesuai dengan passion kamu, atau rencana kontribusi yang ingin kamu berikan bagi perusahaan.
  • Sign off atau salam penutup. Tanpa bertele-tele, ucapkan salam hormat bagi penerima surat misalnya “Sincerely, “ “Best Regards,” atau “Hormat saya,”
  • Signature atau tanda tangan di bawah sign off. Tuliskan nama lengkap sekaligus kontak yang bisa dihubungi.

4. Berlatih Wawancara

Setelah kamu menyiapkan CV dan cover letter, perlu diingat bahwa tahap wawancara kerja adalah momen penentu apakah kamu akan mendapatkan pekerjaan untuk fresh graduate yang dilamar. Dengan memberikan jawaban-jawaban yang tepat, kamu bisa semakin meyakinkan perekrut bahwa kamu adalah orang yang tepat untuk posisi yang dibutuhkan.

Karena itu, kamu harus berlatih menjawab pertanyaan yang sering muncul saat wawancara untuk posisi yang kamu lamar. Biasanya, kamu akan diminta untuk memberikan deskripsi singkat diri, riwayat pendidikan dan pengalaman yang dimiliki, motivasi dalam berkarier, hingga tujuanmu melamar posisi tersebut.

Pertanyaan saat wawancara tentunya berbeda-beda sesuai dengan posisi yang akan kamu lamar, apalagi pertanyaan soal hal teknis dalam bekerja. Jadi, jangan lupa juga untuk mempelajari pengetahuan dasar tentang cara kerja posisi yang kamu lamar.

5. Memperluas Networking

Menjalin hubungan dengan kolega yang berpengalaman adalah hal yang penting dilakukan oleh kamu yang masih kuliah atau pun sudah menjadi fresh graduate. Melalui kolega yang tepat, kamu bisa mendapatkan wawasan, pembelajaran, dan peluang mendapatkan pekerjaan untuk fresh graduate yang sesuai dengan rencana kariermu. 

Jika kamu bingung harus mulai dari mana, kamu bisa mencari relasi profesional baru dengan mengikuti kegiatan organisasi atau komunitas yang sesuai dengan bidang karier yang ingin ditekuni, meminta dukungan dosen atau alumni, serta membangun hubungan dengan orang baru melalui sosial media atau platform job portal.

Sekarang kamu tidak perlu bingung lagi tentang apa yang harus dilakukan fresh graduate untuk mencari pekerjaan. Dengan memahami dan melakukan semua tips di atas, tentu akan membantu kamu tetap termotivasi dan terarah dalam menjalani prosesmu mendapatkan pekerjaan untuk fresh graduate.

Tertarik Berbisnis Sejak Muda? Mulailah Investasi Hanya Dengan 1 Juta Melalui LandX Sekarang Juga!

miliki bisnis modal kecil cuma dengan 1 jutaan dapat 4 cabang