menu-button
Cara Investasi di Securities Crowdfunding Investasi Keuangan Bisnis

Mengenal Bisnis 9 Orang Terkaya di Indonesia dan Bisnisnya

Wednesday, 19 Jan 2022

Read in 7 minutes

Author: Vlora Riyandi

Sembilan naga adalah sebutan untuk para pengusaha Indonesia yang digadang memiliki pengaruh besar pada kelangsungan perekonomian Indonesia. Selain sembilan naga di Indonesia yang dikenal di kalangan bisnis konglomerat Indonesia. Ada baiknya kita mengenali para 9 orang terkaya di Indonesia serta bisnis apa saja yang digelutinya.

Tidak hanya Jeff Bezos, Elon Musk dan Warren Buffet yang ditelaah kekayaannya. Indonesia juga telah dirilis nama-namanya oleh majalah bisnis, Forbes, Januari 2022.

Beberapa taipan Indonesia ini juga merupakan bagian dari 9 naga penguasa ekonomi Indonesia. Siapakah 9 naga bisnis Indonesia itu?

Sembilan naga adalah sebutan untuk para pengusaha Indonesia yang digadang memiliki pengaruh besar pada kelangsungan perekonomian Indonesia.

Selain sembilan naga di Indonesia yang dikenal di kalangan bisnis konglomerat Indonesia. Ada baiknya kita mengenali para 9 orang terkaya di Indonesia serta bisnis apa saja yang digelutinya.


1. Robert Budi Hartono dan Michael Bambang Hartono

Robert Budi Hartono adalah pewaris perusahaan kretek milik ayahnya yang kemudian ia kembangkan bersama kakaknya, Michael Bambang Hartono. Kekayaan Hartono bersaudara ini berkisar Rp 609 triliun dan menjadikan mereka sebagai orang terkaya nomor 1 di Indonesia versi majalah bisnis Forbes.

Seiring pertumbuhan, perusahaan Djarum melampaui sektor industri rokok dan kini menjadi bisnis grup besar di Indonesia. Djarum berinvestasi di banyak sektor seperti perbankan (BCA), properti (mal Grand Indonesia), agrobisnis kelapa sawit di Kalimantan, elektronik (Polytron).

Selain itu, juga menanamkan modalnya di industri teknologi dan multimedia pada perusahaan musik di Amerika 88Rising, ecommerce Blibli dan yang terbaru startup gaming, Razer melalui modal venturanya.

Dengan kekayaan dan jaringan bisnis sebesar ini, Rebert Budi Hartanto dan Michael Bambang Hartanto tentu saja pantas mendapatkan gelar 9 naga.


Baca Juga:


2. Widjaja Family

Berikutnya, di urutan ke dua anggota 9 naga ada Keluarga Widjaja adalah pemilik grup Sinar Mas yang memiliki nilai kekayaan berkisar Rp 138 triliun. Sinar Mas adalah perusahaan konglomerat yang bergerak di berbagai sektor, seperti pulp dan kertas, agribisnis(minyak kelapa sawit), developer dan real estate (Sinar Mas Land), jasa keuangan (Bank Sinarmas), telekomunikasi dan teknologi (Smartfren), infrastruktur dan energi, kesehatan (Eka Hospital), dan berbagai projek kemanusiaan di bawah naungan yayasannya.

Seluruh bisnis dan jajaran perusahaannya menjadikan keluarga ini terpatri di daftar orang terkaya di Indonesia.

3. Anthoni Salim

Datang dari keluarga mapan, Anthony Salim (lahir 25 Oktober 1949) melanjutkan perusahaan Salim Group yang didirikan ayahnya. Salim Group yang perkasa sempat sakit keras pada masa krisis moneter 1998.

Untuk mengembalikan kesehatan perusahaan keluarganya, ia harus menjual beberapa anak perusahaannya seperti PT BCA, PT Indocement Tunggal Perkasa, dan PT Indomobil Sukses Internasional.

Kini di bawah naungan Salim Group, kekayaan Anthony Salim umumnya berasal dari perusahaan mi instan yang dinobatkan sebagai salah satu perusahaan mi instan terbesar di dunia dan tepung terigu. Perusahaan ini tak lain adalah PT Indofood Sukses Makmur Tbk dan PT Bogasari Flour Mills

4. Sri Prakash Lohia

Seorang pebisnis Indonesia keturunan India yang memiliki harta kekayaan senilai lebih dari Rp 88 triliun. Sri Prakash Lohia (lahir 11 Agustus 1952) merupakan pendiri dan pemilik perusahaan petrokimia dan tekstil, Indorama Corporation.

Melalui Indorama Production, Lohia mendulang kekayaan dengan memproduksi plastik polietilen tereftalat (PET) yang digunakan untuk memproduksi serat dan benang, plastik rekayasa, film foto, serta wadah minuman dan makanan.

PT Indo-Rama Synthetics Tbk. milik konglomerat satu ini terdaftar di bursa saham dengan kode INDR. Emiten tekstil ini mencatatkan peningkatan pada pembukuan pada kuartal ketiga tahun 2021 yang lalu dengan peningkatan hingga 44,44%.

5. Prajogo Pangestu

Prajogo Pangestu adalah pengusaha yang pernah dinobatkan sebagai taipan perkayuan terbesar di Indonesia sebelum krisis ekonomi 1997. Walalupun bukan terlahir dari keluarga berada, ia mampu membangun kehidupan profesionalnya hingga membeli perusahaan kayu pada tahun 1973 yang kini dikenal dengan nama grup Barito Pacific.

Dari laporan Forbes per Sabtu (15/1/2022), kekayaannya yang mencapai lebih dari Rp 77 triliun berasal dari bisnis petrokimia anak perusahan Barito Pacific. Perusahaan ini juga telah go-public di bursa saham yaitu PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA).

Laporan terbaru awal tahun ini, PT Chandra Asri akan membangun pabrik baru komplek petrokimia dari dana Rights Issue. Hal ini dilakukan untuk memperluas skala usaha dan kapasitas produksi dalam melayanai kebutuhan pasar Indonesia.

Right issue saham adalah hak yang diberikan kepada pemegang saham lama untuk membeli efek baru sebelum ditawarkan kepada pihak lain.


Baca Juga:


6. Chairul Tanjung

Siapa yang tidak mengenal sosok Chairul Tanjung, pengusaha berbagai bisnis besar di Indonesia. Melalui diversifikasi anak usaha dibawah CT Corp yang ia bangun, kini bisnisnya membentang dari hypermarket, stasiun televisi hingga perbankan di Indonesia.

Di tengah battle antar bank digital, Allo Bank milik Chairul Tanjung digadang-gadang bakal membuat ledakan baru di tahun ini. Pasalnya yang mem-back up Allo Bank tidak main-main, ada Salim group, Bukalapak, serta anak usaha Grab melalui Right Issue Allo Bank (BBHI).

Aplikasi Allo Bank yang iakan meluncur pada Maret 2022 ini ditargetkan memiliki 1 juta pengguna pada minggu pertamanya. Hal ini tentu jadi ladang yang asri bagi CT Corp yang memiliki lebih dari 100 juta pelanggan setia, dengan jumlah pengguna aktif berpartisipasi dalam loyalty program dan produk-produk kredit.

7. Susilo Wonowidjojo

Susilo Wonowidjojo merupakan anak dari pendiri perusahaan rokok kretek di Jawa Timur, Gudang Garam. Ia telah menjabat sebagai President Director PT Gudang Garam Tbk sejak 2009. Sebelumnya Susilo bertindak sebagai Director semenjak tahun 1976.

Dilansir Forbes, pria kelahiran tahun 1956 ini memiliki harta kekayaan senilai lebih dari Rp 68 triliun dan menjadikannya salah satu orang terkaya di Indonesia.

Pada 1 Januari 2022 lalu pemerintah menaikkan cukai tembakau hingga rata-rata 12%, namun nilai ini lebih rendah dibanding prediksi tarif naik tahunan. Karena produk Gudang Garam dikenal sebagai konsumsi kelas middle to low, kenaikan harga pun menjadi sentimen bagi emiten rokok berkode GGRM satu ini.


Baca Juga:


8. Benjamin Setiawan

dr. Boenjamin Setiawan, Ph.D. lahir tahun 1933 silam dan mendirikan PT kalbe Farma Tbk sehingga menjelma menjadi salah satu orang terkaya di Indonesia. Biasa di sapa sebagai dr. Boen, ia mengembangkan perusahaan di bidang farmasi ini bersama 6 saudaranya sehingga menjadi Kalbe Group.

Kalbe Group kini dikenal dengan berbagai lini perusahaannya yang berkembang dari farmasi, makanan kesehatan, distribusi, sarana penelitian, pendidikan hingga rumah sakit.

Perusahaan Kalbe yang didirikan tahun 1966 memiliki berbagai produk yang dekat dengan jangkauan tangan sehari-hari kita. Beberapa diantaranya yaitu Promag, Komix, Mixagrib, obat batuk Woods, Estra Joss dan lainnya yang membawa valuasi miliaran rupiah.

9. Jogi Hendra Atmadja

Jogi Hendra Atmadja merupakan pengusaha Indonesia yang menjadi miliarder dengan menjual biskuit dan permen. Mendirikan PT Mayora Indah Tbk bersama dua orang temannya pada tahun 1977. Produk awal mereka yang terkenal hingga saat ini adalah Roma Biskuit Kelapa.

Alumni jurusan kedokteran Universitas Trisakti ini mengembangkan perusahaannya dengan merilis berbagai produk. Seperti permen Kopiko yang dikenal sebagai pelopor permen kopi di Indonesia, serta promosi besar-besaran produk Teh Pucuk Harum demi menyaingi brand dengan teh botol yang akrab di kalangan masyarakat Indonesia.

Sebagai pemain kuat di industri fast moving consumer goods (FMCG), Mayora Group ternyata sangat tertantang dengan tren produk-produk dari negara ginseng, Korea Selatan. Walaupun masih memiliki kedaulatan market share biskuit hingga 40% di Indonesia, Mayora Group terus berinovasi untuk tetap menjadi yang terkuat di industri ini.

Meraup Untung dengan Patungan Bisnis

Setiap bisnis tentu memiliki scene jatuh bangun serta kisah panjang dalam perjalanannya hingga dapat berkembang dan akrab dikenal. Berbisnis juga menjadi salah satu cara paling tepat untuk mengembangkan diri serta meraup keuntungan yang terbuka.

Namun, membangun bisnis sangatlah jauh dari kata mudah dan tanpa stres. Bisnis yang hadir di lingkungan kita dan bertahan hingga hari ini adalah karena memiliki manajemen yang baik. Tentu kita juga ingin menjadi bagian lingkungan bisnis dengan manajemen yang baik.

Ikut patungan bisnis menjadi salah satu jalan dapat belajar tips suatu industri bisnis serta menilik bisnis dengan cuan potensial. Melalui platform investasi crowdfunding LandX, patungan bisnis dapat mendatangkan cuan potensial.

Berinvestasi pada bisnis pilihan yang kamu inginkan serta belajar seluk-beluk industrinya sambil menantikan cuan datang.

Yuk, berinvestasi patungan bisnis, pahami berbagai industri dan menjadi generasi cuan!

miliki bisnis modal kecil cuma dengan 1 jutaan dapat 4 cabang

Mau Informasi Menarik Lain Seputar Investasi? Yuk Kunjungi Instagram Kami di @landx.id


Baca Juga:


#YukPatunganBisnis

Baca Juga