menu-button
Cara Investasi di Securities Crowdfunding Investasi Keuangan Bisnis

Franchise Gelato: Cara Memulai Bisnis Gelato dengan Modal Minim

Friday, 11 Feb 2022

Read in 5 minutes

Author: Vlora Riyandi
beda gelato dan ice cream, bisnis gelato di Indonesia modal kecil

Bisnis gelato menjadi salah satu bisnis dessert yang paling banyak digemari oleh banyak orang saat ini. Selain karena penggemar gelato yang banyak, gerai gelato kini menjadi pilihan tempat nongkrong selain coffee shop yang disukai banyak orang. Karena itu, mari kita bahas seluk beluk bisnis gelato dan bagaimana potensinya dalam jangka panjang.

Apa kamu penggemar gelato? Biasanya orang menyukai gelato karena teksturnya yang lebih padat dan beragam rasa unik tersaji. Bisnis gelato atau frozen dairy ini dinilai menjanjikan dan menantang karena perlu melalui proses pengolahan khusus namun digandrungi penggemarnya.

Gelato sendiri adalah olahan ice cream gaya Italia yang kemudian dikategorikan berbeda dengan jenis ice cream pada umumnya. Gelato berarti beku (frozen) dalam bahasa Italia. 

Bisnis Gelato di Indonesia

Awal mula gelato sulit ditelusuri dan dicari pembuktiannya. Dikabarkan gelato berasal pada saat masa Mesir kuno, Kekaisaran Roma dan pedagang Cina yang pada kala itu menyajikan salju yang diatasnya ditaruh madu dan buah-buahan pada piala perak. 

Berlanjut pada tahun 1500-an, cemilan dingin ini kemudian sampai ke daerah Italia. Campuran salju dan buah-buahan ini kemudian diubah oleh seniman bernama Bernardo Buontalenti menjadi sebuah makanan penutup mewah dengan tambahan campuran krim. 

Buontalenti dikenal sebagai penemu gelato, namun yang mempopulerkannya ialah nelayan dari Sisilia, sebuah pulau di Italia yaitu Francesco Procopio dei Coltelli. Procopio berhasil membuat mesin ice cream pertama pada tahun 1686. Procopio pun membuka kafe gelato pertama di Paris, Prancis dan mendulang kepopuleran.

Di Italia sendiri, kepopuleran gelato meningkat di tahun 1920-an di kota Varese yang merupakan awal gerobak gelato pertama dikembangkan. Gelato kemudian berkembang ke seluruh penjuru Italia dan menjadi populer hingga sampai di belahan dunia lainnya.

Walaupun sudah berada di berbagai lokasi yang jauh dari Italia, tradisi pembuatan gelato terus dijaga. Menggunakan bahan-bahan berkualitas tinggi dan menjadikan pembuatan gelato sebagai seni yang membuatnya memiliki kelas tersendiri. 

Kini, store gelato telah hadir diberbagai negara yang membuktikan potensi bisnis gelato. Di Indonesia, pertumbuhan bisnis gelato kian meningkat di lingkup frozen dessert dairy market.

Dilansir berbagai media, pemenang Gelato World Tour Indonesia Challenge, Jovita Pranata mengungkapkan bisnis gelato di Indonesia semakin berkembang selama beberapa tahun belakangan.

Perbedaan Gelato dan Ice Cream

Ice cream dan gelato sebenarnya merupakan dua menu yang berbeda, akan tetapi banyak orang tidak paham bedanya gelato dan ice cream. Karena itu yuk kita pahami dulu apa bedanya gelato dan ice cream.

Dilansir Food Network, Morgan Morano seorang gelato expert mengungkapkan perbedaan yang terdapat pada gelato dan ice cream. 

  • Bahan
    Gelato dan ice cream sama-sama menggunakan krim, susu, dan gula. Namun, aslinya gelato lebih banyak menggunakan susu dalam pembuatannya dan lebih sedikit krim dibanding ice cream. Ice cream juga menggunakan kuning telur yang tidak dipakai oleh pembuatan gelato. Pada gelato juga gula lebih sedikit digunakan dan biasanya memakai buah segar dalam racikan ragam rasanya.

  • Tekstur

    Gelato terkenal memiliki tekstur lebih padat, elastis dan lebih lembut daripada ice cream yang umumnya lebih cair. Hal ini dikarenakan ice cream mengandung udara lebih banyak daripada gelato.

  • Temperatur
    Tentunya sebagai frozen dairy, gelato dan ice cream disajikan dalam suhu dibawah nol derajat celsius. Namun, gelato disajikan ‘lebih hangat’ dibanding ice cream yaitu -10°C hingga -11°C. Sedangkan ice cream siap untuk disajikan dalam suhu dibawah -18°C.

Kenapa Gelato Diminati Banyak Orang di Indonesia?

Gelato Berbeda dengan Ice Cream

Faktanya gelato adalah gelato dan ice cream adalah ice cream. Dari cara penyajian dan penyimpanan saja sudah berbeda. Gelato disajikan dalam suhu yang ‘lebih hangat’ dibanding ice cream yang mudah mencair.

Pada proses pembuatannya, setelah bahan-bahan dicampur sesuai takaran kemudian dilakukan proses pengadukan. Di poin inilah terlihat perbedaan mendasar gelato dan ice cream. Ice cream diaduk dalam kecepatan tinggi, sehingga udara masuk dan adonan mengembang. Sedangkan gelato diaduk dalam kecepatan rendah sehingga udara sulit masuk dan tekstur menjadi lebih padat dibanding ice cream. Karena itulah terdapat lebih banyak udara pada ice cream dibanding gelato.

Hal ini menjadikan ada sensasi tersendiri saat menikmati gelato sehingga banyak orang menjadi gelato sebagai dessert favorit mereka.

Kandungan Lemak Cenderung Lebih Rendah Dibanding Ice Cream

Tahukah kamu, kandungan lemak pada gelato lebih sedikit daripada ice cream. Gelato umumnya mengandung 0 hingga 9% kandungan lemak. Di sisi lain, terdapat 13-24% kandungan lemak pada ice cream. 

Selain itu, kandungan krim dan kuning telur yang digunakan pada pembuatan ice cream juga membuatnya mengandung lebih banyak lemak dan lebih tinggi kalori dibanding gelato. Karena itu, orang yang melakukan diet cenderung lebih memilih gelato dibanding ice cream sebagai varian santapannya.

Tekstur Gelato yang Khas

Tekstur gelato yang tidak mudah cair dan lebih elastis padat dibandingkan ice cream membuat pemahaman ini muncul. Padahal yang membuat tekstur elastis dari gelato adalah proses pengadukannya yang dilakukan dalam kecepatan rendah sehingga udara lebih sedikit masuk dan membuatnya lebih padat.

Penyajian dalam suhu berkisar di -10°C juga merupakan faktor yang membuat gelato menjadi elastis. Karena jika terlalu dingin, gelato akan menjadi lebih keras. Jadi, gelato ga pakai gelatin ya dalam pembuatannya. Tekstur khas ini menjadikan banyak orang menyukai menu dessert satu ini.

Bisnis Gelato Tidak Selalu Mahal

Memiliki bisnis dessert bisa jadi impian semua orang. Apalagi jika melihat pertumbuhan cold dessert dan dessert berbahan dasar susu jadi incaran penikmat dairy beberapa akhir tahun ini. Saat ini, cara berbisnis gelato semakin beragam dan bisa kamu mulai dari modal kecil.

Pertama, kamu bisa mulai franchise gelato yang kini semakin banyak brand gelato yang membuka kemitraan dengan sistem franchise. Harga franchise gelato ini pun kini beragam tergantung dengan jenis yang ingin kamu buka. Oleh sebab itu, membuka franchise gelato bisa menjadi pilihan bagi kamu yang ingin memulai bisnis gelato.

Akan tetapi, kamu harus paham bahwa membuka franchise gelato dari brand yang sudah besar tidak menjamin kesuksesan dari bisnis gelato yang kamu bangun kamu tetap butuh keterampilan dalam membangun bisnis.

Memang memulai bisnis dessert atau bisnis lainnya tidak mudah. Khususnya dessert gelato perlu keterampilan memilih lokasi yang strategis, memiliki teknik pengolahan yang baik, mindset selalu berusaha mencoba resep baru, serta modal yang tidak sedikit.

**Kedua, ada opsi untuk bisa berbisnis gelato yaitu memulai dengan modal sendiri atau bergabung pada gelato franchise, mencari investor atau menjadi investor dan memiliki ownership atas bisnis gelato. Menjadi investor bisnis gelato tak akan membuat kamu pusing untuk mencari lokasi, membuat resep sendiri, ataupun melakukan strategi promosi.**K

Bagaimana cari menjadi investor bisnis gelato? Kini menjadi investor bisnis gelato dapat dilakukan mulai dengan Rp 1 juta saja di platform LandX. Berinvestasi pada bisnis potensial yang terbukti profit dan mendapat keuntung bagi hasil dividen sebagai investor. 

#SekarangBisa memiliki bisnis gelato mulai dengan Rp 1 juta di LandX

Tunggu apalagi, segera verifikasi akun Anda di LandX agar tidak kehabisan project Vilo Gelato atau project-project bisnis menarik lainnya.***

Jadi Pemilik Vilo Gelato Cuma dengan Modal 1 Juta

Yuk Investasi Sekarang

Baca Juga