menu-button
Cara Investasi di Securities Crowdfunding Investasi Keuangan Bisnis

Amortisasi Adalah: Rumus serta Perbedaan Depresiasi dan Amortisasi

Friday, 16 Sep 2022

Read in 6 minutes

Author: Della Octavilia
Memahami Perbedaan Depresiasi dan Amortisasi

Dalam laporan keuangan perusahaan, amortisasi terdapat di bagian laporan laba-rugi. Pengertian amortisasi adalah penyusutan terhadap nilai aset tak berwujud, seperti hak paten selama periode tertentu.

Bagi kamu yang memiliki suatu bisnis, penting untuk mengetahui amortisasi. Pengertian amortisasi adalah terjadinya penyusutan terhadap aset atau aktiva tidak berwujud selama periode tertentu dan akan mempengaruhi laba-rugi pada suatu bisnis atau perusahaan.

Selain itu, amortisasi juga berkaitan dengan amortisasi utang atau pinjaman, yaitu pembayaran utang yang dilakukan secara bertahap selama periode tertentu.

Kali ini kita akan membahas lebih lanjut seputar amortisasi dalam suatu bisnis, mulai dari pengertian amortisasi, hingga perbedaan depresiasi dan amortisasi. Jadi, ikuti terus artikel ini, ya!

Pengertian Amortisasi 

Setiap perusahaan pasti memiliki yang namanya aktiva atau aset sebagai penunjang jalannya operasional perusahaan. Nah, aktiva perusahaan ini terbagi menjadi dua, yaitu aktiva tetap dan aktiva tidak tetap.

Pada aktiva sendiri, baik aktiva tetap maupun aktiva tidak tetap pasti nilainya mengalami penyusutan bila dibanding dari awal kepemilikan atau pembelian. Penyusutan terhadap aset ini dikenal dengan istilah depresiasi dan amortisasi.

Dalam laporan keuangan suatu bisnis atau perusahaan terdapat amortisasi yang akan tertulis di bagian laporan laba-rugi. Apa itu amortisasi?

Menurut dari laman OJK, pengertian amortisasi adalah prosedur akuntansi yang secara bertahap mengurangi nilai biaya dan suatu aktiva dengan umur manfaat terbatas atau aktiva tidak terwujud lain melalui pembebanan ke pendapatan.

Sederhananya, amortisasi adalah penyusutan terhadap nilai aset tak berwujud selama periode tertentu (masa manfaat) yang sudah tidak ada lagi residunya atau tidak ada lagi manfaatnya.

Masa manfaat adalah periode dari aset tak berwujud atau masa berlakunya aset tak berwujud. Jadi, saat aset tak berwujud sudah habis masa berlakunya, maka aset tersebut sudah tidak ada lagi manfaatnya.

Melalui pengertian amortisasi di atas, kita tahu bahwa amortisasi berkaitan dengan aktiva tidak berwujud. Aktiva tidak berwujud adalah aset yang tidak memiliki bentuk fisik, namun masih bisa dirasakan manfaat ekonominya.

Contoh dari aktiva tak berwujud adalah seperti hak paten, hak kontrak, hak merek dagang, franchise, dan Good will.

 

Selain berkaitan dengan aktiva tak berwujud, pengertian amortisasi juga memiliki keterkaitan dengan utang atau pinjaman. Dalam kondisi ini, amortisasi utang adalah pengurangan utang yang telah dibayarkan melalui pembayaran pokok dan bunga secara teratur sehingga utang telah terbayarkan di saat jatuh tempo.

Contoh dari amortisasi utang adalah seperti pembayaran cicilan kendaraan perbulan, pinjaman KPR, dan lainnya.

Contoh Amortisasi

Untuk mengetahui contoh amortisasi alangkah lebih baik jika disertai studi kasusnya. Salah satu contoh amortisasi adalah ketika perusahaan memiliki pinjaman sebesar Rp150.000.000 dan diangsur selama 15 tahun, yaitu per tahunnya harus membayar Rp10.000.000.

Maka dari itu, perusahaan diketahui telah mengamortisasi pinjaman atau nilainya sebagai Rp10.000.000 per tahunnya.

Contoh lainnya, saat suatu perusahaan membeli hak cipta milik seseorang dalam jangka 10 tahun. Di mana perusahaan tersebut mengeluarkan dana sebanyak Rp200.000.000 untuk mengembangkan produknya.

Maka, biaya amortisasi perusahaan per tahunnya adalah Rp20.000.000.

Rumus Amortisasi

Dalam laporan keuangan perusahaan, amortisasi akan masuk ke dalam laporan laba rugi. Oleh karena itu bagi kamu yang memiliki suatu bisnis wajib mengetahui rumus amortisasi atau cara menghitung amortisasi.

Umumnya, metode amortisasi adalah dilakukan dengan metode garis lurus atau straight line method. Pada metode ini, perhitungan aktiva tak berwujud dilakukan secara merata selama periode tertentu. Dengan begitu rumus amortisasi adalah:

Beban Amortisasi Tahunan =  Biaya Perolehan Aset : Masa Manfaat

Contoh dari biaya amortisasi adalah:

Suatu Perusahaan pakaian  ingin membeli hak cipta pembuatan software mesin jahit dari seorang penemu untuk menunjang kegiatan produksinya sebesar Rp250.000.000 dan akan susut dalam jangka waktu selama 10 tahun.

Dengan demikian beban amortisasi adalah: 250.000.000 : 10 = Rp25.000.000/tahun

Jadi, biaya amortisasi yang harus dibayarkan perusahaan pakaian tiap tahunnya sebesar Rp25.000.000

Perbedaan Depresiasi dan Amortisasi

Perbedaan depresiasi dan amortisasi dapat dilihat dari penyusutan nilai aktiva tetap dan aktiva tidak tetap.

Depresiasi adalah penyusutan terhadap nilai aktiva tetap. Aktiva tetap atau aset tetap adalah aset yang memiliki wujud fisik yang dapat digunakan untuk menunjang proses produksi suatu perusahaan. Aset tetap seiring berjalannya waktu pasti akan menyusut nilainya.

Contoh dari aset tetap dalam suatu perusahaan, yaitu gedung, mesin, dan transportasi sebagai penunjang perusahaan.

Sedangkan, amortisasi adalah penyusutan terhadap nilai aset tak berwujud selama periode waktu tertentu.

Perbedaan depresiasi dan amortisasi selanjutnya adalah dilihat dari penyebab penurunan asetnya. Pada amortisasi, penyebab penurunan nilai asetnya dikarenakan telah berakhirnya kontrak atau perjanjian, seperti habisnya hak kontrak antara dua pihak untuk penggunaan aset selama periode tertentu.

Sedangkan, pada depresiasi penyebab penurunan nilainya dapat dilihat dari kondisi aset yang semakin lama akan menurun. Contohnya dari penggunaan mesin untuk menunjang produksi, dalam 10 tahun kondisi mesin sudah tidak seperti kondisi awal dibeli.

Selanjutnya dari perbedaan depresiasi dan amortisasi adalah berdasarkan nilai residu atau manfaatnya. Karena amortisasi berkaitan dengan aktiva tak berwujud, pada saat masa manfaat atau periode kontrak berakhir, maka aset sudah tidak ada manfaatnya lagi.

Sedangkan, pada depresiasi masih memiliki nilai residu atau manfaatnya dari penggunaan aset tersebut walaupun sudah lama, sehingga dapat dimasukkan ke dalam perhitungan penyusutan.

Terakhir perbedaan depresiasi dan amortisasi adalah dari metode perhitungannya. Umumnya, metode amortisasi adalah secara garis lurus, di mana penulisan beban amortisasi dalam setiap periode laporan keuangan akan selalu sama besarnya.

Sedangkan, metode depresiasi umumnya dituliskan dalam laporan keuangan dengan basis dipercepat, artinya beban yang akan tertulis di setiap periode akuntansi akan terus berkurang.

Tambah Passive Income Kamu Melalui Investasi

Nah, kita telah membahas seputar amortisasi adalah penyusutan terhadap aset tak berwujud selama periode waktu tertentu. Amortisasi sendiri di tuliskan di bagian laporan laba-rugi dan sangat mempengaruhi pendapatan bagi suatu perusahaan.

Memahami amortisasi yang menjadi salah satu komponen penting dalam laporan keuangan bukan hanya dibutuhkan oleh pebisnis, namun juga oleh kamu yang ingin berinvestasi bisnis. Sebelum investasi, laporan keuangan milik suatu perusahaan bisa lho menjadi bahan pertimbangan kamu dalam melakukan investasi, khususnya investasi dengan sistem equity crowdfunding. 

Dari laporan keuangan suatu usaha, kamu sebagai investor dapat mengetahui segala informasi mengenai keuntungan hingga jumlah utang yang dimiliki suatu usaha. Jika ternyata laporan keuangan suatu usaha transparan dan stabil, kamu dapat memilih usaha tersebut untuk diinvestasikan.

Equity crowdfunding adalah satu satu metode investasi dengan melakukan pendanaan secara patungan terhadap salah satu bisnis UMKM berpotensi. Nantinya, kamu akan mendanai salah satu bisnis UMKM berpotensi secara patungan dengan banyak investor.

Sebelum kamu melakukan pendanaan pada salah satu bisnis berpotensi, kamu dapat terlebih dahulu mengecek amortisasi suatu usaha pada bagian laporan laba-ruginya. Karena, amortisasi sangat mempengaruhi pendapatan dari suatu usaha.

Setelah kamu mengecek amortisasi perusahaan, dan perusahaan tersebut memiliki pendapatan yang cenderung stabil dan berpotensi, maka kamu dapat memiliki usaha tersebut untuk didanai.

Nantinya, kamu juga berpotensi mendapatkan keuntungan berupa dividen atas bisnis yang telah didanai sebelumnya.  

LandX merupakan platform equity crowdfunding terpercaya dan telah memiliki market cap terbesar se-Indonesia. Investasi di LandX juga sudah lebih terjamin keamanannya, karena telah mengantongi izin dari OJK.

Oiya, untuk memulai investasi pendanaan di LandX kamu bisa memulainya mulai dari modal yang kecil ya, yaitu mulai dari Rp1 jutaan, saja! Jadi, tunggu apalagi, pilih bisnis impian mu dan danai melalui aplikasi LandX!

Bangun Masa Depan Terencana dengan Investasi di LandX Sekarang Juga!