menu-button
Cara Investasi di Securities Crowdfunding Investasi Keuangan Bisnis

Ampuh! Cara Mengatur Keuangan Li Ka Shing si “Crazy Rich Hong Kong”

Wednesday, 7 Sep 2022

Read in 7 minutes

Author: Della Octavilia
Cara mengatur keuangan Li Ka Shing

Li Ka Shing merupakan sosok inspiratif yang mengeluarkan sistem pengeluaran keuangan terkenal bernama cara mengatur keuangan Li Ka Shing, yaitu dengan membagi pendapatan menjadi 5 pos bagian.

Cara mengatur keuangan Li Ka Shing adalah sistem pengaturan keuangan terkenal yang dibuat oleh “Crazy Rich Hong Kong,” Li Ka Shing. Cara mengatur keuangan Li Ka Shing ini mengajarkan kita untuk membagi pendapatan menjadi lima pos anggaran secara proporsional.

Li Ka Shing sendiri merupakan seorang pengusaha asal Hong Kong yang memiliki kekayaan yang melimpah. Walaupun memiliki kekayaan yang melimpah, Li Ka Shing tetap hidup dengan sederhana dan tidak memperlihatkan kekayaan yang dimilikinya.

Dari sosok Li Ka Shing inilah kita bisa mempelajari cara membagi uang dengan baik agar kita bisa menciptakan kondisi finansial yang stabil. Di artikel ini, kita akan membahas sosok Li Ka Shing hingga sistem budgeting ala Li Ka Shing yang terkenal. 

Jadi, ikuti terus artikel ini untuk mengetahui bagaimana cara mengatur keuangan untuk masa depan yang baik!

Mengenal Siapa Itu Li Ka Shing

Yup, Li Ka Shing! Apakah kamu tidak asing dengan salah satu sosok inspiratif ini? Atau malah kamu belum tau sama sekali tentang Li Ka Shing?

Nah, kalau Jack Ma pasti kamu sudah tidak asing lagi kan? Sebenarnya jauh sebelum ada Jack Ma, telah hadir sosok Li Ka Shing sebagai konglomerat asal Hong Kong. Bahkan Li Ka Shing sendiri pernah menduduki peringkat 1 sebagai orang paling kaya se-Asia.

Sebelum dapat meraih kesuksesannya hingga saat ini, Li Ka Shing telah melewati berbagai perjalanan panjang yang kelam dan sangat menginspirasi. 

Li Ka Shing sendiri lahir dari keluarga miskin yang terjebak dalam Perang Dunia ke-2. Selama masa pertumbuhannya, Li Ka Shing terpaksa harus berdampingan dengan bom-bom yang dijatuhkan Jepang di desa tempat tinggalnya.

Oleh karena itu, keluarga Li Ka Shing memutuskan untuk melarikan diri dari China ke Hong Kong, karena adanya invasi Jepang. Namun, saat di Hong Kong Li Ka Shing masih harus menghadapi masa-masa kelamnya. Di mana, Li terpaksa harus putus sekolah karena sang Ayah telah meninggal dunia dan Li terkena TBC di usianya yang masih remaja.

Dengan kondisi yang menimpa dirinya itu, tekad Li untuk bisa sukses di masa depan menjadi sangat besar. Di usianya yang ke 14 tahun, Li telah memiliki pekerjaan tetap di sebuah perusahaan perdagangan plastik, bahkan dalam sehari Li Ka Shing bekerja hingga 16 jam lamanya. Dari pendapatan yang ia terima, 90%nya ia berikan ke sang Ibu.

Setelah dirasa telah memiliki kemampuan yang mumpuni, Li Ka Shing memutuskan berhenti dari tempatnya bekerja dan membangun perusahaan yang bernama Cheung Kong di usianya yang masih menginjak 22 tahun.

Perusahaan Cheng Kong yang dijalankan oleh Li Ka Shing ini yang awalnya berfokus memproduksi bunga plastik berkembang besar menjadi salah satu perusahaan investasi real estate terbesar di dunia.

Dengan kesuksesannya dalam menjalankan usaha, Li Ka Shing melihat peluang dengan mulai membeli gedung apartemen dan pabrik di seluruh Hong Kong dari uang yang ia tabung dari awal bekerja.

Bahkan di tahun 1979, Li menjadi orang Tiongkok pertama yang membeli saham Hutchison Whampoa dari bank HSBC, sebuah perusahaan yang telah berhasil menguasai perekenomian Hong Kong. 

Selama satu dekade, Li pun berhasil mengubah Hutchison menjadi salah satu perusahaan paling berharga di dunia dengan pendapatan sebesar 700 triliun rupiah per tahunnya.

Kesuksesan demi kesuksesan yang berhasil diperoleh oleh Li Ka Shing pun telah mengantarkan ia sebagai orang terkaya nomor 1 di Asia dengan total kekayaannya sebesar 389 triliun rupiah, menurut Forbes.

Kesuksesan yang berhasil diraih oleh Li Ka Shing ini pun tidak lepas dari kegemarannya dalam membaca buku untuk mendapatkan wawasan baru. Selain itu, Li Ka Shing juga pintar dalam melihat berbagai peluang kesuksesan.

Nah, selama perjalanannya pun Li Ka Shing membagi pendapatan yang ia peroleh menjadi lima pos anggaran secara proporsional. Li pernah menyampaikan, “tidak peduli seberapa banyak pendapatan yang diperoleh, selalu ingat untuk membaginya menjadi lima bagian secara proporsional.”

Sistem pengaturan keuangan yang diterapkan oleh Li Ka Shing ini pun terkenal dengan nama budgeting ala Li Ka Shing. Cara mengatur keuangan Li Ka Shing ini saat ini diterapkan oleh banyak orang untuk menciptakan kondisi finansial yang stabil.

Cara Mengatur Keuangan Li Ka Shing

Cara mengatur keuangan Li Ka Shing dapat dilakukan dengan membagi pendapatan menjadi lima pos anggaran secara proporsional. Dimana kelima pos bagian tersebut masing-masing terdiri dari, 30% untuk biaya hidup, 25% untuk investasi, 20% untuk bersosialisasi, 15% digunakan untuk mengembangkan diri, dan 10% terakhir digunakan untuk liburan.

Cara mengatur keuangan Li Ka Shing

Adapun penjelasan lima bagian pos management keuangan Li Ka Shing adalah:

1. 30% untuk Pos Biaya Hidup

Pos biaya hidup menjadi bagian yang paling penting dalam pembagian keuangan Li Ka Shing. Menurut Li Ka Shing, pos biaya hidup sangat penting karena menjadi sumber utama dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Menurut Li Ka Shing, utamakan pengeluaran biaya hidup untuk makan ketimbang jajan kopi atau cemilan. Sebisa mungkin kamu harus bisa mengatur keuangan rumah tangga bulanan tidak lebih dari 30% setiap bulannya.

2. 20% untuk Pos Bersosialisasi

Walaupun terkenal dengan gaya hidup hemat dan sederhana, hal ini tidak membuat Li Ka Shing menjadi pribadi yang hanya berdiam diri saja dirumah agar uang tidak habis.

Li Ka Shing menyisihkan pendapatannya sebesar 20% untuk bersosialisasi. Dimana, dengan bersosialisasi diharapkan bisa memperluas jaringan dan dapat mendatangkan peluang baru untuk masa depan.

Gunakan 20% pos bersosialisasi ini untuk hal-hal yang bermanfaat ya, jangan hanya untuk kesenangan saja, dan ingat tidak melebihi budget 20% tiap bulannya, ya!

3. 15% untuk Pos Mengembangkan Diri

Nah, jangan lupa ya sebagian pendapatan yang kamu terima dapat disisihkan untuk pengembangan diri.

Seperti yang tertera dalam cara mengatur keuangan Li Ka Shing, yaitu menyisihkan 15% pendapatan untuk pengembangan diri. Walaupun kamu telah lulus sekolah bukan berarti kamu juga berhenti belajar, tidak. 

Kamu tetap harus belajar sampai kapanpun, bedanya belajar sekarang dilakukan secara mandiri dan tidak formal. Kamu bisa menyisihkan 15% pendapatan untuk membaca buku, mengikuti pelatihan atau workshop yang dapat memperluas wawasan dan mengasah skill yang kamu miliki.

Nantinya, skill dan wawasan kamu yang terus berkembang bisa menjadi batu loncatan untuk meng-upgrade diri menjadi lebih baik lagi.

4. 10% untuk Pos Liburan

Dalam pembagian keuangan, Li Ka Shing juga tidak melupakan liburan. Dimana ia menyisihkan 10% pendapatan untuk pos liburan.

Disini, liburan menjadi self reward atas kerja keras yang telah kamu lakukan selama ini. Pos liburan ini bisa kamu kumpulkan terlebih dahulu, lalu kamu gunakan di waktu yang tepat.

Kamu dapat membuat perencanaan liburan minimal satu kali dalam setahun, agar liburan dapat dinikmati dengan maksimal dan kamu dapat kembali bekerja dengan perasaan bahagia dan semangat.

Tapi jangan lupa, jangan melebihi 20% dari anggaran yang telah dibuat, ya!

5. 25% untuk Pos Investasi

Nah, setelah menyisihkan pendapatan untuk keperluan masa kini, kamu juga harus menyiapkan pendapatan untuk keperluan di masa mendatang.

Sebenarnya, kamu bisa melakukan metode menabung. Namun, menabung kerap kali membuat uang tidak akan bertambah untuk jangka waktu panjang.

Dalam cara mengatur keuangan Li Ka Shing, menyarankan agar kamu menyisihkan 25% dari pendapatan untuk investasi.  Karena saat ini kamu bisa memulai investasi dari modal yang kecil, jadi kamu bisa mulai investasi sedini mungkin agar di masa depan kamu finansial kamu telah terjamin.

Melalui investasi juga kamu berkesempatan mendapatkan keuntungan yang bisa kamu gunakan untuk di masa mendatang. Kamu hanya perlu mempelajari seputar investasi terlebih dahulu, agar terhindar dari kerugian dan berpotensi mendapatkan keuntungan.

Siapkan Finansial untuk Masa Depan Bersama LandX

Nah, kita telah membahas seputar cara mengatur keuangan Li Ka Shing. Bagaimana, kamu tertarik untuk menerapkannya?

Seperti yang dikatakan oleh Li Ka Shing dalam lima pos pembagian keuangannya, dimana salah satunya adalah menyisihkan 25% untuk investasi. Dari investasi ini, kamu akan menciptakan finansial yang lebih terjamin di masa mendatang.

Salah satu investasi yang bisa kamu lakukan dan kamu bisa memulainya dari modal yang kecil, yaitu investasi dengan sistem equity crowdfunding.

Melalui equity crowdfunding, kamu berkesempatan menjadi salah satu pemegang saham bisnis-bisnis UMKM yang berpotensi di Indonesia.

Sesuai dengan namanya equity crowdfunding, kamu akan melakukan pendanaan secara patungan bersama beberapa investor lainnya pada bisnis UMKM berpotensi. Berbagai bisnis UMKM berpotensi bisa kamu danai melalui platform equity crowdfunding, mulai dari bisnis kuliner hingga bisnis properti.

Nah, selain itu kamu juga berpotensi mendapatkan keuntungan berupa dividen dari bisnis yang telah kamu danai.

LandX merupakan platform equity crowdfunding yang telah memiliki market cap terbesar se Indonesia, terpercaya, dan telah mengantongi izin dari OJK. Melalui LandX kamu bisa memulai pendanaan pada bisnis-bisnis UMKM berpotensi dan kamu bisa melakukan pendanaan mulai dari modal sebesar Rp1 jutaan saja.

Jadi, mulai pendanaan sekarang juga yuk untuk menciptakan finansial sehat di masa mendatang!

Danai Bisnis Berpotensi Impianmu di LandX Sekarang Juga!

miliki bisnis modal kecil cuma dengan 1 jutaan dapat 4 cabang

#Patungan Bisnis#Analisis Bisnis#Laporan Keuangan

Baca Juga