menu-button
Cara Investasi di Securities Crowdfunding Investasi Keuangan Bisnis

Apa Itu Business Plan: Definisi, Tujuan dan Cara Membuatnya | LandX

Friday, 8 Apr 2022

Read in 5 minutes

Cara membuat bisnis plan untuk membangun bisnis menguntungkan dalam jangka panjang

Business plan adalah dokumen tertulis yang menjelaskan secara rinci tujuan bisnisnya serta bagaimana cara mencapainya. Cara membuat business plan

Membangun atau mengembangkan sebuah perusahaan dengan skala besar ataupun kecil perlu sebuah business plan. Business plan sangat membantu dalam memberikan pertimbangan strategi terbaik dalam bersaing diindustri yang diarungi. 

Jadi, apa yang dimaksud business plan? LandX telah rangkum untuk kamu pengertian business plan, jenis, tujuan, fungsi dan cara membuatnya. Yuk, simak lebih lanjut.

Definisi Business Plan

Singkatnya, business plan adalah dokumen tertulis yang menjelaskan secara rinci tujuan bisnisnya serta bagaimana cara mencapainya. 

Fungsi business plan adalah membantu pemilik bisnis memahami lebih dalam tentang cara terbaik bagi bisnisnya dapat sukses. Mengembangkan strategi berkualitas untuk dapat bersaing lebih kompetitif.

Sebuah business plan pastinya telah melalui proses penelitian dan perbaikan untuk dapat digunakan bagi internal dan pihak eksternal. Dengan business plan, pemilik bisnis bisa mendapatkan pinjaman modal dari bank atau menaikkan jumlah pendanaan dari investor. 

Selain itu, business plan sangat berguna bagi internal untuk merumuskan objektif bisnis, mereview ide bisnis, mengukur value bisnis, serta mengevaluasi lini produk baru dan unique selling proposition (USP). 

Idealnya, business plan harus diperbarui dan direview secara berkala untuk dapat menyesuaikan dengan perkiraan kondisi dan tantangan di masa depan.

Dokumen business plan dapat digunakan oleh perusahaan berskala besar atau pun kecil. Suatu dokumen business plan juga umum dikaitkan dengan startup. Business plan membantu perusahaan rintisan untuk menarik pemilik modal menjadi investor.

Tujuan Business Plan

Kenapa ya perlu business plan untuk sebuah bisnis? Kenapa ga langsung mulai aja dan nanti learning by doing atau trial and error? Tentu saja kamu bisa memulai bisnis tanpa sebuah business plan. 

Namun, bisnis kamu akan mampu bertahan di jangka panjang dengan lebih baik  jika memiliki sebuah business plan. Dilansir media businessnewsdaily, berikut beberapa tujuan utama sebuah dokumen business plan diadakan:

  • Untuk menciptakan growth strategy yang efektif

Balik pada definisi apa itu business plan, sebuah business plan menjelaskan tujuan bisnis dan cara mencapainya. Oleh karena itu, perlu untuk menentukan inti fokus dari bisnis yang akan dikelola. 

Membuat roadmap bisnis akan membantu kamu untuk menentukan langkah dan poin milestone yang harus dicapai. Adanya poin-poin milestone akan membantu bisnis kamu memiliki fokus yang terarah dan capai pertumbuhan bisnis yang efektif.

  • Untuk menentukan kebutuhan finansial di masa depan

Tersedianya langkah-langkah milestone yang harus dicapai membuat bisnis kamu tentu akan mengalami perkembangan bisnis yang hebat. 

Saat di masa depan bisnis semakin berkembang, maka akan muncul kebutuhan lainnya seperti perekrutan karyawan baru dan riset kompetitor. Dengan business plan, kamu dapat menentukan proyeksi kebutuhan finansial di masa yang akan datang.

  • Untuk mendapat pendanaan (funding)

Sebuah bisnis tentu membutuhkan sejumlah besar nilai modal untuk dapat tumbuh. Karena itu, pemilik bisnis berusaha menarik perhatian private investor atau pihak bank dengan mengajukan proposal business plan yang kompetitif.

Saat kamu mendatangi bank untuk mengajukan pinjaman modal bisnis, maka akan ditanyakan dokumen administrasi berupa business plan. 

Begitu pun pada private investor seperti venture capital dan angel investor. Business plan akan ditelaah efektifitas dan potensinya dalam menghadapi perkiraan tantangan di masa depan. Karena itu perlu strategi terperinci di dalam sebuah business plan.

Cara Membuat Business Plan

Business plan yang baik harus menguraikan semua proyeksi biaya dan kemungkinan “miss” dari setiap keputusan perusahaan. Setiap business plan tentu tidak ada yang sama, namun memiliki dasar yang sama untuk merumuskannya.

Investopedia menyampaikan bahwa sebuah dokumen business plan bisa memiliki 15 hingga 20 halaman dengan elemen penyusun sebagai berikut:

  1. Executive summary

Bagian pertama dokumen business plan adalah executive summary. Executive summary menguraikan pernyataan misi perusahaan secara singkat, padat, dan jelas. 

Executive summary juga menampilkan informasi terkait perusahaan seperti barisan manajemen, karyawan, operasional dan lokasi perusahaan.

  1. Product and service

Sebagai sebuah bisnis tentu ada hal yang ditawarkan, di poin inilah perusahaan dapat menguraikan produk dan layanan yang ditawarkan. Poin ini mencakup target konsumen, harga produk, serta manfaat produk dan layanan bagi konsumen.

Untuk membantu investor mengerti perusahaanmu, jelaskan proses cara kerja serta teknologi apa saja yang digunakan. Hal ini akan menarik investor dan pihak bank karena dapat membayangkan kegunaan produk dan layanan ini saat diluncurkan ke publik.

  1. Market analysis

Pada market analysis kamu harus menjabarkan poin atraktif dari segmen pasar yang dipilih. Kamu dapat menjelaskan variabel-variabel analisis pasar seperti pelanggan, kompetitor, dan analisis industri.

Dengan mengindentifikasi dan menganalisis pasar, kamu akan dapat menemukan kekuatan dan kelemahan perusahaan di industri. Serta potensi dan tantangan apa yang akan dihadapi untuk merebut pangsa pasar yang sudah ada.

  1. Marketing strategy

Area ini akan menjelaskan cara perusahaan menjangkau konsumen dan mempertahankan pelanggan. Menguraikan jalur distribusi dan kampanye pada media apa saja yang harus segera dilakukan.

  1. Financial planning

Perencanaan keuangan adalah proyeksi keuangan dan pendapatan di masa depan berdasarkan evaluasi variabel keuangan di masa kini. Angka-angka tersebut diajukan setelah perhitungan dari strategi-strategi yang telah dirumuskan sebelumnya. 

  1. Budget 

Budget atau anggaran business plan berisi biaya-biaya terkait rekrutmen karyawan, pengembangan bisnis, manufaktur, pemasaran, serta biaya terkait bisnis lainnya.

Untuk membangun dan mengembangkan sebuah bisnis tentu bukan hal yang gampang. Perlu ide yang menarik perhatian konsumen dan strategi untuk bertahan secara kompetitif di industri yang dipilih.

Namun, terdapat opsi lain untuk bisa jadi bagian pemilik bisnis menguntungkan yang telah berjalan dengan menjadi investor bisnis. Berinvestasi pada bisnis pilihan sekarang bisa di LandX.

Memiliki bisnis menguntungkan dengan modal minim dan mendapat kesempatan terima keuntungan dari bagi hasil keuntungan perusahaan. Ingin menjadi investor bisnis dan mendapat keuntungan?

Yuk, download aplikasi LandX dan jadi pemilik bisnis sekarang!

miliki bisnis modal kecil cuma dengan 1 jutaan dapat 4 cabang

Baca Juga