menu-button
Cara Investasi di Securities Crowdfunding Investasi Keuangan Bisnis

Apa Itu Deposito? Yuk Pahami Return dan Jenis Deposito Berjangka

Tuesday, 21 Jun 2022

Read in 7 minutes

Author: Della Octavilia
Memahami jenis dan bunga deposito untuk investasi jangka panjang anda

Apa itu deposito? Deposito adalah layanan bank yang dapat dimanfaatkan nasabah untuk menyimpan uang dengan keuntungan suku bunga yang lebih tinggi dari tabungan lain.

Apa itu deposito? Mungkin masih banyak dari kalian yang masih belum mengetahui tentang deposito. Padahal kalian dapat memanfaatkan deposito sebagai tempat untuk menyimpan uang kalian.

Deposito adalah instrumen investasi yang dikeluarkan pada sektor perbankan yang dapat kalian pilih sebagai tempat untuk menanamkan dana yang kalian miliki.

Sebelum kalian memutuskan untuk menyimpan uang kalian di deposito, pertama-tama kalian harus mengetahui terlebih dahulu secara lengkap mengenai deposito.

Di artikel ini, kita akan membahas seputar deposito.

Apa Itu Deposito?

Sebagai generasi milenial, kita harus mulai disiplin dalam mengelola keuangan. Kita harus dapat mengatur pengeluaran agar tidak melebihi dengan pendapatan yang dimiliki.

Cara mengelola uang yang dapat kita lakukan adalah dengan mencatat setiap uang keluar dan uang masuk. Ini kita lakukan agar terhindar dari hidup konsumtif.

Cara selanjutnya dalam mengelola keuangan adalah dengan menyisihkan pendapatan yang kita miliki. Lalu, pendapatan tersebut bisa ditempatkan pada instrumen investasi baik di sektor perbankan maupun pasar modal. Investasi di sektor perbankan yang dapat kalian coba yaitu dengan deposito.

Lalu, apa itu deposito ? Menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Deposito adalah simpanan yang penarikannya hanya dapat dilakukan pada jangka waktu tertentu dan syarat-syarat tertentu.

Jadi, deposito adalah produk dari perbankan yang dapat dimanfaatkan oleh nasabah untuk menyimpan uang dan keuntungannya berupa bunga yang nilainya lebih tinggi dari tabungan biasa.

Saat kamu memutuskan untuk menggunakan deposito, kamu harus mengetahui jika deposito dapat dicairkan di jangka waktu yang telah disepakati (jatuh tempo). Tetapi, jika kamu memutuskan untuk mencairkan deposito sebelum jatuh tempo, maka pihak bank akan menjatuhkan pinalti yang harus dibayar.

Sebelum kamu memutuskan berinvestasi menggunakan deposito, sebaiknya kamu harus mengetahui terlebih dahulu jenis-jenis deposito.

Jenis-jenis Deposito

  • Deposito Berjangka

Deposito berjangka adalah jenis penyimpanan yang pencairannya dilakukan berdasarkan jangka waktu tertentu yang telah ditentukan antara pihak bank dan nasabah maupun calon nasabah.

Pada deposito jenis ini, umumnya memiliki jangka waktu mulai dari 1, 3, 6, dan 12 hingga dengan 24 bulan. Kalau kamu memutuskan untuk memilih deposito jenis ini dengan jangka yang pendek, kamu dapat memilih jangka waktu dari 1, 3, dan 6 bulan.

Deposito berjangka diterbitkan dengan mencantumkan nama pemilik deposito, baik perorangan maupun lembaga.

Pembayaran bunga deposito pada jenis ini akan dilakukan di setiap bulannya atau berdasarkan jangka waktu yang telah ditentukan. Jika kamu memutuskan untuk melakukan pencairan deposito sebelum jangka waktu yang ditentukan, maka kamu akan dikenakan denda.

  • Sertifikat Deposito

Jenis kedua yang dapat kamu pilih adalah sertifikat deposito.

Sertifikat deposito adalah penyimpanan yang diterbitkan dengan jangka waktu 1, 3, 6, dan 12 bulan. Sama seperti deposito berjangka, sertifikat deposito memiliki jangka waktu tertentu (jatuh tempo) yang telah disepakati antara pihak bank dan nasabah.

Pembayaran bunga pada sertifikat deposito dapat dilakukan di muka, tiap bulan atau pada saat jatuh tempo, dan pembayarannya dilakukan secara tunai maupun non tunai.

Namun, pada sertifikat deposito diterbitkan dalam bentuk sertifikat tanpa mengatasnamakan perorangan atau lembaga tertentu. Oleh karena itu, biasanya sertifikat deposito dapat diperjualbelikan pada pihak lain.

  • Deposito On Call

Jenis deposito yang terakhir yakni deposito on call.

Berbeda dari dua jenis deposito sebelumnya, pada deposito on call memiliki jangka waktu yang paling singkat, yakni minimal 7 hari hingga kurang dari 1 bulan.

Dengan singkatnya jangka waktu yang dimiliki, minimal jumlah uang yang harus disetorkan pada bank juga berjumlah besar. Mulai dari Rp50 juta hingga Rp100 juta tergantung dari ketetapan tiap bank.

Karena jangka waktu yang singkat, dan minimum yang harus disetorkan juga tinggi. Maka besaran suku bunga yang akan didapatkan juga dihitung atas keputusan hasil negosiasi antara pihak bank dan nasabah. Kamu memiliki kesempatan untuk mendapatkan untung yang besar.

Keuntungan dan Kerugian Memiliki Deposito

Nah, setelah kalian mengetahui seputar investasi deposito dan jenis-jenisnya. Tidak kalah penting yang harus kalian ketahui adalah keuntungan dan kerugian dari menggunakan deposito. Agar kalian lebih bijak dalam menggunakan deposito.

Keuntungan Deposito

  • Jaminan dari Lembaga Penjamin Simpanan (LPS)

Ketika kamu memutuskan untuk melakukan investasi deposito, kamu tidak perlu khawatir untuk keamanan duit yang kamu simpan. Karena deposito merupakan pilihan yang relatif aman dan minim dari risiko, dan sudah dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

LPS akan mejamin setiap dana yang disimpan oleh nasabah hingga nominal Rp2 miliar dengan suku bunga maksimal 7,5%, apabila bank tempat kamu menyimpan deposito mengalami bangkrut.

  • Suku Bunga Tinggi

Memanfaatkan deposito sebagai investasi, maka kamu akan memperoleh keuntungan suku bunga yang lebih tinggi dibandingkan dengan tabungan biasa. Secara umum, bunga deposito lebih tinggi 3 kali lipat dari bunga tabungan biasa.

Ingat, besaran suku bunga berbeda di setiap bank tempat kamu menyimpan deposito. Semakin besar dana yang kamu simpan di deposito, maka semakin besar pula keuntungan yang dapat diperoleh.

  • Dapat Dijadikan Agunan atau Jaminan Kredit

Kamu sebagai nasabah juga bisa menjadikan deposito yang dimiliki sebagai jaminan untuk mengajukan pinjaman atau kredit. Ini menjadi kelebihan dari deposito dari tabungan biasa.

  • Investasi Mudah

Investasi deposito dapat dilakukan dengan mudah bagi kamu para pemula. Jika kamu telah memiliki rekening di bank, dan bank tersebut memiliki layanan deposito. Kamu dapat mengalokasikan sejumlah dana yang kamu miliki dengan jumlah minimal untuk dijadikan deposito.

Pada proses pencairannya juga cukup mudah. Kamu hanya perlu memperhatikan tanggal jatuh tempo untuk pencairan dana.

  • Risiko Kerugian Kecil

Investasi deposito diketahui memiliki tingkat risiko kerugian yang kecil. Karena pihak bank menjamin tidak adanya pengurangan nilai pokok deposito, sehingga instrumen ini memiliki risiko kerugian yang rendah.

Kerugian Deposito

  • Adanya Penalti

Kamu akan dikenakan penalti atau denda dari pihak bank bila kamu ingin mencairkan dana sebelum jangka waktu yang ditentukan (jatuh tempo).

Penalti atau denda sendiri berfungsi agar nasabah tidak mencairkan dana deposito sebelum waktu yang ditentukan. Denda yang dikenakan sendiri berupa biaya administrasi berdasarkan ketentuan bank. Umumnya denda atau penalti yang dikeluarkan sebesar 0,5% hingga 3%.

  • Risiko Tidak Mendapatkan Pembayaran Bunga

Lagi, jika kamu memutuskan untuk mencairkan dana sebelum jatuh tempo, maka pihak bank dapat menghapus pembayaran bunga deposito kamu.

Beberapa bank menerapkan kesepakatan akan menghapus atau tidak membayar bunga pada nasabah yang mencairkan dana sebelum jangka waktu yang ditentukan.

  • Mendapat bunga lebih rendah

Kamu juga bisa mendapatkan bunga yang lebih rendah dari kesepakatan awal, jika kamu memutuskan untuk mencairkan dana sebelum waktu yang ditentukan

  • Bunga Deposito

Seperti yang sudah dibahas di awal, jika kamu memutuskan untuk investasi dengan deposito. Maka kamu akan mendapatkan suku bunga yang lebih besar dari tabungan biasa.

Dengan tingkat suku bunga yang lebih besar ini, tidak jarang bagi seseorang yang memiliki dana besar memilih deposito untuk menyimpan uangnya.

Nah, penting untuk kamu mengetahui cara menghitung bunga deposito, jika kamu berencana untuk berinvestasi dengan deposito. Hal ini kamu lakukan untuk mengetahui besar keuntungan yang kamu dapatkan. Berikut ini rumus menghitungnya:

Keuntungan Bunga Deposito

Risiko Deposito

Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, memilih investasi dengan deposito juga memiliki banyak kerugian. Kerugian yang sering dirasakan ialah, jika kamu mencairkan dana yang sebelum jangka waktu yang telah ditentukan (jatuh tempo).

Oleh karena itu kamu akan mendapatkan berbagai risiko, seperti risiko tidak dibayarkan suku bunganya, mendapatkan nominal suku bunga yang lebih rendah dari kesepakatan awal, hingga kamu juga akan dikenakan penalti atau denda.

Jadi, jika kamu memutuskan untuk berinvestasi dengan deposito kamu harus siap-siap menerima berbagai risiko jika melakukan pencairan dana sebelum jatuh tempo.

Berbeda dengan instrumen investasi perbankan dengan deposito, instrumen investasi pasar modal seperti saham, reksa dana, dan obligasi tidak memiliki jangka waktu bila ingin mencairkan dana yang telah ditanamkan.

Kamu dengan mudah dapat mencairkan dana kamu dengan menjual saham yang kamu miliki. Kamu dapat menjual saham kamu berdasarkan keinginan kamu atau melihat kondisi pasar modal. Jika saham kamu berhasil terjual, kamu hanya perlu menunggu waktu untuk proses pencairan dana saja. Jadi relatif lebih mudah.

Perlu diingat, kamu juga perlu berhati-hati dalam memilih tempat kamu untuk menanamkan dana yang dimiliki, pilihlah tempat investasi yang sudah memiliki izin dan diawasi Oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Kamu bisa lho mulai berinvestasi bersama LandX hanya dengan menggunakan modal kecil dan sudah memiliki izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

LandX merupakan platform equity crowdfunding memberikan kamu kesempatan untuk melakukan investasi modal kecil dengan patungan ke berbagai bisnis yang menguntungan. Kamu bisa melihat berbagai bisnis yang memiliki prospek bagus di LandX, dan tentukan pilihanmu sekarang!

Investasikan Dana Kamu di LandX Sekarang Juga!

miliki bisnis modal kecil cuma dengan 1 jutaan dapat 4 cabang

Baca Juga