menu-button
Cara Investasi di Securities Crowdfunding Investasi Keuangan Bisnis

Memahami Apa Itu Obligasi dan Jenis Obligasi untuk Investasi Anda

Tuesday, 9 Aug 2022

Read in 8 minutes

Author: Abdul Wahhab
Keuntungan obligasi untuk investasi jangka panjang menguntungkan anda.

Obligasi adalah salah satu instrumen investasi pasar modal yang berupa surat utang yang bisa jadi pilihan investasi jangka panjang maupun pendek kamu. Karena itu, yuk kenalan lebih dekat dengan jenis-jenis obligasi sebagai instrumen investasi satu ini.

Obligasi adalah surat utang yang dikeluarkan oleh suatu instansi seperti pemerintah atau swasta yang menjadikan jenis obligasi berbeda sesuai dengan pihak yang mengeluarkannya.

Jenis-jenis obligasi ini bisa digunakan sebagai sarana pihak yang mengeluarkan jenis obligasi untuk mendapatkan dana dari para investor yang membeli surat hutang tersebut.

Sebagai gantinya, biasanya instrumen obligasi akan memberikan investor return berupa bunga yang akan dibayarkan pada akhir periode saat pengembalian modal tersebut.

Akan tetapi, jenis obligasi sendiri sebenarnya memiliki terdiri dari beberapa jenis berbeda sehingga kamu harus paham jenis obligasi apa yang akan kamu jadikan instrumen investasi kamu.

Karena itu, yuk kita bahas obligasi secara lebih mendalam, mulai dari defisini, jenis, dan berbagai risiko yang harus kamu waspadai saat berinvestasi ke dalam surat hutang atau obligasi.

Apa Itu Obligasi?

Pertama, mari kita bahas dulu definisi dari obligasi sebelum membahas jenis-jenis obligasi itu apa saja.

Definisi obligasi adalah surat utang yang diterbitkan oleh suatu pihak baik swasta maupun pemerintahan sebagai sarana mereka untuk mendapatkan pendanaan.

Dengan kata lain, pengertian obligasi adalah surat pengakuan utang yang dikeluarkan oleh penerbit yang menjelaskan bahwa mereka memiliki utang kepada pemilik obligasi dan akan dibayarkan pada di akhir periode yang sudah disepakati.

Oleh sebab itu, dari jenis obligasi yang ada, jenis-jenis obligasi tersebut memiliki jangka waktu yang berbeda-beda mulai dari utang jangka pendek, sedang, hingga panjang tergantung dengan kesepakatan dalam surat utang.

Selain itu, setiap jenis obligasi juga memiliki tingkat suka bunga yang berbeda-beda sehingga anda bisa disesuaikan dengan tujuan investasi anda.

Agar mudah anda pahami, penerbit atau pihak yang membutuhkan dana bisa disebut sebagai debitur dan investor yang membeli obligasi bisa dianggap sebagai kreditur yang akan mendapatkan pengembalian berupa pinjaman pokok ditambah bunga atau kupon yang akan diberikan pada akhir periode pinjaman.

Investasi obligasi adalah dengan membeli surat pengakuan utang untuk mendapat keuntungan sebagaimana yang telah dijelaskan.

Setelah kamu paham obligasi itu apa, mari kita bahas berbagai jenis obligasi yang memiliki risiko dan potensi yang berbeda-beda. Penjelasan jenis-jenis obligasi adalah

Jangka Waktu Obligasi

Seperti pembahasan definisi obligasi sebelumnya, obligasi adalah surat hutang yang artinya jangka waktu investasi akan bergantung perjanjian yang dilakukan saat kamu membeli surat hutang tersebut. Hal ini karena bunga dan modal yang kamu tanamkan di awal akan dibayarkan pada akhir periode tersebut.

Karena itu, jenis-jenis obligasi yang berbeda akan punya jangka waktu obligasi atau masa jatuh tempo (maturity) dari surat hutang yang berbeda. Jangka waktu obligasi atau jatuh tempo ini sendiri berbeda-beda, ada yang 1 tahun, atau bahkan bisa 5 tahun tergantung dengan jenis obligasinya.

Biasanya, semakin panjang periode jatuh tempo semakin besar pula besar return yang dijanjikan. Namun hal ini tentu saja dengan risiko yang lebih besar pula. Karena itu, biasanya investor pemula memilih jenis obligasi dengan jangka waktu lebih singkat karena dianggap memiliki risiko lebih kecil.

Akan tetapi, kamu tidak perlu khawatir apabila butuh dana sebelum masa jatuh tempo obligasi karena kamu tetap bisa menjual surat hutang yang kamu miliki kepada investor lain lewat pasar sekunder sehingga kamu tidak perlu menunggu hingga akhir masa jatuh tempo.

Jenis-Jenis Obligasi

Jenis obligasi sendiri berbeda-beda dan dikelompokkan berdasarkan beberapa kategori. Karena itu, yuk kita bahas satu persatu.

Jenis Obligasi Secara Umum

Obligasi secara umum dibagi ke dalam tiga jenis yaitu obligasi pemerintah, korporasi, dan ritel yang memiliki karakteristik dan keunggulan masing-masing. Agar Anda lebih paham mari kita bahas satu persatu jenis obligasi ini.

1. Obligasi Pemerintah

Jenis obligasi pemerintah adalah surat utang yang dikeluarkan oleh pemerintah dalam bentuk surat utang negara yang diterbitkan. Jenis obligasi pemerintah yaitu Obligasi Ritel Indonesia (ORI), Savings Bond Ritel (SBR), dan Sukuk Ritel (SR).

Dari jenis-jenis obligasi tersebut, pemerintah akan menerbitkan kupon dalam beberapa bentuk yaitu kupon tetap (Fixed Rated), kupon Variabel (Variable Rated), dan obligasi dalam bentuk syariah atau juga disebut sukuk negara.

2. Obligasi Korporasi

Jenis obligasi ini merupakan surat utang yang dikeluarkan oleh korporasi swasta maupun BUMN yang membutuhkan pinjaman dana. Sama seperti obligasi pemerintah, obligasi ini juga dikeluarkan dalam beberapa jenis kupon yaitu kupon tetap, variabel dan obligasi dengan prinsip syariah.

3. Obligasi Ritel

Jenis ini merupakan surat utang yang dikeluarkan oleh pemerintah yang dijual kepada individu melalui agen penjualan yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Jenis yang biasanya diperjualbelikan adalah jenis ORI dan Sukuk Ritel.

4. Obligasi Konversi

Jenis obligasi konversi adalah surat utang yang dikeluarkan oleh perusahan. Nantinya, investor pemegang jenis obligasi ini bisa menukar surat utangnya untuk dikonversikan menjadi saham perusahaan.

Jenis obligasi konversi ada yang diterbitkan oleh pemerintah dan juga oleh korporasi. Keuntungan obligasi konversi salah satunya adalah investor menerima pembayaran bunga suku bunga tetap dengan opsi untuk mengkonversi ke saham dan mendapatkan keuntungan dari apresiasi harga saham.

Jenis Obligasi Berdasarkan Pembayaran Kupon/ Bunga

Pembayaran kupon atau bunga merupakan bagian penting yang harus anda perhatikan sebelum memutuskan untuk berinvestasi ke dalam obligasi karena obligasi memiliki beberapa jenis kupon. Berikut beberapa jenis kupon dalam obligasi:

1. Zero Coupon Bonds

Jenis ini merupakan surat utang yang tidak memberikan kupon atau disebut obligasi tanpa kupon karena investor tidak akan mendapatkan kupon secara berkala saat membeli obligasi jenis ini.

Obligasi ini akan memberikan keuntungan kepada investor melalui nilai selisih antara harga jual dan harga awal saat pembelian surat utang. Jenis ini memiliki jangka waktu yang berbeda-beda dan rata-rata cukup panjang mulai dari 1-10 tahun.

2. Fixed Coupon Bonds

Jenis obligasi ini memberikan investor tingkat bunga yang tetap dari awal hingga periode jatuh tempo. Bunga dari jenis obligasi ini sudah ditentukan sejak awal dan akan dibayarkan sesuai dengan periode yang telah dijanjikan di awal.

3. Floating Coupon Bonds

Obligasi dengan kupon mengambangkan ini memiliki risiko yang bisa dibilang cukup besar. Pasalnya nilai kupon akan berubah-ubah mengikuti indeks pasar uang.

Akan tetapi anda tidak perlu begitu khawatir karena biasanya sistem ini menggunakan batas minimal yang artinya kupon pertama atau yang pertama kali ditetapkan akan menjadi nilai kupon minimal yang berlaku hingga akhir periode.

Apabila anda sudah paham berbagai jenis obligasi, selanjutnya mari kita bahas bagaimana risiko dari berinvestasi dengan instrumen ini.

4. Obligasi Abadi

Jenis obligasi yang tidak memiliki masa jatuh adalah obligasi abadi yang diterbitkan oleh pemerintah Inggris atau disebut Undated Treasuries. Jenis ini sendiri tidak tersedia di Indonesia jadi kamu bisa memilih obligasi dari jenis lain.

Keuntungan dari Obligasi

Obligasi adalah salah satu instrumen investasi yang banyak diminati oleh pemula. Hal ini karena keuntungan obligasi adalah instrumen yang dinilai aman dan bisa memberikan keuntungan yang beragam baik dalam jangka panjang maupun pendek.

Pertama, return obligasi berupa kupon sehingga keuntungan obligasi adalah bunga yang cenderung stabil selama periode obligasi. Akan tetapi hal ini tentu saja kembali lagi ke jenis obligasi yang digunakan saat berinvestasi tersebut.

Kedua, keuntungan obligasi adalah instrumen yang likuid karena investor dapat menjual obligasi mereka di pasar sekunder dan bisa mendapatkan capital gain walaupun obligasi yang kita pegang belum jatuh tempo.

Ketiga, return obligasi berupa bunga yang ditawarkan cenderung cukup tinggi jika dibandingkan dengan bunga deposito yang ditawarkan di bank sehingga intrumen obligasi menjadi salah satu yang menarik banyak orang.

Risiko Obligasi

Setiap investasi yang anda lakukan pasti akan diikuti oleh risiko baik itu besar maupun kecil.

  • Risiko jenis obligasi pemerintah seperti Obligasi Negara dan ORI (Obligasi Ritel Indonesia) sangat minim bahkan hampir tidak ada. Ini karena obligasi jenis ini dijamin pembayaran bunga dan pokoknya oleh negara Indonesia sesuai masa berlakunya.
  • Risiko jenis Obligasi Korporasi punya tingkat yang lebih tinggi. Ini karena risiko dapat muncul bergantung pada perusahaan yang mengeluarkan jenis obligasinya. Misalnya, faktor bidang industri dan kondisi pasar yang digeluti peruhasaan pastinya berdampak pada performa bisnis perusahaan.

Selain kerugian spesifik dari jenis obligasi, terdapat beberapa risiko lain yang harus diperhatikan oleh investor saat memutuskan untuk menanamkan modal ke dalam sebuah obligasi, berikut beberapa risiko dari obligasi:

1. Risiko Gagal bayar

Kondisi ini mungkin saja terjadi saat sebuah korporasi sedang berada dalam kondisi yang tidak baik sehingga tidak sanggup melakukan pembayaran kembali pada saat waktu jatuh tempo yang awalnya telah dijanjikan.

2. Risiko Suku Bunga

Harga obligasi dengan suku bunga memiliki hubungan berbanding terbalik dimana jika harga suku bunga diperkirakan akan naik maka investor akan menjual obligasi yang mereka miliki untuk mendapatkan keuntungan lebih.

3. Risiko Likuiditas

Masalah likuiditas ini akan muncul saat obligasi yang anda miliki tidak dapat dijual kembali ke pasar sekunder (secondary market) karena berbagai faktor yang sehingga keuntungan hanya bisa didapatkan pada akhir periode obligasi.

4. Risiko Pasar

Risiko pasar ini merupakan kerugian yang muncul karena berbagai faktor yang membuat harga obligasi di pasaran menjadi turun. Hal ini biasanya muncul karena berbagai kondisi seperti kondisi ekonomi yang tidak baik, pengaruh politik, atau perubahan suku bunga yang terjadi.

Memilih Investasi yang Cocok

Setelah mengenal berbagai jenis obligasi yang tersedia di pasar modal, kini anda tentu sudah paham mana obligasi yang cocok dengan tujuan investasi dan profil risiko yang anda miliki.

Setelah memilih investasi yang tepat, selanjutnya yang harus anda perhatikan adalah konsistensi dari investasi yang telah anda lakukan sehingga untuk meningkatkan aset investasi yang anda miliki.

Saat ini anda juga bisa membeli obligasi atau surat utang dari bisnis-bisnis potensial yang ada di sekitar anda melalui skema securities crowdfunding yang baru saja diresmikan oleh pemerintah.

Dengan adanya sistem ini, anda bisa ikut berinvestasi untuk membangun berbagai bisnis potensial yang ada di sekitar anda.

Yuk Temukan Bisnis Menjanjikan dengan Keuntungan Terbaik di LandX

miliki bisnis modal kecil cuma dengan 1 jutaan dapat 4 cabang Sebagai Investor Kamu Harus Selalu Update Berbagai Info Seputar Investasi, Karena Itu Yuk Follow Instagram Kami @landx.id

#LandX.id #landx.id #YukPatunganBisnis #InvestasiBisnis #SecuritiesCrowdfunding #EquityCrowdfunding #InvestasiMenguntungkan #Urundana #BisnisPatungan #InvestasiUsaha

Baca Juga:


Baca Juga