menu-button
Cara Investasi di Securities Crowdfunding Investasi Keuangan Bisnis

Apa Itu Pendapatan Perkapita? Cara Menghitung Pendapatan Perkapita

Wednesday, 3 Aug 2022

Read in 8 minutes

Author: Della Octavilia
Memahami apa itu pendapatan perkapita dan cara menghitung pendapatan perkapita

Apa itu pendapatan perkapita? Pendapatan perkapita adalah salah satu aspek mengetahui tingkat kesejahteraan di suatu negara. Lalu, seberapa besar pendapatan perkapita Indonesia? Simak terus artikel ini!

Apa itu pendapatan perkapita? Pendapatan perkapita sering disebut dengan pendapatan rata-rata penduduk di suatu negara. Pendapatan perkapita adalah ukuran rata-rata pendapatan yang diperoleh setiap penduduk di suatu negara.

Pendapatan perkapita menjadi aspek penting untuk mengetahui tingkat kesejahteraan dalam suatu negara. Tinggi-rendahnya kesejahteraan penduduk di suatu negara dapat dilihat dari pendapatan perkapita yang dihasilkan pada waktu tertentu.

Maka dari itu setiap negara wajib untuk mengetahui pendapatan rata-rata tiap penduduknya. Karena dengan mengetahui pendapatan perkapita, negara dapat mengukur pertumbuhan perekonomian negaranya. Karena besaran pendapatan perkapita sangat mempengaruhi perekonomian dalam suatu negara.

Kali ini kita akan membahas seputar pendapatan perkapita, mulai dari pengertiannya, hingga cara menghitung pendapatan perkapita.

Oleh karena itu simak terus artikel berikut ini ya!

Apa Itu Pendapatan Perkapita?

Pendapatan perkapita adalah salah satu aspek penting untuk mengetahui tingkat kesejahteraan pada suatu negara.

Apa itu pendapatan perkapita?

Pendapatan perkapita adalah ukuran rata-rata pendapatan yang diperoleh setiap penduduk di suatu negara. Makanya pendapatan perkapita sering disebut dengan pendapatan rata-rata penduduk di suatu negara.

Setiap negara wajib untuk memonitor pendapatan perkapita yang diperolehnya. Karena dengan mengetahui pendapatan perkapita, suatu negara dapat melihat pertumbuhan perekonomian di dalamnya. Pendapatan perkapita dicari untuk mengetahui apakah perekonomiannya mengalami peningkatan atau mengalami penurunan.

Apalagi bagi negara yang sedang berkembang. Meningkatnya pendapatan perkapita akan menjadi suatu kebanggaan di skala internasional.

Dalam skala internasional, pendapatan perkapita adalah skala untuk menentukan kelas suatu negara.  Apakah negara tersebut masuk dalam kelas negara maju, menengah ke atas, menengah ke bawah, atau bahkan terbelakang. Semua dapat dilihat dari pendapatan perkapita yang dihasilkan pada setiap negara itu.

Pendapatan perkapita dihitung dengan membagi antara pendapatan nasional dengan jumlah penduduk dalam suatu negara. Semakin tinggi pendapatan nasional, maka semakin tinggi pula pendapatan perkapita yang akan diperoleh suatu negara, begitu pula sebaliknya.

Fungsi Pendapatan Perkapita

Setelah mengetahui pengertian dari pendapatan perkapita yang memiliki aspek penting untuk mengetahui tingkat kesejahteraan pada suatu negara. Sekarang kita akan membahas fungsi pendapatan perkapita.

Adapun fungsi pendapatan perkapita yaitu:

1. Mengetahui Tingkat Kesejahteraan Negara dan Masyarakat

Seperti yang sudah kita bahas sebelumnya jika pendapatan perkapita adalah besaran rata-rata pendapatan yang diperoleh penduduk dalam suatu negara.

Dengan demikian, fungsi pendapatan perkapita adalah untuk mengetahui tingkat kesejahteraan penduduk di suatu negara berdasarkan besaran pendapatan perkapita yang diperoleh pada waktu tertentu. Karena pendapatan perkapita sendiri meliputi perhitungan keseluruhan pendapatan penduduk.

2. Meninjau Perkembangan Suatu Negara

Dengan mengetahui pendapatan rata-rata yang dihasilkan tiap penduduk, maka suatu negara akan mengetahui perkembangan dalam negaranya. Apakah seiring berjalannya waktu terdapat pembangunan di dalam negaranya atau malah tidak ada pembangunan sama sekali.

Besaran pendapatan perkapita yang diperoleh tiap negara sangat berpengaruh terhadap perkembangan bagi suatu negara.

3. Meninjau Kualitas Ekonomi Suatu Negara

Selain meninjau perkembangan negara, fungsi pendapatan perkapita adalah meninjau kualitas ekonomi suatu negara dalam waktu tertentu.

Dengan mengetahui besaran pendapatan perkapita pada waktu tertentu, suatu negara dapat melihat kekurangan dari negara tersebut serta langkah apa yang bisa dilakukan untuk mengatasi kekurangan tersebut.

4. Acuan Mengambil Kebijakan di Masa Mendatang

Dengan melakukan analisa terhadap pendapatan perkapita yang diperoleh pada waktu tertentu, negara dapat menjadikan hasil analisa tersebut sebagai bahan pertimbangan dalam mengambil suatu keputusan di masa yang akan datang.

Komponen Pendapatan Perkapita

Dalam pendapatan perkapita terdapat dua komponen penting sebagai pendukung. Adapun dua komponen pendapatan perkapita, yaitu:

1. Pendapatan Nasional

Komponen pertama pendapatan perkapita adalah pendapatan nasional. Maksud dari pendapatan nasional adalah jumlah penghasilan suatu negara pada periode satu tahun. Besaran pendapatan nasional yang dihasilkan suatu negara sangat berpengaruh pada pendapatan perkapita.

Untuk mengetahui besaran pendapatan nasional dapat memanfaatkan Produk Domestik Bruto (PDB). Apa itu PDB? PDB adalah salah satu metode untuk menghitung pendapatan nasional. PDB dalam bahasa Inggris kerap dikenal sebagai Gross Domestic Bruto (GDB).

PDB perkapita adalah total nilai produksi dan jasa yang dihasilkan semua orang atau perusahaan dalam suatu negara dalam waktu satu tahun. Dengan menggunakan PDB negara akan mendapatkan besaran pendapatan nasional tiap tahunnya.

Semakin tinggi pendapatan nasional yang dihasilkan, maka semakin besar pula pendapatan perkapita dalam suatu negara. Namun, jika pendapatan nasional menurun, maka pendapatan perkapita suatu negara juga mengalami penurunan.

2. Jumlah Penduduk

Jumlah penduduk dalam komponen pendapatan perkapita adalah total penduduk yang menempati suatu negara. Antara pendapatan perkapita dengan jumlah penduduk tingkat perbandingannya berbanding terbaik.

Jika jumlah penduduk di suatu negara tinggi, maka pendapatan perkapita pun rendah. Begitu pula jika jumlah penduduk di suatu negara sedikit, maka pendapatan perkapitanya tinggi.

Kelompok Negara Berdasarkan Pendapatan Perkapita

Seperti yang telah dijelaskan di awal, melalui pendapatan perkapita bisa melihat kelompok suatu negara itu berada. Terdapat beberapa kelompok negara berdasarkan pendapatan perkapita yang diperoleh diantaranya, yaitu:

1. Negara Berpendapatan Tinggi

Suatu negara dikatakan memiliki pendapatan yang tinggi jika pendapatan perkapitanya lebih dari 8,355 dollar AS. Biasanya negara yang masuk dalam berpendapatan tinggi adalah negara-negara maju. Contoh negara maju dengan pendapatan perkapita yang tinggi yaitu, Amerika Serikat, Jepang, Korea, Singapura, dan lainnya.

2. Negara Berpendapatan Menengah ke Atas

Untuk negara berpenghasilan menengah ke atas dapat dilihat dari jumlah pendapatan rata-rata dari negaranya antara  4,046 dollar AS hingga 8,335 dollar AS Contoh negara dengan pendapatan perkapita menengah ke atas berasal dari negara-negara di Eropa seperti Belgia, Kanada, Perancis, dan lainnya.

Menurut data CEIC menyebutkan bahwa besaran pendapatan perkapita Indonesia di tahun 2021 telah menyentuh angka 4,349 dollar AS. Pendapatan perkapita Indonesia di tahun 2021 mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya yang berhasil menyentuh angka  3,927 dollar AS.

Dengan begitu, Indonesia masuk di kelompok negara berpendapatan menengah ke atas. Untuk masuk ke kelompok negara berpendapatan tinggi, pendapatan nasional bruto Indonesia harus ditingkatkan sekitar 2,5 kali lipat dibandingkan tahun 2021.

Bahkan menurut Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Pandjaitan mengatakan dalam satu dekade mendatang GDB Indonesia perkapita akan berada di kisaran  10,000 dollar AS bila transformasi ekonomi dilakukan secara konsisten.

3. Negara Berpendapatan Menengah ke Bawah

Selanjutnya, negara berpendapatan menengah ke bawah besaran pendapatan perkapita biasanya berada diantara  675 dollar AS hingga 4,046 dollar AS. Di tahun 2020 pendapatan perkapita Indonesia masuk ke dalam kelompok yang satu ini, yaitu sebesar 3,927 dollar AS.

3. Negara Berpendapatan Rendah

Pada negara berpendapatan rendah, pendapatan perkapitanya rata-rata kurang dari 675 dollar AS. Contoh negara berpendapatan rendah banyak dijumpai pada negara-negara di Afrika dan daerah konflik seperti Afghanistan, Nigeria, Uganda, Somalia, Ethiopia, dan lainnya.

Cara Menghitung Pendapatan Perkapita

Pendapatan perkapita dihitung dengan dua cara, yaitu secara nominal dan secara riil.

Berikut ini penjelasan cara perhitungan pendapatan perkapita, yaitu:

1. Pendapatan Perkapita Dihitung dengan Cara Nominal

Cara pertama menghitung pendapatan perkapita adalah dengan menggunakan rumus nominal. Dengan rumus nominal perhitungan dilakukan berdasar pada harga yang sedang berlaku.

Rumus pendapatan perkapita secara nominal, yaitu:

Pendapatan Perkapita = Harga Produk Nasional Bruto Berlaku : Jumlah Penduduk

Contoh kasus:

Di tahun 2019 negara X memiliki PNB sebesar 3000 triliun dengan total penduduknya sebanyak 150 juta jiwa. Jadi, besaran pendapatan perkapita negara X pada tahun tersebut adalah:

Pendapatan Perkapita = 3000 : 150 = 20 juta.

Maka, pendapatan perkapita pada negara X di tahun 2018 adalah 20 juta/orang/tahun.

2. Pendapatan Perkapita Dihitung dengan Cara Riil

Dalam menghitung pendapatan perkapita secara riil adalah proses perhitungannya menggunakan harga konstan. Harga konstan disini bisa diperoleh dari nilai pendapatan perkapita di tahun yang telah dijadikan acuan.

Rumus pendapatan perkapita secara riil, yaitu:

Pendapatan Perkapita = Produk Nasional Bruto Harga Konstan : Jumlah Penduduk

Contoh kasus:

Di tahun 2020, negara Y memiliki total penduduk sebanyak 200 juta jiwa dengan acuan perhitungan PNB tertinggi adalah pada PNB tahun 2019, yaitu sebesar 4000 triliun. Maka pendapatan perkapita negara Y pada tahun tersebut adalah:

Pendapatan Perkapita Negara Y = 4000 triliun : 200 juta = 20 juta

Maka, pendapatan perkapita negara Y di tahun 2020 adalah 20 juta/orang/tahun dengan mengacu pada PNB tahun 2019.

Dampak Peningkatan Pendapatan Perkapita Indonesia

Nah, kita telah membahas pengertian pendapatan perkapita, manfaat, hingga cara menghitung pendapatan perkapita. Selanjutnya kita akan membahas dampak dari peningkatan pendapatan perkapita Indonesia.

Dengan GDP Indonesia per kapita yang mengalami peningkatan ternyata membawa dampak positif dan negatif bagi Indonesia. Berikut ini dampak positif dan negatif peningkatan pendapatan perkapita Indonesia:

Dampak Positif

1. Meningkatkan Kerjasama Internasional

Meningkatnya pendapatan perkapita Indonesia berarti perekonomian di Indonesia juga mengalami pertumbuhan ke laju yang positif. Hal ini dapat menjadi peluang bagi Indonesia untuk lebih memperluas kerjasama internasional yang nantinya juga akan berdampak ke pendapatan perkapita Indonesia.

2. Meningkatnya Investasi hingga Perbaikan Neraca Transaksi Indonesia

Dengan pertumbuhan ekonomi yang semakin positif akibat dari meningkatnya pendapatan perkapita. Indonesia akan dipercayai oleh berbagai investor dari dalam maupun dari luar negeri yang ingin menanamkan modalnya di Indonesia. Hal ini tentunya akan memperbaiki neraca transaksi di Indonesia.

Dampak Negatif

1. Indonesia Dianggap Mampu untuk Melunasi Hutang Dengan Bunga yang Tinggi

Walaupun pendapatan perkapita Indonesia mengalami peningkatan, Indonesia tidak lepas dengan hutang yang sudah dimiliki sebelumnya.

Malah dengan peningkatan pendapatan perkapita Indonesia banyak negara yang memberi hutang menilai bahwa Indonesia akan mampu membayar hutang dengan bunga yang tinggi. Dengan begitu kedepannya biaya hutang Indonesia akan mengalami kenaikan dan menjadi mahal.

2. Beberapa Negara Kemungkinan Akan Mencabut Fasilitas Perdagangan di Indonesia

Banyak negara sebagai mitra dagang Indonesia memberikan berbagai fasilitas yang menguntungkan Indonesia. 

Dengan peningkatan pendapatan perkapita Indonesia memberi dampak negara-negara yang memberikan fasilitas perdagangan akan mencabut fasilitas tersebut dan menyebabkan kerugian dan akan berdampak pada perlambatan ekonomi di Indonesia.

Menjadi Bos Bisnis Potensial Lewat Pendanaan LandX

Kita telah membahas tuntas seputar pendapatan perkapita yang memiliki peranan besar bagi pertumbuhan suatu negara.

Gimana? Kamu tertarik untuk membantu meningkatkan pendapatan perkapita Indonesia agar terciptanya pertumbuhan perekonomian yang baik?

Kamu bisa banget lho bantu meningkatkan pendapatan rata-rata penduduk Indonesia dengan menggunakan metode equity crowdfunding

Anda akan melakukan pendanaan terhadap bisnis terpilih memiliki prospek bagus yang tersedia di LandX.

Dengan Anda melakukan pendanaan suatu bisnis, Anda sama saja membantu bisnis tersebut agar dapat berkembang, bahkan Anda bisa bantu membuka lapangan pekerjaan dari bisnis yang telah Anda danai.

Anda dapat menaruh saham di bisnis-bisnis yang telah terdaftar di LandX. Selanjutnya, Anda juga berkesempatan mendapatkan keuntungan dari dividen atas bisnis yang telah Anda danai.

LandX adalah platform equity crowdfunding terpercaya dan telah memiliki cap market terbesar se Indonesia. Untuk izin? LandX juga telah mengantongi izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Jadi, tidak usah ragu untuk memilih LandX. Anda dapat mulai pendanaan di LandX mulai dari Rp1 jutaan saja lho!

Tunggu Apalagi? Yuk, Jadi Bos Bisnis Terpercaya dengan Download Aplikasi LandX Sekarang Juga!

miliki bisnis modal kecil cuma dengan 1 jutaan dapat 4 cabang

Baca Juga