Stagflasi terdiri dari situasi yang stagnan dan inflasi. Stagflasi adalah karakteristik situasi saat inflasi tinggi, pertumbuhan ekonomi berjalan lambat (stagnasi), dan tingkat pengangguran relatif tinggi. Kondisi ini identik menjadi dilema pemerintahan di negara maju.

Kata stagflasi pertama kali dipakai oleh politisi Inggris, Macleod untuk menggambarkan kondisi inflasi dan stagnasi yang dialami oleh United Kingdom pada 1965.

Negara Amerika Serikat juga pernah mengalami stagflasi pada tahun 1970-an akibat dari embargo minyak negara Arab Saudi dan negara-negara lainnya. AS merupakan importir minyak terbesar di dunia, sehingga terhambatnya pasokan minyak menyebabkan inflasi hingga 3 kali lipat dari dekade sebelumnya.

Dari jurnal penelitian yang terbit dari tahun 80-an hingga 2012 telah banyak mengulas berbagai penyebab dari stagflasi.

Beberapa hasil penelitian mengungkapkan stagflasi disebabkan oleh kenaikan biaya upah (wage push-cost), kebijakan moneter, kenaikan harga gas alam, serta lonjakan harga minyak yang paling sering diidentifikasi menjadi pemicu stagflasi di Amerika Serikat juga wilayah Eropa.  Setiap peneliti menawarkan pandangannya tersendiri terhadap asal penyebabnya.


Table of Content


Stagflasi di Indonesia

Indonesia pernah mengalami stagflasi pada krisis tahun 1998. Bersamaan saat nilai tukar rupiah yang anjlok terhadap dolar Amerika, di negara ini harga barang melambung tinggi dan jumlah uang beredar di masyarakat yang banyak juga menyebabkan nilai tukar menurun.

Indonesia dikabarkan masih jauh dari tahap stagflasi karena tingkat inflasi yang masih dibawah 2% serta tren pertumbuhan ekonomi yang masih baik. Namun, ada baiknya untuk selalu waspada karena Indonesia memiliki hubungan perekonomian dengan negara lain yang mungkin sedang menunjukkan tanda-tanda risiko stagflasi.

Oktober lalu, Menteri Keuangan Sri Mulayani menyampaikan Indonesia harus waspada dengan isu yang beredar di negara AS, negara-negara Eropa, juga Cina yang dapat menimbulkan efek rambatan (spill over) pada perekonomian dunia termasuk Indonesia.

Spill over effect adalah efek pada perekonomian suatu negara dari peristiwa yang terjadi di negara lain. Risiko stagflasi adalah salah satu faktor yang dapat menyebabkan efek rambatan (spill over).

Cina Dihantui Stagflasi

Cina merupakan negara perekonomian terbesar kedua di dunia, namun negara ini diperkirakan dibayang-bayangi oleh momok stagflasi. Disebabkan inflasi yang melambung tinggi tapi tidak dibarengi oleh pertumbuhan ekonomi yang pesat.

Saat ini di negara tirai bambu tersebut harga minyak, batu bara dan besi baja naik, sehingga otomatis terjadi inflasi seperti juga dialami berbagai negara lainnya. Stagflasi, baru menjadi kekhawatiran saja dikarenakan pertumbuhan ekonomi di negara Cina yang sedang tidak begitu tinggi disaat inflasi sedang menggembungkan diri.

Saat ini stagflasi belum terjadi di Cina, namun kepala ekonom dari Pinpoint Asset Management Zhang Ziwei mengatakan kepada media CNBC Internasional bahwa tanda-tanda stagflasi sudah terlihat di Cina.

Stagflasi dan Dampak Pada Investasi

Stagflasi menjadi kata pencarian populer pada beberapa minggu ini. Apa akibat yang akan disebabkan oleh stagflasi pada investasi? Penuturan Analis Indopremiere Sekuritas, Mino pada siaran CNBC (16/11) mengatakan Cina belum 100% dalam tahap stagflasi.

Hal yang bisa kita harapkan adalah tren perekonomian Cina tidak menurun karena terdapat beberapa industrial seperti manufaktur Cina yang telah menunjukkan kenaikan bulan lalu.

Aset Pelindung dari Stagflasi

Kemanakan sebaiknya harus diinvestasikan ketika akan terjadi risiko stagflasi ini? Apakah batubara, nikel, atau emas? Permintaan akan komoditas seperti batubara dan nikel diperkirakan mengalami penurunan jika situasi stagflasi melanda.

Dikarenakan stagflasi merupakan kondisi pertumbuhan ekonomi yang sedang menurun. Sehingga komoditas bukan menjadi pilihan.

Terkait investasi pada emas, seperti yang kita tahu emas bukanlah aset produktif yang dapat menghasilkan suatu hal. Tetapi lebih kepada menjaga nilai uang di masa depan, emas adalah aset safe heaven yang dapat dijadikan alternatif.

Aset safe haven yaitu aset yang tidak memiliki hubungan negatif apabila aset portofolio investasi lainnya mengalami goncangan.

Jika stagflasi benar-benar terjadi, tentunya semua sektor saham diperkirakan akan terkena dampaknya.

Dapat terjadi pengecualian jika sektor tersebut merupakan sektor consumer goods, defensif atau selalu dibutuhkan konsumen apapun situasinya. Sektor yang diperkirakan aman yakni seperti makanan dan sektor berbasis telekomunikasi.

Strategi Memperkecil Risiko Investasi Saham Saat Stagflasi

Stagflasi merupkan suatu kondisi yang rumit, tidak ada obat mutlak yang dapat menyembuhkan kondisi ini. Di masa ini, kekuatan ekonomi riil akan sangat dibutuhkan karena jika inflasi yang disebabkan karena daya beli masyarakat yang tinggi tentu saja suatu hal yang baik.

Berbeda jika inflasi disebabkan oleh banyaknya jumlah uang beredar sehingga harga barang-barang menjadi tidak stabil dan masyarakat tidak melakukan pembelian.

Menurut paparan CNBC, berikut strategi yang dapat memperkecil risiko investasi saham saat stagflasi:

1. Incar saham valuasi rendah, kas bebas dan dividen tinggi

Head of Business Development dari RHB Sekuritas Indonesia, Berlian Juveny menuturkan pada siaran CNBC Indonesia pada dasarnya tentu sebaiknya kita memfokuskan portfolio kita pada saham-saham yang memiliki growth besar atau saham yang dapat dikembalikan ke negara maju.

Jika saat ini kamu memiliki minat pada saham properti baiknya digunakan sebagai trading saja. Karena sektor properti akan terdampak jika rupiah melemah.

Fokuskanlah portofolio pada sektor saham yang dikirakan netral terhadap situasi stagflasi ataupun kenaikan suku bunga di Amerika.

2. Memperhatikan growth stocks

Growth stocks adalah situasi saham yang harganya sedang tumbuh naik berdasarkan penjualannya. Harus diketahui bahwa risiko dari saham growth stock adalah jika tiba-tiba hal yang menjadi pemicu kenaikannya berhenti, saham-sahamnya bisa saja tidak bergerak lagi.

Akan tetapi kamu sebenarnya tidak perlu panik karena biasanya investor yang sudah berpengalaman akan menggunakan strategi wait and see yang dapat kamu tiru.

Hal ini karena kondisi stagflasi ini terjadi hanya sementara dan pasti akan membaik seiring berjalannya waktu. Karena itu, langkah antisipasi yang bisa kamu lakukan adalah dengan memilih instrumen investasi yang tidak terdampak terlalu besar akan kondisi ini,

3. Cermati saham siklikal

Saham siklikal adalah saham yang mengikuti siklus ekonomi yang sedang terjadi. Jika saham pada sektor industri tersebut rentan terdampak risiko stagflasi, tentunya sebaiknya dihindari. Cara untuk menghindarinya adalah dengan mempelajari industri bisnis tersebut terhadap permintaan kebutuhan konsumen.

Berinvestasi ke Dalam Sektor Privat

Bagi investor, balik lagi kepada pentingnya bagi kita untuk mempelajari terlebih dahulu bisnis yang akan kita jadikan aset.

Berinvestasi ke dalam sektor privat bisa menjadi salah satu pilihan investasi yang bisa kamu jadikan pilihan investasi selama stagflasi terjadi. Sektor privat ini bisa dengan lebih mudah kamu pahami karena biasanya merupakan bisnis-bisnis yang dekat dengan kita.

Pilihlah bisnis yang memiliki story yang kuat dan memiliki pengalaman atau operasionalnya telah berjalan dalam jangka waktu yang lama. Serta saham new economy juga dapat menjadi pilihan baik bagi portofolio investasi kamu.

Seperti strategi untuk memperkecil risiko investasi yang telah dibahas, pilihlah saham yang kamu pahami dengan baik bagaimana potensi industri ini dan apakah bisnis ini dikelola secara profesional oleh orang yang berpengalaman.

Kamu dapat memilih saham dari bisnis yang berpengalaman dengan mengecek situs dan aplikasi LandX. Pilih dan pelajari bisnis yang ingin kamu investasikan dan pastikan dividen yang ditawarkan menyenangkan.

Karena itu, yuk investasi pada bisnis berpengalaman dan dapatkan dividen tinggi tanpa takut dilanda stagflasi.

miliki bisnis modal kecil cuma dengan 1 jutaan dapat 4 cabang

Mau Berbagai Info Menarik Seputar Investasi Lainnya? Yuk Follow Instagram @landx.id


Artikel Terkait:


#LandX.id    #landx         #landx.id    #InvestasiBisnis     #EquityCrowdfunding    #InvestasiMenguntungkan    #Urundana     #BisnisPatungan    #InvestasiUsaha