menu-button
Cara Investasi di Securities Crowdfunding Investasi Keuangan Bisnis

Diversifikasi Investasi: Ini 4 Cara Diversifikasi yang Wajib Coba

Tuesday, 26 Oct 2021

Read in 5 minutes

Investasi selalu rugi? Yuk simak cara mitigasi risiko investasi dengan diversifikasi.

Sejak Maret 2020, serangan pandemi Covid-19 belum juga berhenti. Dengan tak pandang bulu virus asal Wuhan ini menyerang berbagai sektor, termasuk sektor ekonomi. Di tengah ketidakpastian ekonomi ini, sebaiknya para investor melakukan diversifikasi investasi.

Diversifikasi adalah salah satu strategi dalam investasi yang menerapkan konsep “jangan menaruh semua telur dalam satu keranjang” sehingga risiko kerugian bisa diperkecil dan keuntungan dari investasi yang dilakukan menjadi jauh lebih optimal.

Hal ini sangat penting untuk dilakukan terutama di tengah kondisi ekonomi yang tidak stabil dan sulit untuk ditebak.

karena itu, mari kita bahas apa itu diversifikasi dan dan bagaimana cara melakukannya. Buat kamu yang penasaran, simak artikel di bawah ini sampai habis.

Pengertian Diversifikasi

Apabila kamu merupakan investor pemula, mungkin kamu masih awam dengan apa yang dimaksud diversifikasi dalam investasi.

“Jangan tempatkan semua telur dalam satu keranjang.”

Apabila kamu bingung tentang apa yang dimaksud dengan diversifikasi, maka kutipan diatas merupakan salah satu gambaran bagaimana diversifikasi membantu proses investasi.

Kutipan tersebut menggambarkan bagaimana diversifikasi bekerja. Secara lebih lanjut, Diversifikasi investasi adalah menempatkan dana investasi terhadap berbagai instrumen investasi yang berbeda.

Pengertian diversifikasi sebenarnya cukup luas karena istilah ini digunakan di berbagai bidang, dalam bisnis diversifikasi merupakan strategi perusahaan untuk membangun berbagai unit usaha/ produk untuk mengoptimalkan keuntungan bisnis.

Diversifikasi investasi adalah strategi menempatkan dana ke beberapa instrumen investasi berbeda dengan tujuan memperkecil risiko dan mengoptimalkan return dari investasi yang dilakukan.

Saat ini, banyak sekali instrumen investasi yang bisa kamu pilih. Mulai dari saham, kripto, obligasi, reksadana, emas dan logam mulia, dan lain-lain. Nah, untuk melakukan diversifikasi, sebaiknya kamu tidak menyuntikan dana kamu hanya pada satu instrumen saja.

Apabila kamu belum paham cara diversifikasi, berikut contoh diversifikasi investasi yang mungkin bisa kamu adopsi dan kamu terapkan.

Misal, jika kamu punya dana Rp 100 Juta, maka jangan hanya kamu simpan di saham saja. Cobalah untuk menyimpannya ke instrumen lain yang berbeda seperti emas ataupun kripto.

Kenapa hal ini penting? Hal ini untuk mengurangi resiko kegagalan di masa depan. Diversifikasi adalah mencoba keuntungan dari Plan B seandainya Plan A tidak bekerja. Apabila Plan A kamu gagal, setidaknya kamu masih bisa berharap kepada Plan B.

Dalam kasus di atas, jika seandainya dana yang kamu simpan di saham merugi, maka kamu masih bisa berharap kepada instrumen lain seperti emas maupun kripto.

Diversifikasi aset adalah sesuatu yang sangat penting untuk mitigasi risiko karena pada dasarnya kita tidak dapat memprediksi berbagai hal yang akan muncul di masa mendatang.

Cara Melakukan Diversifikasi

Setelah memahami apa itu diversifikasi, selanjutnya kamu harus tahu bagaimana cara melakukan melakukannya Untuk melakukan diversifikasi yang benar, sebaiknya kamu membaginya kepada instrumen investasi dengan karakteristik yang berbeda.

Berikut ini langkah-langkahnya yang bisa kamu lakukan:

1. Pahami Risk Tolerance

Pertimbangkan seberapa besar resiko yang bisa kamu tolerir. Coba buat risk tolerance yang juga sejalan dengan tujuan keuanganmu. Dengan begitu kamu jadi tahu seberapa besar kemampuanmu dalam menerima perubahan kondisi yang terjadi dari setiap hasil investasi.

2. Tentukan Target dan Tujuan dalam Diversifikasi

Setelah memahami risk tolerance, selanjutnya tentukan target dan tujuan yang ingin kamu capai. Ingat, target dan tujuan kamu tersebut harus berdasarkan _risk toleranc_e yang sudah dibuat.

Misal, jika kamu adalah tipe investor yang punya risk tolerance tinggi, maka kamu bisa pilih saham. Sebaliknya, jika kamu investor dengan risk tolerance rendah, kamu bisa memilih obligasi ritel maupun reksadana.

Yang perlu dicatat adalah, jangan tergoda melakukan diversifikasi kepada instrumen lain karena nilainya yang sedang naik. Selalu fokus dan konsisten terhadap target dan tujuan kamu.

3. Lakukan Rebalancing

Selalu lakukan pemeriksaan berkala terhadap portofoliomu. Setelah diperiksa secara berkala, lalu lakukan rebalancing.

Rebalancing adalah strategi menyesuaikan kembali alokasi aset investasimu. Nah, proses rebalancing ini juga harus berdasarkan risk tolerance yang sudah kamu buat.

Misal kamu menginvestasikan dana 50% terhadap saham dan 50% terhadap kripto. Tiba-tiba, harga saham naik dan porsinya bertambah menjadi 70%.

Jika hal ini terjadi, maka kamu bisa menjual 20% sahamu dan mengirimkannya kembali pada kripto agar alokasi aset investasi menjadi seimbang kembali.

4. Fokus dengan Tujuan Jangka Panjang

Untuk mengelola sebuah portofolio investasi yang baik, kamu harus terhindar dari emosi sesaat dan konsisten. Fokuslah terhadap tujuan jangka panjang dan tahan godaan yang hadir di tengah jalan.

Godaan tersebut bisa saja karena rekomendasi pakar, trend di media sosial, nilai yang naik drastis, dan lain-lain. Dengan fokus terhadap tujuan jangka panjang, kamu bisa lebih konsisten terhindar dari godaan-godaan tersebut.

Haruskah Kita Melakukan Diversifikasi?

Diversifikasi investasi adalah hal penting yang harus dilakukan agar investasi menjadi lebih aman dan menguntungkan. Selain itu, diversifikasi juga merupakan cara kita untuk menyiapkan diri apabila berbagai hal tidak terduga terjadi di masa mendatang.

Meski secara umum baik, ternyata diversifikasi juga punya kekurangan lho. Jika dilakukan dengan buruk, justru diversifikasi akan menyebabkan kinerja yang lebih buruk, resiko yang lebih tinggi, serta biaya yang melonjak.

Selain itu, diversifikasi investasi juga tidak selalu bisa terhindar dari resesi ekonomi yang buruk seperti pada pandemi corona dan peristiwa 1998. Dengan melakukan diversifikasi, kamu juga harus belajar instrumen investasi lain yang mana dapat memakan waktu serta, terkadang, biaya.

Di luar semua hal buruk itu, yang perlu kamu perhatikan adalah, diversifikasi tidak menjamin kamu untuk menambah keuntungan dalam berinvestasi. Diversifikasi hanya memperkecil resiko.

Nah itulah penjelasan diversifikasi dari pengertian, cara melakukannya, sampai ‘sisi gelap’ dari proses ini. Sudah paham kan? Buat kamu yang saat ini sedang melakukan diversifikasi investasi, kamu bisa coba melakukannya di LandX.

Land X adalah sebuah tempat dimana kamu bisa berinvestasi sekaligus memajukan ekonomi Indonesia. Kok bisa? Karena di LandX, perusahaan yang terdaftar adalah UMKM yang sudah dikurasi dengan ketat.

Karena itu..

Yuk Temukan Bisnis Menjanjikan dengan Keuntungan Terbaik di LandX

miliki bisnis modal kecil cuma dengan 1 jutaan dapat 4 cabang

Mau Berbagai info Terbaru Terkait Investasi? Yuk Follow @landx.id di Instagram


Baca Juga:

#YukPatunganBisnis #LandX.id #landx #landx.id #InvestasiBisnis #SecuritiesCrowdfunding #EquityCrowdfunding #InvestasiMenguntungkan #Urundana #BisnisPatungan #InvestasiUsaha

Writer: Galih

Baca Juga