Investor Penerbit
menu-mobile

Asuransi Adalah: Definisi, Jenis, dan Keuntungan Asuransi

5 September 2022

|

8 Min Read

|

Author: Rafa Syawalia
Memahami tujuan dan fungsi asuransi

Asuransi adalah proteksi penting dalam pengelolaan keuangan seseorang. Perlu diketahui juga untuk seseorang memahami produk asuransi yang sesuai dengan keuangan dan kebutuhan masing-masing.

Dalam kegiatan yang berkaitan dengan keuangan tentunya mengandung risiko. Untuk meminimalisir risiko tersebut, perlu perlindungan finansial dengan asuransi. Asuransi adalah sebuah opsi yang menguntungkan kehidupan  sebagai perlindungan dari risiko dengan mekanisme yang  melibatkan dua pihak penanggung dan pihak tertanggung.

Asuransi adalah produk proteksi yang dapat dipilih seseorang sebagai perlindungan keuangannya. Banyaknya jenis asuransi yang dapat diperoleh sesuai dengan kebutuhan dan keadaan masing-masing untuk mencegah kerugian finansial ketika terjadi hal yang tidak terbayangkan sebelumnya. Maka dari itu, yuk simak bersama-sama mengenai apa itu asuransi, beserta  produk , fungsi, dan manfaat memiliki asuransi yang akan dibahas pada artikel ini.

Definisi Asuransi

Melansir dari laman Otoritas Jasa Keuangan, pengertian asuransi adalah sebuah perjanjian antara perusahaan asuransi dan pemegang polis yang menjadi dasar bagi penerimaan iuran oleh perusahaan asuransi sebagai imbalan dalam bentuk mengganti atau meminimalisir kerugian.

Kata asuransi berasal dari bahasa Inggris yaitu insurance. Insurance adalah pertanggungan dan juga memiliki arti sebagai persetujuan atau agreement antara dua pihak tertanggung dan pihak penanggung. 

Secara sederhana, asuransi adalah sebuah upaya mengasuransikan harta, aset, jiwa dan sebagiannya. Artinya, asuransi adalah penyerahan atau membagi kerugian ke perusahaan asuransi. Di sisi lain, pihak tertanggung wajib membayar sejumlah uang atau premi selama per bulan atau per tahun untuk jangka waktu tertentu.

6 Prinsip Asuransi

Secara umum, hadirnya asuransi adalah untuk memberikan proteksi. Produk asuransi sendiri memiliki tujuan yang sama untuk melindungi dari kemungkinan risiko yang akan dihadapi. Oleh sebab itu, perlu memahami dengan baik prinsip asuransi supaya terhindari dari salah paham dan mengetahui lebih banyak manfaat asuransi itu sendiri.

Terdapat enam prinsip asuransi yaitu:

1. Insurable Interest

Prinsip insurable interest ini pada dasarnya adalah adanya hak berdasarkan hukum untuk mempertanggungjawabkan risiko yang berkaitan dengan keuangan dan diakui secara hukum antara pihak tertanggung dengan pihak penanggung.

Hak ini akan muncul setelah adanya perjanjian, yaitu polis, ketika pihak tertanggung mendapatkan musibah serta menyebabkan kerugian dan sudah tertera dalam polis kerugian yang akan dipertanggungkan oleh perusahaan asuransi.

2. Utmost Good Faith

Dalam kontrak asuransi, kedua belah pihak perlu dilandasi prinsip utmost good faith atau itikad baik. Kedua pihak, yaitu pihak penanggung wajib menjelaskan secara lengkap hak dan kewajiban pihak tertanggung selama masa asuransi berlaku.

3. Indemnity

Mekanisme prinsip indemnity adalah untuk melakukan kompensasi risiko yang menimpa nasabah dengan ganti rugi secara finansial sesuai dengan polis. Indemnity sering disebut sebagai ganti rugi. Selain itu, nilai tanggungan harus sesuai dengan klaim yang sudah diajukan tanpa pengurangan dan penambahan.

4. Proximate Cause

Pada prinsip proximate cause adalah setiap kerugian yang sudah terjadi terdapat penyebabnya. Artinya, untuk pihak penganggung akan mengganti kerugian kepada pihak tertanggung apabila suatu peristiwa diakibatkan oleh penyebab yang sudah tertera dalam polis.

5. Subrogation

Prinsip subrogation merupakan hak dari pihak penanggung yang telah memberikan ganti rugi kepada pihak tertanggung untuk menuntut pihak ketiga yang mengakibat kepentingan asuransinya mengalami kerugian.

6. Contribution

Prinsip kontribusi dalam asuransi ini merupakan pihak tertanggung berhak mengajak pihak penanggung lainnya dengan kepentingan yang sama yaitu menanggung kerugian dari pihak tertanggung. 

Istilah-istilah dalam Asuransi

Melansir dari laman Otoritas Jasa Keuangan, dalam industri asuransi memiliki unsur-unsur yang menjadi mekanisme asuransi itu sendiri, diantaranya:

1. Premi Asuransi

Untuk mendapatkan manfaat dari pelayanan asuransi, pihak tertanggung wajib membayar premi. Premi asuransi adalah sejumlah uang yang ditetapkan oleh perusahaan asuransi dan disetujui oleh pihak tertanggung untuk dibayarkan berdasarkan perjanjian asuransi dan kondisi anggaran nasabah.

2. Polis Asuransi

Polis asuransi adalah sebuah akta perjanjian yang dipersamakan dengan akta perjanjian asuransi dan dokumen dukungan yang merupakan kesatuan dengan perjanjian asuransi antara pihak penanggung dan pihak tertanggung. 

3. Penanggung dan Tertanggung

Istilah ini merupakan hal yang paling dasar, pihak penanggung adalah perwakilan dari perusahaan asuransi. Sementara itu, pihak tertanggung adalah pihak yang menggunakan jasa asuransi yang dia beli pada perusahaan asuransi dengan menggunakan namanya sendiri dan atas nama orang lain.

4. Klaim

Klaim asuransi adalah tuntutan berupa jaminan atau ganti rugi yang akan diterima pihak tertanggung dengan adanya kontrak yang sesuai dalam polis. Jika pihak tertanggung mendapatkan kerugian akibat musibah yang terjadi, maka pihak tertanggung dapat mengecek apakah risiko yang terjadi sudah atau belum tertera masuk dalam pertanggungan polis.

Jika dalam polis terbukti ada, maka pihak tertanggung dapat melakukan pengajuan klaim sebagai bentuk dari jaminan atau permintaan ganti rugi.

5. Masa Pertanggungan

Dalam perusahaan asuransi, masa pertanggungan adalah jangka waktu perlindungan asuransi untuk pihak tertanggung sejak tanggal berlaku asuransi sampai jatuh tempo pertanggungan berakhir yang disesuaikan dalam data polis asuransi.

6. Agen Asuransi

Agen asuransi adalah karyawan-karyawan dari perusahaan asuransi yang bertugas untuk menawarkan dan memasarkan produk asuransi. Selain itu juga, agen asuransi akan melayani calon nasabahnya untuk menyampaikan ketentuan polis sampai isi perjanjian polis ketika calon nasabah resmi menjadi pemegang polis.

Apa Itu Perusahaan Asuransi?

Perusahaan. asuransi adalah pihak yang menyediakan asuransi untuk pemegang polis. Dalam bisnis asuransi, perusahaan asuransi akan memberikan pelayanan jasa pertanggungan risiko dengan melakukan penggantian kepada nasabahnya ketika mengalami kerugian, biaya yang timbul, kehilangan keuntungan, kerusakan, dan sebagainya sebagai imbal balik berupa pembayaran premi.

Fungsi perusahaan asuransi sebagai lembaga yang melakukan penanggungan risiko nasabahnya, yaitu:

  • Fungsi primer sendiri adalah fungsi utama asuransi sebagai perlindungan dari risiko. Ini karena perusahaan asuransi adalah lembaga yang menyediakan penjaminan risiko untuk nasabahnya atas imbal balik melakukan pembayaran premi setiap bulan atau tahunnya.
  • Fungsi sekunder dari perusahaan asuransi adalah sebagai upaya untuk pertumbuhan ekonomi dan usaha-usaha yang baru merintis. Asuransi juga bisa digunakan sebagai investasi dan tabungan untuk masa depan dan ganti rugi.

Apa Itu Reasuransi?

Apabila Anda mendengar kata asuransi, maka istilah reasuransi pun sering muncul. Apa itu reasuransi? Reasuransi adalah istilah yang digunakan ketika perusahaan asuransi melindungi dirinya terhadap risiko asuransi dengan memanfaatkan jasa dari perusahaan asuransi lain. Reasuransi berbeda dengan asuransi, karena hanya perusahaan asuransi yang dapat melakukan reasuransi. 

Dapat dikatakan, adanya reasuransi ini perusahaan asuransi tidak menanggung seluruh risiko dari klaim para nasabahnya. Manfaat reasuransi sendiri untuk perusahaan asuransi adalah dapat membantu perusahaan dalam menerima klaim risiko nasabah dengan membagi risiko-risiko, stabilitas keuntungan perusahaan asuransi, meminimalkan cadangan teknis yang dibutuhkan dan sebagainya. 

Hampir semua reasuransi melibatkan lebih dari satu perusahaan asuransi karena hal tersebut berkaitan dengan penyebaran risiko. Istilah dalam reasuransi sendiri yaitu lead insurer yang merupakan perusahaan reasuransi menentukan kondisi-kondisi kontrak dan iuran reasuransi. Sedangkan following reinsurer adalah perusahaan reasuransi yang ikut ambil kontrak tersebut.

Jenis-jenis Asuransi

Di Indonesia sendiri, ada banyak produk asuransi yang ditawarkan dan disediakan perusahaan asuransi. Setiap jenis asuransi memiliki polis yang berbeda, begitupun risiko yang akan dilindungi oleh perusahaan asuransi pun macam-macam. 

Asuransi sendiri memiliki tiga fungsi secara umum yaitu sebagai meminimalisir kerugian finansial, memberikan rasa aman dan perlindungan serta pengalihan risiko yang akan dihadapi. Diantara macam asuransi yang kerap ditemukan pada perusahaan asuransi adalah:

1. Asuransi Kesehatan

Merupakan jenis yang paling umum, populer dan banyak ditawarkan oleh beberapa perusahaan asuransi. Kondisi kesehatan seseorang memang tidak dapat diprediksi, oleh karena itu banyak beberapa orang menggunakan jenis asuransi ini untuk jaminan berupa biaya rawat inap, rawat jalan, obat-obatan dan sampai biaya operasi.

2. Asuransi Jiwa

Jenis asuransi untuk melindungi seseorang atau keluarganya dari risiko meninggal dunia bagi seseorang yang menjadi pencari nafkah utama di keluarganya. Perlindungan dari asuransi jiwa adalah memberikan santunan kepada ahli waris berupa uang tunai yang sesuai perjanjian polis.

3. Asuransi Bisnis 

Jenis asuransi khusus yang menawarkan perlindungan untuk pelaku usaha dan bisnis dari kerugian finansial yang terjadi seperti pencurian, kebakaran, hingga bencana alam. Manfaat asuransi bisnis disesuaikan dengan kebutuhan bisnis itu sendiri.

Keuntungan Memiliki Asuransi

Setelah penjelasan sebelumnya, tujuan asuransi adalah untuk melindungi dari berbagai risiko yang akan terjadi, memperkecil potensi kerugian yang besar dan mendapatkan ganti rugi. Memiliki asuransi akan memudahkan seseorang dalam mengelola pendapatannya dan mendapatkan keuntungan asuransi yang dipilih seseorang tersebut. 

Dengan demikian manfaat yang didapatkan dari asuransi bukan hanya memberikan rasa aman dan perlindungan. Seseorang yang menyiapkan asuransi dalam perencanaan keuangannya sebagai perlindungannya, telah menerapkan strategi yang baik dalam melakukan pengelolaan keuangannya.

Keuntungan asuransi sendiri dapat menjadi tabungan untuk hari esok. Premi yang dibayarkan oleh nasabah setiap periodenya memiliki substansi yang sama dengan tabungan. Perencanaan keuangan yang baik dan mudah dilakukan adalah dengan menabung, hal ini sama juga dengan menabung sebagian pendapatan pada asuransi.

Namun, perlu diperhatikan kembali ketika memilih produk asuransi. Sebagai calon pemegang polis, perlu disesuaikan dengan kondisi yang sesuai dengan nasabah, perlunya memahami produk asuransi dan manfaat dari produk tersebut, serta proses mengajukan klaim pada perusahaan asuransi.

Meleknya literasi keuangan seseorang tentunya akan mempertimbangkan jenis asuransi yang sesuai dengan posisinya. Dengan demikian, seseorang yang melakukan pengelolaan keuangan yang baik dapat meraih kebebasan finansialnya. Selebihnya, Anda sendiri yang memiliki kuasa dalam melakukan perencanaan keuangan dengan menabung, memiliki asuransi dan berinvestasi.

Jika Anda ingin berinvestasi minim risiko, maka skema equity crowdfunding cocok untuk Anda yang ingin menambahkan passive income untuk jangka panjang. Melalui skema equity crowdfunding, Anda bersama masyarakat luas mendanai bisnis yang menguntungkan dan berpotensi untuk berkembang dan bisnis yang Anda danai tadi dapat melakukan ekspansi bisnis.

Dari bisnis yang Anda danai, Anda berpotensi memiliki investasi jangka panjang. Selain itu juga, Anda akan mendapatkan keuntungan berupa dividen sesuai dengan performa bisnis. Tentunya Anda perlu memilih aplikasi equity crowdfunding yang berpengalaman mendanai bisnis-bisnis terbaik di berbagai industri dan telah mendapatkan izin dari Otoritas Jasa Keuangan seperti LandX ya!

Tunggu apalagi?

Yuk, Jadi Investor Bisnis Potensial untuk Mewujudkan Kebebasan Finansial Kamu lewat LandX! 

miliki bisnis modal kecil cuma dengan 1 jutaan dapat 4 cabang

#Patungan Bisnis#Analisis Bisnis#Laporan Keuangan

Baca Juga