Investor Penerbit
menu-mobile

Bagaimana Cara Melakukan Evaluasi Keuangan & Tips Perencanaan Keuangan

26 September 2022

|

6 Min Read

|

Author: Khurin N. Imandini
Cara Melakukan Evaluasi Keuangan

Evaluasi keuangan merupakan salah satu hal yang paling penting dan fundamental dalam pengelolaan keuangan. Aktivitas ini biasanya dilakukan pada akhir bulan atau akhir tahun untuk mengetahui seberapa baik dan cermat pengelolaan uang yang kita lakukan.

Uang bukan segala-galanya. Namun, hampir segala keputusan di dalam hidup kita membutuhkan uang.

Seringkali kita temukan, alasan seseorang bekerja adalah untuk mencari uang, mengumpulkan uang sebanyak mungkin untuk memenuhi kebutuhan hidup. Inilah mengapa pembuatan evaluasi keuangan harus realistis, agar kita mengerti tujuan evaluasi keuangan.

Sehingga, walaupun kita sibuk mencari uang dalam jumlah banyak, kita tetap dapat melakukan perencanaan dan evaluasi. Baik evaluasi keuangan dalam bisnis maupun bagaimana cara melakukan evaluasi keuangan pribadi.

Melakukan evaluasi keuangan, berarti sekaligus memahami jenis evaluasi keuangan dan juga evaluasi perencanaan keuangan secara menyeluruh. Mendapatkan uang tanpa mengetahui bagaimana cara mengelolanya akan membuat seseorang menjadi kesulitan dalam mencapai resolusi di hidupnya. 

Itulah mengapa pembuatan evaluasi keuangan harus realistis dan sesuai dengan tujuan evaluasi keuangan itu sendiri. 

Mengapa Evaluasi Keuangan Penting?

Evaluasi keuangan merupakan salah satu hal yang paling penting dan fundamental dalam pengelolaan keuangan. Aktivitas ini biasanya dilakukan pada akhir bulan atau akhir tahun untuk mengetahui seberapa baik dan cermat pengelolaan uang yang kita lakukan. Selain bagi perusahaan atau bisnis, evaluasi keuangan juga penting untuk dilakukan pada pengeluaran uang pribadi.

Pada awal bulan atau tahun, kita sering berusaha untuk membuat perencanaan keuangan yang matang. Mulai dari menghitung estimasi biaya sehari-hari, alokasi tabungan, alokasi investasi, sampai dengan anggaran untuk kebutuhan tak terduga.

Meski begitu, hal-hal mendesak atau kebutuhan tak terduga lainnya tidak jarang memaksa kita untuk mengeluarkan biaya di luar perencanaan. Sehingga, perhitungan akhirnya menjadi tidak sesuai dengan perencanaan di awal.

Karena itulah, evaluasi keuangan menjadi penting untuk dilakukan. Lantas, bagaimana caranya melakukan evaluasi keuangan?

Sebelum menyimak langkah-langkah apa saja yang perlu dilakukan, ada baiknya kita mengetahui lebih dulu apa tujuan sesungguhnya dari evaluasi keuangan.

Tujuan Evaluasi Keuangan

Secara sederhana, evaluasi keuangan bertujuan untuk mengetahui dan menilai apakah pengelolaan keuangan yang kita lakukan selama periode tertentu sudah cukup baik, serta apa yang dapat kita lakukan untuk meningkatkan kualitasnya.

Dalam skala kecil atau pribadi, kamu dapat melihatnya dengan cara membandingkan besaran penghasilan dengan besaran pengeluaran. Dalam skala yang lebih besar seperti evaluasi keuangan dalam bisnis atau perusahaan, tentu memiliki aspek-aspek penghitungan yang lebih kompleks. Misalnya seperti jumlah penjualan, pola konsumsi, anggaran belanja, dan informasi lainnya.

Setelah mendapatkan data, menganalisisnya, serta menarik kesimpulan mengenai status pengeluaran kamu, barulah kamu bisa mengevaluasinya sekaligus merancang strategi atau perencanaan yang tepat untuk melakukan perbaikan atau peningkatan.

Bagaimana Cara Melakukan Evaluasi Keuangan?

Sekarang kita akan memasuki langkah-langkah apa saja yang diperlukan untuk melakukan evaluasi keuangan.

1. Menganalisis Keuangan pada Periode yang Lalu

Sebagaimana yang sudah disinggung di awal, salah satu langkah penting dalam melakukan evaluasi keuangan ialah menyusun data keuangan dari periode sebelumnya kemudian menganalisisnya. Mengutip dari situs OJK, ada beberapa kebiasan kurang baik yang sering dilakukan masyarakat, yang membuat pengelolaan keuangannya menjadi kurang maksimal. Di antaranya adalah:

  1. berlangganan layanan yang tidak perlu;
  2. tidak membiasakan menabung;
  3. tidak menyiapkan dana darurat;
  4. terlalu sering makan di luar;
  5. menghabiskan uang lebih dari pendapatan;
  6. membuat perencanaan anggaran yang kurang realistis; dan
  7. tidak mengestimasi dana cadangan.

2. Membuat Perencanaan Keuangan Berdasarkan Analisis yang Telah Dilakukan

Setelah kamu selesai melakukan analisis, kamu mungkin akan menemukan salah satu dari beberapa kebiasan di atas. Selanjutnya, kamu bisa melakukan tindakan-tindakan yang bertujuan untuk mengeliminasi kebiasan kurang baik tersebut dari catatan kamu.

Misalnya, jika di dalam data pengelolaan keuangan kamu masih terdapat kebiasaan “(a) berlangganan berbagai layanan yang tidak perlu”, maka di perencanaan selanjutnya kamu perlu mengurangi anggaran untuk hal tersebut. Jika kamu masih memiliki catatan “(d) terlalu sering makan di luar”, maka kamu perlu membuat rencana untuk mengurangi frekuensi aktivitas makan di luar dan membiasakan diri untuk lebih banyak makan di rumah.

3. Menghitung Rasio Utang

Selanjutnya adalah menghitung rasio utang yang dimiliki saat ini. Kamu bisa memulainya dengan cara menghitung utang apa saja yang sedang kamu miliki saat ini, berapa besaran jumlah hutangnya, serta berapa target pelunasan yang harus dipenuhi dalam waktu dekat.

Idealnya, jumlah utang yang dimiliki seseorang sebaiknya tidak lebih dari 30% dari total pendapatan per bulannya. Namun, jika ternyata utang yang kamu miliki berjumlah lebih dari 30%, di perencanaan untuk periode selanjutnya kamu perlu menyusun rencana untuk melunasi sebagian utang tersebut agar turun mencapai batas wajar.

4. Mencatat Progres Keuangan

Jika kegiatan evaluasi keuangan ini sudah rutin kamu lakukan, maka kamu juga perlu mencatat progres keuangannya. Kamu dapat membuat catatan mengenai aspek-aspek apa saja yang mengalami perubahan. Misalnya, setelah melakukan evaluasi keuangan terhadap pengeluaran di bulan Mei, pada bulan Juni kamu sanggup menghemat pengeluaran untuk konsumsi. 

Sehingga, pada perencanaan bulan selanjutnya, kamu dapat mengalokasikan sisa penghematan tersebut ke pos-pos biaya yang lain, seperti tabungan, investasi, dana tak terduga, dan sebagainya.

Pencatatan progres keuangan ini juga penting untuk dilakukan agar kamu senantiasa mengetahui sudah sejauh mana peningkatan kemampuan pengelolaan keuangan kamu.

Perencanaan dan Evaluasi Keuangan yang Realistis

Setelah melakukan evaluasi keuangan, kamu akan memahami betapa pentingnya membuat rencana keuangan yang realistis. Melalui analisis dan evaluasi keuangan, kamu akan menyadari betapa pentingnya Memahami Apa itu Budgeting dan Cara Membuat Budget Plan guna menghindari perencanaan yang tidak realistis yang pada akhirnya hanya akan mengacaukan pos-pos anggaran lainnya. 

Misalnya, demi mempercepat target tabungan, kamu mengalokasikan lebih dari 50% pendapatan untuk ditabung. Namun pada realitanya, di tengah bulan ternyata anggaran biaya sehari-hari sudah tidak mencukupi, sehingga kamu terpaksa untuk merogoh sebagian dari anggaran alokasi tabungan.

Meskipun pada akhir penghitungannya jumlah pengeluarannya akan tetap sama, namun perencanaan keuangan yang realistis akan membuat pos-pos alokasi anggaran menjadi lebih rapi dan akuntabel. kamu akan menjadi terbiasa untuk memanajemen keuangan kamu dengan lebih baik.

Seperti yang telah disampaikan di atas, evaluasi keuangan yang dilakukan secara berkala membuat kamu bisa melihat progres keuangan yang kamu miliki. Kamu dapat melakukan evaluasi terhadap pengeluaran yang dirasa kurang penting atau mendesak, kemudian mengalihkan anggarannya kepada sesuatu yang lebih penting atau bermanfaat. Salah satunya ialah alokasi anggaran untuk investasi.

Dengan melakukan evaluasi, kamu tidak akan khawatir dengan besar kecilnya anggaran yang tersedia untuk melakukan investasi karena besaran dana tersebut sudah dilakukan “perampingan” dan sudah masuk ke dalam alokasi dana investasi.

Jika evaluasi keuangan dan perencanaannya dirasa sudah cukup matang, kamu dapat memilih instrumen investasi sesuai kebutuhan. Kenali secara lebih dalam Perusahaan Investasi yang akan kamu tuju. Pilihlah instrumen investasi yang memiliki potensi jangka panjang yang dinilai lebih aman dan stabil. 

LandX merupakan salah satu lembaga investasi yang telah terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sistem investasi kami menggunakan media berupa platform aplikasi patungan bisnis yang menyediakan berbagai project bisnis dari berbagai sektor dengan imbal hasil berupa dividen. Bersama LandX, kamu dapat memilih instrumen investasi potensial dengan modal yang relatif lebih kecil.

Investasi jadi lebih bijak bersama LandX! 

Download LandX App Sekarang Juga dan Pilih Project Bisnismu!

miliki bisnis modal kecil cuma dengan 1 jutaan dapat 4 cabang

Baca Juga