Investor Penerbit
menu-mobile

Balanced Fund adalah: Mengenal Apa Itu Balanced Fund dalam Investasi

16 November 2022

|

8 Min Read

|

Author: Della Octavilia
balanced fund adalah

Ingin berinvestasi di beberapa instrumen sekaligus? Maka kamu harus mengenal apa itu balanced fund. Yuk, kenali penjelasan balanced fund yang memudahkanmu berinvestasi di 3 instrumen sekaligus di sini!

Apa itu balanced fund? Balanced fund adalah salah satu jenis dari investasi reksa dana. Balanced fund atau disebut dengan reksa dana campuran adalah jenis reksa dana di mana dana milik investor akan dialokasikan ke berbagai instrumen, seperti instrumen saham, obligasi, dan pasar uang.

Melalui balanced fund, investor memungkinkan memiliki portofolio dengan instrumen yang bervariasi. Sistem balanced fund ini sangat cocok untuk investor yang memiliki tujuan investasi untuk jangka panjang, karena dana milik investor akan dialokasikan dengan seimbang di tiga instrumen tersebut.

Bagaimana, kamu tertarik untuk berinvestasi di banyak instrumen sekaligus? Jika, iya. Maka, kamu perlu menyimak terlebih dahulu penjelasan balanced fund di artikel ini, agar investasi dapat berjalan sesuai dengan harapan. Jadi ikuti artikel ini, ya!

Jenis-jenis Reksa Dana

Sebelum kita masuk ke penjelasan balanced fund, terlebih dahulu kita akan membahas seputar jenis-jenis reksa dana. Sebelumnya, kamu tahu apa itu reksa dana? Dilansir dari laman OJK, reksa dana wadah untuk menghimpun dana masyarakat yang akan dikelola langsung oleh badan hukum yang bernama Manajer Investasi (MI).

Investasi reksa dana cocok bagi investor pemula maupun berpengalaman yang tidak memiliki waktu cukup untuk mengelola portofolio investasinya. Karena di reksa dana, semua proses investasinya akan diolah langsung oleh MI.

Reksa dana memiliki 4 jenis yang dapat dipilih oleh investornya, yaitu:

1. Reksa Dana Saham (Equity Fund)

Reksa dana saham adalah jenis reksa dana yang sebagian besar dananya akan diinvestasikan ke instrumen saham. Umumnya, besaran dana yang akan ditempatkan ke instrumen saham adalah sebesar 80%, lalu sisanya akan ditempatkan ke dalam pasar uang maupun obligasi.

Reksa dana saham memiliki prinsip “high risk high return.” Jadi, reksa dana saham adalah jenis yang memiliki risiko paling tinggi dan juga memiliki potensi keuntungan yang paling tinggi dibanding dengan ketiga jenis reksa dana lainnya.

2. Reksa Dana Pasar Uang (Money Market Fund)

Jika pada reksa dana saham, dana akan ditempatkan pada instrumen saham. Maka pada reksa dana pasar uang, dana milik investor akan ditempatkan pada instrumen pasar uang.

Instrumen pasar uang ini, seperti deposito, surat berharga komersil, hingga obligasi yang memiliki periode jatuh tempo kurang dari 1 tahun. Reksa dana pasar uang ini merupakan jenis reksa dana dengan potensi keuntungan yang paling rendah dibandingkan jenis reksa dana lainnya. Hal ini karena reksa dana pasar uang memiliki tingkat risiko yang paling rendah.

3. Reksa Dana Pendapatan Tetap (Fixed Income Fund)

Reksa dana pendapatan tetap atau fixed income fund adalah jenis reksa dana yang sebagian besar dana milik investornya akan ditempatkan ke instrumen obligasi, baik obligasi pemerintah maupun obligasi korporasi. 

Sama dengan reksa dana saham, umumnya besaran dana yang akan ditempatkan pada instrumen obligasi adalah sebesar 80%. Kemudian, sisanya akan dialokasikan pada instrumen pasar uang. Selanjutnya, jenis reksa dana terakhir adalah reksa dana campuran atau balanced fund.

Apa Itu Balanced Fund?

Nah, sebelumnya kita telah membahas tiga dari empat jenis reksa dana. Jenis reksa dana yang terakhir adalah balanced fund atau reksa dana campuran. Apa itu balanced fund?

Penjelasan balanced fund adalah jenis reksa dana yang seluruh dana investornya akan dialokasikan di tiga instrumen investasi, seperti saham, obligasi, dan pasar uang. Bila, di tiga jenis reksa dana sebelumnya dana milik investor akan dialokasikan ke masing-masing instrumen. 

Maka, pada balanced fund dana investor akan dialokasikan langsung di tiga instrumen tersebut. Sehingga investor akan memiliki portofolio dengan instrumen yang bervariasi. 

Menurut laman OJK, alokasi dana yang akan ditempatkan di tiga  instrumen tidak boleh lebih dari 80%. Umumnya, komposisi alokasi dana dalam sistem balanced fund adalah berisi 60% untuk saham, 20% obligasi, dan 20% untuk pasar uang.

Untuk potensi return atau keuntungan, balanced fund memiliki potensi keuntungan yang lebih tinggi dibandingkan fixed income fund atau reksa dana pendapatan tetap. Oiya, balanced fund cocok untuk investor yang memiliki tujuan investasi dengan jangka waktu antara 3-5 tahun atau investor dengan profil moderat.

Contoh balanced fund di Indonesia yang dapat kamu pilih adalah seperti Nikko Indonesia Balanced Fund, FWD Asset Balanced Fund, dan masih banyak lagi.

Jenis Balanced Fund atau Reksa Dana Campuran

Jika memutuskan investasi balanced fund atau reksa dana campuran, maka kamu harus mengetahui jenis-jenis dari sistem balanced fund ada apa saja. Agar investasi dapat berjalan secara maksimal.

Berikut ini jenis-jenis balanced fund adalah:

1. Balanced Fund Konservatif

Pada jenis ini, dana milik investor lebih banyak dialokasikan ke instrumen pasar uang dan obligasi dibanding dengan instrumen saham.

2. Balanced Fund Moderat

Pada jenis balanced fund moderat, dana milik investor akan dialokasikan dengan porsi yang sama atau seimbang di tiga instrumen tersebut, baik itu saham, obligasi, maupun saham memiliki besaran yang imbang.

3. Balanced Fund Agresif

Jenis balanced fund agresif ini kebalikan dari balanced fund konservatif. Pada reksa dana campuran agresif, dana investor akan lebih banyak dialokasikan ke instrumen saham daripada di instrumen pasar uang dan obligasi

Sistem Balanced Fund

Sama seperti jenis reksa dana lainnya, semua proses investasi balanced fund akan dikelola langsung oleh pihak Manajer Investasi (MI). Sistem balanced fund di sini yaitu, setelah pihak investor menyerahkan sejumlah dana investasinya pada MI, kemudian MI akan menyusun portofolio dari kumpulan dana investor tersebut.

Portofolio yang telah disusun oleh MI ini selanjutnya akan dialokasikan di tiga instrumen investasi, baik saham, pasar uang, maupun obligasi dengan besaran sesuai dari jenis balanced fund yang dipilih.

Setelah ditempatkan pada masing-masing instrumen investasi, Manajemen Investasi akan mengelola dana di tiga instrumen sesuai dari pergerakan pasar yang ada. Jika salah satu pasar turun, maka MI akan mengalokasikan dana ke instrumen yang menghasilkan untung.

Pihak investor akan menerima laporan performa portofolio investasi yang telah dikelola oleh MI secara berkala, dan dapat di cek pada platform tempat investor berinvestasi.

Kelebihan dan Kekurangan Balanced Fund

Investasi dengan sistem balanced fund tentunya memiliki kelebihan dan kekurangannya sendiri. Jika ingin berinvestasi melalui balanced fund, maka kamu harus mengetahui kelebihan dan kekurangannya terlebih dahulu.

Kelebihan Balanced Fund

Berikut ini beberapa kelebihan balanced fund adalah:

1. Fleksibilitas Dalam Alokasi Investasi

Kelebihan pertama dari balanced fund adalah adanya fleksibilitas dalam alokasi investasi. Pada reksa dana campuran, semua dana investor akan dialokasi langsung di tiga instrumen investasi, yaitu saham, pasar uang, dan obligasi.

Jadi, Manajer Investasi dapat mengelola dana investor secara fleksibel berdasarkan keuntungan yang akan dihasilkan di setiap instrumennya. Misal, saat kondisi pasar saham sedang mengalami bullish atau mengalami kenaikan, maka MI akan mengalokasikan sebagian besar dananya ke instrumen saham.

Namun, saat kondisi pasar saham mengalami bearish atau penurunan, maka MI akan mengalokasikan dananya lebih ke pasar uang. MI akan terus mengelola dana milik investor ke instrumen investasi yang memberikan potensi untung.

Dari sini kita bisa tahu, bahwa investasi balanced fund memberikan fleksibilitas dalam mengalokasikan investasinya.

2. Otomatis Terdiversifikasi

Umumnya, investor akan menempatkan dananya sendiri di tiga jenis reksa dana yang berbeda, sesuai dengan instrumen yang dikelola di dalamnya. Hal ini disebut dengan didiversifikasikan agar investasinya berjalan stabil.

Namun, saat investor memilih balanced fund, maka dananya secara otomatis terdiversifikasi. Karena seluruh dana otomatis akan dialokasikan di tiga instrumen, seperti saham, obligasi, dan pasar uang.

Hal ini tentu memberikan efisiensi yang dirasakan oleh investor, karena mereka tidak perlu menyebarkan dananya sendiri di masing-masing instrumen.

3. Berpotensi Untuk Mengalahkan Index

Dilansir dari laman Bibit, balanced fund memiliki potensi untuk dapat mengalahkan index. Hal ini berkat adanya fleksibilitas yang dapat dilakukan oleh Manajer Investasi dalam mengelola dana milik investor di tiga instrumen investasi secara langsung.

Artinya, MI dengan leluasa dapat merubah strategi investasi sesuai dengan kondisi pasar. Di saat salah satu kondisi pasar mengalami penurunan, MI dapat secara aktif memindahkan alokasi dana ke instrumen yang memiliki potensi untung lebih besar. Dengan begitu, balanced fund memiliki kemungkinan mengalahkan index.

Hal ini tentu sangat berbeda dengan reksa dana jenis lainnya yang memperbolehkan investor berinvestasi di instrumen yang sesuai dengan jenisnya

Kelemahan Balanced Fund

Selain memiliki kelebihan, balanced fund tentu memiliki kelemahan di dalamnya, Berikut ini beberapa kelemahan balanced fund adalah:

1. Manajer Investasi Kurang Kompeten

Dalam investasi balanced fund atau reksa dana campuran terdapat kemungkinan bahwa Manajer Investasinya kurang kompeten dalam mengelola dana yang dialokasikan di tiga instrumen langsung. 

Jika hal itu terjadi, MI telah membuat performa portofolio menjadi tidak maksimal dan berpotensi menimbulkan kerugian pada investor.

2. Penurunan Nilai Instrumen Investasi dalam Jumlah Besar

Pada penjelasan balanced fund bagian awal disebutkan besaran porsi alokasi dana investor sebagian besar ditempatkan pada instrumen saham yang fluktuatif. Dengan begitu, jika pasar saham mengalami bearish, maka hal ini cukup mempengaruhi portofolio investasi yang dikelola oleh MI.

3. Kerugian Investasi Tidak Dijamin oleh Pemerintah

Karena balanced fund adalah produk pasar modal. Maka, seluruh kerugian yang terjadi selama proses pengelolaannya tidak akan dijamin oleh pemerintah atau Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), melainkan kerugian akan ditanggung sendiri oleh pihak investor.

Mulai Investasi dengan Skema Equity Crowdfunding

Itu tadi pembahasan seputar balanced fund atau reksa dana campuran yang memungkinakn investor untuk dapat berinvestasi di tiga instrumen langsung, yaitu saham, pasar uang, dan obligasi.

Selain balanced fund, kamu juga dapat berinvestasi dengan cara lain yang juga membawa potensi untung bagi setiap investornya. Investasi apakah itu? Investasi yang dapat dilakukan oleh pemula maupun yang telah berpengalaman adalah investasi dengan skema equity crowdfunding.

Melalui equity crowdfunding, kamu akan mendanai bisnis UMKM berpotensi secara patungan online berasa investor-investor lainnya. Setelah mendanai bisnis berpotensi, kamu masuk dalam bagian pemilik bisnis tersebut dengan bukti kepemilikan saham.

Nantinya, kamu juga berpotensi meraih untuk berupa dividen yang akan didistribusikan rutin oleh pihak bisnis yang telah kamu danai sebelumnya.

LandX merupakan platform equity crowdfunding terpercaya, terjamin, dan telah memiliki market cap terbesar se Indonesia. Sebagai platform equity crowdfunding, LandX akan memfasilitasi pendanaan yang akan kamu lakukan terhadap berbagai bisnis UMKM berpotensi.

Di LandX tersedia berbagai bisnis UMKM berpotensi, mulai dari bisnis FnB, hingga bisnis properti potensi cuan.

Oiya, investasi di LandX dapat kamu mulai dengan persipakan modal dari Rp1 jutaan, saja dan kamu sudah berkesempatan meraih dividen rutin. Yu, investasi di LandX  sekarang juga!

Yuk, Mulai Investasi dengan Download Aplikasi LandX Sekarang Juga!

miliki bisnis modal kecil cuma dengan 1 jutaan dapat 4 cabang