menu-button
Cara Investasi di Securities Crowdfunding Investasi Keuangan Bisnis

Bank Garansi: Mekanism, Jenis Bank Garansi, dan Contoh Kasus

Thursday, 22 Sep 2022

Read in 6 minutes

Author: Rafa Syawalia R
Bank Garansi: Mekanism, Jenis Bank Garansi, dan Contoh Kasus

Istilah bank garansi mungkin masih terdengar sangat asing untuk beberapa orang. Bank garansi adalah produk perbankan yang memberi jaminan pembayaran atas permintaan nasabah yang memiliki bisnis. Untuk lebih jelasnya, simak artikel ini baik-baik ya.

Dalam menjalankan bisnis, sering kali ada beberapa proyek yang pelaksanaanya perlu diserahkan kepada pihak lain, dikarenakan pelaku bisnis tersebut tidak mampu menjalankan kewajibannya. Perbankan menghadirkan bank garansi untuk membantu memberikan tanggung jawab tersebut ke pihak lain yang sudah disepakati sebelumnya. Bank garansi adalah pihak pinjaman yang membantu pelaku usaha ketika mengalami risiko dalam bisnis.

Namun, manfaat bank garansi sendiri tidak untuk pihak korporat saja, melainkan individu dapat menjadi nasabah bank garansi tersebut. Untuk penjelasan lengkapnya, kamu bisa menyimak artikel ini mengenai apa itu bank garansi? Jenis-jenisnya dan syarat pengajuan bank garansi.

Pengertian Bank Garansi

Mengutip laman Otoritas Jasa Keuangan, bank garansi adalah agunan pembayaran yang diberikan kepada penerima agunan jika pihak yang dijamin tidak bisa memenuhi kewajibannya. Apa yang dimaksud bank garansi adalah layanan yang disediakan lembaga perbankan untuk menutupi kewajiban peminjam apabila pihak debitur tidak mampu memenuhi kewajibannya dalam bentuk warkat.

Melansir dari Investopedia, bank guarantee yang merupakan arti bank garansi adalah istilah yang merujuk kepada cadangan pendanaan yang akan cair jika terjadi risiko. Sebagai kata lain, bank garansi adalah sebuah jaminan tertulis yang diterbitkan lembaga bank kepada nasabah sebagai pihak yang dijaminkan kewajibannya yang sudah terikat dalam kontrak antara nasabah dan penerima jaminan.

Adanya bank garansi ini yang diberikan oleh bank kepada nasabahnya untuk menjadi sebuah jaminan tertulis dalam memenuhi kewajibannya, apabila suatu hari pihak terjamin tidak bisa memenuhi komitmen atau kewajiban yang tertera dalam perjanjian dengan pihak lain. Peran bank garansi di sini adalah untuk melakukan tindakan jaminan pada pihak penerima jaminan.

Pihak Penting dalam Bank Garansi

Dari pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa dalam penerbitan jaminan dari bank garansi terdapat tiga pihak yang berkepentingan di dalamnya, diantaranya:

1. Pihak Penjamin

Dalam bank garansi, pihak penjamin adalah bank itu sendiri. Dengan kata lain, bank yang akan menerbitkan jaminan kepada nasabahnya yang memiliki kepentingan ke pihak lainnya.

2. Pihak Terjamin

Pihak terjamin adalah nasabah yang melakukan pengajuan dan membuat permohonan jaminan kepada bank. Nasabah meminta penerbitan jaminan ke bank untuk kepentingan perjanjiannya dengan pihak lain.

3. Pihak Penerima Jaminan

Penerima jaminan adalah pihak ketiga yang akan menerima jaminan dari bank karena adanya perjanjian yang sudah dilakukan oleh pihak ketiga dengan pihak kedua atau pihak terjamin selaku nasabah bank tersebut. Pihak penerima memiliki hak untuk menerima jaminan jika terjadi wanprestasi di dalam perjanjian yang sudah disepakati dengan pihak terjamin.

Mekanisme Bank Garansi

Mekanisme bank garansi meliputi ruang lingkup penerbitan jaminan bank garansi, pencairan bank garansi, atau pengembalian bank garansi. Sebagai contoh, syarat bank garansi diajukan seperti:

  • Melakukan perbandingan rencana kerja proyek antara kontraktor yang akan menerima projek dengan pemilik proyek.
  • Pihak kontraktor akan mengajukan bank garansi ke bank dengan membayar komisi atau provisi.
  • Setelah proses pengajuan berhasil, pihak bank akan memberikan sertifikat bank garansi kepada kontraktor.
  • Sertifikat bank garansi tersebut akan diberikan kepada pemilik proyek ketika pemilik proyek memberikan proyek ke kontraktor.
  • Jika kontraktor wanprestasi atau cidera janji, maka pemilik proyek dapat mencairkan sertifikat bank garansi tersebut kepada bank yang mengeluarkan sertifikat sebelumnya.
  • Bank yang menerima sertifikat tersebut akan membayar sertifikat tersebut kepada pemilik proyek.
  • Untuk diingat juga, ketika pekerjaan atau proyek dapat diselesaikan oleh kontraktor dan memenuhi perjanjian sebelumnya, maka sertifikat bank wajib dikembalikan.
  • Jangka waktu bank garansi akan berakhir ketika perjanjian pokok dari kedua belah pihak sudah berakhir.

Selain itu contoh bank penerbit bank garansi di Indonesia diantaranya ada BNI, Mandiri, Bank BTN dan Bank Bukopin. 

Jenis-jenis Bank Garansi

Memiliki bisnis dengan skala dan proyek yang cukup besar, hadirnya bank garansi yang merupakan instrumen perbankan yang dapat dimanfaatkan nasabah untuk melalui tahapan perkembangan bisnisnya. Bank garansi adalah jaminan yang bisa disyaratkan untuk tiap-tiap fase proyek bisnis. Maka dari jenis-jenis bank garansi adalah:

1. Bid Bonds 

Bid bond atau jaminan penawaran adalah jenis bank garansi yang menjamin pemilik proyek atau pihak kontraktor akan memenuhi pekerjaannya. Bank garansi akan diberikan kepada pemilik proyek untuk kepentingan kontraktor yang akan mengikuti tender dari proyek. 

2. Performance Bonds

Jaminan pelaksanaan adalah jenis bank garansi yang menjamin kualitas kerja yang sesuai kontrak perjanjian. Apabila pihak kontraktor gagal melaksanakan pekerjaan yang disepakati dalam perjanjian atau kontrak kerja, maka pemilik proyek akan mendapatkan ganti rugi. 

3. Maintenance Bonds

Jaminan pemeliharaan adalah jenis bank garansi yang menjamin pemeliharaan proyek. Bank garansi ini diberikan kepada pemilik proyek untuk kepentingan leveransir sebagai jaminan pelaksanaan pekerjaan oleh kontraktor. Hal ini, pihak yang dijamin adalah kontraktor. Besar nilai bank garansi jenis ini adalah 5% persen dari nilai kontrak untuk jangka waktu yang biasanya 3-12 bulan.

4. Advance Bonds

Advance bonds adalah jaminan uang muka yang jaminannya akan diberikan oleh bank atas pembayaran sejumlah uang muka (down payment) setelah memenangkan sebuah proyek berdasarkan ketentuan yang tercantum dalam perjanjian kontrak. 

Manfaat Bank Garansi

Fungsi bank garansi diterbitkan perbankan karena dapat membantu bisnis-bisnis yang memiliki proyek dan dana yang cukup besar. Hadirnya bank garansi adalah memberi manfaat sebagai sarana memperlancar distribusi barang dan jasa, meringankan cash flow, dan terhindar dari kerugian jika pihak yang dijamin tidak memenuhi kewajibanya.

Peran bank garansi dalam bisnis dapat ditemukan dalam kasus First Travel, bank garansi menjadi salah persyaratan dalam bisnis ibadah umroh dari Kementerian Agama sebagai untuk biro perjalanan sebagai jaminan bahwa biro travel memiliki modal untuk operasionalnya. Namun, dalam kasus ini jika terjadinya gagal keberangkatan ibadah, tidak ditanggung oleh bank garansi. Dengan demikian, bank garansi hanya memberikan jaminan jika pemilik bisnis wanprestasi atau tidak dapat memenuhi kewajibannya.

Jadi, apa keuntungan bank garansi? Untuk usaha atau bisnis dengan skala besar, manfaat bank garansi bagi penerima jaminan ini dapat memenuhi hak-hak mereka meskipun keadaan keuangan kontraktur sedang buruk. Sedangkan untuk bisnis kecil, bank garansi memiliki manfaat dengan wujud komitmen dan itikad baik kepada rekan bisnis, sehingga kepercayaan terhadap mitra dapat meningkat dan memperlancar bisnis mereka.

Penutup

Nah, semoga kamu sudah paham mengenai penjelasan bank garansi tadi. Pada intinya, bank garansi adalah instrumen perbankan yang menguntungkan pihak-pihak yang terlibat dalam proyek dan bisnis. Untuk pelaksana proyek itu sendiri akan menambah kredibilitas mereka di hadapan pemilik proyek, sedangkan untuk pemilik proyek dengan bank garansi menjamin hak-hak mereka akan tetap terpenuhi.

Adapun hal-hal yang perlu diperhatikan bagi pihak penerima bank garansi seperti memastikan keabsahan bank garansi dengan menghubungi pihak bank penerbit, memeriksa jangka waktu dan masa berlaku proyek, dan memahami syarat-syarat untuk melakukan klaim.

Untuk pihak yang dijamin bank garansi juga perlu memperhatikan biaya-biaya yang harus dibayar ketika menerbitkan bank garansi, melaksanakan kewajiban sesuai perjanjian dan kontrak, dan menjelaskan usaha atau proyek kepada bank secara transparan dan terbuka.

Tetapi, kamu bisa lho memiliki bisnis berpotensi tanpa perlu mengajukan bank garansi untuk operasionalnya, memikirkan ekspansi bisnis dan lain-lain. Kamu bisa melakukan pendanaan UMKM yang memiliki potensi di Indonesia, selain itu juga kamu ikut serta berperan dalam meningkatkan perekonomian negara dengan pendanaan tadi.

Pendanaan tersebut yang kamu lakukan merupakan investasi dengan sistem equity crowdfunding. Equity crowdfundingsendiri merupakan metode investasi yang melakukan pendanaan bersama masyarakat luas untuk bisnis yang kamu pilih dan sesuai dengan profil risiko kamu.

Tentunya melalui aplikasi equity crowdfunding seperti LandX yang sudah berpengalaman mendanai bisnis potensial di berbagai sektor industri dan sudah mendapatkan izin dari Otoritas Jasa Keuangan. Sehingga investasi kamu tetap aman dan menguntungkan.

Yuk Download Aplikasi LandX dan Mulai Melakukan Pendanaan Bisnis Potensial Sekarang!