Berdasarkan PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 57 /POJK.04/2020 TENTANG PENAWARAN EFEK MELALUI LAYANAN URUN DANA BERBASIS TEKNOLOGI INFORMASI, Bagian Kelima Pasal 56:

(1) Pemodal yang membeli Efek melalui Layanan Urun Dana harus:
a. memiliki rekening Efek pada Bank Kustodian yang khusus untuk menyimpan Efek dan/atau dana melalui Layanan Urun Dana;
b. memiliki kemampuan untuk membeli Efek Penerbit; dan
c. memenuhi kriteria Pemodal dan batasan pembelian Efek.

(2) Dalam hal Pemodal melakukan pembelian Efek melalui lebih dari 1 (satu) Penyelenggara, Pemodal wajib menggunakan rekening Efek sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a yang berbeda untuk masingmasing Penyelenggara.

(3) Kriteria Pemodal dan batasan pembelian Efek sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c meliputi:
a. setiap Pemodal dengan penghasilan sampai dengan Rp500.000.000,00
(lima ratus juta rupiah) per tahun, dapat membeli Efek melalui Layanan
Urun Dana paling banyak sebesar 5% (lima persen) dari penghasilan per tahun; dan
b. setiap Pemodal dengan penghasilan lebih dari Rp500.000.000,00 (lima
ratus juta rupiah) per tahun, dapat membeli Efek melalui Layanan Urun
Dana paling banyak sebesar 10% (sepuluh persen) dari penghasilan per
tahun.

(4) Dalam hal Pemodal merupakan:
a. badan hukum; dan
b. pihak yang mempunyai pengalaman berinvestasi di pasar modal yang
dibuktikan dengan kepemilikan rekening Efek paling sedikit 2 (dua) tahun
sebelum penawaran Efek,
kriteria Pemodal dan batasan pembelian Efek oleh Pemodal sebagaimana
dimaksud pada ayat (3) tidak berlaku.


Pemodal yang melakukan pembelian melebihi batas yang ditentukan akan dihubungi oleh tim LandX untuk konfirmasi pendapatan tahunan dan/atau kepemilikan rekening Efek.

Apabila pemodal terbukti melanggar peraturan di atas, maka LandX akan mengembalikan saham yang telah dibeli oleh pemodal ke penerbit, dan meminta penerbit untuk mengembalikan dana kepada pemodal.