menu-button
Cara Investasi di Securities Crowdfunding Investasi Keuangan Bisnis

Benchmarking Adalah: Memahami Definisi, Tujuan & Proses Benchmarking

Friday, 9 Sep 2022

Read in 6 minutes

Author: Rafa Syawalia R
Benchmarking Adalah

Apa itu benchmarking? Singkatnya, benchmarking adalah sebuah proses membandingkan perusahaan guna meningkatkan performa dan kualitas perusahaan.

Dalam kegiatan bisnis, benchmarking adalah proses membandingkan perusahaan dengan cara identifikasi produk atau layanan dalam industri tersebut. Penggunaan benchmarking digunakan perusahaan atau pelaku bisnis sebagai sebuah alat patokan atau untuk menilai sebuah produk atau layanan perusahaan kompetitor.

Misal, contoh benchmarking adalah perusahaan Coca Cola menjadi benchmark bagi brand Pepsi, brand pasta gigi Pepsodent menjadi benchmark bagi merek pasta gigi lainnya.

Apakah hal yang dibandingkan tersebut bersifat negatif? Tentu tidak, benchmark sendiri sudah umum digunakan perusahaan yang sama-sama dalam satu industri. Jika kamu penasaran mengenai proses benchmarking, maka kamu bisa baca artikel ini lebih lanjut ya.

Apa Itu Benchmarking

Kata benchmark merupakan kata serapan dari bahasa Inggris. Melansir dari Oxford Dictionary, benchmark memiliki arti sebagai pembandingan. Sementara itu, pengertian umum benchmarking artinya suatu proses perbandingan dalam bisnis yang mencakup kinerja produk atau layanan dari perusahaan dengan kompetitor pada industri yang sama.

Sedangkan dalam ilmu manajemen, benchmarking adalah suatu upaya dalam mengukur kebijakan perusahaan, produk atau layanan, strategi, program dan lain-lain dengan membandingkan ke perusahaan kompetitor yang bergerak di industri yang sama sebagai standar baku yang umum.

Tujuan benchmarking adalah untuk meningkatkan kinerja dan nilai perusahaan memperbaiki performa usaha, produktivitas, memperbaiki kualitas produk dan pelayanan, serta lain-lain dengan memanfaatkan performa dari kompetitor yang lebih baik.

Manfaat Benchmarking

Benchmarking adalah tolak ukur perbandingan komponen perusahaan dengan beberapa komponen seperti pelayanan, produk atau jasa, produktivitas, dan lain-lain. Tujuan dilakukannya benchmarking adalah perusahaan akan mendapatkan gambaran mengenai segala proses pada perusahaan kompetitornya, sehingga membantu mengurangi kesenjangan dan meningkatkan nilai perusahaan menjadi lebih baik.

Benchmarking memiliki manfaat untuk perusahaan yaitu:

  • Melakukan Perbaikan Kinerja

Seperti tujuan benchmarking yang sudah dijelaskan sebelumnya, dengan adanya benchmarking perusahaan dapat mengidentifikasi kekurangan atau kendalanya pada kinerja perusahaan. Hal ini sangat baik tentunya untuk perusahaan dan pelaku pada industri terkait, karena dapat merangsang inovasi yang akan membantu meningkatkan kualitas kinerja perusahaan.

  • Meningkatkan Kemampuan SDM

Selain itu, untuk meningkatkan kualitas kinerja sesuai benchmarking maka perusahaan juga akan melakukan pelatihan untuk meningkatkan kualitas SDM-nya. Selain kinerja dalam manajemen, meningkatkan kemampuan sumber daya manusia pada industri terkait juga akan menambah keterampilan, mengurangi kesalahan, dan menambah inovasi serta kreativitas perusahaan sendiri.

Selain melaksanakan pelatihan, perusahaan juga dapat melibatkan setiap karyawannya dalam proses benchmarking. Hal ini akan akan membantu karyawan meningkatkan pemahaman yang baik dan muncul perasaan bangga dari para karyawan karena pekerjaannya dapat memberikan dampak baik pada perusahaan.

  • Analisis Kompetitif

Perusahaan yang melakukan perbandingan secara strategis kepada perusahaan kompetitornya akan dapat mengetahui bagian mana yang harus diperbaiki dan ditingkatkan kembali. Selain itu, pembaruan strategi akan meningkatkan perkembangan perusahaan. Adanya benchmarking ini juga membantu perusahaan mengetahui tren baru dan memantau keberhasilan perusahaan untuk mencapai tujuannya.

Selain itu, pentingnya benchmarking juga membuat perusahaan mampu menentukan tujuan dan meningkatkan metrik performa untuk memperbaiki kinerjanya dari analisis kompetitif benchmarking sendiri. Perusahaan dapat menetapkan target yang realistis dan lebih kompetitif sebelumnya.

Jenis-jenis Benchmarking

Klasifikasi benchmarking terbagi menjadi dua yaitu menurut subjek dan objeknya.

Jenis Benchmarking Berdasarkan Subjek

Menurut subjeknya, jenis-jenis benchmarking diantaranya:

  • Benchmarking Internal

Benchmarking internal adalah benchmarking yang dilakukan pada organisasi atau perusahaan yang memiliki cabang lain atau anak perusahaan. Misalnya, cabang perusahaan melakukan benchmarking biasanya untuk menyelaraskan visi, misi, dan standarisasi umum yang sesuai pada industri terkait.

  • Benchmarking Eksternal

External benchmarking adalah suatu kegiatan yang dilakukan perusahaan dengan membandingkan perusahaan lain yang bergerak dalam industri yang sama. Benchmarking eksternal dilakukan dengan perusahaan-perusahaan ini biasanya berkaitan dengan bisnis perusahaan dan dipecah menjadi:

  1. Competitive benchmarking adalah perusahaan akan membandingkan perusahaan kompetitor dengan perusahaannya sebagai pesaing utamanya dalam industri tersebut.
  2. Non-competitive benchmarking adalah perusahaan yang membandingkan perusahaannya dengan pesaingnya tetapi dalam industri yang berbeda. Pada jenis ini dibagi menjadi;
  • functional non-competitive benchmarking yang merupakan kegiatan pembandingan fungsi dari perusahaan yang berbeda pada sektor industri yang digelutinya dan,
  • generic non-competitive benchmarking yaitu kegiatan membandingkan proses fundamental bisnis yang dinilai sama pada setiap perusahaan.

Jenis Benchmarking Berdasarkan Objek

Sedangkan menurut objeknya, jenis benchmarking terdiri kurang lebih menjadi tujuh jenis, diantaranya:

  • Financial benchmark adalah cara untuk membandingkan kekuatan finansial dari perusahaan pesaing.
  • Product benchmarking adalah strategi untuk membandingkan produk pesaing dengan produknya sendiri untuk mengidentifikasi letak keunggulan dan kelemahan produk tersebut.
  • Strategic benchmark adalah cara yang digunakan perusahaan untuk menjadi lebih unggul dalam industri terkait.
  • Process benchmark adalah cara membandingkan proses-proses kerja perusahaan dengan pesaingnya.
  • Performance benchmarking adalah cara untuk membandingkan kinerja produk atau jasa.
  • Functional benchmarking adalah cara melakukan perbandingan pada fungsi kerja perusahaan dengan tujuan untuk meningkatkan kegiatan operasional perusahaan.
  • Shadow benchmarking adalah cara pengumpulan data baru menggunakan intelijen kompetitor yang digunakan perusahaan untuk meningkatkan kinerja, proses dan masih banyak lagi dengan melibatkan kompetitor ke kompetitor lain tanpa menyadari perbandingan yang dilakukan.

Cara Melakukan Benchmarking

Dalam kegiatan bisnis, tolak ukur suatu produk atau layanan jasa dapat membantu pelaku bisnis mengidentifikasi kekurangan dan kelemahannya. Hal ini dapat meningkatkan kinerja dan produktivitas yang lebih baik. 

  1. Langkah pertama yang dapat dilakukan untuk melakukan benchmarking adalah menentukan produk, layanan atau kinerja karyawan yang dapat dijadikan tolak ukur serta melakukan analisis internal perusahaan.
  2. Kedua, menentukan target yang akan dicapai setelah melakukan analisis untuk identifikasi proses benchmarking. 
  3. Ketiga, melakukan riset atau mengumpulkan informasi mengenai performa internal kompetitor perusahaan.
  4. Keempat, menganalisis informasi yang sudah ditemukan dan mengimplementasikan hasil temuan sesuai tujuan dan target perusahaan.
  5. Langkah terakhir dalam proses melakukan benchmarking adalah melakukan trial and error. Hal ini karena tidak semua cara yang dilakukan kompetitor akan berhasil di perusahaan. Dengan melakukan benchmarking, perusahaan dapat berinovasi dan berkreasi sesuai dengan kinerja perusahaan.

Kesimpulan

Dalam kegiatan bisnis, melakukan perbandingan atau benchmarking merupakan strategi untuk merangsang kegiatan bisnis pada industri itu sendiri. Sehingga, industri tersebut dapat berkembang dan tumbuh ke arah yang lebih baik.

Dengan demikian, benchmarking adalah strategi perusahaan, pelaku bisnis, organisasi untuk menentukan tolak ukur pada kompetitornya dalam industri yang sama terhadap kinerja perusahaan, produktivitas, produk dan layanan, dan komponen lainnya.

Tujuan benchmarking adalah guna meningkatkan performa dan kualitas perusahaan pada aspek-aspek tertentu dan menjadi tolak ukur sebagai bahan evaluasi pada bisnis yang sedang dijalani. Perlu diingat kembali juga, kegiatan benchmarking dilakukan dengan manajemen yang baik, tujuan yang jelas serta rinci, dan perencanaan yang matang. Sehingga, bisnis yang sedang dijalani mencapai tujuan yang sudah ditentukan.

Namun, di zaman yang sudah berkembang ini, kamu bisa loh jadi pemilik bisnis tanpa pusing memikirkan operasional bisnis, ekspansi bisnis, dan lain-lainnya. Caranya bagaimana? Kamu bisa mengalokasikan sebagian dana kamu ke investasi modal minim melalui skema equity crowdfunding.

Melalui skema equity crowdfunding, kamu bersama masyarakat luas melakukan urun dana pada bisnis yang kamu danai dan sesuai dengan profil risiko kamu. Sehingga, bisnis yang kamu danai akan berkembang dan berpotensi bertahan dalam jangka waktu yang panjang.

Kamu juga akan mendapatkan keuntungan berupa dividen sesuai performa bisnis yang kamu danai. Tentunya dengan memilih platform equity crowdfunding yang berpengalaman mendanai bisnis potensial di berbagai sektor industri dan sudah mengantongi izin dari OJK seperti LandX ya!

Mendapat keuntungan dari bisnis potensial dan brand ternama #SekarangBisa dengan sejutaan.

miliki bisnis modal kecil cuma dengan 1 jutaan dapat 4 cabang

Baca Juga