menu-button
Cara Investasi di Securities Crowdfunding Investasi Keuangan Bisnis

BI Fast Adalah: Mengenal Perbedaan BI Fast dan Real Time Online

Tuesday, 20 Sep 2022

Read in 7 minutes

Author: Della Octavilia
Apa itu metode transfer BI fast dan perbedaan real time online

Apa itu BI Fast? BI Fast adalah layanan transfer antar bank yang dapat dilakukan kapan saja dan dengan biaya admin yang jauh lebih murah, yaitu Rp2.500, saja. Simak juga perbedaan transfer online dan BI fast!

Apa Itu BI fast?  BI fast adalah kependekan dari BI Fast Payment, salah satu layanan yang baru dikeluarkan oleh Bank Indonesia untuk memberi kemudahan bagi nasabah bank dalam melakukan transfer secara online dan dengan biaya yang jauh lebih murah.

Jika pada proses transfer antar bank sebelumnya akan dikenakan biaya admin sebesar Rp6.500, maka melalui BI fast biaya admin transfer antar bank menjadi jauh lebih murah, yaitu sebesar Rp2.500 saja.

Lalu, bagaimana cara menggunakan layanan BI fast, bank apa saja yang BI fast, serta apa perbedaan BI fast dan real time online yang selama ini sudah digunakan lebih dahulu oleh para nasabah bank?

Kali ini, kita akan membahas salah satu layanan dari Bank Indonesia, yaitu BI fast, mulai dari apa itu BI fast, hingga perbedaan BI fast dan real time online.

Jadi ikuti terus artikel ini, ya!

Mekanisme Transfer Dana Antar Bank Sebelum BI Fast

Menurut KBBI, transfer adalah pindah atau beralih tempat. Menurut laman OJK, transfer adalah suatu kegiatan jasa bank untuk memindahkan sejumlah dana tertentu sesuai dengan perintah si pemberi amanat yang ditujukan untuk keuntungan seseorang yang ditunjuk sebagai penerima transfer.

Di Indonesia telah dikenal tiga mekanisme transfer dana antar bank yaitu, Real Time Gross Settlement, Sistem Kliring Nasional, dan Real Time Online. Ketiga mekanisme transfer dana antar bank ini berusaha untuk memberikan kemudahan bagi nasabah dalam melakukan transfer antar bank secara online.

Dengan kegiatan transfer yang dilakukan secara online, maka nasabah sudah tidak perlu lagi mengantri ke teller atau ATM, sehingga membuat proses transaksi dapat berjalan dengan lebih mudah dan cepat.

Namun, mekanisme transfer dana antar bank yang sudah ada di Indonesia ini dianggap masih belum bisa memenuhi kebutuhan nasabah, karena masih terdapat berbagai kekurangan di dalamnya.

Pada mekanisme transfer dana antar bank saat ini, dinilai masih memerlukan beberapa waktu dalam proses pemindahan dana dari rekening pengirim ke rekening tujuan. Bahkan ada yang memakan waktu hingga 2-3 hari, serta adanya juga jam operasional sehingga transfer dana dinilai tidak efisien.

Selain itu, adanya biaya admin yang cukup besar membuat banyak nasabah berpikir dua kali saat hendak melakukan transfer antar bank.

Karena dinilai masih belum mampu menjawab kebutuhan masyarakat akan layanan transfer antar bank, maka Bank Indonesia mengembangkan layanan bernama BI Fast yang dinilai lebih mampu memberikan kemudahan transfer dana antar bank dan dengan biaya yang jauh lebih murah. 

Apa Itu BI Fast?

Menurut laman Bank Indonesia, Transfer BI Fast adalah infrastruktur sistem pembayaran ritel nasional yang dapat memfasilitasi pembayaran ritel secara real-time, aman, efisien, dan tersedia setiap saat, yaitu selama 24 jam.  Transfer BI Fast sendiri merupakan kependekan dari BI Fast Payment

Transfer BI Fast dikembangkan oleh BI untuk menjawab segala kebutuhan nasabah pada layanan transfer dana antar bank yang jauh lebih cepat, efisien, tersedia setiap saat, dan dengan biaya yang lebih murah.

Jika kita ketahui, sebelumnya transfer dana antar bank memerlukan biaya admin sebesar Rp6.500 yang banyak dianggap nasabah bank kurang efektif. Nah, dengan hadirnya BI Fast layanan transfer dana antar bank akan dikenakan biaya admin sebesar Rp2.500 saja.

Untuk menggunakan layanan BI Fast, seseorang tidak memerlukan aplikasi khusus BI Fast. Karena fitur BI Fast sendiri akan tampil saat nasabah bank akan melakukan transfer dana antar bank melalui m-banking atau internet banking.

Tetapi masih belum semua bank Indonesia memiliki fitur BI Fast karena penerapan fitur BI Fast masih dilakukan secara bertahap. Jadi, saat ingin menggunakan layanan BI Fast, kamu harus memastikan bahwa bank kamu telah terintegrasi dengan BI Fast.

Hadirnya BI Fast oleh Bank Indonesia diharapkan dapat memperkuat ketahanan Sistem Pembayaran Ritel Nasional dengan menyediakan alternatif terhadap infrastruktur Sistem Pembayaran nasional eksisting.

Tujuan BI Fast

Mengutip dari laman bi.go.id, diselenggarakannya BI Fast di Indonesia ini memiliki tiga tujuan utama yang di antaranya, yaitu:

  1. BI Fast dibangun dalam rangka mendukung konsolidasi industri Sistem Pembayaran nasional dan integrasi Ekonomi Keuangan Digital Secara end-to-end.
  2. Kebijakan BI Fast merupakan national driven yang sejalan dengan berbagai ketentuan yang berlaku.
  3. Pengembangan BI-Fast selaras dengan arah kebijakan Bank Indonesia ke depan, baik moneter, Stabilitas Sistem Keuangan, dan Sistem Pembayaran untuk mendukung terciptanya ekosistem yang integrated, interoperable, dan interconnected (3i).

Manfaat BI Fast

Sebagai layanan yang hadir untuk menjawab segala kebutuhan masyarakat dalam transfer antar bank, BI Fast memiliki beberapa manfaatnya sendiri, yaitu:

  1. Transaksi secara real time 24/7, artinya transaksi dapat dilakukan kapan saja tanpa adanya jam operasional dengan limit transfer BI Fast hingga Rp250 juta/transaksi.
  2. Lengkap, yakni melayani berbagai instrumen dan kanal pembayaran
  3. Dilengkapi dengan fitur fraud detection dan anti money laundering, serta countering financial of terrorism.
  4. Efisien, karena menggunakan proxy address sebagai pengganti nomor rekening.

Bank Peserta BI Fast

Bank apa saja yang BI Fast? Hingga saat ini, penerapan BI Fast sedang dilakukan secara bertahap di seluruh bank Indonesia. 

Menurut laporan Bank Indonesia, hingga bulan Agustus 2022 bank peserta BI Fast telah mencapai 77 peserta, yang terdiri dari empat gelombang dan telah mewakili 85% dari pangsa sistem pembayaran ritel nasional.

Berikut ini beberapa contoh bank peserta BI Fast adalah:

  1. BTPN
  2. Bank Capital Indonesia
  3. Bank Muamalat
  4. Bank Rakyat Indonesia
  5. Bank Digital BCA
  6. Bank HSBC Indonesia
  7. Bank Mandiri
  8. Bank CIMB Niaga
  9. Bank Syariah Indonesia
  10. Bank DKI, dan lainnya.

Cara Menggunakan BI Fast

Apa itu metode transfer BI Fast? Cara transfer BI Fast yaitu dapat menggunakan lewat m-banking maupun internet-banking. Oiya, sebelum menggunakan fitur BI Fast pastikan terlebih dahulu bahwa bank kamu telah terintegrasi dengan BI Fast, ya!

Berikut ini cara transfer BI Fast di beberapa bank nasional di Indonesia, yaitu:

1. Cara Transfer BI Fast di Livin By Mandiri

  • Buka aplikasi Livin by Mandiri
  • Setelah itu pilih menu Transfer, dan pilih Tap Transfer ke Penerima Baru.
  • Masukkan nama bank dan nomor rekening tujuan. Lalu, klik Lanjutkan.
  • Kemudian, masukkan nominal transfer dan Tujuan Transfer. Lalu, klik Lanjutkan.
  • Pilih opsi BI Fast dan pilih tujuan transfer
  • Pastikan nominal dan nama penerima sesuai
  • Terakhir, masukkan PIN Livin dan simpan bukti transferan.

2. Cara Transfer BI Fast di BCA

  • Pertama, buka situs mybca.bca.co.id.
  • Masuk menggunakan BCA ID yang kamu miliki
  • Pilih menu transfer, kemudian klik opsi ke Rekening Bank Lain
  • Pilih jenis transfer, no rekening tujuan, dan nominal transfer
  • Kemudian pilih opsi BI Fast pada bagian layanan transfer
  • Lengkapi informasi berita dan tujuan transaksi
  • Masukan delapan angka yang ada di situs myBCA ke perangkat validasi transaksi KeyBCA Mode Appli 2, dan Klik Lanjut
  • Cek informasi transaksi dan masukan respon berupa angka yang diberikan perangkat KeyBCA Mode Appli 1 ada kolom yang ada di website myBCA
  • Klik Lanjut dan selesaikan transaksi sampai muncul bukti transfer.

Perbedaan BI Fast dan Real Time Online

Sebelum ada BI Fast, Real Time Online telah hadir terlebih dahulu sebagai mekanisme layanan transfer antar bank secara online. Apa itu Real Time Online? Real Time Online adalah segala bentuk transaksi yang dilakukan melalui ATM, M-banking, maupun internet banking yang dapat dilakukan secara cepat dan dimana saja.

Memang, keduanya memberikan pelayanan transfer online secara cepat hingga diterima oleh rekening tujuan. Namun, baik BI Fast dan Real Time Online memiliki perbedaannya sendiri.

Berikut ini perbedaan BI Fast dan Real Time Online, yaitu:

1. Biaya Transaksi

Perbedaan BI Fast dan Real Time Online yang pertama dapat dilihat dari biaya transaksinya. Pada transfer antar bank secara Real Time Online nasabah akan dikenakan biaya admin sebesar Rp6.500.

Namun, jika menggunakan fitur BI Fast nasabah hanya perlu mengeluarkan biaya admin sebesar Rp2.500 saja. Jauh lebih murah kan?

2. Limit Transaksi

Pada Real Time Online, biasanya sekali transaksi dikenakan limit sebesar Rp50.000.000/transaksi. Namun, hal ini berbeda dengan menggunakan fitur BI Fast yang memiliki limit transaksi sebesar Rp250.000.000/transaksi.

3. Fitur

Pada BI Fast nasabah dapat melakukan transaksi tanpa menggunakan nomor rekening, karena BI Fast dilengkapi dengan fitur proxy address. Sehingga nasabah hanya perlu nomor HP atau email sebagai alternatif pengganti nomor rekening saat melakukan transaksi.

Hasilkan Cuan Tambahan dengan Investasi!

Nah, kita telah membahas seputar salah satu layanan Bank Indonesia, yaitu BI Fast adalah fitur transfer antar bank yang dilakukan secara real time, dan dengan biaya yang lebih murah.

Gimana? Kalian jadi tertarik untuk menggunakan fitur BI Fast?

Oiya, kamu ingin memiliki cuan tambahan yang bisa digunakan untuk masa mendatang? Kalau iya, kamu bisa lho mendapatkan cuan tambahan melalui investasi.

Salah satu investasi berpotensi yang dapat kamu coba adalah investasi dengan sistem equity crowdfunding. Sesuai dengan namanya, kalian akan melakukan pendanaan secara patungan.

Nantinya kamu akan menjadi salah satu pemegang saham dari bisnis UMKM berpotensi. Melalui equity crowdfunding, kamu akan mendanai bisnis UMKM berpotensi secara patungan dengan investor lainnya.

Nantinya, kamu akan berkesempatan mendapatkan keuntungan berupa dividen dari bisnis yang telah kamu danai sebelumnya.

LandX merupakan platform equity crowdfunding terpercaya, dan telah memiliki market cap terbesar se Indonesia. Kamu dapat memilih berbagai industri bisnis UMKM berpotensi di LandX, mulai dari bisnis properti hingga bisnis kuliner yang menjanjikan.

Untuk berinvestasi di LandX kamu dapat memulainya dengan modal yang kecil mulai dari Rp1 jutaan saja! Jadi, download aplikasi LandX dan danai bisnis favorit untuk hasilkan tambahan cuan!

Download Aplikasi LandX dan Danai Bisnis Favorit dan Berpotensi Sekarang Juga!