menu-button
Cara Investasi di Securities Crowdfunding Investasi Keuangan Bisnis

Biaya Overhead: Biaya Wajib Bagi Perusahaan dan Cara Menghitungnya

Wednesday, 22 Jun 2022

Read in 6 minutes

Author: Della Octavilia
Biaya Overhead, Cara Menghitung Biaya Overhead

Kamu memiliki rencana untuk membuat perusahaan? Sebaiknya kamu mengetahui terlebih dahulu mengenai biaya overhead yang merupakan biaya wajib dikeluarkan tiap perusahaan.

Dalam sebuah perusahaan terdapat berbagai jenis pembayaran yang dianggarkan, salah satunya biaya overhead (overhead cost).

Apa yang dimaksud dengan biaya overhead? Biaya overhead merupakan biaya yang pasti akan dikeluarkan suatu perusahaan demi kelangsungan bisnis suatu perusahaan. Jika Anda menjalani suatu bisnis, penting untuk dapat menentukan besar biaya overhead yang akan dianggarkan.

Di artikel ini, kita akan membahas secara lengkap seputar biaya overhead.

Definisi Biaya Overhead

Apa itu biaya overhead?

Merujuk dari Business encyclopedia, biaya overhead adalah semua biaya yang terdapat pada laporan laba rugi perusahaan yang tidak berkaitan langsung dengan biaya pembuatan atau penjualan produk.

Sedangkan menurut Investopedia, biaya overhead adalah setiap biaya yang dikeluarkan oleh suatu bisnis yang sedang berlangsung dan tidak terkait secara langsung dengan biaya pembuatan produk dan jasa.

Singkatnya, biaya overhead itu biaya tambahan yang tidak terkait langsung dengan proses produksi. Pada proses pembiayaannya pun dapat dikeluarkan secara rutin, tidak terjadwal, atau dapat dikeluarkan tergantung dari kondisi suatu perusahaan.

Dalam pencatatan anggaran keuangan, biaya overhead disebut juga biaya tak terduga atau biaya lain-lain.

Walaupun bukan biaya utama yang menyangkut proses produksi, biaya overhead harus tetap dianggarkan.

Setiap perusahaan akan selalu membayar biaya overhead, terlepas dari besar-kecilnya keuntungan yang didapat. Atau bagi perusahaan yang sedang tidak beroperasi untuk beberapa waktu, biaya overhead tetap berjalan dan harus dibayarkan oleh pihak perusahaan.

Fungsi Menghitung Biaya Overhead

Setiap perusahaan wajib untuk membuat anggaran biaya overhead demi kelangsungan proses produksi. Berikut ini fungsi menghitung biaya overhead bagi perusahaan.

  • Mengawasi pengeluaran Dengan perusahaan selalu mencatat biaya overhead secara rutin, mereka juga dapat melakukan pengawasan terhadap besarnya pengeluaran yang dikeluarkan.

    Apakah pengeluaran sesuai dengan perencanaan yang telah dibuat di awal dan sudah berjalan efisien atau tidak berjalan dengan baik.

  • Membuat alokasi anggaran Perusahaan dapat membuat perbandingan besaran biaya overhead dengan biaya lainnya.

    Apakah biaya overhead mengalami pembengkakan jika dibandingkan dengan biaya lainnya. Jika iya, maka perusahaan dapat melakukan penyesuaian untuk besaran biaya overhead di periode selanjutnya untuk menghindari pengeluaran yang bengkak atau over budget.

Klasifikasi Biaya Overhead

Setiap perusahaan membuat beberapa klasifikasi biaya overhead, agar mereka dapat dengan mudah melakukan pencatatan laporan keuangan.

Klasifikasi biaya overhead terdiri dari 3 jenis, yaitu:

1. Biaya Overhead Tetap (Fixed Overheads) Sesuai namanya “tetap”, biaya overhead tetap adalah biaya yang tetap konstan setiap bulannya dan tidak berubah atau biaya yang dikeluarkan secara rutin.

Nominal biaya overhead suatu perusahaan akan selalu sama, terlepas dari naik-turunnya keuntungan yang diperoleh perusahaan.

Contoh dari biaya overhead tetap seperti, biaya gaji karyawan, sewa gedung, pajak gedung, dan asuransi kesehatan karyawan

2. Biaya Overhead Variabel (Variable Overheads) Berbeda dengan biaya overhead tetap yang nominalnya selalu konstan dan tidak mengalami perubahan. Biaya overhead variabel dikeluarkan berdasarkan kondisi dan situasi perusahaan dan biaya ini dapat meningkat atau menurun.

Jika aktivitas perusahaan tinggi, maka biaya overhead variabel akan meningkat. Tetapi jika aktivitas perusahaan berkurang, maka biaya overhead variabel juga berkurang atau bahkan dapat dihilangkan.

Contoh dari biaya overhead variabel seperti, biaya pengiriman, biaya lembur, anggaran ATK, biaya iklan untuk pemasaran, serta biaya pemeliharaan dan perbaikan peralatan.

3. Biaya Overhead Semi-variabel Biaya overhead semi-variabel merupakan jenis biaya overhead yang memiliki karakteristik gabungan dengan dua jenis biaya overhead sebelumnya.

Biaya overhead semi-variabel dapat dikeluarkan secara rutin atau tidak terjadwal dengan nominal yang cenderung berubah juga.

Contoh dari biaya overhead semi-variabel seperti, biaya air dan listrik, biaya telepon, biaya pengisian tinta printer, serta biaya komisi penjualan.

Contoh Biaya Overhead

Setelah membahas klasifikasi biaya overhead, selanjutnya adalah contoh biaya overhead yang akan dikeluarkan suatu perusahaan.

Jika Anda menjalankan sebuah perusahaan, biaya overhead wajib untuk dimasukkan dalam anggaran perusahaan. Tujuan dengan memasukan biaya overhead dalam anggaran perusahaan agar perusahaan dapat berjalan dengan lancar.

Berikut ini contoh-contoh biaya overhead yang suatu perusahaan:

  • Biaya sewa dan pemeliharaan tempat usaha
  • Peralatan kantor seperti ATK
  • Biaya tenaga kerja non produksi (gaji karyawan, tunjangan, asuransi karyawan)
  • Asuransi perusahaan
  • Biaya pemasaran
  • Jasa konsultasi hukum dan akuntan
  • Biaya utilitas (tagihan listrik, air, gas, internet, saluran pembuangan, layanan telepon)

Cara Menghitung Biaya Overhead

Berikut ini cara menghitung biaya overhead yang dapat dilakukan perusahaan Anda:

  • Memisahkan Biaya Overhead Langkah pertama yang harus Anda lakukan yaitu memisahkan antara biaya langsung dengan biaya overhead.

    Biaya langsung disini, biaya yang berkaitan langsung dengan kegiatan produksi barang atau jasa. Biaya yang tidak berkaitan langsung dengan kegiatan produksi barang dan jasa masuk ke dalam biaya overhead.

    Tujuan dengan memisahkan antara biaya langsung dengan biaya overhead agar memudahkan dalam pencatatan dan penghitungan laporan keuangan.

  • Menghitung Biaya Persentase Biaya Overhead Selanjutnya adalah mengubah biaya overhead menjadi bentuk persentase. Cara ini dilakukan untuk menunjukan besaran persentase biaya overhead yang telah dikeluarkan suatu perusahaan.

    Cara yang dapat Anda lakukan yakni dengan, membandingkan biaya tidak langsung dengan biaya langsung, lalu dikali dengan 100%

    Biaya tidak langsung / biaya langsung x 100%

    Jika sudah mengetahui berapa persen jumlah biaya overhead yang telah dikeluarkan perusahaan. Selanjutnya hasil ini dapat dijadikan sebagai evaluasi kedepannya bagi perusahaan Anda.

    Apakah perusahaan telah mengeluarkan terlalu banyak untuk biaya overhead, dan melakukan pertimbangan untuk mengurangi pengeluaran pada sektor tertentu.

  • Menentukan Nilai Efisiensi Biaya Overhead Cara terakhir yang dapat dilakukan perusahaan adalah dengan mengetahui nilai efisiensi dari biaya overhead yang telah dikeluarkan.

    Perusahaan dapat melakukan cara dengan membandingkan besar biaya overhead dengan upah tenaga kerja, lalu dikali 100%, berikut perhitungannya:

    Biaya overhead / total biaya tenaga kerja x 100%

    Cara lainnya juga dapat dilakukan dengan mengubah biaya tenaga kerja menjadi pendapatan yang diterima oleh perusahaan.

    Biaya overhead / total pendapatan x 100%

Manfaat Menghitung Overhead Cost

Menghitung biaya overhead merupakan hal yang wajib dilakukan oleh setiap perusahaan.

Manfaat yang didapatkan perusahaan dengan menghitung biaya overhead yakni perusahaan dapat mengetahui besaran pengeluaran operasional. Lalu, perusahaan dapat membuat evaluasi untuk biaya yang harus dikurangi atau ditambahkan.

Manfaat lainnya yang didapatkan setiap perusahaan dalam menghitung biaya overhead, yaitu:

  • Pengawasan terhadap jalannya kegiatan produksi barang atau jasa
  • Dapat mengawasi alur kas kas keuangan tiap perusahaan
  • Dapat melihat dan menentukan nilai suatu produk dan menentukan harga dari produk perusahaan
  • Mengelola kesehatan finansial perusahaan
  • Mendapatkan balance sheet yang berkualitas dan seimbang
  • Memberi efek positif pada income statement tiap perusahaan

Nah, bagaimana Anda tertarik untuk menjalankan suatu perusahaan? Memang dalam menjalankan suatu perusahaan tidak mudah dan banyak hal-hal yang harus dilakukan.

Jika Anda memiliki keinginan untuk menjadi pemilik suatu perusahaan atau bisnis tapi tidak mau menjalankannya dan tidak mau susah. Anda bisa menjadi salah satu pemilik bisnis dengan cara investasi melalui equity crowdfunding.

Equity crowdfunding sendiri merupakan skema pendanaan untuk bisnis kecil dengan cara patungan masyarakat luas untuk mendanai UMKM. Disini kamu bisa menjadi salah satu pemilik bisnis yang kamu danai.

Kamu juga akan mendapatkan keuntungan dari equity crowdfunding, yaitu kamu akan menerima return dividen dari project bisnis yang telah kamu danai.

LandX merupakan salah satu platform equity crowdfunding yang dapat membantu kamu mendanai bisnis yang memiliki prospek bagus dengan modal kecil dan untung besar.

LandX, platform equity crowdfunding terpercaya, transparan, dan telah memiliki izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Kamu bisa mendapatkan potensi keuntungan dengan modal kecil.

Wujudkan Impian Menjadi Pemilik Bisnis dengan Investasi di LandX Sekarang Juga!

miliki bisnis modal kecil cuma dengan 1 jutaan dapat 4 cabang

Baca Juga