Pemegang saham terbesar sekaligus founder dari ecommerce super Amazon, Jeff Bezos mengawali situs retail onlinenya tersebut dengan menjual buku pada tahun 1994. Memiliki ambisi besar, Bezos sebenarnya sudah memiliki keinginan untuk menjadikan Amazon sebagai situs penyedia segalanya atau “an everything store”.


Table of Content


3 Strategi Brilian Amazon

Kesuksesan Amazon tentu tidak instan. Terdapat perencanaan, penelitian, dan jatuh bangun dalam mencoba suatu hal baru. Sebagai eksekutif Amazon, Jeff bezos selalu mengkoarkan tiga hal strategi yang membuat bisnisnya dapat dinilai sukses saat ini. Strategi ini tentu dapat diterapkan pada bisnismu agar berkembang lebih baik karena sangat actionable.

1. Customer Centric

Jawaban Jeff Bezos dalam bagaimana ia membawa timnya untuk melangkah pada kesempatan baru adalah dengan selalu fokus kepada konsumen. Customer centric atau juga dalam bahasa bisnis diartikan sebagai market orientation adalah strategi bisnis yang berorientasi pada kebutuhan dan keinginan konsumen.

Sebuah bisnis tidak sukses dengan menjual produk saja, namun dengan memahami konsumen sehingga dapat membangun kepuasan konsumen terhadap produk.

2. Think Long Term

Berpikir long-term bukan sesuatu yang dibawa dari lahir, melainkan sebuah disiplin untuk mengatur pikiran agar dapat melihat jauh ke depan. Memahami berpikir long-term akan membantumu merubah cara membuat perencanaan, kapan menyalurkan energi untuk sebuah tindakan, meningkatkan kemampuan untuk melihat hal yang mungkin tidak diperhatikan orang lain.

Amazon menerapkan hal ini dengan melihat apakah invensi yang mereka ciptakan akan berefek pada konsumen dalam jangka panjang. Kesuksesan Amazon yang dapat kita lihat saat ini sebenarnya adalah hasil perencanaan timnya semenjak tiga tahun yang lalu. Dan saat ini pun mereka sedang melakukan perencanaan untuk tiga tahun ke depan. Merencakan suatu hal untuk masa depan berarti akan mengambil sebuah tindakan eksperimen yang berfokus pada konsumen.

3. Passion for Invention and Experiment

Dalam mengembangkan bisnis Amazon, timnya senang melakukan pekerjaan yang belum memiliki sebuah jawaban untuk segera diselesaikan. Hal ini merupakan sifat natural manusia yang ingin selalu memiliki rasa puas.

Dengan memahami konsumennya, Tim Amazon juga mengartikan hal ini sebagai tindakan eksperimen untuk invensi produk yang mewakili keinginan mereka. Bukanlah sebuah pekerjaan konsumen untuk menciptakannya sendiri.

Bereksperimen, berani untuk mengambil sebuah tindakan sehingga dapat menemukan sebuah hal baru, menciptakan hal baru, atau invensi. Amazon Web Service, Kindle - situs jual buku dan audiobook terbesar, Amazon Prime - layanan streaming video online dan berbagai lini bisnis Amazon lainnya merupakan hasil eksperimen.

Perlu diingat bahwa kamu harus berani membuat gebrakan baru. Tentu juga tidak semua eksperimen akan berhasil, ingat mindset untuk sukses adalah growth mindset yang tidak takut dengan kegagalan.

Strategi di atas adalah bagaimana mengelola sebuah bisnis yang telah berjalan agar dapat bertaha lama. Bezos juga membeberkan strategi untuk siapa pun yang ingin memulai sebuah bisnis ialah sadari bahwa sebuah bisnis dimulai dari hal kecil untuk dikelola hingga besar. Caranya dengan mengikuti passion dari dalam dirimu dan nantikan ombak yang datang untuk meng-showcase ide bisnismu pada dunia.


Baca Juga:


Jeff Bezos dan Investasi

Laporan Real Time Billionaires Forbes (19/11), Jeff Bezos memiliki kekayaan senilai $211.7 miliar dolar Amerika dan menjadikannya sebagai orang terkaya kedua di dunia setelah Elon Musk. Selain mengelola Amazon, kekayaannya tidak didiamkan saja melainkan ia aktif berinvestasi sehingga bisa menduduki posisi orang terkaya di dunia. Bezos mendirikan perusahaan investasi Bezos Expedition untuk mengelola semua investasi pribadi miliknya.

Melalui Bezos Expedition, Jeff Bezos mengelola portofolio investasi personalnya yang tersebar di sektor teknologi, real estate, media, transportasi, bioteknologi, dan lainnya. Melalui perusahaan investasinya ini, Bezos juga menganalisis bisnis terbaik untuk didanai selanjutnya.

Kemana saja Jeff Bezos Investasi?

Berikut sebagian portofolio seorang visioner dalam bidang teknologi, Jeff Bezos:

  • Berpartisipasi pada berbagai funding round, beberapa perusahaan ternama yang didanai ialah $150 juta pada Lookout (perusahaan cybersecurity), $85 juta pada Workday, (perusahaan software HR-use), $18 juta pada Rethink Robotics, $15 juta ke Twitter, serta berbagai perusahaan lainnya dengan kisaraan pendanaan terbentang dari $10 juta hingga $134 juta.

Lewat Bezos Expedition ini juga, sebuah perusahaan rintisan Indonesia yang memodernisasi pelayanan warung, Ula mendapat kucuran dana yang nominalnya tidak disebutkan. Catatan Crunchbase menuliskan bahwa investasi terbaru miliarder ini ditaruh pada WhyLabs, sebuah perusahaan monitoring dan obeservasi berbasis AI.

  • Menguasai media dengan jadi pemilik media koran The Washington Post melalui akuisisi senilai $250 juta pada tahun 2013. Bezos juga pernah berinvestasi pada Business Insider sebesar $5 juta.
  • Aktif sebagai Angel Investor, ikut dalam funding round Airbnb (marketplace rental penginapan), Uber, juga merupakan investor awal pada Google tahun 1998 sebesari $1 juta.

Jika kamu melihat daftar aset milik orang terkaya di dunia, kamu akan menyadari kesamaan sumber kekayaan mereka adalah dari berinvestasi. Berani mulai berinvestasi, akan lebih baik daripada mendiamkan hartamu yang akan semakin turun nilainya karena inflasi.

Dengan bantuan teknologi, investasi semakin mudah dilakukan. Hanya dengan melalui layar media yang kamu punya, kamu bisa mempelajari bisnis yang membuatmu tertarik dan menanamkan uangmu agar dapat berbuah.

Mengapa Kamu Harus Mulai Berinvestasi?

Menurut Investopedia ada dua cara untuk kamu bisa mendapatkan uang. Pertama dengan memiliki pendapatan, entah dengan bekerja untuk dirimu sendiri atau bekerja untuk orang lain.

Kedua ialah dengan keuntungan dari investasi, ada banyak instrumen investasi yang bisa kamu pilih sesuai profil risiko anda. Seperti saham, reksadana, properti, emas, deposito dan cryptocurrency yang booming saat ini.

Melindungi dari inflasi, inflasi akan membuat kekuatan daya beli uangmu mengalami penurunan jika disimpan dalam bentuk cash. Dapat kamu rasakan sendiri jika 10 tahun yang lalu dengan uang Rp 50.000 kamu bisa membeli beberapa barang, namun hari ini dengan jumlah yang sama kamu hanya bisa mendapatkan segelas kopi saja.

Berbeda, investasi akan bergerak sebagai pelindung nilai uangmu terhadap situasi inflasi. Aset investasi bahkan akan naik nilainya saat inflasi terjadi. Mari kita gambarkan dengan situasi kamu sedang berinvestasi pada suatu bisnis.

Jika tahun berikutnya inflasi terjadi, maka harga barang akan naik, jika harga barang naik maka total penjualan produk dari bisnis tersebut akan meningkat.

Hal ini akan menguntungkan bagi kamu karena keuntungan dari aset investasi tersebut akan tetap jalan masuk ke dalam kas pribadi anda. Tak luput, uang investasi awal milikmu juga tetap akan aman bersama bisnis tersebut.

Cara Mudah Mulai Berinvestasi

Situasi serba digital saat ini sangat membantu kita mudah mengakses informasi terkait investasi. Juga, tentunya semakin mudah untuk memulai berinvestasi itu sendiri. Banyak pilihan platform penyedia jasa investasi yang bisa kamu pilih mulai dari saham, reksadana, bitcoin, krypto, hingga crowdfunding.

Solusi untuk kamu yang ingin berinvestasi juga menjadi pemilik sebuah bisnis ialah melalui investasi patungan bisnis atau equity crowdfunding. Kamu bisa memilih sebuah bisnis untuk didanai dan mendapatkan keuntungan dari dividen. Dividen ini berasal dari keuntungan bisnis dari penjualan yang mereka lakukan dan dibagi sesuai perjanjian yang mereka tawarkan.


Artikel Terkait:


Bagaimana jika terjadi suatu hal yang tidak diharapkan pada bisnis yang kamu investasikan?

Sebelum berinvestasi, pastinya kamu harus memiliki setidaknya sedikit ilmu agar terhindar dari penipuan investasi. Semua investasi memiliki risikonya masing-masing.

Namun, melalui investasi patungan bisnis akan menjamin kamu sebagai investor tetap aman dari kegagalan proses bisnis. Karena bisnis yang terdaftar pada suatu platform crowdfunding diawasi oleh lembaga resmi yang disebut Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).

Karena itu, jika kamu menginginkan investasi dengan risiko minim bisa mencoba pelajari sistem equity crowdfunding. Dengan berinvestasi pada suatu bisnis, tentu kamu bisa mendapatkan passive income tanpa harus berhenti dari pekerjaanmu yang sekarang.

Yuk, nambah passive income lewat investasi patungan bisnis!

Bagaimana? Kamu lebih suka bisnis dengan buyback guarantee atau yang bisa disimpan dalam jangka panjang? Apapun pilihan kamu.. Yuk Patungan  dengan Keuntungan Menjanjikan Bareng LandX

#YukPatunganBisnis

Jangan Lupa Follow Instagram @landx.id Untuk Berbagai Tips Investasi Menguntungkan Lainnya


Baca Juga:


#YukPatunganBisnis    #LandX.id    #landx         #landx.id    #InvestasiBisnis  #SecuritiesCrowdfunding   #EquityCrowdfunding    #InvestasiMenguntungkan     #Urundana    #BisnisPatungan    #InvestasiUsaha