Apa itu Crowdfunding Properti dan Cara Kerjanya

Apa itu crowdfunding properti? Bagaimana cara kerjanya? Siapa saja yang dapat berinvestasi? Semua akan kami bahas di bawah ini.

Crowdfunding adalah sarana yang saat ini sedang dikembangkan untuk para pebisnis di Indonesia. Banyak perusahaan sebagai platform telah mewarnai sektor Crowdfunding Properti di Indonesia saat ini, yang sangat menarik bagi investor. Karena Crowdfunding Properti menawarkan banyak fasilitas dan menjanjikan keuntungan yang lebih besar.

Crowdfunding Properti adalah cara untuk mengumpulkan dana investasi bersama (Istilanya di sebut patungan). Hanya dengan mengumpulkan dana dari beberapa individu atau kelompok, yang kemudian ditransfer ke platform sebagai perusahaan penggalangan dana investasi. Dana investasi yang dikumpulkan akan diinvestasikan di properti yang diinginkan. Sistem pembagian manfaat akan dilaksanakan sesuai dengan kesepakatan bersama.

Bagaimana cara kerja Crowdfunding Properti?

Usaha patungan seperti crowdfunding memungkinkan investor individu untuk membeli saham dalam proyek komersial seperti bangunan apartemen atau kompleks ritel. Ini berarti bahwa investor tidak harus terlibat dalam manajemen properti sehari-hari karena mereka tidak berinvestasi dalam keseluruhan proyek.

Prosesnya agak berbeda dari berinvestasi di Dana Investasi Tanah atau yang biasa dikenal dengan Real Estate Investment Trust (REIT). Investor dalam ekuitas biasanya tidak dapat mengalokasikan dana untuk pengembangan produk tertentu karena biasanya penjual saham yang memutuskan di mana dana akan didistribusikan. Crowdfunding Properti juga memungkinkan individu untuk berinvestasi dalam proyek pengembangan lokal yang lebih kecil, dibandingkan dengan proyek REIT yang lebih besar.

Siapa yang boleh berinvestasi?

Ada batasan bagi siapa saja yang dapat berinvestasi dengan cara ini. Untuk Relaty Mogul, misalnya, investor pertama-tama harus terakreditasi. Ini berarti bahwa mereka harus dapat membuktikan pendapatan tahunan $ 200.000 atau $ 1 juta. Kemudian investasi mereka akan dibekukan ketika proyek sepenuhnya didanai.

Dalam perkembangannya, crowdfunding memiliki berbagai model, termasuk:

Crowdfunding berbasis ekuitas menerapkan model hibah ekuitas, yang melibatkan meminta banyak orang untuk mendukung bisnis atau proyek kreatif dengan imbalan ekuitas (persentase kepemilikan suatu bisnis). Biasanya dalam bentuk saham (SIN).

Pendanaan berbasis sumbangan partisipatif adalah sumbangan untuk model konkret, di mana banyak orang diundang untuk mendukung bisnis atau proyek kreatif dengan hadiah dalam bentuk masalah non-moneter seperti beberapa kupon diskon, kaos , CD atau produk jadi.

Pembiayaan utang partisipatif menggunakan model kinerja keuangan, yang melibatkan meminta banyak orang untuk mendukung bisnis atau proyek kreatif dengan imbalan dalam bentuk manfaat finansial tertentu.

Di tingkat internasional, situs crowdfunding telah menjadi salah satu situs yang dianggap "seksi" oleh pengusaha dan aktor kreatif. Munculnya situs crowdfunding selain Kickstarter.com, seperti CircleUp dan Fundable, telah menghasilkan minat positif di antara para penggunanya.

Crowdfunding umumnya dikelola dalam beberapa cara. Tetapi platform crowdfunding sering menggunakan metode berikut: Crowdbuild, Crowdflip, dan Crowdrent.

Mari kita simak sekarang mengenai 3 metode tersebut:

1. Crowdbuild

Crowdbuild membiayai proyek real estat (pengembangan real estat). Contohnya adalah pengembangan kelompok perumahan, rumah bersubsidi, toko, rumah kos, vila, hotel, dll. Masa investasi 1-2 tahun. Ada juga pembiayaan jangka pendek / pinjaman jembatan, misalnya untuk pengadaan tanah dengan proyek-proyek yang dijamin. Sebelumnya, crowdfunding real estat melakukan audit sebelumnya terhadap perusahaan pengembangan (keuangan, sejarah, dll.) Serta lokasi konstruksi.

2. Crowdflip

Crowdflip membiayai investasi dalam unit real estat dalam jangka pendek. Pengembang akan mencari unit real estat di bawah harga pasar. dan kemudian mengumpulkan dana dari investor melalui platform. Beli dan renovasi jika perlu, kemudian jual dengan harga lebih tinggi.

Keuntungan berasal dari selisih antara harga beli dan harga jual. Platform crowdfunding untuk real estat akan dikenakan uji tuntas atas properti yang masuk. Seperti lokasi, harga, pasar di sekitar properti, dll. Periode investasi dimulai antara 3-5 bulan dan 1-2 tahun, tergantung pada masing-masing properti.

3. Crowdrent

Crowdrent adalah jenis investasi dalam unit real estat dengan periode waktu yang lebih lama (2 tahun atau lebih). Keuntungannya, investor mendapat pengembalian dari harga sewa dan capital gain saat properti dijual kembali.

Seperti halnya Flip, pengembang akan mencari proyek dengan potensi sewa tinggi dan harga jual tinggi di masa depan. Kumpulkan dana dari investor melalui platform pendanaan. Kemudian beli / beli properti. Kemudian, itu akan disewa untuk jangka waktu tertentu (5 tahun, misalnya), kemudian dijual ketika harganya akan tinggi setelah 5 tahun.

Di Indonesia sendiri sudah ada platform untuk Crowdrent, salah satunya adalah LandX.

Platform crowdfunding properti atau aset real estat yang baik akan mengenakan uji tuntas untuk setiap properti yang masuk. Contohnya dimulai dengan lokasi, harga, pasar di sekitar properti, dll.