Investor Penerbit
menu-mobile

Debt Securities Adalah: Pengertian dan Jenisnya

23 November 2022

|

5 Min Read

|

Author: Umar Tusin
Debt securities investment

Debt investment adalah solusi untuk para investor yang ingin menghindari resiko kerugian yang tinggi. Mengapa demikian? Yuk simak penjelasan debt investment berikut ini.

Apa  yang dimaksud dengan debt securities? Debt securities adalah instrumen utang yang dapat dibeli atau dijual antara dua pihak. Instrumen utang tersebut memiliki persyaratan yang sudah ditentukan sebelumnya, seperti jumlah uang yang dipinjam, tingkat bunga, dan tanggal jatuh tempo.

Instrumen utang dapat ditransaksikan di debt market dan transaksi sebagian besar dilakukan antara broker, institusi besar, atau oleh investor dan individu. Kegiatan jual beli surat utang ini disebut dengan debt investment (investasi utang).

Beda Equity dan Debt Market

Trading securities bisa dilakukan melalui debt market dan equity market. Debt market dan equity market adalah tempat untuk membeli atau menjual instrumen investasi.

Debt market adalah tempat investor dapat membeli atau menjual debt securities. Pihak yang menerbitkan debt securities ini bisa dari pemerintah daerah, pemerintah pusat, dan perusahaan.

Debt Market melibatkan risiko yang lebih rendah daripada equity market tetapi menawarkan keuntungan investasi (return) yang lebih rendah. Salah satu bentuk investasi utang yang paling umum adalah obligasi yang diterbitkan oleh pemerintah atau perusahaan besar saat mengumpulkan modal untuk proyek.

Sedangkan equity market adalah tempat untuk jual-beli saham. Equity market atau yang disebut juga pasar saham adalah pasar yang berfokus pada transaksi saham. Membeli saham perusahaan berarti membeli saham kepemilikan dan menghasilkan keuntungan sebagai dividen.

Debt Securities dan Aset Securities

Debt securities dan aset securities pada dasarnya adalah sama saja. Debt securities adalah aset keuangan yang memberikan hak kepada pemegangnya untuk menerima pembayaran bunga dan pembayaran pokok pada tanggal jatuh tempo. Jenis debt securities ditentukan oleh penerbit surat.

Misalnya, perusahaan menerbitkan obligasi korporasi untuk dijual kepada investor. Dalam hal ini, investor meminjamkan sejumlah uang kepada perusahaan untuk menerima tingkat bunga yang telah ditentukan dan disepakati bersama.

Debt securities memiliki ciri-ciri utama yang membedakan dengan instrumen investasi lain. Berikut adalah penjelasan ciri-ciri utama debt securities.

1. Tanggal dan Harga Penerbitan

Debt securities akan selalu dilengkapi dengan tanggal penerbitan dan harga penerbitan di mana investor membeli sekuritas tersebut saat pertama kali diterbitkan.

2. Memiliki Tanggal Jatuh Tempo

Instrumen debt securities memiliki jangka waktu jatuh tempo yang beragam. Untuk debt securities jangka panjang adalah obligasi yang jangka waktu minimal 10 tahun, contohnya adalah obligasi FR (fixed rate). Sedangkan, debt securities dengan jatuh tempo 1-5 tahun disebut sebagai surat utang jangka menengah (intermediate term), seperti floating rate notes. 

Untuk surat utang dianggap jangka pendek jika jatuh temponya tidak lebih dari satu tahun, contohnya Sertifikat Bank Indonesia (SBI) dan Surat Utang Negara (SUN). Lamanya jatuh tempo mempengaruhi harga dan tingkat bunga yang disajikan kepada investor. Semakin lama jangka waktunya, semakin tinggi tingkat bunganya.

3. Coupon Rate

Pihak penerbit aset securities berkewajiban untuk membayar bunga yang dikenal sebagai bunga kupon. Tiap penerbit menerapkan bunga kupon yang berbeda-beda. Nilainya mungkin tetap sama selama obligasi tersebut berlaku atau berbeda karena inflasi dan kondisi ekonomi lainnya.

4. Pengembalian pada Jatuh Tempo

Pengembalian pada jatuh tempo atau sering disebut dengan Yield to Maturity (YTM) adalah perhitungan yang menunjukkan tingkat pengembalian atau jumlah pendapatan yang akan diterima investor dari hasil berinvestasi surat berharga hingga jatuh tempo. Perhitungan YTM ini biasanya tersaji dalam bentuk persentase.

Jenis-Jenis Instrumen Debt Securities

Instrumen debt securities terdiri dari beberapa jenis surat utang. Untuk lebih jelasnya, berikut adalah penjelasan jenis-jenis instrumen debt securities.

1. Obligasi Pemerintah

Obligasi pemerintah adalah surat utang yang diterbitkan oleh pemerintah kepada pemegang obligasi dengan imbalan bunga. Jatuh tempo obligasi tersebut tergantung dari seri obligasi yang diterbitkan oleh pemerintah.

Obligasi pemerintah memiliki risiko kerugian yang sangat kecil karena obligasi pemerintah dijamin oleh Undang-Undang dan dananya disediakan dalam APBN setiap tahunnya.

2. Obligasi Perusahaan

Obligasi korporasi adalah surat utang yang diterbitkan oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) atau perusahaan swasta. Obligasi ini memiliki risiko yang lebih tinggi dibandingkan obligasi pemerintah. Jika penerbit obligasi (perusahaan) mengalami kesulitan untuk membangun usahanya atau bahkan bangkrut, pemegang obligasi dapat kehilangan uang pokok pinjaman dan bunga pinjaman.

3. Sertifikat Deposito

Sertifikat deposito sendiri merupakan tabungan dalam bentuk deposito yang memiliki bukti penyimpanan berupa sertifikat dimana sertifikat tersebut dapat dipindahtangankan.

Keuntungan Debt Securities

Instrumen investasi debt securities memiliki beberapa keuntungan dibandingkan equity securities. Instrumen debt securities memberikan pengembalian tetap kepada investor sehingga investor lebih mudah untuk merencanakan pengeluaran mereka, membuat anggaran masa depan, atau menentukan nilai portofolio.

Dari sektor ekonomi, instrumen debt securities dapat membantu perekonomian karena perusahaan dapat berkembang dan tumbuh melalui dana yang terkumpul. Selain itu, pemerintah juga dapat melanjutkan proyek infrastruktur yang dapat membantu kehidupan warga negara.

Kerugian Debt Securities

Selain keuntungan pengembalian tetap, debt securities juga mempunyai beberapa kerugian. Tingkat inflasi dapat mempengaruhi pengembalian tetap dan menjadikannya tidak berharga bagi investor. Selain itu, saat perusahaan (penerbit) mendapatkan untung besar, investor debt securities hanya mendapatkan pengembalian tingkat bunga tetap.

Diversifikasi Portofolio

Trading dan debt securities tidak bisa dipisahkan dalam upaya diversifikasi. Diversifikasi sendiri adalah metode menaruh modal atau investasi di beberapa jenis instrumen investasi.

Debt securities adalah instrumen investasi yang memiliki risiko kerugian yang minim karena menawarkan pengembalian dan bunga yang pasti. Dengan diversifikasi portofolio di debt securities, investor dapat mengurangi meminimalisir potensi risiko yang disebabkan oleh instrumen yang berisiko tinggi.

Selain melalui instrumen debt securities, investor juga bisa diversifikasi portofolio pada investasi equity crowdfunding. Equity crowdfunding adalah skema investasi dengan urun dana yang ditujukan kepada perusahaan yang ingin mengembangkan bisnisnya. 

Dalam skema equity crowdfunding, urun dana dilakukan oleh investor dengan membeli saham perusahaan yang listing di platform equity crowdfunding. Jadi, dalam skema equity crowdfunding kamu tidak perlu mengakses pasar modal untuk berinvestasi.

Salah satu platform equity crowdfunding berizin OJK adalah LandX. Melalui LandX investor dapat membeli saham di berbagai sektor usaha dan UMKM. 

Investor akan mendapat keuntungan berupa dividen dari kepemilikan saham. Semakin banyak saham yang dibeli, maka semakin besar potensi dividen yang akan didapat.

Penjelasan mengenai pembagian dividen tertuang dalam prospektus yang bisa kamu unduh di platform LandX. Tak hanya informasi dividen, dalam prospektus juga memuat informasi latar belakang perusahaan, mekanisme bisnis, dan laporan keuangan perusahaan.

Ayo Diversifikasi Portofolio dengan Investasi di LandX!