menu-button
Cara Investasi di Securities Crowdfunding Investasi Keuangan Bisnis

Devaluasi: Penyebab hingga Dampaknya Bagi Perekonomian di Indonesia

Thursday, 23 Jun 2022

Read in 7 minutes

Author: Della Octavilia
Devaluasi adalah

Bagi pemilik usaha, kebijakan devaluasi dapat meningkatkan demand terhadap barang di pasaran dalam hingga luar negeri. Simak, penjelasan seputar devaluasi dan dampaknya bagi perekonomian negara.

Anda tahu tidak kalau di Indonesia pernah terjadi devaluasi? Sebelumnya, Anda tahu apa itu devaluasi?

Devaluasi adalah kebijakan yang dilakukan pemerintah untuk menjaga perekonomian suatu negara dengan menurunkan nilai mata uang negara terhadap mata uang asing.

Bagi seseorang yang memiliki bisnis atau usaha penting untuk mengetahui devaluasi. Karena bila terjadi devaluasi akan mempengaruhi bisnis yang sedang dijalankan.

Di artikel ini, kita akan membahas lengkap seputar devaluasi, hingga contoh kebijakan Devaluasi yang pernah terjadi di Indonesia.

Jadi, langsung saja simak artikel ini!

Apa Itu Devaluasi

Merujuk dari wikipedia, devaluasi adalah kebijakan moneter yang diambil oleh pemerintah untuk melakukan penurunan nilai mata uang dalam negeri terhadap mata uang luar negeri, khususnya pada mata uang asing yang sangat berpengaruh dalam perdagangan internasional.

Sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), devaluasi adalah penurunan nilai uang yang dilakukan dengan sengaja terhadap uang luar negeri atau terhadap emas untuk memperbaiki perekonomian.

Singkatnya, devaluasi adalah kebijakan yang dilakukan pemerintah dengan menurunkan nilai mata uang negara terhadap nilai mata uang asing. Adanya kebijakan devaluasi membuat nilai mata uang suatu negara berada dibawah rata-rata nilai mata uang asing.

Dalam penerapannya, pemerintah melalui bank sentral akan melakukan devaluasi saat kurs resmi dapat membahayakan sistem perekonomian negara.

Alasan pemerintah suatu negara melakukan devaluasi mata uang adalah untuk memerangi ketidakseimbangan perdagangan..

Dengan diterapkannya kebijakan devaluasi, maka harga barang negara lain akan lebih murah di pasaran luar negeri dan menjadi lebih mahal di pasaran dalam negeri. Hal ini menyebabkan masyarakat akan berhenti menggunakan produk luar negeri dan beralih menggunakan produk dalam negeri.

Sehingga, produk dalam negeri memiliki kualitas yang baik dan dapat bersaing baik di dalam dan di luar negeri. Pemerintah menggunakan kesempatan ini dengan menekan impor dan meningkatkan kegiatan ekspor, lalu mata uang dalam negeri akan kembali stabil.

Pemerintah menerapkan kebijakan devaluasi untuk mencegah terjadinya inflasi di suatu negara.

Tujuan Devaluasi

Suatu negara menerapkan devaluasi bukan tanpa adanya maksud dan tujuan. Berikut ini tujuan devaluasi yang dilakukan oleh pemerintah.

  • Menstabilkan perekonomian suatu negara dengan meningkatkan penggunaan produk dalam negeri (lokal), sehingga selanjutnya produk lokal dapat bersaing baik di dalam dan di luar negeri
  • Setelah produk lokal dapat bersaing di dalam atau di luar negeri dan memiliki kualitas yang baik, yang dilakukan selanjutnya adalah meningkatkan ekspor untuk menambah pendapatan negara
  • Dengan meningkatnya kegiatan ekspor akan menciptakan kesetimbangan balance of payment, dan membuat nilai mata uang kembali stabil

Faktor Penyebab Devaluasi

Selain memiliki tujuan, pemerintah melakukan devaluasi karena adanya penyebab yang terjadi di dalam suatu negara. Faktor penyebab devaluasi mata uang yang dilakukan pemerintah diantaranya adalah.

  • Tingginya kegiatan impor suatu negara

Saat masyarakat masih berpikir bahwa produk luar negeri lebih baik dan lebih memilih menggunakan produk luar negeri. Ini akan menyebabkan tingginya kegiatan impor dalam negeri.

Bila kegiatan impor lebih tinggi dibanding dengan kegiatan ekspor, maka akan mengakibatkan meningkatnya permintaan untuk konversi nilai mata uang dalam negeri menjadi mata uang asing, dari rupiah ke dollar contohnya.

Ini menyebabkan nilai mata uang akan menurun dan dapat terjadi inflasi. Lalu pemerintah akan menerapkan kebijakan devaluasi.

  • Tingginya angka pengangguran suatu negara

Dengan terbatasnya lapangan kerja menyebabkan tingginya angka pengangguran di suatu negara. Dengan tingginya angka pengangguran, maka pemerintah akan menerapkan kebijakan devaluasi.

Hal ini dilakukan agar terjadinya peningkatan dalam transaksi jual beli dan menyebabkan bertambahnya pendapatan negara. Maka selanjutnya lapangan kerja pun semakin bertambah.

  • Produk lokal lebih baik dari produk luar negeri

Pemerintah akan menerapkan devaluasi untuk menekan kegiatan impor. Yakni dengan menurunkan nilai mata uang, sehingga produk luar negeri akan lebih mahal di pasar dalam negeri.

Sehingga masyarakat beralih menggunakan produk dalam negeri. Jadi, muncul pemikiran bahwa produk lokal lebih baik dari produk asing. Sehingga kualitas produk lokal akan semakin baik dan dapat bersaing di pasar luar negeri.

Dampak dari Kebijakan Devaluasi

Dengan pemerintah menerapkan kebijakan devaluasi, diharapkan akan memberikan dampak bagi negara, terutama di sektor ekonominya. Berikut ini dampak dari kebijakan devaluasi, diantaranya:

  • Menekan jumlah barang impor

Dengan diterapkannya kebijakan devaluasi, nantinya akan merubah pola pikir masyarakat dari lebih baik menggunakan produk luar menjadi lebih menggunakan produk dalam negeri (lokal).

Sehingga penggunaan produk lokal meningkat dan mengurangi jumlah barang impor yang beredar di pasar dalam negeri.

  • Meningkatnya kegiatan ekspor

Ketika negara menerapkan devaluasi yang membuat nilai mata uang dalam negeri lebih rendah dibanding nilai mata uang asing. Sehingga  harga barang lokal dianggap lebih murah oleh warga asing.

Hal ini akan mendorong meningkatnya permintaan barang oleh warga asing dan terjadinya peningkatan dalam kegiatan ekspor dalam negeri.

  • Produk lokal dapat bersaing di luar negeri

Dengan masyarakat suatu negara lebih memilih menggunakan produk lokal, ini akan mendorong kualitas produk lokal menjadi lebih baik serta dapat bersaing di pasar internasional dengan harga yang murah.

Dengan kualitas yang bagus, harga murah dan produk beragam, maka warga asing akan memilih menggunakan produk impor yang murah dan memiliki kualitas. Dari pada mereka harus menggunakan barang lokal yang harganya cenderung lebih mahal.

  • Meningkatnya devisa dalam negeri

Dengan produk lokal yang dapat bersaing di pasar internasional dan menjadi pilihan bai warga asing akan menyebabkan terjadinya peningkatan ekspor dalam negeri.

Dengan meningkatnya kegiatan ekspor akan memberikan dampak positif bagi perekonomian, dimana devisa dalam negeri mengalami kenaikan.

Meningkatnya devisa dalam negeri akan dimanfaatkan untuk mendirikan banyak perusahaan sehingga menciptakan lapangan kerja yang baru.

  • Menciptakan keseimbangan terhadap neraca pembayaran 

Dampak selanjutnya dari devaluasi adalah menciptakan keseimbangan neraca pembayaran.

Dengan meningkatnya nilai mata uang asing, menyebabkan kegiatan ekspor dalam negeri mengalami peningkatan dan kegiatan impor menurun.

Akibat kejadian ini neraca perdagangan akan mengalami defisit dan akhirnya neraca pembayaran mengalami defisit juga.

Contoh Devaluasi di Indonesia

Sepanjang perjalanannya, Indonesia pernah beberapa kali menerapkan kebijakan devaluasi. Umunya, kebijakan ini dilakukan karena adanya inflasi tinggi. Sehingga untuk memperbaiki kondisi ekonomi dalam negeri, pemerintah Indonesia menerapkan devaluasi.

Berikut ini beberapa contoh devaluasi yang pernah diterapkan di Indonesia.

  • Tahun 1950

Di masa pemerintahan Presiden Soekarno ini pernah terjadi devaluasi. Dipimpin oleh Syarifuddin Prawiranegara sebagai menteri keuangan. Untuk memperbaiki perekonomian Indonesia, ia menerapkan kebijakan devaluasi dengan menggunting uang kertas ORI (Oeang Republik Indonesia) pada 30 Maret 1950.

Kebijakan ini dikenal dengan kebijakan gunting syarifuddin, dimana ia memangkas setengah dari nilai mata uang. Kebijakan ini dilakukan untuk mneyeimbangkan antara jumlah uang dan barang yang beredar, agar tidak terjadinya inflasi.

  • Tahun 1959

Sejak dikeluarkannya dekrit Presiden pada 5 Juli 1959, pemerintah terus menekan inflasi di Indonesia. Salah satu caranya dengan menetapkan kebijakan devaluasi pada 25 Agustus 1959.

Pemerintah mengeluarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang No.2 tahun 1959 dengan nilai mata uang Rp1.000 dan Rp500 berubah menjadi Rp100 dan Rp50.

Tujuan diterapkannya kebijakan ini adalah untuk meningkatkan nilai rupiah dengan tidak merugikan rakyat kecil.

  • Tahun 1971

Pada masa Orde baru, pemerintahan Soeharto sangat bergantung dengan Amerika Serikat.

Pada 21 Agustus 1971, pemerintahan Soeharto menerapkan kebijakan devaluasi rupiah dari Rp378 menjadi Rp415 per 1 US. Hal ini dilakukan karena disaat yang bersamaan Presiden Amerika Serikat Nixon menghapuskan sistem dollar yang dapat ditukarkan dengan emas.

Presiden Amerika ini cemas bila persediaan dollar akan habis jika terus dapat ditukarkan dengan emas.

  • Tahun 1978

Walaupun Indonesia mendapat keuntungan dengan naiknya harga minyak, tetapi ternyata Indonesia (pertamina) memiliki utang sebesar US$ 10 miliar.

Untuk mengatasi utang negara dan pendapatan yang menurun akibat dari penjualan minyak, pemerintah menerapkan kebijakan devaluasi. Devaluasi mata uang ini terjadi dari awalnya Rp415 menjadi RP625 per 1 US$.

  • Tahun 1983

Devaluasi ketiga yang terjadi di masa pemerintahan Presiden Soeharto. Di Bawah menteri keuangan, Radius Prawiro menerapkan devaluasi dengan memotong nilai rupiah hingga 48% hampir setengah dari nilai rupiah. Kurs 1 dolar AS naik yang awalnya Rp702,50 menjadi Rp970.

  • Tahun 1986

Masih terjadi di bawah presiden dan menteri keuangan yang sama, pada 12 September 1986 devaluasi kembali diterapkan.

Nilai rupiah mengalami devaluasi sebesar 47% yang awalnya Rp1,134 menjadi Rp1,664 per 1 dolar AS.

Sepanjang masa pemerintahan Presiden Soeharto, Indonesia telah mengalami devaluasi sebanyak 4 kali.

Gimana sekarang Anda sudah mengetahui seputar devaluasi kan?

Dengan diterapkannya devaluasi yang dapat menguntungkan suatu bisnis dari meningkatnya demand baik dari dalam dan luar negeri banyak dimanfaatkan untuk membuka peluang usaha.

Jika Anda salah satunya yang akan memanfaatkan keuntungan devaluasi dengan keinginan untuk memiliki usaha tanpa cara yang sulit dan tidak memakan waktu banyak. Anda bisa sekali melakukan investasi melalui skema equity crowdfunding.

Disini Anda akan menjadi salah satu pemilik sebuah usaha dengan melakukan pendanaan untuk bisnis kecil dengan cara patungan masyarakat luas untuk mendanai UMKM. Anda akan berperan sebagai investor yang berinvestasi pada bisnis-bisnis yang memiliki potensial besar dengan hanya modal kecil.

LandX merupakan salah satu platform equity crowdfunding yang dapat membantu kamu mendanai bisnis yang memiliki prospek bagus dengan modal kecil dan untung besar.

LandX, platform equity crowdfunding terpercaya, transparan, dan telah memiliki izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Kamu bisa mendapatkan keuntungan besar dan modal kecil.

Jadi Owner Bisnis Secara Cepat dan Mudah Dengan Investasi di LandX Sekarang Juga!