Saat ini, tersedia banyak sekali instrumen investasi yang bisa anda pilih, salah satunya adalah ETF yang kini tersedia semakin banyak di Indonesia.

Exchange traded fund atau ETF adalah instrumen investasi dengan sifat gabungan antara reksa dana dan saham. ETF dilakukan dengan kontrak kolektif seperti reksa dana namun dapat diperjualbelikan secara realtime selama jam bursa layaknya saham.

ETF pertama kali masuk ke Indonesia pada 18 Desember 2007 dan terus berkembang hingga menjadi salah satu instrumen investasi yang banyak diminati investor.

Apabila kamu ingin berinvestasi ke dalam ETF kamu sebenarnya tidak perlu khawatir karena instrumen telah diatur dalam POJK No.49 ETF sehingga kamu bisa berinvestasi dengan lebih aman.

Akan tetapi, sebelum berinvestasi ke instrumen yuk pelajari dulu lebih dalam tentang instrumen investasi satu ini.


Apa Itu ETF atau Exchange Traded Fund

ETF (Exchange Traded Fund) adalah produk investasi yang pertama kali diperkenalkan di Kanada pada bursa efek Toronto di tahun 1990 yang terus berkembang ke seluruh dunia hingga akhirnya masuk ke Indonesia pada 18 Desember 2007 dengan menggunakan reksa dana indeks LQ45 sebagai underlying.

Simpelnya, ETF adalah reksa dana yang diperjualbelikan di bursa seperti bursa efek Indonesia, dengan kata lain ETF merupakan kontrak investasi kolektif yang dapat diperjualbelikan di bursa efek.

Dalam sistem ini, kontrak investasi kolektif yang dimiliki investor dapat diperdagangkan layaknya saham selama jam bursa sedang berlangsung.

ETF juga bisa disebut sebagai instrumen yang memiliki sifat gabungan antara saham dan reksa dana dengan di mana merupakan kontrak investasi kolektif dengan sistem jual beli yang hampir sama seperti saham.  

Hal ini membuat banyak orang tertarik untuk berinvestasi melalui ETF karena dirasa lebih likuid jika dibandingkan dengan reksa dana biasa yang tidak diperjualbelikan di bursa. Kini Bursa Efek Indonesia (BEI) telah mencatat 47 ETF per Desember 2020 lalu yang bisa menjadi pilihan diversifikasi portofolio investasi anda.

ETF saham menjadi solusi bagi investor yang ingin berinvestasi ke dalam banyak saham sekaligus hanya dengan membeli 1 instrumen saja. Oleh sebab itu, saat ini ETF Indonesia semakin banyak diminati oleh masyarakat luas.

Akan tetapi, banyak orang tidak paham perbedaan ETF dan reksadana sehingga banyak orang menganggap ke dua jenis instrumen ini sama. Supaya kamu tidak salah, yuk kita bahas perbedaan antara ETF dan reksadana.

Perbedaan Antara ETF dan Reksa Dana

ETF dan reksa dana memang memiliki kemiripan dari sisi konsep investasi kolektif. Akan tetapi, dari sisi perdagangan reksa dana diperjualbelikan via manajer investasi sedangkan ETF lewat dealer partisipan saat pasar primer dan dealer saat proses pasar sekunder.

Selain itu, dari sisi proses penjualan reksa dana terbilang lebih lama karena dilakukan oleh manajer investasi. Dalam ETF, proses penjualan dapat dilakukan selama jam bursa sehingga pemiliknya dapat dilakukan dengan lebih mudah.

Karena itu, di sisi lain exchange traded fund memiliki nilai yang lebih fluktuatif jika dibandingkan dengan reksa dana yang perubahan nilainya akan di update pada akhir waktu setiap harinya.

Keunggulan Exchange Traded Fund (ETF)

Berikut beberapa kelebihan dari Exchange Traded Fund (ETF):

1. Kemudahan Diversifikasi Lewat ETF

Salah satu keunggulan dari ETF adalah kemudahan diversifikasi hanya dengan membeli 1 ETF artinya anda sudah memiliki beberapa saham sekaligus yang ada di dalamnya. Hal ini akan mempermudah anda dalam manajemen risiko karena diversifikasi merupakan salah satu cara untuk meminimalisir berbagai risiko yang muncul dalam investasi.

2. Tersedianya ETF dengan Target Industri Tertentu

Terdapat beberapa ETF yang berisikan saham dari satu jenis industri sendiri sehingga hanya dengan berinvestasi ke dalam satu ETF anda sudah dapat berinvestasi ke dalam berbagai berbagai saham dalam industri serupa. Apabila anda tertarik untuk berinvestasi ke sektor perbankan, maka anda dapat memilih ETF yang berisikan saham-saham perbankan di dalamnya.

3. ETF Lebih Likuid dan Fleksibel

ETF merupakan reksa dana dengan sistem jual beli yang hampir sama seperti saham sehingga transaksi dapat dilakukan kapanpun asalkan masih dalam jam perdagangan bursa.

Hal ini membuat ETF menjadi lebih likuid dan fleksibel sehingga investor lebih mudah mengatur investasi mereka. Hal ini menjadi salah satu perbedaan ETF dan reksadana apabila kamu masih bingung membedakan antara ETF dan reksa dana.

4. ETF Memiliki Sistem yang Transparan

ETF merupakan instrumen investasi yang transparan karena berbagai informasi terkait instrumen investasi dapat anda akses kapan saja. Poin ini sangat penting untuk mempermudah anda mengatur berbagai kebijakan keuangan yang akan anda ambil di masa mendatang.

Kekurangan Exchange Traded Fund (ETF)

Berikut beberapa kekurangan dari produk Investasi Ini:

1. Lebih Fluktuatif

Salah satu kelemahan dari ETF adalah nilai yang cenderung fluktuatif karena berkaitan dengan ekonomi makro seperti nilai tukar dan suku bunga. Hal ini menimbulkan risiko bagi investor terutama pemula yang masih belum paham terkait investasi sebelumnya. Oleh sebab itu anda tetap harus memperhatikan produk ETF yang anda pilih dengan melihat bagaimana fluktuasi pasar di masa mendatang nanti.

2. ETF dengan Industri Tertentu Minim Diversifikasi

Hal ini harus anda perhatikan dengan baik karena memilih ETF dengan bidang industri tertentu tidak hanya memberikan keuntungan tapi memunculkan risiko. Pasalnya, anda akan mengalami kerugian cukup besar apabila satu bidang industri sedang mengalami penurunan. Oleh sebab itu anda tetap perlu diversifikasi ke dalam ETF dengan jenis industri yang berbeda-beda.

3. Tidak Dapat Memilih Sendiri Saham yang Diinginkan

Apabila anda berinvestasi dengan sistem ini, anda tidak dapat menentukan sendiri saham-saham yang anda inginkan karena anda harus mengikuti saham-saham yang sudah tersedia di dalam suatu ETF.

Selain itu, anda juga tidak dapat menentukan pada harga berapa anda ingin membeli atau menjual suatu saham karena hal ini bergantung kepada manajer investasi. Oleh sebab itu, instrumen ini cocok untuk orang yang tidak memiliki cukup waktu dan kemampuan untuk mengatur sendiri investasi mereka.

Mengembangkan Portofolio dengan Diversifikasi

Salah satu kunci mengembangkan investasi adalah dengan diversifikasi yang membuat keuntungan menjadi lebih maksimal dengan risiko yang lebih minim.

Selain berinvestasi di pasar modal, investasi bisnis dengan equity crowdfunding merupakan instrumen investasi yang dapat anda coba untuk diversifikasi investasi.

Sistem ini sebenarnya hampir sama dengan investasi saham, namun dalam skala bisnis yang lebih kecil sehingga memudahkan anda untuk menganalisis bagaimana potensi bisnis ini di pasaran.

Platform equity crowdfunding akan memberikan anda pilihan berbagai jenis bisnis potensial yang bisa anda tanami modal sehingga anda berhak mendapatkan dividen saat bisnis tersebut menghasilkan keuntungan.

LandX merupakan platform equity crowdfunding terpercaya yang memberikan anda pilihan berbagai bisnis terpercaya untuk diversifikasi investasi anda agar lebih menguntungkan.

Yuk Mulai Investasi Bisnis di LandX

Yuk mulai patungan bisnis menguntungkan jangka panja g bersama LandX

Jangan Lupa!!! Follow Instagram @landx.id dengan Berbagai Informasi Terbaru Seputar Investasi dan Bisnis

Baca Juga:


#LandX.id    #landx     #landx.id    #InvestasiBisnis    #EquityCrowdfunding    #InvestasiMenguntungkan    #Urundana    #BisnisPatungan    #InvestasiUsaha