menu-button
Cara Investasi di Securities Crowdfunding Investasi Keuangan Bisnis

Mengenal Expense Ratio Reksadana dan Cara Menghitungnya

Thursday, 23 Jun 2022

Read in 5 minutes

Author: Vlora Riyandi
expense ratio reksa dana dan cara menghitungnya

Expense ratio adalah beban biaya pengelolaan investasi reksa dana kepada investor. Berapa expense ratio yang bagus? Berikut cara hitungnya

Ada banyak jenis instrumen investasi, salah satunya reksa dana. Apakah Anda berinvestasi di reksa dana? Banyak investor memilih reksa dana karena dipandang sebagai instrumen yang lebih aman karena memiliki beberapa aset terdiversifikasi di dalamnya. 

Pilihan berbagai aset ini memudahkan investor sehingga tidak perlu repot membeli di berbagai tempat berbeda. Serta, tidak perlu terlalu khawatir salah pilih saham karena dikelola oleh profesional yang dikenal sebagai manajer investasi.

Setiap produk reksa dana yang kita investasikan memiliki biaya yang mengikutinya, biaya tersebut adalah expense ratio. Nah, biaya gaji para manajer investasi yang mengelola dana Anda adalah salah satu komponen expense ratio.

Jadi, apa itu expense ratio pada reksa dana?

Expense Ratio Reksa Dana

Singkatnya, expense ratio adalah total beban operasional reksa dana dalam satu tahun. Expense ratio merupakan perbandingan total beban operasional reksa dana dalam satu tahun terhadap rata-rata nilai aset bersih (NAB) di tahun tersebut. 

Cara menghitung expense ratio yang bagus dalam investasi di reksadana

Beban biaya expense ratio tidak hanya biaya manajemen dari manajer invetasi. Beban biaya dalam expense ratio merupakan hasil penjumlahan dana dari biaya-biaya berikut ini:

  • Biaya operasional
  • Biaya jasa audit dan investasi
  • Biaya transaksi
  • Tarif bank kustodian
  • Biaya urusan administrasi
  • Biaya pembayaran pajak

Terdapat dua cara dalam mengelola reksa dana yaitu reksa dana dikelola secara aktif dan pasif oleh manajer investasi. Reksa dana yang dikelola secara pasif cenderung memiliki expense ratio lebih rendah daripada reksa dana yang dikelola secara aktif. 

Fungsi expense ratio dapat menggambarkan seberapa efisien manajer investasi dalam mengelola reksa dana. Karena angka expense ratio mengindikasi seberapa besar dana yang digunakan oleh manajer investasi dalam mengelola dana.

Namun, bukan berarti nilai expense ratio yang kecil memiliki arti performa seorang manajer selalu bagus. Begitu pun sebaliknya expense ratio yang besar belum tentu mencerminkan performa manajer investasi berarti buruk.

Dengan mengetahui besaran expense ratio, maka akan membantu Anda untuk menganalisis sebuah aset reksa dana sebelum membeli. Sehingga dapat menimbang besaran biaya yang dibebankan kepada Anda nantinya.

Di mana bisa melihat angka expense ratio reksa dana? 

Anda dapat melihat besaran angka expense ratio setiap aset reksa dana pada laporan bulanan fund fact sheet. 

Fund fact sheet adalah laporan yang diterbitkan oleh Manajer Investasi setiap bulan. Laporan fund fact sheet berisi informasi kinerja produk, komposisi aset, dan portfolio efek pada akhir bulan dari setiap reksadana.

Jika Anda telah berinvestasi pada platform reksa dana, maka Anda dapat dengan mudah menemukan fund fact sheet di halaman aset produk investasi yang tersedia.

Berapa Expense Ratio yang Bagus?

Karena expense ratio adalah biaya yang dibebankan kepada investor yang menaruh dananya pada investasi reksa dana, idealnya akan lebih baik jika memilih angka expense ratio yang rendah. 

Seberapa rendah expense ratio yang bagus?

Jika dibandingkan dengan ETF Amerika, nilai expense ratio sebesar 5% adalah nilai yang besar dan dapat dipandang sebagai merugikan. Jika Anda memilih berinvestasi pada reksa dana, maka pilihlah aset dengan expense ratio sebaiknya di bawah 0.5%. Nilai 1% hingga 1.5% juga masih terlihat lebih baik daripada expense ratio yang tinggi.

Baca juga apa itu ETF dan bedanya dengan reksa dana

Cara Menghitung Expense Ratio Reksa Dana

Telah diungkapkan bahwa expense ratio yang bagus adalah nilai expense ratio yang cenderung rendah. Untuk dapat menggambarkan bagaimana persentase expense ratio dapat mempengaruhi jumlah hasil investasi yang dapat Anda terima, LandX akan bantu simulasikan perhitungannya.

Perhitungan dana investasi reksa dana berikut akan menggunakan kalkulator online dari situs begintoinvest. 

Menghitung expense ratio reksa dana

Simulasi ini mengambil 2 contoh investasi. Investasi 1 dengan expense ratio sebesar 1,5% dan investasi 2 dengan nilai expense ratio 3%.

  • Initial investment: kedua simulasi ini sama-sama dianggap mulai investasi pertama senilai 1.000 dolar atau kita bulatkan sekitar Rp 14 juta. 
  • Annual addition: rutin menambah investasi setiap tahunnya sebesar 1.000 dolar 
  • Investasi reksa dana dilakukan jangka panjang selama 20 tahun
  • Investasi memiliki return sebesar 15%.

menghitung expense ratio dalam reksadana

Gambar perbandingan dua grafik di atas adalah perbandingan biaya investasi yang akan dibebankan kepada Anda sebagai investor dengan kondisi perhitungan sebelumnya.

  • Biaya operasional investasi 1 adalah sebesar 20 ribuan dolar lebih atau berkisar Rp 300 juta. Anda akan membayar senilai Rp 300 juta hanya untuk biaya expense saja.
  • Biaya operasional investasi 2 lebih gila lagi senilai 37 ribuan dolar atau Rp 550 jutaan.

Dapat terlihat perbedaan besaran expense ratio 1,5% dengan 3% sangatlah besar hingga Rp 240 jutaan.

Jika hal yang dihitung di atas adalah biaya beban operasional atau expense rationya. Kalau begitu berapa sebenarnya return investasi yang bisa didapatkan?

Mengambil contoh simulasi investasi 1, berikut perhitungan nilai return investasi yang bisa didapatkan:

memahami expense ratio dalam reksadana

Dengan modal awal 1.000 dolar dan rutin menambah investasi setiap tahun 1.000 dolar selama 20 tahun. Maka dengan tingkat pengembalian atau return rate 15%, nilai hasil investasi yang bisa didapatkan adalah 118.810 dolar atau Rp 1,7 miliar.

Jika dikenakan biaya expense ratio, nilai Rp 1,7 miliar dikurangi Rp 300 juta, sehingga nilai yang bisa ditarik berkisar Rp 1,5 miliar. Perbedaan yang cukup jauh, namun keputusan demi kenyamanan berinvestasi ada di setiap pilihan investor.

Penutup

Dari hasil perhitungan analisis expense ratio reksa dana ini, dirangkum dari berbagai sumber bahwa investor berpengalaman jarang yang berinvestasi pada reksa dana yang dikelola secara aktif.

Umumnya mereka akan lebih memilih menaruh uangnya di reksa dana pasar uang (RDPU) secara jangka pendek. Terdapat juga yang menaruh uangnya di indeks saham namun dikelola secara pasif agar expense ratio memiliki nilai lebih rendah. 

Nilai expense ratio aset reksa dana ada juga yang mencapai hingga 5%. Tingginya angka ini perlu dimaklumi karena jumlah dana kelola reksa dana di Indonesia masih sedikit. Hal itu dikarenakan ada hubungan expense ratio dengan total AUM. 

Apa itu expense ratio dan total AUM?

Asset under management atau AUM adalah total nilai investasi yang dikelola di reksa dana. Nilai total AUM yang tinggi memiliki arti bahwa semakin banyak jumlah investor yang menaruh kepercayaannya pada aset reksa dana tersebut.

Begitulah pengertian dan cara menghitung expense ratio reksa dana. Semoga tulisan ini dapat membantu Anda dalam menganalisis aset reksa dana.

Berinvestasi pada reksa dana memang praktis, karena terdapat beberapa produk diversifikasi investasi yang cocok untuk jangka panjang di dalamnya. Selain itu, Anda juga dapat diversifikasi investasi pada saham bisnis di equity crowdfunding

Berinvestasi di equity crowdfunding juga dapat menjadi strategi jangka panjang untuk memaksimalkan keuntungan diversifikasi investasi Anda.

Apa Anda tertarik Investasi di Equity Crowdfunding? Yuk, Lihat Caranya di Sini

miliki bisnis modal kecil cuma dengan 1 jutaan dapat 4 cabang

Baca Juga