Investasi saat ini sudah bukan lagi barang yang asing bagi masyarakat Indonesia, bahkan bagi generasi muda. Pandangan yang menganggap bahwa investasi hanyalah milik generasi tua atau kalangan masyarakat tertantu saja, kini sudah tidak berlaku.

Berdasarkan data demografi investor yang diterbitkan oleh KSEI pada Oktober 2021, investor di Indonesia didominasi oleh usia di bawah 30 tahun dengan persentase 59.23%.

Tren tersebut diprediksi masih akan terus meningkat hingga tahun 2022 mendatang. Bursa Efek Indonesia (BEI) menargetkan pertumbuhan investor pada tahun depan bisa meningkat hingga 30% dari tahun 2021.

Meski begitu, tidak sedikit juga masyarakat atau generasi muda yang tertarik untuk terjun ke dunia investasi, namun masih ragu atau takut untuk memulai.

Investasi memang bukan sesuatu yang bisa digeluti begitu saja tanpa persiapan yang matang. Bagi Kamu para calon investor pemula, atau yang memiliki resolusi investasi di tahun 2022, Kamu bisa mempelajari beberapa hal berikut ini agar tidak salah dalam mengambil langkah investasi.


Tips Investasi di Tahun 2022

1. Menentukan Tujuan Investasi di Tahun 2022
2. Pelajari Instrumen Investasi, Konsep, serta Risikonya
3. Kendalikan Diri
4. Lakukan Diversifikasi


Tips Investasi di Tahun 2022

Apabila kamu sedang membangun rencana investasi di tahun 2022, maka berikut beberapa tips investasi yang bisa kamu terapkan di tahun ini.

1. Menentukan Tujuan Investasi di Tahun 2022

Memilih untuk berinvestasi berarti Kamu juga harus memiliki tujuan investasi. Tujuan investasi dapat dimaknai sebagai sebuah kondisi atau keadaan ideal tertentu yang ingin diwujudkan, baik dalam jangka pendek, menengah, maupun jangka panjang. Kondisi ideal tersebut secara otomatis juga memiliki target dana finansial tertentu. Dengan memahami tujuan investasi, Kamu bisa memperhitungkan berapa dana finansial yang dibutuhkan.

Investasi jangka pendek biasanya mencakup tujuan finansial yang ingin dicapai dalam waktu kurang dari 3 tahun. Misalnya, dana untuk liburan, membeli mobil baru, uang muka rumah, dan sebagainya.

Untuk jangka menengah biasanya mencakup tujuan finansial dalam jangka waktu 3-6 tahun. Misalnya, dana untuk menikah, melanjutkan studi pascasarjana, dan sebagainya.

Kemudian untuk jangka panjang mencakup tujuan finansial yang ingin dicapai dalam waktu lebih dari 6 tahun, bahkan bisa mencapai belasan atau puluhan tahun mendatang. Tujuan finansial jangka panjang biasanya identink dengan dana pensiun, tabungan pendidikan anak, dan sebagainya.

Dengan memiliki tujuan investasi tertentu, Kamu bisa membuat rencana investasi dengan perhitungan yang lebih baik.


Artikel Terkait:


2. Pelajari Instrumen Investasi, Konsep, serta Risikonya

Ada berbagai jenis instrumen investasi, dan hal yang wajib dilakukan pertama kali sebelum memulai investasi adalah mempelajari berbagai jenis instrumen investasi tersebut. Hal ini berguna untuk menentukan instrumen apa yang paling cocok dengan profil risiko dan tujuan investasi kamu.

Pada dasarnya, hampir setiap instrumen investasi dapat dijalankan sebagai investasi jangka pendek, menengah, maupun jangka panjang. Pada saham emiten, misalnya, kamu bisa terus menyimpan surat sahamnya dan menikmati dividennya setiap tahun sebagai investasi jangka panjang.

Namun, Kamu juga bisa melakukan jual-beli saham untuk mendapatkan keuntungan dalam jangka waktu yang lebih cepat.

Begitu juga dengan investasi deposito, Kamu bisa mengatur sendiri berapa lama periode penyimpanan yang dibutuhkan untuk bisa mencapai target finansial yang kamu inginkan.

Atau jika Kamu merasa belum terlalu percaya diri untuk mengatur sendiri investasimu, Kamu juga bisa mencoba investasi reksa dana.

Di reksa dana, dana yang kamu miliki akan dikelola oleh perusahaan pengelola modal dan ditangani oleh seorang manajer investasi. Kamu hanya tinggal menunggu laporan tentang progres investasinya saja.

Penjelasan lebih lengkap tentang berbagai instrumen investasi bisa Kamu baca di artikel rekomendasi investasi aman untuk Tahun 2022

3. Kendalikan Diri

Hal terakhir yang juga perlu dipahami sebagai seorang investor pemula adalah pengendalian diri. Sebagai investor baru, Kamu mungkin akan banyak mencari referensi dan rekomendasi investasi. Kamu akan menemukan banyak sekali artikel atau video yang berisi rekomendasi investasi cepat cuan, terjamin, modal minimal, dan sebagainya.

Karena itu, dalam berinvestasi kamu juga perlu belajar mengendalikan diri dan hawa nafsu. Jangan mudah tergoda dengan rekomendasi investasi yang terlihat menjanjikan, serta jangan berlebihan dalam menaruh investasi pada satu instrumen tertentu.

Selain itu, Kamu juga perlu mengurangi kebiasaan memantau investasimu. Semakin sering kamu memonitor fluktuasi investasimu, Kamu akan semakin stres memikirkannya. Sehingga akan membuatmu sulit mengambil keputusan.


Baca Juga:


4. Lakukan Diversifikasi

Jika kamu sudah mulai percaya diri dan sudah memahami berbagai konsep dan jenis instrumen penelitian, hal selanjutnya yang perlu kamu pahami adalah diversifikasi.

Diversifikasi merupakan salah satu metode investasi yang dianggap paling mampu meminimalkan risiko kerugian pada investasi. Secara umum, diversifikasi dapat dimaknai sebagai pemisahan. Dalam hal investasi, dapat diartikan sebagai memisahkan atau membagi modal ke dalam berbagai instrumen investasi.

Sebagai contoh, Kamu telah berinvestasi pada saham suatu perusahaan. Perusahaan tersebut kemudian mengalami penurunan, yang otomatis juga akan menurunkan nilai investasi dan dividen yang akan kamu terima.

Jika kamu melakukan diversifikasi dengan cara membeli saham dari dua perusahaan yang berbeda, risiko kerugian tersebut akan menjadi lebih kecil. Sehingga, nilai portofolio investasimu juga akan tetap aman.

Jika Kamu tertarik untuk mencoba diversifikasi investasi, Kamu bisa mulai dengan berinvestasi di LandX yang merupakan platform Equity Crowdfunding (ECF) yang mempertemukan berbagai jenis bisnis yang tengah berkembang dengan para calon investor.

LandX bekerja dengan sistem “patungan bisnis”, artinya Kamu bisa menjadi salah satu owner dari bisnis yang sahamnya Kamu beli, dengan keuntungan berupa dividen yang akan Kamu terima setiap tahunnya.

Ada banyak project menarik yang tersedia di LandX. Kamu bisa belajar menerapkan metode diversifikasi dengan mencoba berinvestasi di berbagai project bisnis yang tersedia. Karena ini merupakan project patungan bisnis, Kamu bisa berinvestasi dengan modal mulai dari Rp1 jutaan saja untuk setiap projectnya. Sangat cocok bagi investor pemula dengan modal investasi minimal.

Pada dasarnya, setiap investasi adalah upaya untuk mengejar keuntungan jangka panjang. Kamu mungkin bisa memantaunya setiap 1-2 bulan sekali. Dengan melihat gejolak dan fluktuasi yang terjadi selama 1 atau 2 bulan, Kamu akan memiliki data yang lebih kuat untuk melakukan analisis dan perhitungan, sehingga dapat mengambil keputusan dengan lebih baik.

Gejolak perekonomian dunia selama masa pandemi semakin memperkuat alasan untuk mulai menata finansial dengan lebih baik, salah satunya melalui investasi. Jika Kamu merasa selama ini masih belum cukup baik dalam mengatur finansial, maka tahun 2022 adalah saat yang tepat untuk mulai memperbaiki resolusi finansialmu. Ada banyak jenis investasi yang bisa Kamu mulai sebagai investor pemula.

LandX menjadi pilihan investasi dengan prospek yang menjanjikan di tahun 2022. Sebagai platform ECF, LandX terus berkembang dan terus berkolaborasi dengan bisnis-bisnis menarik, dan Kamu sangat bisa menjadi bagian dari project-project bisnis LandX. Verifikasi akunmu sekarang juga dan pastikan Kamu tidak kehabisan project bisnis impianmu di LandX.

***

Yuk Patungan  Bisnis Menguntungkan Bareng LandX

Mau punya bisnis menguntungkan modal 1 juta aja? ya landX solusinya

Mau Berbagai info Terbaru Terkait Investasi? Yuk Follow @landx.id di Instagram


Baca  Juga:


#YukPatunganBisnis    #LandX.id    #landx         #landx.id    #InvestasiBisnis  #SecuritiesCrowdfunding   #EquityCrowdfunding    #InvestasiMenguntungkan     #Urundana    #BisnisPatungan    #InvestasiUsaha