Hampir Mengalami Depresi, Indonesia Resmi Keluar dari Resesi dengan Pertumbuhan Ekonomi 7,07% pada Q2-2021


Selama ini kita pasti sering mendengar bahwa ekonomi Indonesia mengalami resesi karena efek pandemi. Tapi tahukah anda bahwa selain resesi, ekonomi Indonesia juga sempat terancam mengalami depresi?

Apabila anda belum tahu, resesi adalah kondisi di mana perekonomian suatu negara mengalami kontraksi ekonomi selama dua kuartal secara berturut-turut.

Sedangkan depresi merupakan kondisi di mana resesi terjadi selama  4 kuartal berturut-turut atau lebih. Simpelnya, depresi merupakan resesi yang terjadi dalam jangka waktu yang panjang.

Selama 1 tahun terakhir, ekonomi Indonesia telah mengalami resesi dan hampir terjun ke jurang depresi.

Untungnya, ekonomi Indonesia akhirnya membaik pada kuartal II-2021 dengan pertumbuhan 7,07% secara  Year on Year (y-on-y)  dan 3,31% secara  Quartal to Quartal (Q-to-Q) sehingga Indonesia akhirnya resmi keluar dari resesi.

Pertumbuhan ini merupakan yang tertinggi dalam setahun terakhir di mana ekonomi Indonesia sempat mencatat minus selama dua kuartal berturut-turut. Oleh sebab itu, selain keluar dari resesi, Indonesia juga sebenarnya juga berhasil keluar dari ancaman depresi yang mungkin saja terjadi apabila ekonomi Indonesia tak kunjung membaik.

Peningkatan ekonomi pada kuartal ini diperkirakan efek dari proses pemulihan ekonomi global sehingga kegiatan perdagangan internasional perlahan dapat berjalan dengan optimal lagi.

Selain itu, kalau kita perhatikan mobilitas masyarakat pada periode April-Juni 2021 meningkat cukup tinggi karena berbagai sektor ekonomi seperti pusat perbelanjaan, pariwisata, hingga restoran sudah mulai beroperasi kembali. Hal ini tentu saja membawa optimisme bagi para pelaku ekonomi yang sebelumnya sempat terpuruk karena efek pandemi.

Lalu, Bagaimana dengan Ekonomi Kuartal III-2021?

Mau Baca Lebih Lanjut? Yuk Daftar dan Registrasi Dulu Akun LandX Anda untuk Berbagai Info Terupdate Lainnya....