Perencanaan investasi dalam jangka pendek dan panjang merupakan suatu keharusan yang perlu disiapkan untuk mencapai kondisi finansial yang lebih stabil di masa mendatang. Mengatur uang dengan baik artinya anda bisa menyisihkan sebagian penghasilan anda secara konsisten untuk dimasukkan ke dalam berbagai instrumen investasi yang akan memberikan anda keuntungan di masa yang akan datang.

Era digital membuat investasi menjadi lebih mudah karena berbagai investasi kini tersedia secara online seperti obligasi, saham, properti, hingga equity crowdfunding kini tersedia secara online sehingga tidak ada lagi alasan untuk tidak berinvestasi dengan segala kemudahan yang tersedia saat ini.

Salah satu investasi yang sangat cocok dan disukai oleh investor pemula adalah obligasi atau surat utang yang diterbitkan oleh pemerintah atau instansi yang membutuhkan dana. Obligasi sendiri memiliki beberapa jenis yang memiliki tingkat risiko dan potensi keuntungan yang berbeda-beda. Salah satu yang paling populer adalah obligasi pemerintahan karena dinilai memiliki risiko yang rendah. Namun, sebelum memutuskan untuk investasi ke obligasi mana anda sebaiknya harus paham berbagai jenis pilihan obligasi yang tersedia di pasar modal.

Agar kamu lebih paham jenis obligasi, berikut rangkuman jenis obligasi yang bisa jadi pilihan investasi untuk anda:


Table of Content


Jenis Obligasi Secara Umum

Obligasi secara umum dibagi ke dalam tiga jenis yaitu obligasi pemerintah, korporasi, dan ritel yang memiliki karakteristik dan keunggulan masing-masing. Agar Anda lebih paham mari kita bahas satu persatu jenis obligasi ini.

1. Obligasi Pemerintah
Obligasi pemerintah merupakan surat utang yang dikeluarkan oleh pemerintah dalam bentuk surat utang negara yang diterbitkan. Pemerintah akan menerbitkan kupon dalam beberapa bentuk yaitu kupon tetap (Fixed Rated), kupon Variabel (Variable Rated), dan obligasi dalam bentuk syariah atau juga disebut sukuk negara.

2. Obligasi Korporasi
Obligasi jenis ini merupakan surat utang yang dikeluarkan oleh korporasi swasta maupun BUMN yang membutuhkan pinjaman dana. Sama seperti obligasi pemerintah, obligasi ini juga dikeluarkan dalam beberapa jenis kupon yaitu kupon tetap, variabel dan obligasi dengan prinsip syariah.

3. Obligasi Ritel
Jenis ini merupakan surat utang yang dikeluarkan oleh pemerintah yang dijual kepada individu melalui agen penjualan yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Jenis yang biasanya diperjualbelikan adalah jenis ORI dan Sukuk Ritel.

Jenis Obligasi Berdasarkan Pembayaran Kupon/ Bunga

Pembayaran kupon atau bunga merupakan bagian penting yang harus anda perhatikan sebelum memutuskan untuk berinvestasi ke dalam obligasi karena obligasi memiliki beberapa jenis kupon. Berikut beberapa jenis kupon dalam obligasi:

1. Zero Coupon Bonds
Jenis ini merupakan surat utang yang tidak memberikan kupon atau disebut obligasi tanpa kupon karena investor tidak akan mendapatkan kupon secara berkala saat membeli obligasi jenis ini. Obligasi ini akan memberikan keuntungan kepada investor melalui nilai selisih antara harga jual dan harga awal saat pembelian surat utang. Jenis ini memiliki jangka waktu yang berbeda-beda dan rata-rata cukup panjang mulai dari 1-10 tahun.

2. Fixed Coupon Bonds
Jenis obligasi ini memberikan investor tingkat bunga yang tetap dari awal hingga periode jatuh tempo. Bunga dari jenis obligasi ini sudah ditentukan sejak awal dan akan dibayarkan sesuai dengan periode yang telah dijanjikan di awal.

3. Floating Coupon Bonds
Obligasi dengan kupon mengambangkan ini memiliki risiko yang bisa dibilang cukup besar. Pasalnya nilai kupon akan berubah-ubah mengikuti indeks pasar uang. Akan tetapi anda tidak perlu begitu khawatir karena biasanya sistem ini menggunakan batas minimal yang artinya kupon pertama atau yang pertama kali ditetapkan akan menjadi nilai kupon minimal yang berlaku hingga akhir periode.

Risiko Obligasi

Setiap investasi yang anda lakukan pasti akan diikuti oleh risiko baik itu besar maupun kecil. Selain keuntungan, obligasi juga memiliki beberapa risiko yang harus diperhatikan oleh investor saat memutuskan untuk menanamkan modal ke dalam sebuah obligasi, berikut beberapa risiko dari obligasi:

1. Risiko Gagal bayar
Kondisi ini mungkin saja terjadi saat sebuah korporasi sedang berada dalam kondisi yang tidak baik sehingga tidak sanggup melakukan pembayaran kembali pada saat waktu jatuh tempo yang awalnya telah dijanjikan.

2. Risiko Suku Bunga
Harga obligasi dengan suku bunga memiliki hubungan berbanding terbalik dimana jika harga suku bunga diperkirakan akan naik maka investor akan menjual obligasi yang mereka miliki untuk mendapatkan keuntungan lebih.

3. Risiko Likuiditas
Masalah likuiditas ini akan muncul saat obligasi yang anda miliki tidak dapat dijual kembali ke pasar sekunder (secondary market) karena berbagai faktor yang sehingga keuntungan hanya bisa didapatkan pada akhir periode obligasi.

4. Risiko Pasar
Risiko pasar ini merupakan kerugian yang muncul karena berbagai faktor yang membuat harga obligasi di pasaran menjadi turun. Hal ini biasanya muncul karena berbagai kondisi seperti kondisi ekonomi yang tidak baik, pengaruh politik, atau perubahan suku bunga yang terjadi.

Kesimpulan

Setelah mengenal berbagai jenis obligasi yang tersedia di pasar modal, kini anda tentu sudah paham mana obligasi yang cocok dengan tujuan investasi dan profil risiko yang anda miliki. Setelah memilih investasi yang tepat, selanjutnya yang harus anda perhatikan adalah konsistensi dari investasi yang telah anda lakukan sehingga untuk meningkatkan aset investasi yang anda miliki.

Mulai Investasi Equity Crowdfunding Bersama LandX dengan Modal Hanya 1 Juta

Baca Juga:


Sebagai Investor Kamu Harus Selalu Update, Karena Itu Yuk Follow Instagram Kami @landx.id

#LandX.id #landx.id #InvestasiBisnis #EquityCrowdfunding #InvestasiMenguntungkan #Urundana #BisnisPatungan #InvestasiUsaha