menu-button
Cara Investasi di Securities Crowdfunding Investasi Keuangan Bisnis

Pengaruh January Effect Tahun 2022 Terhadap Pasar Saham

Friday, 7 Jan 2022

Read in 6 minutes

Author: Vlora Riyandi

Pengaruh January Effect 2022 pada saham tidak begitu signifikan. Meski begitu, January Effect adalah fenomena pola naiknya saham setiap awal tahun. Simak penjelasan lengkap dari apa itu January Effect berikut ini.

January effect 2022 tidak terlalu signifikan dampaknya terhadap saham. Setiap tahun January Effect adalah kondisi naiknya harga saham pada bulan Januari setiap tahun. Pengaruh January Effect terhadap pasar saham menjadi fenomena yang berulang.

Jika kamu belum familiar dengan apa itu January Effect dan dampak January Effect 2022, yuk pahami lebih dalam lewat artikel ini.

Bagaimana January Effect Bisa Terjadi?

Para analis mengatakan fenomena ini umumnya terjadi karena para investor kembali entry atau pembelian kembali saham-saham yang sempat di jual pada bulan Desember lalu. Kemungkinan hal ini dilakukan untuk menghindari pajak akhir tahun.

Diperkirakan juga peningkatan pembelian terjadi karena para investor membelanjakan bonus akhir tahunnya untuk membeli saham lebih banyak. Sehingga hal ini membantu kenaikan harga saham.

Selain itu, pemikiran optimis setiap investor yang berharap awal tahun akan menjadi tahun yang baik untuk perekonomian. Sehingga melakukan investasi sebagai bentuk realisasi terhadap resolusi awal tahun baru.

Tahun 2020 dan 2021 yang lalu tidak terjadi January effect stock market, sehingga banyak investor berharap January Effect muncul kembali di tahun ini. Biasanya January Effect diikuti oleh Santa Claust Rally atau Window Dressing pada Desember lalu.

Pada Desember 2021, CEO Ara Hunter, Hendra Martono pada siaran IDX Channel mengatakan Santa Claust Rally sempat terjadi namun tidak signifikan. Apakah akan terjadi penghijauan IHSG di saat January Effect 2022 ini?

Historis January Effect Dua Tahun Ke Belakang

January effect merupakan sesuatu yang terjadi berulang setiap tahunnya, oleh sebab itu, yuk kita cek bagaimana pengaruhnya terhadap harga saham dalam 2 tahun terakhir.

January Effect 2020

January effect tidak terjadi di pada tahun 2020 dikarenakan gonjang-ganjing kasus asuransi Jiwasraya. Penanganan kasus asuransi Jiwasraya menjadi faktor kuat penyebab turunya nilai transaksi di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan sekaligus IHSG.

Dikabarkan awala tahun 2020 nilai ekonomis Rupiah menguat dan inflasi rendah. Namun, mengapa IHSG tidak bisa rebound pada awal tahun 2020? Seberapa berpengaruhkah kasus perusahaan asuransi tersebut?

Ada kemungkinan para investor emiten investasi ini mengurangi jumlah saham yang dipegang, bahkan hingga menjual saham yang dimiliki. Dikarenakan timbul kekhawatiran takut disalahkan, termasuk investor asing pun ikut menepis kepercayaannya. Berbagai saran penanganan kasus ini juga masih diproses sepanjang tahun 2020.

January Effect 2021

Kembali lagi January ‘tidak’ effect terjadi di tahun 2021. Kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat negatif pada penutupan Januari tahun 2021.

Walaupun berbagai negara di dunia termasuk Indonesia yakin tahun 2021 menjadi momentum pemulihan ekonomi, namun pergerakan IHSG masih variatif sehingga January effect memudar. Upaya meredam kasus COVID-19 dengan menyuluhkan vaksin bagi setiap warga negara yang memenuhi syarat menjadi langkah awal penanggulangan.

Sektor perbankan menjadi salah satu pemicu pada pergerakan IHSG. Jika laporan keuangan perbankan baik maka indeks untuk bertumbuh akan terbuka. Selain itu saham emiten mineral juga menopang pergerakan IHSG di Januari tahun 2021.


Apa Itu January Effect 2022 dan Dampaknya?

Pada tahun ini, dampak January Effect 2022 ternyata mengalami sedikit kenaikan, meski tidak begitu signifikan. Padahal, pasar saham pada awal tahun sempat dikhawatirkan goyah karena varian baru Virus COVID-19 yaitu Omicron.

Apalagi, ditambah kekhawatiran atas kebijakan pemerintah yang bisa saja menurunkan kembali PPKM atau bahkan lockdown yang sempat membuat IHSG kebakaran pada tahun 2020.

Selain itu, tapering off yang dipercepat oleh The Fed akan mempengaruhi kenaikan suku bunga bank. Tapering off adalah kebijakan moneter yang mengacu pada penghentian atau pengurangan program tertentu seperti pembelian likuiditas oleh bank sentral AS, The Fed.

Tapering oleh The Fed akan memengaruhi kebijakan moneter bank sentral lain di dunia. Hal ini juga berpengaruh kepada kebijakan kenaiakan suku bunga di negara tersebut. Saham yang diuntungkan saat tapering terjadi ialah saham-saham perbankan.

Tidak hanya bank-bank besar seperti BCA ataupun BRI, namun bank- bank kecil juga kena tuah untung jika terjadi tapering. Apalagi jika kenaikan suku bunga benar-benar terjadi, saham perbankan akan menampung limpahan cuan.

Ditambah lagi, situasi perang Russia dengan Ukraina kemudian memicu The Fed untuk menaikkan suku bunga karena tingkat inflasi di Amerika Serikat yang semakin tidak terkendali.

Meski begitu, ternyata January Effect 2022 yang tercatat oleh BEI (Bursa Efek Indonesia) menunjukkan bahwa IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) berhasil menguat 0,97% ke posisi 6.645,51 jika dibandingkan kondisi awal pandemi di tahun 2019-2021.

Karena itu, pada January Effect 2022 banyak emiten saham memilih untuk menghindari perusahaan yang memiliki utang besar di bank. Seperti misalnya perusahaan-perusahaan konstruksi yang perlu meminjam modal bank dahulu sebelum kegiatan operasionalnya berjalan.


Baca Juga:


Analisis Saham Rekomendasi Investor

Pada pembukaan perdagangan saham hari pertama, IHSG menunjukkan sinyal positif. Untuk memaksimalkan keuntungan January Effect 2022, Frankie Wijoyo Prasetyo selaku Head of Equity Trading of MNC Sekuritas merekomendasikan beberapa emiten saham perbankan dan CPO.

Emiten perbankan yang sebaiknya dikoleksi adalah PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. (BBRI), PT Bank Mandiri Indonesia Tbk. (BMRI), PT Bank Central Asia (BBCA). Saham-saham CPO yang dipresiksi terus optimal yang sebaiknya dimiliki yaitu PT Astra Agro Lestari Tbk. (AALI), PT Salim Ivomas Pratama Tbk. (SIMP), PT London Sumatra Indonesia Tbk. (LSIP), dan PT Dharma Satya Nusantara Tbk. (DSNG).

Diversifikasi Portofolio dalam Menghadapi January Effect 2022

Selain berinvestasi pada pasar saham, melakukan diversifikasi pada investasi sistem crowdfunding juga bisa menjadi pilihan potensial untuk menghindari dampak dari January Effect 2022.

Securities crowdfunding adalah jenis investasi yang telah berizin dan diawasi oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan) sehingga aman untuk bisa menjadi pilihan portofolio terbaik di tahun 2022 untuk kamu.

Crowdfunding adalah sistem urun dana berbasis teknologi yang skemanya mengumpulkan modal dari para investor untuk pengembangan bisnis potensial seperti UMKM. Lewat skema ini, imbal balik bagi para investor adalah peluang untuk mendapat keuntungan bagi hasil berupa dividen dan capital gain.

Di Indonesia fasilitator crowdfunding semakin berkembang, salah satunya adalah platform yang telah berpengalaman seperti LandX.

LandX adalah platform securities crowdfunding yang memiliki market cap terbesar dalam ekosistem industri equity crowdfunding di Indonesia. Diharapkan jumlah investor terus tumbuh bersama LandX untuk mendukung inklusi keuangan di Indonesia.

Wimboh Santoso, Ketua Dewan Komisioner OJK, pada Pembukaan Perdagangaan Bursa Efek Indonesia tahun 2022 mengatakan sektor finansial stabil dengan beberapa indikator. Indikator tersebut seperti permodalan yang kuat, dana masyarakat empel, suku bunga yang naik serta beberapa faktor positif lainnya.

Platform crowdfunding LandX juga muncul pada presentasi Pembukaan Perdagangan BEI Tahun 2022 sebagai penyelenggara securities crowdfunding yang potensial. Diharapkan jumlah investor terus tumbuh dan setiap bisnis semakin berkembang.

Karena itu, dengan strategi yang baik dan disesuaikan dengan profil risiko yang ingin dimiliki, diversifikasi aset investasi adalah salah satu upaya untuk menghindari kondisi fluktuatif dalam January Effect 2022, atau pun January Effect di tahun yang akan mendatang.

Yuk, Diversifikasi Portofolio untuk Akselerasi Capai Tujuan Finansialmu Bersama LandX

Yuk mulai patungan bisnis menguntungkan jangka panja g bersama LandX

Yuk Patungan Bisnis Menguntungkan Bareng LandX

Mau Informasi Menarik Lain Seputar Investasi? Yuk Kunjungi Instagram Kami di @landx.id


Baca Juga:


#YukPatunganBisnis

Baca Juga