Investor Penerbit
menu-mobile

Kenali Apa Itu Perusahaan Multinasional di Indonesia dan Contohnya

16 November 2022

|

10 Min Read

|

Author: Della Octavilia
perusahaan multinasional

Kamu tahu perusahaan Google, atau KFC yang memiliki cabang di Indonesia? Ini yang dinamakan dengan perusahaan multinasional. Yuk, simak apa itu perusahaan multinasional di Indonesia dan contohnya!

Apa itu perusahaan multinasional? Multinational Corporation (MNC) atau perusahaan multinasional adalah perusahaan besar yang memiliki anak usaha atau cabang di berbagai negara dunia. Umumnya perusahaan multinasional berasal dari negara-negara maju yang mendirikan anak usaha di negara berkembang.

Google dan Microsoft merupakan contoh perusahaan multinasional di Indonesia. Kamu berkeinginan bisa bekerja di perusahaan multinasional di Indonesia? Yuk, simak seputar apa yang dimaksud dengan perusahaan multinasional, serta dampak negatif dan positif dari adanya perusahaan multinasional di Indonesia.

Jadi ikuti terus artikel ini, ya!

Apa Itu Perusahaan Multinasional?

Kalian pasti tahu perusahaan Google kan? Atau perusahaan brand sepatu terkenal asal Amerika, Nike? Nah, kedua perusahaan ini merupakan contoh perusahaan multinasional di Indonesia yang telah memiliki anak perusahaan atau pabrik didirikan di Indonesia.

Lalu, apa yang dimaksud dengan perusahaan multinasional? Menurut laman Investopedia, pengertian perusahaan multinasional adalah perusahaan yang melakukan bisnis setidaknya di dua negara atau lebih.

Sederhananya, Multinational Corporation (MNC) atau perusahaan multinasional adalah perusahaan besar yang mendirikan anak perusahaan atau cabang di berbagai negara di dunia.

Perusahaan multinasional mulai berkembang sejak akhir masa Perang Dunia II. Mulanya, perusahaan multinasional asal Amerika Serikat mulai mendirikan anak usahanya di berbagai negara, seperti di negara-negara Eropa, Jepang, Australia dan New Zealand.

Baru, di tahun 1960-an perusahaan multinasional bukan datang dari Amerika saja. Melainkan negara Jepang, dan negara-negara di Eropa mulai mendirikan anak usahanya di berbagai negara, seperti di Asia, Afrika, dan Amerika Latin.

Perusahaan multinasional biasanya berasal dari negara-negara maju yang mendirikan anak usaha atau fasilitas lainnya di negara-negara berkembang, Indonesia menjadi salah satunya. 

Umumnya, perusahaan multinasional memiliki berbagai aset kantor, pabrik, atau fasilitas lain di berbagai negara. Perusahaan induk atau perusahaan asal akan mengkoordinasikan berbagai kebijakan, manajemen, modal, dan saham dari anak usaha atau cabang yang terdapat di luar negara asalnya.

Maka tak jarang, adanya perusahaan multinasional akan berpengaruh pada kondisi sosial dan politik suatu negara tempat anak usahanya berdiri. Bahkan, jika perusahaan multinasional ini memiliki pengaruh yang sangat besar, nanti dapat berimbas pada kondisi politik global negara tersebut.

Karakteristik Perusahaan Multinasional

Bagaimana suatu perusahaan dapat dikategorikan sebagai perusahaan multinasional? Terdapat beberapa karakteristik khusus sebagai penanda perusahaan multinasional. Berikut ini karakteristik perusahaan multinasional adalah:

1. Memiliki Anak Perusahaan atau Cabang di Luar Negeri

Karakteristik pertama yang menandakan perusahaan multinasional adalah adanya anak perusahaan atau cabang yang berdiri di luar negara asalnya. Umumnya, anak perusahaan yang berdiri di negara lain akan melakukan produksi yang mengikuti kultur atau budaya negara setempat agar lebih sesuai dan mudah diterima di masyarakatnya.

2. Menggunakan Teknologi Canggih

Sebagian besar perusahaan multinasional adalah berasal dari negara maju yang skala perusahaannya pun sudah besar dan memiliki pendapatan serta budget yang besar. 

Dengan begitu, banyak perusahaan multinasional yang telah menggunakan teknologi termutakhir untuk mendukung proses kegiatan perusahaannya.

Oiya, penggunaan teknologi canggih ini juga selain mendukung operasional, juga turut membantu perusahaan induk dalam melakukan pengawasan berbagai anak perusahaannya di luar negara asalnya.

3. Kantor Pusat Berperan Sebagai Pengendali

Nah, perusahaan multinasional ini memiliki perusahaan induk atau kantor pusat sebagai pengendali anak perusahaannya yang berada di berbagai negara.

Perusahaan induk ini biasanya berada di negara asal perusahaan tersebut. Nantinya, perusahaan induk akan mengkoordinasikan seluruh manajemen, kebijakan, modal, dan saham anak perusahaannya.

4. Sistem Manajemen dan Distribusi Secara Global

Perusahaan multinasional adalah perusahaan lintas negara, sehingga perusahaan ini memiliki manajemen dan pendistribusiannya yang sudah dilakukan secara global atau mendunia.

5. Memiliki Visi dan Misi yang Mendunia

Karena memiliki anak perusahaan yang berada di berbagai negara membuat perusahaan multinasional adalah perusahaan yang memiliki visi dan misi yang mendunia, sehingga mampu mencangkup semua kalangan.

Perusahaan multinasional akan selalu memperhatikan budaya dan kebiasaan di setiap negara anak perusahaan mereka berdiri. Hal ini dilakukan agar metode dan cara kerja perusahaan mampu masuk ke negara tertuju dan karyawannya pun dapat berpikir secara global.

6. Sumber Daya Terbaik

Perusahaan multinasional adalah perusahaan besar, jadi mereka tidak segan untuk mengeluarkan dana yang besar. Agar dapat memaksimalkan usahanya, maka perusahaan akan mencari calon pekerja terbaik yang ada di negara mereka berdiri.

Tujuan mencari sumber daya terbaik, agar perusahaan dapat berjalan secara maksimal dan menghasilkan pendapatan yang besar.

Dampak Positif dan Negatif dari Adanya Perusahaan Multinasional bagi Negara

Adanya perusahaan multinasional di suatu negara pasti akan membawa dampak negatif dan positif. Apa dampak negatif dan positif dari adanya perusahaan multinasional?

Berikut ini beberapa dampak negatif dan positif dari adanya perusahaan multinasional adalah:

Dampak Positif dari Adanya Perusahaan Multinasional

1. Mengurangi Kegiatan Valas (Valuta Asing)

Dampak positif dari adanya perusahaan multinasional adalah mengurangi kegiatan valuta asing. Jadi, kegiatan persyaratan valuta asing untuk aktivitas impor dalam sektor industri berkurang.

2. Operasional Lebih Efisien

Dampak positif lainnya dari adanya perusahaan multinasional adalah operasionalnya lebih efisien. Perusahaan multinasional dinilai sebagai perusahaan yang mudah menjangkau pasar. Karena, perusahaan multinasional melakukan proses produksi di negara-negara yang memang menjadi target pasarnya.

Selain itu, perusahaan multinasional juga dapat memperoleh bahan baku dan tenaga kerja yang lebih murah, sehingga seluruh kegiatan operasionalnya dapat berjalan dengan efisien.

3. Menambah Devisa Negara

Adanya anak-anak perusahaan luar negeri yang berdiri di Indonesia tentu dapat membantu pemasukan devisa negara. Devisa negara bertambah dari perusahaan multinasional ini karena adanya penanaman modal, biaya penambahan pajak, dan lain sebagainya.

Dengan devisa negara yang terus bertambah, maka pertumbuhan ekonomi Indonesia pun ikut menjadi lebih baik lagi.

4. Mengurangi Devisa Impor di Sektor Industri

Adanya perusahaan multinasional di Indonesia sendiri dapat mengurangi devisa impor. Karena, perusahaan multinasional akan memproduksi berbagai kebutuhan masyarakat, mulai dari kebutuhan primer hingga sekunder.

Jadi, beban impor negara dari negara asing berkurang karena telah dihasilkan oleh perusahaan multinasional. Juga, pemerintah dapat memaksimalkan peluang lokal untuk dapat bersaing dengan perusahaan multinasional dalam menciptakan produk unggulan.

5. Meningkatkan Pendapatan Masyarakat

Anak-anak dari perusahaan asing yang berdiri di Indonesia tentu akan mempekerjakan tenaga kerja dari Indonesia. Hal ini tentunya akan membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat Indonesia.

Dengan begitu, semakin banyak masyarakat Indonesia yang bekerja dan mengurangi angka pengangguran di Indonesia. Juga, pendapatan masyarakat Indonesia pun meningkat dan roda perekonomian negara pun terus berjalan.

Dampak Negatif dari Adanya Perusahaan Multinasional

1. Mematikan Industri Lokal

Dampak negatif dari adanya perusahaan multinasional adalah dapat mematikan industri lokal. Tidak dapat dipungkiri, kehadiran perusahaan multinasional yang sudah besar dapat mematikan perusahaan-perusahaan lokal yang sedang berkembang.

Hal ini terjadi, karena perusahaan multinasional adalah perusahaan dengan modal yang besar dibandingkan dengan perusahaan lokal. Dengan begitu, perusahaan multinasional dapat mengontrol barang-barang yang ada di pasaran. 

Sehingga jika perusahaan multinasional terus dapat menguasai pasar dalam jangka panjang, perusahaan lokal pun dapat mati sampai gulung tikar.

2. Tenaga Kerja Lokal Cenderung Memiliki Kedudukan yang Lebih Rendah

Memang, anak-anak perusahaan asing yang berdiri di Indonesia pasti akan memakai tenaga kerja Indonesia untuk membantu kelancaran perusahaannya. 

Namun, tenaga kerja lokal biasanya akan mendapatkan posisi yang lebih rendah dari pada tenaga kerja dari negara asal perusahaan multinasional tersebut yang berada di posisi penting.

3. Keuntungan Dialihkan ke Negara Asal

Banyak anak-anak perusahaan asing yang akan mengalihkan profit yang mereka peroleh ke negara asal perusahaan tersebut. Sehingga, negara tempat anak-anak perusahaan asing berdiri memiliki keuntungan yang kecil.

4. Dampak Budaya, Sosial, dan Lingkungan

Kehadiran perusahaan multinasional dapat mempengaruhi budaya, sosial, dan lingkungan setempat. Jadi, saat perusahaan multinasional memberikan dampak yang jelek, maka citra budaya dan sosial negara tuan rumah menjadi rusak.

Perusahaan multinasional yang tidak bisa mentaati peraturan dari negara setempat juga bisa merusak lingkungan negara tersebut. Contohnya, perusahaan multinasional yang membuang sampah industinya sembarangan akan merusak kondisi lingkungan negara setempat.

5. Kualitas Kesehatan dan Keselamatan Pekerja Rendah

Tidak jarang anak-anak perusahaan asing yang berdiri di suatu negara memiliki regulasi yang longgar dan terkesan tidak ketat. Dengan regulasi yang tidak ketat, maka keselamatan dan kesehatan karyawan yang bekerja kurang diperhatikan.

Contoh Perusahaan Multinasional di Indonesia

Di Indonesia sendiri, perusahaan multinasional banyak berdiri, mulai dari anak perusahaan hingga pabrik-pabrik asing banyak di didirikan di Indonesia. Berikut ini beberapa contoh perusahaan multinasional di Indonesia adalah:

1. Google

Siapa sih yang tidak tahu perusahaan multinasional terkenal asal Amerika ini? Ya, Google terkenal sebagai perusahaan yang telah memiliki cabang tersebar di seluruh dunia. 

Sebagai perusahaan multinasional, Google menawarkan berbagai layanan, mulai dari layanan internet, seperti komputasi web, mesin pencari, iklan, dan perangkat lunak yang telah digunakan hampir di seluruh dunia.

Perusahaan Google sendiri sudah mendirikan cabangnya di Indonesia, tepatnya di Jakarta.

2. KFC

Kentucky Fried Chicken atau yang lebih dikenal dengan KFC merupakan perusahaan fast food asal Negeri Paman Sam yang telah berdiri sejak tahun 1952. Gerai makanan yang memiliki jargon “Jagonya Ayam” ini pertama kali berdiri di Indonesia pada tahun 1979 yang bekerja sama dengan keluarga Gelael.

Sebagai perusahaan multinasional, KFC sukses menjadi fast food paling populer di Indonesia hingga tahun 2022 ini berdasarkan survey yang dilakukan oleh Top Brand Award. Hingga saat ini, ekspansi KFC bukan hanya di Jakarta saja, tapi sudah hampir ke seluruh wilayah di Indonesia.

3. MCDonald’s

Selain ada KFC sebagai perusahaan fast food, hadir juga MCDonald’s sebagai perusahaan multinasional asal Amerika. MCDonald’s pertama kali didirikan di Indonesia pada tahun 1991, dan Indonesia menjadi negara ke-70 dari MCD di seluruh dunia.

Di Indonesia sendiri, popularitas MCDonald’s selalu kejar-kejaran dengan posisi KFC sebagai gerai makanan populer. Di tahun 2022, posisi MCDonald’s sebagai gerai makanan populer berada persis di bawah posisi dari KFC, yaitu di posisi ke-2.

4. Nike

Nike adalah perusahaan sepatu, pakaian, dan alat olahraga asal Amerika. Nike sendiri merupakan perusahaan pakaian olahraga terbesar di dunia dan memiliki kepopuleran yang sudah tidak dapat dipertanyakan lagi.

Bahkan, bintang-bintang olahraga dunia seperti Cristiano Ronaldo, Kylian Mbappe, Michael Jordan dan masih banyak lagi telah disponsori oleh brand Nike.

Di Indonesia sendiri, Nike telah membuka pabriknya yang bekerja sama dengan PT Adis Dimension Footwear sebagai perusahaan yang memproduksi sepatu keluaran brand Nike. Nantinya, hasil keluaran produksi Indonesia akan memiliki label “Made in Indonesia”.

5. Adidas

Adidas merupakan perusahaan pakaian olahraga asal Jerman yang juga merupakan saingan berat dari Nike. Sebagai perusahaan multinasional, Adida juga telah mendirikan pabrik di Indonesia yang berlokasikan di Tangerang. Pabrik ini nantinya akan memproduksi pakaian olahraga keluaran bran Adidas

6. Gojek

Jika sebelumnya merupakan perusahaan-perusahaan multinasional asing, sekarang kita beralih ke perusahaan multinasional milik putra bangsa, yaitu Gojek. Perusahaan startup yang bergerak di bidang teknologi ini berhasil mengembangkan bisnisnya ke layanan transportasi hingga ke berbagai negara di Asia Tenggara.

Ekspansi bisnis transportasi berbasis kendaraan bermotor ini sukses membuka anak perusahaannya ke Thailand, Vietnam, Singapura dengan menyesuaikan kebijakan dari masing-masing negara

7. Ruangguru

Ruangguru merupakan perusahaan teknologi terbesar di Indonesia yang berfokus pada layanan berbasis pendidikan. Dengan fokus pada pendidikan, Ruangguru telah menjadi perusahaan multinasional dengan anak usahanya yang telah berdiri di Vietnam dan Thailand.

Sama dengan Gojek, Ruangguru pun menyesuaikan kebijakan dari masing-masing negara tempat anak perusahaan mereka berada.

8. Garudafood

Perusahaan multinasional asal Indonesia lainnya adalah Garudafood. Garudafood merupakan perusahaan dengan berbagai produk makanannya yang sukses di ekspor hingga ke mancanegara, seperti ke negara di Asia Tenggara, India, Korea, hingga Cina.

Garudafood juga saat ini telah memiliki anak perusahaan bernama Golden Pacific Trading Pte. Ltd, yang didirikan di Singapura.

Dukung Bisnis Lokal Melalui Investasi

Tadi itu pembahasan seputar perusahaan multinasional di Indonesia. Hadirnya perusahaan multinasional di Indonesia sendiri membawa dampak positif dan negatif.

Salah satu dampak negatif dari adanya perusahaan multinasional di Indonesia adalah mematikan bisnis lokal. Kita sebagai warga negara Indonesia tentu tidak menginginkan hal ini terjadi, dong.

Nah, untuk dapat membantu bisnis lokal tetap maju dan dapat berekspansi dapat dilakukan dengan investasi skema equity crowdfunding.

Melalui equity crowdfunding, kita akan mendanai berbagai bisnis UMKM melalui patungan online bersama investor lainnya. Selain mendanai bisnis UMKM Indonesia, nantinya kita pun berkesempatan memperoleh keuntungan berupa dividen rutin yang akan didistribusikan oleh bisnis UMKM tersebut.

Melalui pendanaan ini, kita turut membantu perkembangan UMKM Indonesia agar terus maju dan dapat bersaing dengan perusahaan multinasional Indonesia. Mungkin bisa jadi juga, suatu saat perusahaan UMKM yang didanai dapat menjadi perusahaan multinasional yang memiliki anak perusahaan atau cabang di berbagai negara.

LandX merupakan platform equity crowdfunding terpercaya, dan telah memiliki market cap terbesar se-Indonesia. Di LandX , kalian dapat mendanai berbagai bisnis UMKM berpotensi, mulai dari bisnis FnB, hingga bisnis properti berpotensi.

Oiya, di LandX kamu bisa mendanai berbagai bisnis UMKM dengan modal mulai Rp1 jutaa saja, lho! Bagaimana tertarik untuk menjadi salah satu orang yang membantu memajukan bisnis lokal?

Yuk, Bantu Majunya Bisnis UMKM dan Raih Potensi Untung Bersama di LandX

miliki bisnis modal kecil cuma dengan 1 jutaan dapat 4 cabang