menu-button
Cara Investasi di Securities Crowdfunding Investasi Keuangan Bisnis

Kenapa Suatu Negara Bisa Bangkrut? Penyebab Kebangkrutan Suatu Negara

Monday, 12 Sep 2022

Read in 9 minutes

Author: Della Octavilia
Memahami indikator kebangkrutan suatu negara

Kenapa suatu negara bisa bangkrut? Kebangkrutan suatu negara utamanya terjadi karena tidak dapat melunasi utangnya dan ekonominya yang runtuh. Sri Lanka, negara yang baru bangkrut, apa penyebabnya?

Kamu pernah terpikir tidak, kenapa suatu negara bisa bangkrut? Lalu, apa yang terjadi jika negara bangkrut? Ternyata sejak tahun 1980-an hingga tahun 2022, telah terdapat enam negara yang dinyatakan bangkrut.

Nah, penyebab kebangkrutan suatu negara itu bisa datang dari berbagai sektor, mulai dari sektor ekonomi yang semakin melemah, hingga permasalahan membengkaknya utang negara sehingga sudah tidak mampu lagi untuk membayar utang yang ditanggungnya. 

Pasti belakangan ini kamu pernah mendengar kabar bahwa Negara Sri Lanka telah bangkrut, kan? Iya benar, Sri Lanka bangkrut akibat dari ketidakmampuan negara dalam membayar utangnya pada kreditur, ditambah kondisi ekonomi nasionalnya yang runtuh.

Jika dilihat dari Negara Sri Lanka yang bangkrut, apakah negara Indonesia terancam bangkrut juga? Apakah dengan bangkrutnya Sri Lanka akan berdampak sampai Indonesia?

Kali ini kita akan membahas kenapa suatu negara bisa bangkrut, hingga apakah Indonesia saat ini masuk dalam kriteria negara yang akan mengalami bangkrut?

Jadi ikuti terus artikel ini, ya!

Kenapa Suatu Negara Bisa Bangkrut?

Apa sih yang menjadi penyebab kebangkrutan suatu negara hingga akhirnya negara tersebut dinyatakan bangkrut?

Menurut Ekonom CORE Indonesia, Yusuf Rendy Manilet dalam laman Katadata menyebutkan bahwa suatu negara dikatakan bangkrut saat negara tersebut gagal membayar utang alias default dalam beberapa periode tertentu.

Rendy Yusuf juga mengatakan bila dilihat dari negara-negara yang telah dinyatakan bangkrut penyebabnya tidak jauh berbeda, yaitu antara tidak bisa membayar pinjaman negara atau kondisi ekonomi negaranya yang runtuh.

Sebenarnya masih banyak lagi faktor kebangkrutan suatu negara. Berikut ini beberapa indikator negara yang bangkrut, yaitu:

1. Utang Negara

Banyak negara di dunia yang melakukan pinjaman untuk menjamin kelangsungan kehidupan negaranya. Biasanya suatu negara akan melakukan pinjaman karena pendapatan negaranya masih belum cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam negara tersebut.

Dengan begitu, berhutang menjadi jalan yang akan membantu kekurangan dari pendapatan dalam suatu negara. 

Namun, jika suatu negara terus melakukan pinjaman tetapi tidak dibarengi dengan pendapatan negara yang bertambah dan malah berkurang maka negara tersebut kemungkinan akan mengalami kegagalan dalam membayar utangnya atau default.

Jika suatu negara mengalami kegagalan dalam membayar utang negaranya selama beberapa periode tertentu, maka negara bisa dinyatakan bangkrut.

2. Kebijakan Ekonomi yang Salah

Ternyata, jika pemimpin suatu negara salah dalam mengambil kebijakan ekonomi, apalagi saat kondisi ekonomi negaranya sedang tidak stabil, maka negara tersebut dapat menuju kebangkrutan.

Kita ambil contoh pada negara Sri Lanka yang telah menyatakan bangkrut. Jadi, saat kondisi negara sedang tidak stabil, kondisi ekonominya sedang tidak stabil, lalu Presiden Sri Lanka Gotabaya mengambil keputusan untuk mengurangi pajak.

Mungkin bagi banyak masyarakat besaran pajak yang dikurangi sangatlah membantu mereka. Namun, saat itu ternyata Sri Lanka sedang memerlukan banyak dana untuk melunasi utang negaranya yang salah satu sumber pendapatannya bisa diperoleh dari pajak.

Nah, dengan adanya kebijakan pengurangan pajak itu dianggap tidak solutif dan malah menjadi beban bagi negara yang akhirnya membuat Sri Lanka mengalami kegagalan dalam membayar utang negara.

3. Inflasi

Inflasi menjadi faktor selanjutnya kenapa suatu negara bisa bangkrut. Jika suatu negara mengalami kondisi inflasi, di mana terjadinya kenaikan harga di pasaran yang tidak diimbangi dengan pendapatan masyarakat per kapitanya. 

Maka, nantinya negara tersebut dapat dinyatakan bangkrut, apabila inflasi terjadi dalam jangka waktu yang panjang dan membuat perekonomian negara hancur.

4. Korupsi

Tidak hanya sebuah organisasi atau bank saja yang dapat bangkrut akibat dari korupsi. Ternyata, negara bangkrut dapat juga disebabkan karena korupsi.

Jika para pemangku suatu negara melakukan korupsi yang membawa kerugian besar bagi negara, maka mungkin negara tersebut dapat dinyatakan bangkrut. 

Biasanya, para pemangku negara tersebut dengan sengaja akan menggunakan anggaran-anggaran besar milik negara agar “jejak” mereka sulit ditemukan oleh tim penyidik.

5. Kegiatan Ekspor Impor Tidak Sehat

Kegiatan ekspor impor yang tidak sehat hingga hubungan perekonomian dengan negara lain yang tidak sehat juga bisa menyebabkan suatu negara bisa bangkrut.

Kegiatan ekspor impor pasti melibatkan banyak negara yang saling bekerja sama. Nah, jika ternyata hubungan ini tidak baik, maka hal ini bisamembuat kegiatan ekspor impor tidak berjalan dalam jangka waktu panjang, apalagi barang yang di impor merupakan bahan penting bagi negara. Maka, bisa saja suatu negara dapat mengalami kebangkrutan.

Apa yang Terjadi Jika Negara Bangkrut?

Mungkin banyak yang bertanya-tanya, apa yang terjadi jika negara bangkrut? Apakah negara itu sudah tidak ada lagi atau bagaimana?

Menurut Direktur Chelios (Center of Economic and Law Studies), Bhima Yudhistira menjelaskan bahwa kebangkrutan suatu negara adalah kondisi di mana suatu negara sudah tidak mampu lagi membayar bunga utang dan para kreditur pun sudah tidak mau lagi memberi pinjaman.

Lalu, apa yang terjadi jika negara bangkrut? Kebangkrutan suatu negara membawa dampak yang sangat banyak, baik bagi negara maupun masyarakat di dalamnya. Setidaknya terdapat lima imbas yang akan terjadi jika negara bangkrut, yang di antaranya adalah:

1. Panic Buying

Jika suatu negara menyatakan bangkrut atau dinyatakan bangkrut, peristiwa pertama yang akan terjadi di dalam negara tersebut adalah peristiwa panic buying.

Negara akan mengalami krisis pangan dan membuat masyarakat di dalamnya akhirnya melakukan panic buying, dengan melakukan tindakan pembelian barang dalam jumlah besar dan melakukan penimbunan. 

Akibatnya dari tindakan panic buying tersebut akan memberikan efek kelangkaan di berbagai tempat.

2. Mata Uang Tidak Ada Nilainya

Bagi negara yang bangkrut, maka mata uang negaranya kian melemah, bahkan sudah tidak memiliki nilainya lagi. Masyarakat pun telah hilang kepercayaannya terhadap mata uang negara yang mengalami kebangkrutan.

Alhasil, masyarakat di dalam negara yang bangkrut memilih untuk melakukan proses barter atau pertukaran barang yang menggantikan transaksi dengan mata uang. 

3. Kehilangan Kepercayaan dari Kreditur

Para kreditur pun akan hilang kepercayaannya bagi negara yang bangkrut. Dengan hilangnya kepercayaan dari kreditur, membuat suatu negara akan sulit mendapatkan pendanaan baru untuk membangun kembali negaranya.

4. Munculnya Gelombang Eksodus

Kebangkrutan suatu negara nantinya dapat memunculkan gelombang eksodus atau masyarakat yang melarikan diri ke negara lain untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik.

Jika gelombang eksodus terjadi secara besar-besaran, nantinya negara yang bangkrut tersebut akan kehilangan banyak SDM yang dapat membangun kembali negaranya.

Sri Lanka, Negara yang Bangkrut di Tahun 2022

Kenapa Sri Lanka bisa bangkrut? Sebelum Sri Lanka bangkrut, terdapat lima negara yang telah mengalami kebangkrutan di dunia, yaitu Yunani, Argentina, Rusia, Meksiko,dan Islandia.

Oiya, kelima negara yang bangkrut sebelum Sri Lanka telah berhasil bangkit dari kebangkrutannya melalui pendanaan yang diberikan oleh IMF, dan mereka pun telah berhasil melunasi utang negara yang dimiliki sebelumnya dari hasil menjual aset dalam negaranya tersebut.

Kalian pasti beberapa bulan terakhir ini pernah mendengar kabar bahwa Sri Lanka telah menyatakan bangkrut kan? Lalu, kenapa Sri Lanka bangkrut?

Sri Lanka diketahui mengalami kebangkrutan karena ketidakmampuan negaranya dalam melunasi utang luar negerinya yang mencapai 51 miliar US dollar atau setara dengan Rp754,8 triliun.

Bersamaan dengan kondisi ekonomi negaranya yang sedang turun, pada bulan Juli lalu Sri Lanka diharuskan membayar kewajibannya sebesar 1 miliar US dollar dari total utangnya yang mencapai 51 miliar US dolar.

Namun karena kondisi ekonomi negaranya yang sedang turun, dan jumlah destinasi wisata Sri Lanka menurun drastis akibat dari Pandemi Covid-19 membuat negara ini mengalami kesulitan untuk memenuhi kewajibannya.

Kesulitan Sri Lanka dalam membayar utang luar negerinya pun bertambah akibat dari kebijakan ekonomi yang salah diterapkan oleh sang presiden, Gotabaya. Di mana, Gotabaya mengambil keputusan untuk mengurangi pajak.

Sebenarnya, pengurangan pajak sendiri sangat membantu masyarakat. Namun, sang Presiden Sri Lanka ini tidak memperhatikan kondisi negaranya yang sangat memerlukan banyak dana untuk melunasi utang negaranya. Padahal, pajak merupakan salah satu pemasukan negara yang dapat membantu melunasi utang Sri Lanka.

Ditambah lagi, di Sri Lanka terdapat beberapa proyek infrastruktur yang memakan modal besar. Dengan berbagai kejadian yang terjadi di Sri Lanka membuat berbagai harga bahan pokok meningkat drastis pada akhir tahun 2021.

Nah, dengan kondisi yang semakin ini membuat banyak sekolah dan layanan pemerintah yang akhirnya tutup akibat dari kondisi negara yang tidak kunjung membaik, malah semakin memburuk.

Kejadian ini pun berujung pada bulan Juni lalu, dimana pemerintah Sri Lanka secara resmi menyatakan ekonomi negaranya mengalami keruntuhan total sepanjang masa dan membuat Sri Lanka dinyatakan bangkrut.

Apakah Negara Indonesia Terancam Bangkrut?

Bila melihat kondisi Sri Lanka yang dinyatakan bangkrut, apakah negara Indonesia terancam bangkrut? Apakah dengan bangkrutnya Sri Lanka memberi dampak sampai Indonesia?

Menurut Riset CORE Indonesia, Piter Abdullah mengatakan bahwa Indonesia sangat berbeda dengan Sri Lanka. Jika sektor ekonomi Sri Lanka sangat tergantung pada jumlah wisatawan, maka di Indonesia sektor ekonominya didukung oleh kekayaan alam yang melimpah.

Struktur ekonomi di Indonesia cukup kokoh karena ditopang oleh berbagai badan usaha, baik yang dimiliki oleh negara, seperti BUMN, hingga badan swasta nasional. Semua badan usaha ini aktif dalam menumbuhkan perekonomian di Indonesia.

Bahkan di masa pandemi ini, Indonesia dinyatakan sebagai salah satu negara yang sistem keuangannya paling stabil. Di mana, Indonesia dapat mengelola utang negara dengan baik, dan berhasil menarik investor untuk menanamkan modalnya karena pertumbuhan ekonomi Indonesia yang ke arah positif.

Oleh karena itu, bila dilihat dari kondisi Indonesia saat ini sangat jauh dari kata kebangkrutan, dan Indonesia juga tidak terkena dampak dari kebangkrutan yang dialami oleh Sri Lanka.

Membantu Pertumbuhan Ekonomi Negara Melalui Investasi

Nah, kita telah membahas kenapa suatu negara bisa bangkrut? Banyak sekali indikator yang menyebabkan kenapa suatu negara bisa bangkrut, mulai dari sektor ekonomi, hingga kebijakan yang salah dikeluarkan oleh pemimpin negara.

Sektor ekonomi menjadi indikator utama dari kebangkrutan suatu negara. Banyak negara yang bangkrut akibat dari sektor ekonominya yang runtuh dan ketidakmampuan negara dalam melunasi utang luar negerinya.

Oleh karena itu kamu bisa loh menjadi salah satu pihak yang dapat membantu pertumbuhan perekonomian negara, yaitu Indonesia. Seperti yang telah dijelaskan di atas, saat ini banyak investor yang tertarik untuk menanamkan modalnya di Indonesia. Kamu pun bisa menjadi salah satu investor tersebut.

Kamu bisa melakukan investasi melalui sistem equity crowdfunding, dimana kamu akan menjadi salah satu pihak yang memiliki saham di bisnis yang berpotensi.

Melalui equity crowdfunding, kamu akan berinvestasi untuk mendanai suatu bisnis UMKM yang berpotensi secara patungan dengan beberapa investor lainnya. Setelah dana terkumpul, kamu berpotensi memperoleh keuntungan berupa dividen dari bisnis yang telah kamu danai sebelumnya.

Kamu bisa mendanai berbagai bisnis UMKM berpotensi dari berbagai macam industri, mulai dari bisnis UMKM di sektor kuliner, seperti Ayam Tempong Bu Sri, Arah Kopi (ARKO), hingga bisnis UMKM di sektor properti seperti kos-kosan.

Semua bisnis ini sangat berpotensi dan bisa memberimu keuntungan untuk jangka panjang. Jadi, selain kamu akan mendapatkan keuntungan dari investasi sistem equity crowdfunding, kamu juga menjadi salah satu pihak yang membantu perekonomian negara, sehingga dapat terhindar dari kebangkrutan.

LandX merupakan platform equity crowdfunding yang telah memiliki market cap terbesar se Indonesia, terpercaya, dan telah mengantongi izin dari OJK. Kamu pun dapat memulai investasi sistem equity crowdfunding melalui aplikasi LandX dengan mudah dan bisa dimulai dari modal yang kecil Rp1 jutaan saja, lho!

Jadi, tunggu apa lagi? Download Aplikasi LandX dan mulai pendanaan untuk proyek-proyek potensial!

Wujudkan Financial Freedom dengan Investasi di LandX Sekarang Juga!