menu-button
Cara Investasi di Securities Crowdfunding Investasi Keuangan Bisnis

Konsep Utilitas Adalah: Pengertian, Cara Mengukur, dan Fungsinya

Monday, 20 Jun 2022

Read in 6 minutes

Author: Nadya A. Faatihah
Utilitas Adalah Metode Untuk Mengukur Kepuasan Konsumen

Fungsi utilitas adalah konsep untuk mengukur preferensi konsumen atas sekumpulan barang atau jasa yang ditawarkan. Jika produk atau jasa dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan dan kepuasan konsumen, maka nilai utilitas ini semakin tinggi.

Dari sudut pandang ekonomi, konsep utilitas adalah istilah yang berkaitan erat dengan kepuasan konsumen atas produk atau jasa dalam bisnis perusahaan. Sederhananya, bagaimana mengukur tingkat utilitas dilihat dari semakin bermanfaat suatu barang atau jasa bagi konsumen.

Meski mengukur utilitas suatu produk atau jasa bisa ditentukan, mengetahui apa itu biaya utilitas sifatnya tetap relatif. Kalau kamu bingung, gak usah khawatir! Yuk, scroll terus artikel ini untuk lebih mendalami pemahaman kamu tentang utilitas.

Apa Itu Utilitas?

Permintaan (demand) terhadap suatu barang atau jasa tidak bisa lepas dari perilaku konsumen dalam mengonsumsi produk tersebut. Dalam ilmu ekonomi, konsep utilitas adalah ilmu untuk mengetahui perilaku konsumen dalam mengonsumsi produk tersebut.

Misalnya, jika Barang A dan Barang B ditawarkan pada harga yang sama, maka pilihan rasional seorang konsumen adalah memilih barang dengan utility terbesar. Jadi, utilitas adalah kemampuan atau nilai manfaat suatu produk atau jasa dalam memenuhi kebutuhan dan keinginan manusia (konsumen).

Teori dan Fungsi Utilitas

Maksud dari fungsi utilitas adalah konsep untuk mengukur preferensi konsumen atas sekumpulan barang atau jasa yang ditawarkan. Jika produk atau jasa dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan dan kepuasan konsumen, maka nilai utilitas ini semakin tinggi. Untuk memahami fungsi utilitas, pahami teori kepuasan utilitas pada konsumen berikut ini.

  • Utility atau utilitas adalah kepuasan yang diperoleh dalam mengonsumsi barang dan jasa. Jadi utilitas menunjukkan kepuasan relatif yang diperoleh seorang konsumen dari penggunaan berbagai komoditas.
  • Total utility adalah kepuasan total dalam mengkonsumsi sejumlah barang dan jasa.
  • Marginal utility (MU) atau utilitas marginal adalah tambahan kepuasan yang diperoleh dalam menambah satu satuan barang atau jasa yang dikonsumsi. Jadi utilitas marginal menunjukkan utilitas tambahan yang diperoleh dari suatu unit tambahan konsumsi dari suatu komoditas.

Konsep Utilitas

Karena nilai utilitas adalah bersifat relatif, maka terdapat beberapa konsep utilitas yang dapat digunakan untuk mengukur nilai ini. Berikut adalah diantaranya.

1. Utilitas Waktu (Time Utility)

Waktu dalam utilitas adalah mengacu pada ketersediaan produk. Jika perusahaan dapat mengoptimalkan proses perencanaan, produksi, dan distribusi, maka konsumen bisa membeli produk tersebut pada periode waktu produk tersebut dibutuhkan. Dengan ini nilai utilitas produk terletak pada waktu ketersediaan produk tersebut.

Contohnya di Indonesia, nilai utilitas adalah demand ketupat pada waktu mendekati Hari Raya Idul Fitri akan jauh lebih tinggi dibanding periode waktu lainnya. Atau, ketika musim hujan, nilai utilitas jas hujan semakin tinggi dibanding musim kemarau.

2. Utilitas kepemilikan (Possession Utility)

Utilitas kepemilikan dikaitkan dengan kepuasan konsumen ketika memiliki suatu produk. Dalam possession utility, nilai utilitas adalah ketika konsumen telah membeli atau memiliki sebuah produk, ia bisa menggunakannya secara bebas dan punya kontrol penuh atas barang tersebut.

Contoh nilai utilitas adalah semua orang bisa memiliki sepatu basket namun, bagi atlet basket maka nilai utilitas kepemilikannya akan semakin tinggi. Atau, semua orang bisa mencoba melukis, namun jika lukisannya hasil karya ilustrator berpengalaman maka nilai utilitas kepemilikannya akan lebih tinggi.

3. Utilitas tempat (Place Utility)

Konsep tempat sebagai utilitas adalah nilai yang diciptakan oleh sebuah bisnis, dimana pemilik bisnis menyediakan produk di tempat yang diinginkan dan dibutuhkan konsumen. Misalnya, jika Rumah Makan Masakan Padang didirikan di Sumatera Barat yang merupakan tempat asalnya, nilai utilitas tempat tidak akan signifikan. 

Tetapi, kalau Rumah Makan Masakan Padang didirikan di sebuah lokasi strategis di Pulau Jawa, maka konsumen yang menikmati makanan tersebut akan meningkatkan nilai utilitas tempatnya.

4. Utilitas Bentuk (Form Utility)

Bentuk utilitas adalah nilai yang diciptakan oleh sebuah bisnis dengan menggabungkan komponen ataupun bahan-bahan tertentu agar terciptanya sebuah produk dapat memiliki nilai manfaat yang optimal. Selain itu, nilai bentuk utilitas adalah seberapa baik kualitas dan bentuk produk yang digunakan oleh para konsumen. 

Misalnya, bongkahan kayu punya nilai utilitas bentuk yang terbilang rendah tetapi, jika bongkahan kayu itu diubah dan diproses untuk menjadi kursi atau meja dengan warna, ukuran, dan style terkini, maka nilai utilitas bentuknya dapat semakin meningkat.

Pendekatan Utilitas

Beberapa jenis konsep utilitas ini dapat diukur dengan dua metode pendekatan, yaitu kardinal dan ordinal. Penjelasan pendekatan utilitas adalah berikut ini.

1. Kardinal (Cardinal Utility)

Kardinal pada utilitas adalah metode pendekatan atas manfaat atau kegunaan yang tidak dapat diukur, namun bisa dibandingkan antara satu produk dengan lainnya. Sifat metode pendekatan cardinal utilitas adalah kualitatif. Misalnya adalah keputusan seseorang dalam mengonsumsi suatu barang didasarkan pada perbandingan antara manfaat yang diperoleh (kegunaan) dengan biaya yang harus dikeluarkan.

Ada banyak kesulitan dalam mengukur utilitas secara numerik, karena nilai utilitas yang diperoleh konsumen dari suatu barang atau jasa tergantung pada banyak faktor. Misalnya seperti suasana hati, minat, selera, preferensi, dan banyak lagi. Dalam teori pendekatan kardinal, asumsi utilitas adalah sebagai berikut.

  • Konsumen bertindak rasional berdasarkan keinginan memaksimalkan kepuasan sesuai dengan batas anggarannya.
  • Pendapatan konsumen tetap.
  • Uang memiliki nilai subjektif yang tetap.

Contohnya, Abdul lebih puas jika bisa membeli dua laptop dengan uang Rp35 juta. Sementara itu, Wafi lebih puas jika uang Rp35 juta tersebut dibelikan dua laptop dan satu kipas angin. Kesimpulannya, dengan metode kardinal, nilai utilitas kardinal adalah kepuasan yang didapat ditentukan sendiri oleh konsumen tanpa adanya pengukuran nilai.

2. Ordinal (Ordinal Utility)

Berbanding terbalik dengan kardinal, pendekatan ordinal pada utilitas adalah metode pendekatan terhadap manfaat yang bisa diukur melalui angka secara sistematis sehingga sifatnya kuantitatif. Pendekatan ini dapat diukur dari kemampuan konsumen mengurutkan tinggi rendahnya utilitas yang diperoleh dari mengonsumsi sejumlah barang atau jasa. Dalam teori pendekatan ordinal, asumsi utilitas adalah sebagai berikut.

  • Konsumen bertindak rasional berdasarkan keinginan memaksimalkan kepuasannya.
  • Konsumen punya pola pilihan (preferensi) pada sejumlah barang yang disusun berdasarkan besar kecilnya nilai utilitas (manfaat).
  • Terdapat pola konsisten pada konsumen. Misalnya, jika konsumen memilih Barang A dibandingkan Barang B, lalu memilih Barang B dibanding Barang C. Namun, tetap akan memilih Barang A jika dibanding Barang C.
  • Konsumen memiliki jumlah uang tertentu.

Misalnya, Della punya uang Rp10.000 untuk membeli kue. Della lebih suka Kue Putu daripada Kue Balok, namun jika membandingkan antara Kue Balok dan Kue Bolu, Della lebih suka Kue Balok. Maka, uang tersebut akan dibelikan Kue Putu. Dengan pendekatan ordinal, nilai utilitas adalah ditentukan dari kemampuan Della dalam mengetahui secara subyektif preferensinya, yaitu Kue Putu> Kue Balok> Kue Bolu.

Biaya Beban Utilitas

Utilitas memiliki fungsi yang sangat penting karena sangat berkaitan dengan hukum penawaran (supply) dan permintaan (demand). Selain itu, teori ini juga dapat membantu menjelaskan perilaku konsumen melalui teori pengambilan keputusan untuk membeli produk.

Konsumen secara rasional membeli sesuatu karena barang tersebut menawarkan beberapa nilai manfaat (utilitas). Kemudian, konsumen juga menciptakan permintaan barang karena barang tersebut memberikan utilitas. Semakin tinggi kepuasan yang ditawarkan suatu barang, semakin banyak konsumen akan menuntut ketersediaan produk tersebut.

Peningkatan permintaan seringkali dapat memunculkan biaya beban utilitas. Hal ini karena upaya perusahaan atau perorangan untuk meningkatkan nilai utilitas produknya menghasilkan beban utilitas. Misalnya, beban utilitas atau biaya utilitas adalah tagihan utilitas untuk biaya listrik, air, telephone, internet, dan sebagainya.

Itu dia penjelasan mengenai pengertian utilitas dan kaitannya dalam teori ekonomi. Singkatnya, utilitas adalah nilai kegunaan, manfaat, atau kepuasan yang dirasakan oleh konsumen terhadap suatu produk atau layanan.

Ingin Jadi Owner Bisnis Menjanjikan Hanya dengan Modal 1 Juta? Yuk Investasi di LandX Sekarang!

miliki bisnis modal kecil cuma dengan 1 jutaan dapat 4 cabang

Baca Juga