menu-button
Cara Investasi di Securities Crowdfunding Investasi Keuangan Bisnis

Memahami Apa Itu UMKM, Arti dan Peran UMKM di Indonesia

Sunday, 24 Jul 2022

Read in 7 minutes

Author: Abdul Wahhab

Apa itu UMKM adalah bisnis yang dijalankan oleh individu, rumah tangga, atau badan usaha kecil. UMKM adalah jenis bisnis atau usaha yang paling banyak di sekitar kita dan UMKM adalah salah satu penopang ekonomi terkuar Indonesia.

Berbicara tentang bisnis, tentu kamu sudah tidak asing lagi dengan apa itu UMKM atau Usaha Mikro Kecil Menengah. Banyak orang hanya mengetahui UMKM selewat saja dan gak tahu persis kenapa sebenarnya sebuah usaha atau bisnis bisa disebut UMKM.

Apa itu UMKM adalah salah satu bisnis yang sangat mudah kita temui dalam kehidupan sehari-hari dan merupakan salah satu sektor yang memiliki peranan sangat penting dalam perkembangan ekonomi suatu negara.

Karena itu, yuk kita bahas lebih lanjut tentang penjelasan lengkap arti usaha mikro, peran UMKM, dan cara investasi bisnisn UMKM!


Apa Itu UMKM?

Apa Itu UMKM atau Usaha Mikro Kecil Menengah adalah sebuah istilah populer yang beredar di masyarakat. Meskipun begitu, masih banyak orang yang belum bisa membedakan mana usaha yang pantas dilabeli UMKM dan mana yang tidak.

Secara garis besar, apa itu UMKM adalah sebuah bisnis atau usaha yang dijalankan oleh individu, keluarga, maupun badan usaha berukuran mikro. Lebih lanjut, sebuah usaha bisa dikatakan UMKM jika omzet per tahun, jumlah aset, serta jumlah karyawannya masuk dalam kategori tertentu.

Dalam perkembangan ekonomi, UMKM menjadi salah satu indikator yang menentukan kemajuan ekonomi suatu negara karena perkembangan UMKM juga biasanya mengikuti perkembangan ekonomi.

Oleh sebab itu bisnis ini menjadi salah satu sektor yang harus terus dikembangkan karena peran pentingnya dalam menobang perekonomian.

Perbedaan UMKM dan UKM

Dilansir dari Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008 tentang usaha, mikro, kecil, dan menengah, terdapat perbedaan dari ciri-ciri dan bentuk pengelolaan badan usahanya. Ini dia penjelasan lebih lanjut tentang adalah jenis-jenis UMKM dan UKM berdasarkan cirinya.

1. Ciri-ciri UMKM

Merujuk kepada Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008, usaha mikro adalah usaha yang dijalankan dan dimiliki oleh orang maupun badan usaha perorangan yang sesuai dengan kriteria. Jadi apa yang dimaksud usaha mikro adalah jenis usaha yang memenuhi kriteria Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008.

Seperti apa ciri-ciri UMKM? Yang pertama, omzet yang dimiliki mencapai Rp300 juta per tahun. Angka tersebut merupakan angka maksimal. Artinya, jika sebuah usaha memiliki omzet melebihi Rp300 juta, maka ia tidak bisa disebut sebagai Usaha Mikro.

Kriteria selanjutnya adalah, jumlah aset atau kekayaan yang dimiliki maksimal Rp50 juta. Jumlah nilai tersebut di luar dari tanah dan bangunan yang dimiliki. Salah satu masalah umum yang dimiliki sebuah mikro adalah bercampurnya keuangan pribadi dan perusahaan.

Usaha mikro sering kamu temui pada kehidupan sehari-hari. Contohnya seperti warung kopi, pedagang asongan, tukang cukur, dan lain-lain.

2. Ciri-ciri UKM (Usaha Kecil Menengah)

Meski mempunyai arti kata yang mirip, ternyata usaha kecil mempunyai omzet dan jumlah aset yang lebih besar dari usaha mikro.

Usaha kecil adalah usaha yang dijalankan oleh perorangan maupun badan usaha yang statusnya bukan sebagai anak perusahaan maupun sebagai cabang dari usaha yang lebih besar.

Merujuk kepada undang-undang di atas, sebuah bisnis bisa dikategorikan sebagai usaha kecil jika mempunyai omzet Rp 300 juta sampai Rp 2,5 milyar per tahun. Sedangkan jumlah aset bersihnya berada di kisaran angka Rp 50 Juta sampai Rp 500 juta.

Bila dibandingkan dengan usaha mikro, usaha kecil memiliki sistem keuangan yang lebih profesional dan terstruktur. Contoh dari usaha mikro adalah restoran, bengkel motor, katering, dan lain-lain.

3. Usaha Menengah

Selanjutnya usaha menengah adalah usaha yang dijalankan oleh perorangan maupun badan usaha yang statusnya bukan sebagai anak perusahaan maupun sebagai cabang dari usaha yang lebih besar maupun kecil.

Sebuah usaha bisa dikategorikan sebagai usaha menengah jika memiliki jumlah aset melebihi Rp 500 juta. Untuk urusan omzet, sebuah usaha menengah bisa meraup penjualan sebesar Rp 2,5 miliar sampai Rp 5 miliar per tahun.

Selain sistem keuangannya yang sudah rapi, sebuah usaha menengah juga mempunyai legalitas yang jelas. Contoh dari usaha menengah adalah bengkel mobil besar, restoran besar, pabrik skala rumahan, sampai toko bangunan.

Perbedaan UMKM dan UKM

Lalu secara lebih jelas, apa itu UMKM dan perbedaannya dengan UKM? Penjelasan lengkap apa itu UMKM dan perbedaannya diatur lewat kebijakan pemerintah dalam aspek-aspek sebagai berikut.

1. Omzet Usaha

Berdasarkan UU Nomor 20 Tahun 2008, usaha mikro hasil penjualan tahunannya paling banyak sebesar Rp300 juta. Sedangkan apa itu UMKM omzetnya bervariasi. Seperti usaha kecil memiliki omzet tahunan lebih dari Rp300 juta, sampai dengan paling banyak Rp2,5 milyar. Lalu, usaha menengah memiliki omzet tahunan lebih dari Rp2,5 milyar, sampai dengan paling banyak Rp50 milyar.

2. Kekayaan Bersih Usaha

Kekayaan bersih usaha mikro paling banyak Rp50 juta. Sedangkan kekayaan bersih usaha kecil berkisar lebih dari Rp50 juta sampai dengan Rp500 juta. Lalu, kekayaan bersih usaha menengah berkisar antara Rp500 juta sampai dengan Rp10 milyar. Inilah yang menjadi hal yang mendefinisikan apa itu UMKM dan UKM di mana tanah dan bangunan tidak termasuk ke dalam perhitungan kekayaan bersih usaha.

3. Jumlah Tenaga Kerja

Apa itu UMKM dan UKM definisinya juga dibedakan oleh jumlah tenaga kerja yang dimiliki. Dilansir dari survey Badan Pusat Statistik, usaha mikro setidaknya memiliki 1-5 orang tenaga kerja, usaha kecil memiliki 6-19 tenaga kerja, sementara usaha menengah memiliki 20-99 tenaga kerja.

4. Perbedaan Modal Awal UKM dan UMKM

Apa itu UMKM dan UKM dan UMKM juga diartikan dari perbedaan besaran jumlah modal awal usahanya. Umumnya, modal mendirikan UKM adalah sebesar Rp50 juta. Sedangkan modal untuk mendirikan UMKM adalah sebesar Rp300 juta yang bisa didapatkan dari bantuan pemerintah atau urun dana lewat platform equity crowdfunding.

5. Pembinaan Usaha

Arti apa itu UMKM dan UKM juga dibedakan dari pembinaan usahanya. Dilansir dari UU Nomor 23 tahun 2014, pembinaan usaha skala mikro pengelolaannya dipegang oleh kabupaten dan kota. Sementara apa itu UMKM pembinaannya dibagi menjadi usaha kecil yang dibina oleh provinsi, serta usaha menengah yang dibina berskala nasional.

6. Pajak yang Dikenakan

Diatur oleh PP Nomor 23 Tahun 2018, wajib pajak yang memperoleh penghasilan dengan peredaran bruto tidak melebihi Rp4,8 milyar, dikenakan pajak penghasilan sebesar 0,5%. Artinya, pelaku usaha yang memiliki peredaran bruto tertentu ini tidak wajib memungut dan membayar PPN atas setiap transaksinya, melainkan harus memungut PPh Final 0,5%

Peran UMKM Bagi Ekonomi Indonesia

Meski apa itu UMKM dan UKM menggandeng nama kecil dan menegah, nyatanya peran UMKM adalah sumbangsih yang besar bagi ekonomi negara lho.

Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM Republik Indonesia yang dilansir dari kompas, pada tahun 2016, UMKM menyumbang 60,43 % dari total PDB nasional. Selain itu, UMKM juga membuka lapangan pekerjaan dan menyerap hingga 89,2 % dari total tenaga kerja.

Berikut ini beberapa peran yang dilakukan UMKM untuk pertumbuhan ekonomi tanah air.

1. Mendorong Pemerataan Ekonomi

Dengan hadirnya UMKM, ekonomi bisa lebih merata di berbagai wilayah. Di wilayah terpencil dan pedesaan, masyarakat sekitar bisa mendapatkan akses untuk melakukan transaksi terhadap barang dan jasa.

2. Membuka Lapangan Kerja

Jika dibandingkan perusahaan multinasional, UMKM mempunyai syarat yang tidak terlalu ribet untuk menyaring para pekerja. Hal ini membuat penyerapan lapangan pekerjaan bisa semakin besar, mudah, serta cepat.

3. Menyumbang Devisa Negara

Banyak dari UMKM kita sudah tembus pasar internasional lho. Sebagai informasi, dari data diatas, ternyata UMKM menyumbang 14,17 % dari total ekspor. Hal ini tentu membuat kontribusi ekspor Indonesia semakin meningkat dan devisa pun akan mengalir.

4. Memenuhi Kebutuhan Masyarakat Kecil

Pasar utama bagi UMKM adalah masyarakat kecil yang tinggal di pedesaan. Dengan hadirnya UMKM, kebutuhan masyarakat kecil tentu akan terpenuhi dengan sendirinya. Bukan hanya itu, sering kali para pemilik UMKM menggaet masyarakat setempat untuk diberdayakan. Hal ini tentu mempengaruhi perputaran ekonomi di sebuah daerah.

Itulah pengertian, jenis-jenis, serta peran UMKM bagi ekonomi Indonesia. Setelah membaca artikel di atas, kamu sudah bisa dong membedakan yang mana UMKM dan mana yang enggak?

Nah, buat kamu yang ingin ikut andil dalam memajukan UMKM di Indonesia, kamu bisa berinvestasi kepada perusahaan UMKM yang terdaftar di LandX. Tenang saja, semua UMKM yang sudah kita kurasi dengan sangat ketat.

Modalnya juga gak gede kok. Cukup dengan dana Rp.1 juta, kamu sudah bisa berpartisipasi dalam memajukan roda pertumbuhan ekonomi Indonesia. Gak hanya itu, kamu juga bakal mendapatkan keuntungan!

Tunggu apalagi..

Yuk Temukan Bisnis dengan Keuntungan Terbaik di LandX

miliki bisnis modal kecil cuma dengan 1 jutaan dapat 4 cabang

Mau Berbagai Info Menarik Seputar Investasi Lainnya? Yuk Follow Instagram @landx.id


Baca Juga:


#SekarangBisa

Baca Juga