Sadar atau tidak, pasti banyak di antara kita yang pernah mengalami impulsive buying yang baik saat belanja online maupun offline.

Impulsive buying adalah keputusan pembelian yang secara tiba-tiba dan tidak terencana yang dilakukan seseorang saat melihat suatu barang atau jasa. Pembelian ini biasanya hanya bertumpu pada keputusan emosional saja sehingga tidak memikirkan manfaat dan kegunaan dari barang yang dibeli tersebut.

Fenomena impulsive buying ini juga meningkat seiring perkembangan sistem belanja online yang membuat orang bisa dengan mudah membeli suatu barang. Kemudahan ini menjadi salah satu pemicu yang menyebabkan orang tidak berpikir panjang sebelum membeli suatu barang.

Oleh sabab itu, banyak bisnis memasukkan sisi emosional dalam berbagai iklan mereka agar mendorong sikap impulsive buying dari para audien. Anda tentu pernah tanpa sadar memberi suatu barang dengan diskon besar yang sebenarnya anda tidak butuh sama sekali.

Supaya bisa terhindar dari impulsif buying, yuk kita bahas lebih tentang apa itu impulsive buying dan bagaimana cara terhindar dari hal ini.


Table of Content


Apa Itu Impulsive Buying?

Seperti yang sudah ktia bahas sebelumnya, impulsive buying adalah kegiatan pembelian yang dilakukan oleh seseorang tanpa rencana yang matang karena pembelian dilakukan secara emosional.

Saat melakukan impulsive buying, banyak orang tidak mempertimbangkan apakah produk yang dibeli akan bermanfaat atau tidak. Biasanya orang baru sadar mereka melakukan impulsive buying setelah barang yang mereka beli menumpuk karena tidak berguna.

Selama pandemi, banyak orang mengalami impulsive buying karena meningkatnya transaksi online dan berbagai promosi menarik yang menyebabkan konsumen terlena hingga akhrinya melakukan impulsive buying.

Selain itu, banyak orang bosan di rumah sehingga mereka mencari hobi baru yang mendorong mereka melakukan impulsive buying untuk berbagai produk yang berkaitan dengan hobi mereka.

Penyebab Terjadinya Impulsive Buying

Sebenarnya impulsive buying terjadi karena banyak faktor baik internal maupun eksternal. Salah satu hal utama yang menyebabkan impulsive buying adalah suasana belanja yang nyaman dan mudah sehingga seseorang tidak pikir panjang untuk memberi sesuatu.

Karena itu, orang-orang akan belanja lebih banyak di secara online karena terbawa suasana mudahnya mendapatkan suatu barang sehingga tidak memikirkan berapa banyak yang sudah mereka keluarkan. Oleh sebab itu, mood seseorang menjadi faktor yang memiliki peran cukup besar dari prilaku impulsive buying.

Selain itu, keunikan suatu produk juga menjadi hal mendorong seseorang melakukan impulsive buying, kamu pasti pernah tertarik dan membeli suatu barang hanya karena barang tersebut lucu dan unik sehingga menarik perhatian anda.

Namun, semua ini kembali lagi ke diri sendiri apakah kita bisa mengendalikan prilaku impulsive buying ini atau tidak. Sikap hedonisme dan kurangnya kontrol terhadap diri sendiri menjadi salah satu faktor utama yang menyebabkan seseorang melakukan impulsive buying saat sedang belanja.

Menghindari Impulsive Buying

Seperti yang sudah kita bahas sebelumnya, impulsive buying memberikan dampak yang tidak baik terhadap keuangan kita terutama dalam jangka panjang. Oleh sebab itu, mari kita bahas berbagai cara menghindari sikap impulsive buying.

1. Mengatur Budget

Untuk membatasi prilaku impulsive buying anda perlu membatasi budget belanja anda setiap bulan sehingga anda sadar kapan harus berhenti belanja. Membatasi budget belanja membuat keputusan belanja menjadi jauh lebih rasional karena setiap keputusan yang kita ambil akan mengacu pada budget belanja yang kita miliki.

Oleh sebab itu, mengatur budget memiliki pengaruh yang sangat signifikan terhadap keputusan keuangan yang akan anda ambil.

2. Menyusun Skala Prioritas

Apabila anda ingin belanja, anda harus menyusun skala prioritas agar anda tahu barang apa saja yang perlu dibeli dan apa yang tidak perlu. Hal ini membantu anda memilah barang-barang apa saja yang perlu dibeli dan mana yang tidak.

Hal ini membantu anda terhindari dari godaan membeli produk-produk tidak berguna dan fokus membeli produk yang benar-benar anda butuhkan.

3. Mulai Berinvestasi

Salah satu cara terhindar belanja secara impulsive adalah dengan mulai rutin berinvestasi. Investasi bisa menjadi salah satu cara untuk menghindari berbagai keputusan keuangan yang tidak penting.

Selain menghindari prilaku konsumtif, investasi membantu anda mengembangkan uang yang anda miliki dan tidak terhindar dari gerusan inflasi.

Salah satu investasi modal kecil yang bisa anda coba adalah investasi melalui patungan bisnis yang akan memberikan anda keuntungan berupa dividen dari keuntungan bisnis yang anda beli sahamnya.

LandX merupakan platform equity crowdfunding yang memberikan anda kesempatan untuk patungan ke berbagai bisnis menguntungkan dari berbagai sektor yang ada di sekitar anda.

Karena itu..

Yuk Patungan Bisnis Bareng LandX untuk Passive Income Jangka Panjang Anda

Patungan Bisnis Bareng LandX untuk Passive Income Menjanjikan


Jangan Lupa Follow Instagram @landx.id Untuk Berbagai Tips Investasi Menguntungkan Lainnya

#YukPatunganBisnis    #LandX.id    #landx.id    #InvestasiBisnis    #EquityCrowdfunding    #InvestasiMenguntungkan    #Urundana    #BisnisPatungan    #InvestasiUsaha

Baca Juga