menu-button
Cara Investasi di Securities Crowdfunding Investasi Keuangan Bisnis

Perbedaan Saham Syariah dan Konvensional dan Saham Syariah Terbaik

Wednesday, 17 Nov 2021

Read in 8 minutes

Author: Abdul Wahhab

Kriteria saham syariah adalah perusahaan yang berjalan sesuai prinsip Islam. Ketahui perbedaan saham syariah dan konvensional, serta indeks saham syariah blue chip terbaik dalam artikel ini.

Saham syariah 2022 – Selain berinvestasi ke pasar modal konvensional, Anda juga dapat kenalan dengan produk pasar modal syariah yang bisa jadi pilihan investasi yang terdiri dari saham hingga reksa dana syariah.

Sebagai salah satu instrumen investasi, saham syariah merupakan salah satu instrumen yang paling banyak dicari oleh para investor yang mencari instrumen invesasi yang sesuai dengan syariah islam.

Saham syariah adalah bukti penyertaan modal individu atau badan usaha terhadap suatu perusahaan atau bisnis dengan prinsip syariah. Saham-saham syariah adalah saham yang telah memenuhi syarat dan kriteria syariah.

Saat ini terdapat hampir 500 saham yang masuk kategori ini termasuk ke dalam indeks saham syariah.

Supaya Anda semakin paham tentang instrumen ini, yuk kita bahas lebih lanjut tentang pengertian saham syariah dan indeks saham syariah yang bisa membantu pemilihan instrumen investasi terbaik Anda.


Apa Itu Saham Syariah?

Saham syariah sebenarnya hampir sama dengan saham biasa/saham konvensional yang merupakan bukti kepemilikan akan sebuah perusahaan atau bisnis, namun yang menjadi pembeda saham syariah mengacu pada prinsip-prinsip syariat islam.

Saham syariah adalah saham yang sudah memenuhi berbagai syarat tertentu yang sudah ada dalam syariah islam.

Emiten yang masuk kategori saham syariah dalam praktiknya harus mengacu pada syariah islam sehingga perusahaan harus berjalan sesuai dengan prinsip syariah yang ada.

Karena salah satu indikator penting untuk menentukan sebuah saham syariah atau tidak adalah dengan melihat apakah perusahaan berjalan sesuai syariah atau tidak.

Selain itu, terdapat beberapa kriteria lain yang digunakan untuk menilai apakah saham bisa masuk ke dalam kategori syariah atau tidak. Perbedaan saham syariah dan saham konvensional

Perbedaan Saham Syariah dan Konvensional

Pada dasarnya, saham syariah dan konvensional merupakan surat berharga bukti kepemilikan/ penyetoran modal atas suatu emiten atau perusahaan yang mencari permodalan kepada produk.

Secara mekanisme perdagangan dalam pasar modal sebenarnya tidak ada perbedaan, namun dari sisi proses bisnis dan berjalanannya perusahaan terdapat beberapa kriteria khusus yang menentukan apakah suatu emiten masuk indeks syariah atau tidak.

lebih detailnya, mari kita bahas tentang kriteria dan syarat suatu saham yang masuk kategori syariah.

Mekanisme dan Syarat Saham Syariah

Terdapat bebeberapa kriteria yang membedakan antara saham syariah dan konvesional. Berikut beberapa mekanisme dan syarat yang harus dipenuhi suatu emiten untuk masuk ke dalam kategori indeks saham syariah.

1. Jenis Bisnis

Dalam saham syariah, perusahaan yang membutuhkan dana atau emiten harus berjalan sesuai dengan prinsip syariah islam. Aturan ini membuat perusahaan yang produknya tidak halal, mengandung riba, memiliki risiko yang tidak pasti karena dinilai bisa menimbulkan spekulasi dan dinilai sebagai judi, dan ada unsur suap dalam prosesnya tidak bisa dikategorikan sebagai saham syariah.

Karena itu, Anda bisa dengan mudah membedakan sebuah saham syariah atau konvensional dengan melihat di sektor mana perusahaan terkait bergerak. Karena saham syariah pasti berasal dari bisnis yang sudah memenuhi berbagai kategori yang mengacu pada syariah islam.

2. Proses Transaksi

Dalam transaksi proses transaksinya, saham syariah tidak memperbolehkan transaksi jual-beli secara langsung yang ditujukan untuk menghindari adanya manipulasi harga. Selain itu saham syariah juga menghindari transaksi dengan sistem bunga karena dinilai mengandung riba.

Hal ini menjadi pembeda antara saham syariah dan saham konvensional karena saham konvensional bisa diperjualbelikan secara langsung melewati broker. Selain itu perusahaan dalam saham konvensional memiliki jenis produk dengan kategori halal maupun haram.

3. Aset Dalam Saham Syariah dan Konvensional

Perusahaan yang menawarkan saham syariah harus memenuhi syarat rasio keuangan di mana total utang berbasis bunga harus lebih kecil dibandingkan total aset di mana utang berbasis bunga tidak boleh melebihi 45% dari total aset perusahaan. Hal ini berbeda dengan sistem saham konvensional yang memperbolehkan utang berbasis bunga lebih besar dari nilai total aset.

Hal lain yang membedakan antara saham syariah dan konvensional adalah sumber pendapatan dari perusahaan. Dalam saham syariah, pendapatan non halal seperti bunga tidak boleh melebihi pendapatan hasil usaha dan tidak lebih dari 10% pendapatan secara keseluruhan.

Saham Syariah Bluechip

Apabila Anda masih bingung cara berinvestasi saham syariah dan menemukan saham syariah yang sesuai dengan tujuan investasi Anda, maka Anda sebenarnya bisa mulai dengan mengecek indek saham syariah yang kini ada beberapa jenis.

Dalam indeks ini, terdapat banyak saham-saham blue chip yang bisa jadi pilihan untuk menghiasi portofolio Anda. Karena itu, yuk kita cek berbagai indeks saham syariah yang bisa mempermudah Anda menemukan saham blue chip syariah.

Indeks Saham Syariah

Saham syariah jenis ini secara resmi terdaftar di DES (Daftar Efek Syariah) yang merupakan daftar perusahaan yang menawarkan jenis saham syariah. Daftar ini diterbitkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan MUI (Majelis Ulama Indonesia).

Saham syariah ini sebenarnya sangat mudah Anda temui karena beberapa saham bluechip masuk dalam kategori ini. Karena itu, Anda sebenarnya bisa menemukan saham bluechip syariah yang cocok untuk investasi jangka panjang dengan melihat berbagai indeks saham syariah yang ada di Indonesia.

Saham syariah memiliki beberapa jenis indeks yang tersedia di pasar modal indonesia, berikut beberapa indeks saham syariah yang harus Anda ketahui:

1. Indeks ISSI (Indeks Saham Syariah Indonesia)

Indeks Saham Syariah Indonesia diluncurkan pada 12 Mei 2011 yang kini telah mencatat 467 saham syariah yang bisa dijadikan instrumen investasi Anda. Indeks ini berisikan saham syariah yang sudah tercatat di BEI (Bursa Efek Indonesia). ISSI bisa dijadikan acuan kinerja pasar syariah di Indonesia karena mencakup seluruh saham yang masuk ke dalam DES dan tercatat di BEI (Bursa Efek Indonesia).

2.Indeks JII (Jakarta Islamic Index)

JII merupakan indeks pasar syariah yang berikan 30 saham syariah paling likuid yang tercatat di BEI (Bursa Efek Indonesia). Indeks ini diluncurkan pada 3 Juli 2000. Saham dalam indeks ini dipilih berdasarkan beberapa kriteria penilaian sehingga menyisakan 30 saham terpilih yang dimasukkan ke dalam indeks ini.

3. Indeks JII70 (Jakarta Islamic Index 70)

JII70 merupakan indeks saham yang didirikan pada 17 Mei 2018 yang berisikan 70 saham syariah paling likuid yang sudah tercatat dalam Bursa Efek Indonesia (BEI). Saham dari diseleksi dengan proses yang hampir sama dengan JII akan tetapi jumlah saham yang diambil lebih banyak yaitu 70 saham terpilih sesuai kategori yang sudah ditentukan.

4. IDX-MES BUMN17

Indeks saham syariah berikut adalah IDX-MES BUMN17 yang berisikan 17 emiten syariah yang merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang dipilih berdasarkan kapilitalisasi dan likuidas dari saham eminten tersebut.

Indeks ini merupakan kolabolasi antara Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) yang menyeleksi saham-saham BUMN terbaik yang masuk ke dalam kategori ini.

Bagaimana Cara Investasi di Saham Syariah

Saham syariah adalah saham yang diterbitkan oleh perusahaan yang berbasis syariah atau perusahaan yang memenuhi prinsip syariah. Dengan memiliki saham artinya Anda memiliki sebagian aset perusahaan sesuai persentase kepemilikan saham. 

Saat ini di Bursa Efek Indonesia, terdapat lebih dari 400 saham syariah yang dapat Anda pilih. Lalu bagaimana cara investasi di saham syariah? Berikut cara membeli saham syariah.

  1. Tentukan Perusahaan Sekuritas 

Perusahaan sekuritas adalah perusahaan yang telah mendapat izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai perantara perdagangan efek. Di Indonesia telah banyak platform atau perusahaan sekuritas yang memiliki aplikasi yang menjual saham syariah untuk Anda pilih.

Anda tinggal membandingkannya dan mendownload aplikasi tersebut di smartphone. 

  1. Mendaftarkan Diri (Registrasi)

Untuk membeli saham syariah di aplikasi manapun, wajib membuka rekening efek dengan melakukan registrasi foto KTP, NPWP, dan syarat lain yang diminta. 

  1. Menganalisa Saham Syariah

Setelah berhasil terdaftar dan dikonfirmasi oleh perusahaan sekuritas, Anda dapat langsung menganalisa saham syariah yang tersedia. Cara menemukan saham syariah adalah mudah, dengan menuju pada kolom pencarian dan mengetik syariah.

  1. Melakukan Transaksi Beli Saham Syariah

Setelah menemukan saham syariah terbaik pilihan Anda, silakan untuk melakukan transfer modal awal ke aplikasi untuk membeli saham syariah pilihan.

Perbedaan Pasar Modal Syariah dan Konvensional

Setelah mengetahui cara investasi saham syariah serta perbedaan saham syariah dan saham konvensional, perlu Anda ketahui juga tentang apakah ada perbedaan pasar modal syariah dengan konvensional?

Pertama harus dipahami bahwa pasar modal syariah dan konvensional (non syariah) di Indonesia tidak berdiri secara terpisah. Pasar modal syariah dan konvensional merupakan satu kesatuan yang transaksinya berada di Bursa Efek Indonesia.

IDX Islamic menuturkan, perbedaan pasar modal syariah dan konvensional adalah pemenuhan prinsip hukum Islam. Berikut perbedaan pasar modal syariah dan konvensional:

  • Produk (Efek) yang Dijual – instrumen pasar modal konvensional yaitu saham, obligasi, reksa dana, saham waran. Sedangkan instrumen pasar modal syariah yaitu saham, obligasi, dan reksa dana yang sudah sesuai prinsip hukum Islam.
  • Emiten – emiten atau perusahaan penerbit efek di pasar modal syariah harus sesuai kriteria, mekanisme, dan syarat saham syariah. Sedangkan pada pasar modal konvensional, emiten tidak perlu memerhatikan prinsip Islam saat melakukan penawaran efek.
  • Mekanisme Pasar Modal – mekanisme pasar modal konvensional tidak memiliki batasan khusus atau bebas melakukan transaksi sehingga memiliki konsep imbalan bunga. Sedangkan mekanisme transaksi pasar modal syariah dilarang mengandung unsur maysir (perjudian), gharar (spekulasi), dan riba (penetapan bunga).

Yuk Mulai Investasi

Setelah paham perbedaan antara saham syariah dan konvensional kini tentu Anda semakin paham dan mengerti tentang berbagai pilihan saham yang bisa Anda jadikan instrumen investasi.

Namun, Anda apabila Anda masih belum mau berinvestasi saham, Anda mungkin bisa mulai investasi dengan berinvestasi sistem equity crowdfunding yang membuat Anda bisa berinvestasi ke dalam bisnis dan UMKM yang berada di sekitar Anda.

LandX memberikan Anda kesempatan untuk Anda memulai investasi bagi hasil menguntungkan dengan mulai investasi bisnis ke dalam berbagai bisnis dengan potensi keuntungan jangka panjang.

Yuk Investasi Bisnis Menguntungkan Bersama LandX.

jadi-owner-bisnis-hanya-1-jutaan-dengan-cuan-yang-sangat-menjanjikan

Mau Berbagai Info Menarik Seputar Investasi Lainnya? Yuk Follow Instagram @landx.id


Baca Juga:


#LandX.id #landx.id #InvestasiBisnis #EquityCrowdfunding #InvestasiMenguntungkan #Urundana #BisnisPatungan #InvestasiUsaha

Baca Juga