Saham Syariah 2021 – Apabila kamu ingin berinvestasi ke dalam pasar modal, maka kamu harus tahu bahwa terdapat produk pasar modal syariah yang bisa jadi pilihan investasi kamu mulai dari saham hingga reksa dana syariah.

Sebagai salah satu instrumen investasi paling populer, saham syariah merupakan salah satu instrumen yang paling banyak dicari oleh para investor yang mencari instrumen invesasi yang sesuai dengan syariah islam.

Saham syariah adalah bukti penyertaan modal individu atau badan usaha terhadap suatu perusahaan atau bisnis dengan prinsip syariah, dengan kata lain saham-saham yang sudah memenuhi syarat dan kriteria syariah.

Saat ini terdapat hampir 500 saham yang masuk kategori ini termasuk ke dalam indeks saham syariah.

Supaya kamu semakin paham tentang instrumen ini, yuk kita bahas lebih lanjut tentang pengertian saham syariah dan indeks saham syariah yang bisa membantu pemilihan instrumen investasi anda.


Table of Content


Apa Itu Saham Syariah?

Saham syariah sebenarnya hampir sama dengan saham biasa/saham  konvensional yang merupakan bukti kepemilikan akan sebuah perusahaan  atau bisnis, namun yang menjadi pembeda saham syariah mengacu pada prinsip-prinsip syariat islam.

Karena itu saham syariah adalah saham yang sudah memenuhi berbagai syarat tertentu yang sudah ada dalam syariah islam.

Emiten yang masuk kategori saham syariah dalam praktiknya  harus mengacu pada syariah islam sehingga perusahaan harus berjalan sesuai  dengan prinsip syariah yang ada.

Karena salah satu indikator penting untuk menentukan sebuah saham  syariah atau tidak adalah dengan melihat apakah perusahaan berjalan sesuai syariah atau tidak.

Selain itu, terdapat beberapa kriteria lain yang digunakan untuk menilai apakah saham bisa masuk ke dalam kategori syariah atau tidak. Perbedaan Saham Syariah dan Saham Konvensional

Perbedaan Saham Syariah dan Konvensional

Pada dasarnya, saham syariah dan konvensional merupakan surat berharga bukti kepemilikan/ penyetoran modal atas suatu emiten atau perusahaan yang mencari permodalan kepada produk.

Secara mekanisme perdagangan dalam pasar modal sebenarnya tidak ada perbedaan, namun dari sisi proses bisnis dan berjalanannya perusahaan terdapat beberapa kriteria khusus yang menentukan apakah suatu emiten masuk indeks syariah atau tidak.

lebih detailnya, mari kita bahas tentang kriteria dan syarat suatu saham yang masuk kategori syariah.

Kriteria dan Syarat Saham Syariah

Terdapat bebeberapa kriteria yang membedakan antara saham syariah dan konvesional. Berikut beberapa syarat yang harus dipenuhi suatu emiten untuk masuk ke dalam kategori indeks syariah.

1. Jenis Bisnis

Dalam saham syariah, perusahaan yang membutuhkan dana atau emiten harus berjalan sesuai dengan prinsip syariah islam. Aturan  ini membuat perusahaan yang produknya tidak halal, mengandung riba,  memiliki risiko yang tidak pasti karena dinilai bisa menimbulkan  spekulasi dan dinilai sebagai judi, dan ada unsur suap dalam prosesnya  tidak bisa dikategorikan sebagai saham syariah.

Karena itu anda  bisa dengan mudah membedakan sebuah saham syariah atau konvensional  dengan melihat di sektor mana perusahaan terkait bergerak. Karena saham  syariah pasti berasal dari bisnis yang sudah memenuhi berbagai kategori  yang mengacu pada syariah islam.

2. Proses Transaksi

Dalam  transaksi proses transaksinya, saham syariah tidak memperbolehkan  transaksi jual-beli secara langsung yang ditujukan untuk menghindari  adanya manipulasi harga. Selain itu saham syariah juga menghindari  transaksi dengan sistem bunga karena dinilai mengandung riba.

Hal  ini menjadi pembeda antara saham syariah dan saham konvensional karena  saham konvensional bisa diperjualbelikan secara langsung melewati  broker. Selain itu perusahaan dalam saham konvensional memiliki jenis  produk dengan kategori halal maupun haram.

3. Aset Dalam Saham Syariah dan Konvensional

Perusahaan  yang menawarkan saham syariah harus memenuhi syarat rasio keuangan di  mana total utang berbasis bunga harus lebih kecil dibandingkan total  aset di mana utang berbasis bunga tidak boleh melebihi 45% dari total  aset perusahaan. Hal ini berbeda dengan sistem saham konvensional yang  memperbolehkan utang berbasis bunga lebih besar dari nilai total aset.

Hal  lain yang membedakan antara saham syariah dan konvensional adalah  sumber pendapatan dari perusahaan. Dalam saham syariah, pendapatan non  halal seperti bunga tidak boleh melebihi pendapatan hasil usaha dan  tidak lebih dari 10% pendapatan secara keseluruhan.

Indeks Saham Syariah

Saham  syariah jenis ini secara resmi terdaftar di DES (Daftar Efek Syariah)  yang merupakan daftar perusahaan yang menawarkan jenis saham syariah. Daftar ini diterbitkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan MUI  (Majelis Ulama Indonesia).

Saham syariah ini sebenarnya sangat mudah kamu temui karena beberapa saham bluechip masuk dalam kategori ini. Karena itu, kamu sebenarnya bisa menemukan saham bluechip syariah yang cocok untuk investasi jangka panjang dengan melihat berbagai indeks saham syariah yang ada di Indonesia.

Saham syariah memiliki beberapa jenis  indeks yang tersedia di pasar modal indonesia, berikut beberapa indeks  saham syariah yang harus anda ketahui:

1. Indeks ISSI (Indeks Saham Syariah Indonesia)

Indeks  Saham Syariah Indonesia diluncurkan pada 12 Mei 2011 yang kini telah  mencatat 467 saham syariah yang bisa dijadikan instrumen investasi anda.  Indeks ini berisikan saham syariah yang sudah tercatat di BEI (Bursa  Efek Indonesia). ISSI bisa dijadikan acuan kinerja pasar syariah di  Indonesia karena mencakup seluruh saham yang masuk ke dalam DES dan  tercatat di BEI (Bursa Efek Indonesia).

2.Indeks JII (Jakarta Islamic Index)

JII  merupakan indeks pasar syariah yang berikan 30 saham syariah paling  likuid yang tercatat di BEI (Bursa Efek Indonesia). Indeks ini  diluncurkan pada 3 Juli 2000. Saham dalam indeks ini dipilih berdasarkan  beberapa kriteria penilaian sehingga menyisakan 30 saham terpilih yang  dimasukkan ke dalam indeks ini.

3. Indeks JII70 (Jakarta Islamic Index 70)

JII70  merupakan indeks saham yang didirikan pada 17 Mei 2018 yang berisikan  70 saham syariah paling likuid yang sudah tercatat dalam Bursa Efek  Indonesia (BEI). Saham dari diseleksi dengan proses yang hampir sama  dengan JII akan tetapi jumlah saham yang diambil lebih banyak yaitu 70  saham terpilih sesuai kategori yang sudah ditentukan.

4. IDX-MES BUMN17

Indeks saham syariah berikut adalah IDX-MES BUMN17 yang berisikan 17 emiten syariah yang merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang dipilih berdasarkan kapilitalisasi dan likuidas dari saham eminten tersebut.

Indeks ini merupakan kolabolasi antara Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) yang menyeleksi saham-saham BUMN terbaik yang masuk ke dalam kategori ini.

Yuk Mulai Investasi

Setelah  paham perbedaan antara saham syariah dan konvensional kini tentu anda  semakin paham dan mengerti tentang berbagai pilihan saham yang bisa anda  jadikan instrumen investasi.

Namun, anda apabila anda masih belum mau  berinvestasi saham, anda mungkin bisa mulai investasi dengan  berinvestasi sistem equity crowdfunding yang membuat anda bisa berinvestasi ke dalam bisnis dan UMKM yang berada di sekitar anda.

LandX memberikan anda kesempatan untuk anda memulai investasi bagi hasil  menguntungkan dengan mulai investasi bisnis ke dalam berbagai bisnis  dengan potensi keuntungan jangka panjang.

Yuk Investasi Bisnis Menguntungkan Bersama LandX.

jadi-owner-bisnis-hanya-1-jutaan-dengan-cuan-yang-sangat-menjanjikan

Mau Berbagai Info Menarik Seputar Investasi Lainnya? Yuk Follow Instagram @landx.id


Baca Juga:


#LandX.id     #landx.id    #InvestasiBisnis    #EquityCrowdfunding     #InvestasiMenguntungkan    #Urundana    #BisnisPatungan     #InvestasiUsaha