Saat ingin mulai terjun ke dalam investasi bisnis, ada beberapa istilah yang sering digunakan dan sangat penting untuk kamu pahami untuk mempermudah proses investasi yang kamu lakukan. Karena anda perlu pemahaman mendalam tentang sebuah investasi agar bisa memberikan hasil yang maksimal.

Pemahaman akan istilah ini akan sangat membantu anda dalam memilih investasi yang akan tekuni. Pasalnya, istilah ini akan sangat sering anda temui dalam proses investasi bisnis seperti dalam pengenalan sistem hingga proses transaksi yang anda lakukan. Untuk itu yuk intip beberapa istilah penting dalam investasi bisnis.

1. Equity Crowdfunding
Pertama, adalah istilah equity crowdfunding sebagai skema yang sering digunakan dalam investasi bisnis. Equity crowdfunding adalah sistem bisnis patungan yang mengumpulkan dana dari investor untuk mendanai sebuah proyek. Dalam sistem ini, penanam modal akan mendapatkan bagian kepemilikan dari bisnis yang diberikan modal dan berpotensi mendapatkan dividen.

2. Listing
Listing dalam dunia saham sering dunia saham sering disebut sebagai pencatatan saham perusahaan di Bursa Efek Indonesia (BEI). Dalam investasi bisnis dengan equity crowdfunding, listing adalah penawaran perdana saham sebuah bisnis di platform crowdfunding. Platform crowdfunding akan melakukan penawaran perdana kepada para investor saat bisnis yang mendaftar sudah memenuhi syarat untuk melakukan equity crowdfunding.

3. Prospektus
Prospektus adalah dokumen yang berisikan data-data penting terkait perusahaan yang akan anda tanami modal. Dalam investasi bisnis, prospektus akan diberikan kepada calon investor agar mereka paham terkait bisnis dan mau menanamkan modalnya. Prospektus biasanya berisikan ringkasan perusahaan, besaran saham yang ditawarkan, bidang usaha, dan kebijakan dividen yang berlaku. Karena itu mulai sekarang anda harus lebih jeli dalam berinvestasi dengan melihat prospektus terlebih dahulu.

4. Portofolio
Anda tentu sering mendengar istilah portofolio saat akan memulai berinvestasi. Portofolio mengacu pada kumpulan aset finansial yang dimiliki oleh individu atau instansi. Jadi portofolio bisa dibilang total aset investasi yang anda miliki. Dalam equity crowdfunding, portofolio bisa diartikan jumlah total lot saham yang anda miliki dari beberapa bisnis.

5. BuyBack
Dalam investasi bisnis, istilah buyback seringkali muncul. Buyback adalah dimana perusahaan melakukan pembelian kembali terhadap saham yang ada di tangan para investor. Hal ini ditujukan untuk memperkecil jumlah saham yang beredar. Dalam investasi bisnis kondisi ini adalah saat pemilik bisnis melakukan pembelian kembali bisnis mereka dengan membeli saham yang dimiliki oleh para investor.

6. Return on Investment (ROI)
Return on investment (ROI) adalah rasio yang digunakan untuk menghitung berapa besar keuntungan yang diterima setelah menanamkan modal mereka. ROI juga sering disebut sebagai besar pengembalian yang akan mereka terima saat menanamkan modal mereka. ROI dihitung dengan pembagian pendapatan bersih dengan modal awal yang dikeluarkan. Semakin tinggi akan rasio, maka semakin besar keuntungan yang akan didapatkan.

7. RUPS
RUPS merupakan singkatan dari rapat umum pemegang saham. Rapat ini dilakukan dalam periode tertentu untuk menentukan kebijakan yang akan dilakukan kedepannya. Rapat ini akan mengumpul para pemegang saham untuk menentukan kebijakan yang akan mereka ambil seperti kebijakan pembagian dividen yang akan mereka lakukan.

8. Dividen
Dividen adalah keuntungan yang akan dibagikan sesuai tempo yang telah disepakati. Jumlah dividen yang akan dibagikan menyesuaikan bagian kepemilikan anda akan sebuah bisnis, semakin besar saham anda maka akan besar pula dividen yang anda terima.

9. Capital Gain
Capital gain adalah keuntungan yang akan dapatkan melalui selisih nilai beli dan jual saham anda. Contohnya seperti ini, saat anda membeli saham bisnis A dengan harga 2000 dan dalam beberapa bulan mengalami kenaikan nilai menjadi 3000 lalu anda jual, maka nilai selisih itu merupakan keuntungan yang anda dapatkan atau sering disebut capital gain.

10. Break Even Point (BEP)
Break Even Point (BEP) merupakan tahapan di mana pendapatan sebuah bisnis sudah memiliki nilai yang sama dengan modal yang dikeluarkan. Titik ini juga disebut titik zero di mana bisnis menjadi titik impas yang mana bisnis tidak untung dan tidak juga rugi. Tahap ini menjadi awal perkembangan bisnis karena ke depan bisnis akan mulai memperhitungkan keuntungan yang akan didapatkan.

11. Laba Ditahan
Laba ditahan merupakan laba kotor perusahaan yang belum dibagikan kepada para pemilik saham. Hal ini biasanya dilakukan dengan kesepakatan para pemilik saham dengan berbagai alasan seperti sebagai modal untuk ekspansi bisnis ke depan atau sebagai modal cadangan perusahaan untuk menghadapi berbagai kondisi kedepan.

12. Secondary Market (Pasar Sekunder)
Secondary market atau pasar sekunder adalah pasar uang yang digunakan untuk menjual dan membeli saham bisnis yang telah diterbitkan. Dengan kata lain, pasar sekunder adalah pasar yang mempertemukan para investor untuk saling transaksi saham yang mereka miliki. Pasar sekunder ini bisa anda jadikan sebagai tempat mendapatkan keuntungan investasi bisnis melalui capital gain dari saham yang anda miliki.

13. Bank Kustodian
Bank kustodian merupakan lembaga yang bertindak sebagai bertanggung jawab untuk mengurus administrasi dan pengawasan aset keuangan milik perorangan atau perusahaan. Bank ini juga memiliki tanggung jawab menyimpan berbagai aset investasi secara kolektif. Jadi bisa disimpulkan bahwa bank kustodian merupakan pihak yang membantu menjaga dan mengawasi proses investasi agar tetap aman.

Setelah memahami istilah ini, kini saat anda mulai investasi bisnis pertama anda bersama LandX dengan berbagai bisnis pilihan yang akan membuat investasi bisnis anda menjadi menguntungkan.

Baca Juga:

Mau Tau Lebih Banya Tentang Bisnis dan Investasi? Yuk Follow Instagram Kami di @landx.id

#LandX.id #landx.id #InvestasiBisnis #EquityCrowdfunding #InvestasiMenguntungkan #Urundana #BisnisPatungan #InvestasiUsaha