Investor Penerbit
menu-mobile

Pengertian Demonetisasi, Keuntungan, Kerugian, dan Penerapannya

23 November 2022

|

6 Min Read

|

Author: Alula
demonetisasi adalah

Keuntungan demonetisasi adalah untuk mencegah adanya penggelapan pajak dan terjadinya aktivitas kriminal di suatu negara. Namun proses demonetisasi tidak selamanya memberikan keuntungan, artikel ini akan membahas kenapa hal tersebut dapat terjadi.

Mungkin kata demonetisasi masih terdengar cukup asing di telingamu. Demonetisasi sangat berkaitan erat dengan uang yang memiliki wujud fisik, seperti uang logam dan kertas. Uang merupakan alat sah yang dapat diterima untuk segala aktivitas transaksi di perekonomian. Uang juga merupakan satuan hitung untuk menyatakan nilai. Dengan adanya uang, kamu dapat melakukan transaksi jual-beli barang sesuai dengan kebutuhan. 

Lalu bagaimana jika uang yang beredar sudah tidak memiliki nilai finansial dan uang yang biasa kamu gunakan untuk bertransaksi harus dihentikan peredarannya? Hal tersebut merupakan bentuk dari demonetisasi. Sebenarnya apa itu demonetisasi? Kenapa negara harus melakukan demonetisasi? Adakah keuntungan yang didapatkan negara jika melakukan demonetisasi? Untuk mengetahui jawabannya, yuk simak artikel berikut ini.

Apa Itu Demonetisasi

Demonetisasi adalah sebuah proses dimana alat tukar berupa uang di suatu negara kehilangan nilai validitasnya secara hukum. Arti demonetisasi yakni mata uang yang tadinya dianggap sah sebagai alat transaksi, saat ini dianggap tidak memiliki nilai finansial dan tidak berlaku lagi sebagai alat pertukaran yang sah. 

Dapat dikatakan demonetisasi adalah kondisi dimana adanya perubahan mata uang nasional yang lama dan diganti dengan mata uang yang baru. Misalnya mata uang yang digunakan sudah terlalu lama digunakan dan harus dihentikan peredarannya.

Proses penggantian mata uang suatu negara meliputi penarikan mata uang yang saat ini beredar dalam bentuk kertas maupun koin. Demonetisasi yang dilakukan suatu negara tentu akan berdampak pada aktivitas bisnis dalam perekonomian. 

Demonetisasi yang berjalan lancar akan memberikan dampak positif bagi perekonomian suatu negara. Sedangkan demonetisasi yang berjalan salah dan dilakukan secara tiba-tiba akan menyebabkan kekacauan dan penurunan ekonomi yang cukup serius bagi negara.

Kenapa Negara Melakukan Demonetisasi?

Demonetisasi adalah bentuk tindakan suatu negara untuk menstabilkan nilai mata uangnya dalam perekonomian. Demonetisasi yang dilakukan suatu negara pasti memiliki alasan. Berikut beberapa alasan negara melakukan demonetisasi:

  • Suatu negara akan melakukan demonetisasi untuk menghadapi masalah hiperinflasi. Hal ini dilakukan untuk mengambil kendali perekonomian dan meminimalisir situasi yang memungkinkan terjadinya kerugian.
  • Demonetisasi adalah bentuk tindakan suatu negara memerangi mata uang palsu yang beredar, sehingga negara dapat memberantas korupsi dan beberapa pihak yang menghindari bayar pajak.
  • Demonetisasi dilakukan untuk memberikan transparansi yang lebih baik dalam kegiatan informal dan dapat menghindari adanya pasar gelap.
  • Demonetisasi juga dilakukan oleh suatu negara untuk memperkenalkan sistem moneter baru dalam keadaan tertentu.

Apakah Ada Dampak Demonetisasi pada Produk Domestik Bruto (PDB) Negara?

Demonetisasi yang dilakukan oleh suatu negara akan memperlambat pertumbuhan ekonomi suatu negara dan berpengaruh pada penurunan PDB. Hal tersebut karena terdapat beberapa sektor yang terpaksa harus berhenti beroperasi untuk dapat melakukan adaptasi. 

Setelah demonetisasi selesai, maka demonetisasi akan memberikan manfaat ekonomi jangka panjang dan akan memberikan dampak positif bagi PDB negara. Demonetisasi akan memberikan adanya transparansi transaksi dan mencegah adanya pemalsuan uang, sehingga negara akan dapat mendapatkan pembayaran pajak lebih banyak.

3 Keuntungan Demonetisasi

Suatu negara melakukan demonetisasi tentu bertujuan untuk mendapatkan keuntungan dan meminimalisir masalah yang terjadi di negaranya. Adapun keuntungan yang akan dirasakan oleh negara saat melakukan demonetisasi antara lain:

1. Mencegah Terjadinya Penggelapan Pajak

Pergantian mata uang akan mencegah penghindaran pajak yang dilakukan oleh beberapa pihak. Hal ini karena dengan tidak membayar pajak, pihak-pihak tersebut tidak dapat menukar mata uang yang mereka miliki dengan mata uang baru. Dalam proses penukaran mata uang, pemerintah dapat menangkap pihak-pihak yang tidak membayar pajak dan memberikan pajak dengan berasaskan hukum atas penghasilan yang tidak dilaporkan.

2. Mengurangi Terjadinya Aktivitas Kriminal

Adanya demonetisasi dapat mengurangi kegiatan kriminal karena peredaran uang yang berlaku dihentikan. Sehingga oknum-oknum pembuat uang palsu tidak dapat melanjutkan aktivitasnya kembali. Selain itu, uang yang harus ditukarkan menjadi tidak memiliki nilai finansial sehingga akan mencegah tindakan terorisme.

3. Mempromosikan Ekonomi Cashless

Demonetisasi akan mendorong perekonomian transaksi cashless secara signifikan. Karena dengan adanya proses demonetisasi, pemerintah akan dapat mengatur perlambatan proses mata uang fisik, sehingga masyarakat banyak yang akan beralih ke uang digital.

Kelemahan Demonetisasi

Segala bentuk upaya tindakan yang dilakukan oleh suatu negara tidak selalu memberikan dampak positif. Terdapat risiko kerugian demonetisasi yang mungkin dihadapi setelah melakukan tindakan tersebut, berikut merupakan kerugian yang terjadi dari adanya proses demonetisasi :

1. Demonetisasi Dapat Memicu Kerusuhan

Jika proses dari demonetisasi tidak berjalan dengan lancar dan pertukaran mata uang yang terjadi di masyarakat tidak merata, maka akan menimbulkan kekacauan. Pertukaran uang yang tidak merata akan memicu terjadinya perebutan antar warga untuk dapat menukar mata uang sebelum mata uang saat ini diberhentikan peredarannya.

2. Adanya Biaya Tambahan Pembuatan Mata Uang Baru

Untuk mengganti mata uang lama dengan yang baru, tentu dibutuhkan biaya yang besar agar penukaran dapat merata. Biaya yang dibutuhkan negara untuk mencetak uang baru meliputi biaya pencetakan uang koin, uang kertas, dan biaya untuk penghentian mata uang yang telah ada.

3. Demonetisasi Tidak Sepenuhnya Dapat Mengurangi Aktivitas Kriminal

Demonetisasi tidak sepenuhnya mampu untuk mengurangi aktivitas criminal yang terjadi di suatu negara. Karena pelaku kriminal memiliki banyak cara baik untuk memalsukan uang baru atau mereka dapat merampas aset dalam bentuk emas ataupun barang berharga lainnya.

Contoh Demonetisasi di Venezuela

Pada masa kepemimpinan Nicolas Maduro, Venezuela memiliki ekonomi yang buruk. Venezuela merupakan salah satu negara di Amerika Latin yang memiliki kinerja buruk untuk menghadapi hiperinflasi.  Krisis ekonomi yang terjadi di Venezuela akibat adanya kontrol baru atas kebijakan ekonomi dan visi misi dari pemerintahan Maduro.

Demonetisasi yang dilakukan oleh Presiden Maduro dimulai pada 11 Desember 2016. Presiden Maduro secara darurat mengumumkan bahwa nilai uang kertas 100 Bolivar akan tidak memiliki nilai finansialnya lagi dalam waktu 72 jam. Uang kertas senilai 100 Bolivar akan diganti dengan uang kertas baru senilai 20.000 Bolivar, yakno 200 kali lebih besar dari nilai uang sebelumnya.

Langkah yang diambil Presiden Maduro merupakan tindakan untuk membatasi terjadinya penimbunan uang tunai oleh mafia internasional. Lantas keputusan tersebut menjadi kejutan besar bagi masyarakat, karena Venezuela sedang berada dalam krisis ekonomi dan mengalami inflasi. Banyak warga yang melakukan protes terhadap keputusan tersebut dan mulai menjarah toko-toko di beberapa provinsi Venezuela. Protes tersebut merupakan bentuk kemarahan dari keputusan yang dilontarkan oleh Presiden Maduro dan kemarahan atas janji atas uang yang akan diberikan belum masuk ke rekening warga. 

Proses demonetisasi yang dilakukan oleh Venezuela dapat dikatakan gagal. Hal tersebut karena demonetisasi diumumkan secara tiba-tiba dan menimbulkan kericuhan di negara itu sendiri.

Menghadapi Inflasi Sebagai Masyarakat

Salah satu cara yang kamu dapat lakukan untuk menghadapi inflasi adalah dengan menyiapkan dana darurat. Dana darurat dapat menjadi cara untuk menghadapi risiko ketidakpastian ekonomi. Setelah dana darurat terkumpul, kamu bisa menambah penghasilan dengan melakukan investasi. Dengan berinvestasi, kamu berpotensi untuk mendapatkan passive income yang akan berguna untuk menambah jumlah dana darurat yang telah kamu miliki sebelumnya.

Terdapat banyak investasi yang dapat kamu pilih sesuai dengan kebutuhan. Saat ini telah hadir platform-platform yang memudahkan anda untuk berinvestasi, salah satunya dengan berinvestasi crowdfunding.

LandX merupakan salah satu platform equity crowdfunding yang saat ini sedang berproses menjadi securities crowdfunding. Platform ini telah memiliki legalitas yang jelas dan diawasi langsung oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Yuk Investasi Bersama LandX!