menu-button
Cara Investasi di Securities Crowdfunding Investasi Keuangan Bisnis

Pengertian Kebijakan Moneter Beserta Jenis, Tujuan, dan Dampaknya

Wednesday, 22 Jun 2022

Read in 7 minutes

Author: Nadya A. Faatihah
Pengertian kebijaka moneter dan fiskal beserta jenisnya

Pengertian kebijakan moneter adalah keputusan yang diambil oleh pemerintah untuk menunjang aktivitas ekonomi. Kebijakan ini dilakukan untuk mengontrol laju inflasi, meningkatkan lapangan pekerjaan di masyarakat, dan mendukung kegiatan produksi perusahaan melalui kondisi perekonomian dan peredaran uang yang stabil.

Bank Indonesia adalah bank sentral yang didirikan untuk menjaga stabilitas nilai mata uang, stabilitas sektor perbankan, dan sistem finansial negara secara keseluruhan. Kebijakan moneter adalah upaya untuk mencapai tugas tersebut. Lalu, apa pengertian kebijakan moneter penerapan contoh kebijakan moneter? Ini penjelasan lengkapnya!.

Apa Itu Kebijakan Moneter? 

Maksud dari pengertian kebijakan moneter adalah keputusan yang diambil oleh pemerintah untuk menunjang aktivitas ekonomi. Tujuan kebijakan moneter adalah untuk menjaga kestabilan perekonomian dan ketersediaan peredaran uang di masyarakat melalui instrumen kebijakan moneter yang diberlakukan oleh Bank Indonesia. 

Umumnya, kebijakan moneter di Indonesia juga berjalan berdampingan dengan kebijakan lain yang juga bertujuan untuk menjaga kestabilan perekonomian. Kebijakan ini disebut kebijakan fiskal. Perbedaan kebijakan moneter dan fiskal terletak pada instrumen yang digunakan dalam memengaruhi perekonomian. Instrumen kebijakan moneter berfokus pada suku bunga, kebijakan diskonto, dan kebijakan lainnya yang memengaruhi sektor perbankan. Sementara kebijakan fiskal berfokus pada pengeluaran pemerintah dan instrumen anggaran pemerintah lainnya.

Fungsi Kebijakan Moneter

Salah satu tujuan kebijakan moneter adalah menjaga kestabilan inflasi. Inflasi yang stabil menjadi sebuah indikator kestabilan ekonomi makro. Jika ditinjau lebih dalam mengenai pengertian kebijakan moneter, Anda akan memahami bahwa secara tidak langsung, kebijakan ini dapat meningkatkan lapangan pekerjaan di masyarakat dan kegiatan produksi perusahaan melalui kondisi perekonomian dan peredaran uang yang stabil. Tujuan lain dari kebijakan moneter adalah untuk menjaga stabilitas harga barang dan menjaga kestabilan neraca pembayaran internasional. 

Jenis Kebijakan Moneter Untuk Menghadapi Inflasi

Seperti diketahui bahwa terlalu banyaknya uang yang beredar di masyarakat melebihi yang dibutuhkan adalah penyebab inflasi. Karena itu, perlu ada upaya di mana pemerintah mengontrol peredaran jumlah uang agar laju inflasi tetap terkendali.

Kebijakan moneter memiliki dua jenis dalam penerapannya. Kedua jenis kebijakan moneter ini dapat dipilih sesuai dengan kondisi perekonomian yang ingin dicapai. Jenis kebijakan moneter ini dibagi menjadi dua yaitu, kebijakan moneter ekspansif dan kebijakan moneter kontraktif. Berikut penjelasan dari pengertian kebijakan moneter ekspansif dan kontraktif.

1. Kebijakan moneter ekspansif

Maksud dari pengertian kebijakan moneter ekspansif adalah kebijakan yang ditempuh oleh Bank Indonesia sebagai lembaga yang berwenang menetapkan kebijakan moneter dalam rangka memulihkan kondisi ekonomi pada saat resesi atau memicu pertumbuhan ekonomi. Kebijakan moneter ekspansif ini umumnya ditandai oleh penurunan tingkat suku bunga acuan, dimana hal ini diharapkan dapat merangsang aktivitas bisnis dan daya beli masyarakat.

Contoh dari jenis kebijakan moneter ekspansif ini adalah peningkatan pembelian sekuritas pemerintah oleh Bank Indonesia, penurunan suku bunga, serta menurunkan persyaratan cadangan untuk bank.

2. Kebijakan moneter kontraktif 

Definisi dari pengertian kebijakan moneter kontraktif adalah kebijakan yang diberlakukan oleh Bank Indonesia ketika kondisi perekonomian mulai menunjukan gejala inflasi yang di luar target, sehingga kestabilan perekonomian dapat terjamin. 

Langkah kebijakan moneter kontraktif ditandai dari naiknya tingkat suku bunga acuan yang bertujuan mengurangi jumlah uang beredar di masyarakat sehingga aktivitas ekonomi dan daya beli masyarakat dapat ditahan agar pertumbuhan ekonomi tidak mengalami overheat yang mengarah pada inflasi yang tidak terkendali atau di luar target.

Contoh dari kebijakan ini adalah Bank Indonesia yang melakukan lelang sertifikat atau bisa juga melalui pembelian surat berharga di pasar modal.

Instrumen Kebijakan Moneter

Seperti yang telah disinggung sebelumnya bahwa kebijakan moneter memiliki beberapa instrumen yang dapat digunakan untuk membantu keberhasilannya dalam menjaga kestabilan perekonomian. Berikut adalah pengertian kebijakan moneter dilihat dari instrumen kebijakan moneter

1. Discount Rate

Discount rate atau dikenal sebagai kebijakan diskonto merupakan instrumen yang dapat digunakan oleh Bank Indonesia dalam memengaruhi jumlah uang beredar melalui fasilitas yang diberikan oleh Bank Indonesia kepada bank-bank umum dengan jaminan surat berharga yang telah ditetapkan oleh Bank Indonesia.

2. Operasi Pasar Terbuka

Instrumen kebijakan moneter lainnya adalah operasi pasar terbuka, dimana instrumen ini mencakup kegiatan jual-beli surat berharga oleh Bank Indonesia di pasar primer maupun sekunder. Tujuannya adalah mengurangi atau menambah jumlah uang beredar di masyarakat. Berikut penjelasan pengertian kebijakan moneter yang berbentuk operasi pasar terbuka.

  • Open Market Selling dilakukan ketika pemerintah ingin mengurangi jumlah uang yang beredar dengan menjual surat-surat berharga yang beredar. Ketika pemerintah melakukan hal ini, maka uang yang digunakan masyarakat untuk membeli surat tersebut akan masuk ke otoritas moneter. Sehingga, uang yang beredar di masyarakat semakin sedikit.
  • Open Market Buying dilakukan ketika pemerintah ingin menambah jumlah uang yang beredar dengan cara membeli surat-surat berharga yang beredar. Ketika pemerintah membeli surat berharga dari masyarakat, maka uang yang beredar di masyarakat akan bertambah.

3. Cadangan wajib minimum

Cadangan wajib minimum merupakan instrumen kebijakan moneter oleh Bank Indonesia yang mengatur jumlah cadangan uang likuid minimum yang wajib dimiliki oleh bank-bank umum. Semakin besar cadangan wajib yang diatur oleh Bank Indonesia, maka jumlah uang beredar akan berkurang, begitu pun sebaliknya. Inilah yang dimaksud dengan pengertian kebijakan moneter dalam bentuk cadangan wajib minimum.

4. Tingkat suku bunga acuan

Instrumen kebijakan moneter ini mengatur jumlah uang beredar melalui penetapan tingkat suku bunga acuan yang akan diikuti oleh bank-bank komersil. Suku bunga yang tinggi akan menarik masyarakat untuk menyimpan uangnya di bank, sehingga jumlah uang beredar di masyarakat menurun. Sebaliknya, suku bunga yang rendah akan merangsang pertumbuhan kredit dan jumlah uang beredar yang dapat memicu pertumbuhan pada berbagai aktivitas ekonomi.

5. Kredit Selektif

Kebijakan moneter kredit selektif merupakan instrumen yang biasa disebut dengan istilah selective credit control. Kewenangan dimiliki oleh bank sentral dengan tujuan mengatur pinjaman yang diprioritaskan dan pinjaman yang tidak diprioritaskan.

Contoh Kebijakan Moneter 

Terdapat banyak implementasi dari pengertian kebijakan moneter yang dilakukan oleh Bank Indonesia selaku bank sentral dalam memengaruhi kondisi perekonomian. Beberapa contoh dari implementasi pengertian kebijakan moneter Bank Indonesia antara lain adalah.

1. Pelaksanaan Kredit Langsung oleh Bank Indonesia

Kebijakan moneter ini adalah upaya untuk mengadakan kredit langsung. Pemberian kredit langsung kepada berbagai sektor atau proyek yang memerlukan dana secara mendesak. Hal ini dapat meningkatkan jumlah uang yang beredar karena harus membiayai kegiatan dengan segera.

2. Penerbitan Surat Utang Negara 

Contoh pengertian kebijakan moneter ini adalah penerbitan surat utang negara yang bertujuan untuk menghimpun dana dari masyarakat, agar uang yang beredar di masyarakat mengalami penurunan. Misalnya di Indonesia, surat-surat berharga ini misalnya adalah Sertifikat Bank Indonesia (SBI), Surat Berharga Pasar Uang (SBPU), dan Surat Berharga Negara (SBN).

3. Program Intervensi Rupiah

Program intervensi rupiah adalah contoh dari pengertian kebijakan moneter. Kebijakan ini menerapkan proses pinjam meminjam dana secara langsung di Pasar Uang Antar Bank dalam periode 7 hari. Hal ini dilakukan sebagai upaya mendukung instrumen kegiatan operasi pasar terbuka.

Hubungan Antara Inflasi dengan Investasi

Sebenarnya, sebagai masyarakat Anda bisa melakukan tindakan untuk menghindari dan menghadapi dampak inflasi, salah satunya adalah melakukan investasi. Karena melalui investasi, untuk melindungi nilai uang dari penurunan daya beli, uang tersebut perlu diinvestasikan dalam aset yang bisa menghasilkan imbal hasil yang lebih tinggi dibandingkan dengan laju inflasi. 

Singkatnya, dengan Anda mengalokasikan dana untuk berinvestasi, dana tersebut akan meningkat nominalnya sehingga ketika nanti inflasi terjadi, dana yang Anda miliki pasti akan ikut meningkat jauh dari modal awal investasi. Seiring dengan peningkatan pendapatan dari investasi, semakin leluasa juga Anda dalam memiliki opsi untuk menabung, menyiapkan dana hari tua, atau kebutuhan lainnya.

Opsi Investasi Modal Minim di Equity Crowdfunding

Tidak seperti dulu, sekarang instrumen investasi dapat diakses oleh siapa pun dan dimana pun. Dulu investasi identik dengan membutuhkan nominal alokasi dana besar untuk logam mulia, obligasi, properti, saham, atau deposito. Pada era sekarang, terdapat opsi untuk investasi menjanjikan dengan modal minim misalnya reksa dana atau** equity crowdfunding.** 

Melalui skema ini, badan usaha UMKM seperti CV, NV, Firma, dan lainnya juga dapat listing penawaran saham melalui skema securities crowdfunding (SCF) yang merupakan pengembangan skema Equity Crowdfunding (ECF).

Jadi, jika kamu ingin tahu lebih banyak lagi tentang investasi dengan skema ini, pastikan untuk berinvestasi melalui platform yang terpercaya, aman, dan pastinya mengantongi izin OJK seperti LandX ya!

Itu dia penjelasan mengenai pengertian kebijakan moneter lengkap dengan jenis dan contoh yang pernah diterapkan di Indonesia. Pada dasarnya, tolak ukur berhasilnya sebuah kebijakan moneter adalah apakah keputusan tersebut dapat memberi dampak positif bagi perekonomian dan masyarakat atau tidak. Mulai dari meningkatkan pertumbuhan ekonomi, kesejahteraan masyarakat, inklusivitas finansial, atau pun meningkatkan kesempatan kerja.

Ingin Berpartisipasi Mengontrol Laju Inflasi? Yuk, Investasi di LandX Sekarang!


miliki bisnis modal kecil cuma dengan 1 jutaan dapat 4 cabang

Baca Juga