Investor Penerbit
menu-mobile

Investasi Surat Utang Negara (SUN) dan Obligasi Ritel Indonesia (ORI)

15 August 2022

|

5 Min Read

|

Author: Nadya A. Faatihah
Apa Itu Arti SUN (Surat Utang Negara) dan ORI untuk investasi

Yuk kenali Surat Utang Negara (SUN) dan Obligasi Ritel Indonesia (ORI) untuk potensi instrumen investasi jangka panjang anda

Apa itu SUN? Surat Utang Negara adalah bukti pemerintah berutang kepada investor dalam jangka waktu tertentu. Dengan kata lain, melalui Surat Utang Negara (SUN), pemerintah menjamin pembayaran bunga dan pokok dari SUN sesuai masa berlaku yang ditentukan.

Ada beberapa jenis surat utang negara seperti ORI (Obligasi Republik Indonesia), Surat Perbendaharaan Negara (SPN), Obligasi Negara, dan Saving Bond Retail (SBR) atau Obligasi Ritel Indonesia.

Untuk penjelasan lebih lengkap soal Surat Utang Negara (SUN), baca terus artikel ini!

Apa Itu SUN (Surat Utang Negara)?

Dilansir dari laman OJK, Surat Utang Negara adalah surat pengakuan utang yang dijamin pembayaran bunga dan pokoknya oleh negara RI sesuai masa berlakunya. Surat Berharga ini termasuk salah satu opsi untuk berinvestasi. 

Dengan penerbitan SUN, pemerintah “meminjam” dana dari para investor yang akan digunakan untuk kebutuhan APBN. Sebaliknya, investor akan mendapatkan keuntungan yang disebut sebagai kupon (bunga) dari penempatan dana di Surat Utang Negara tersebut.

SUN terbilang mudah didapat yaitu dengan melakukan minimal pembelian SUN sebesar Rp1 juta saja. Namun, pembelian SUN hanya dapat dilakukan saat penawaran dibuka. Jadi, apabila kamu tertarik investasi SUN maka cara pembelian SUN adalah dengan mencari informasi kapan periode penawaran dibuka.

Sebelum mengetahui keuntungan yang bisa didapatkan investor dengan investasi SUN, berikut beberapa istilah yang harus diketahui jika ingin berinvestasi Surat Utang Negara.

  • Jatuh Tempo (Maturity)

Jatuh Tempo yang dimaksud dalam Surat Utang Negara adalah masa berlaku, yaitu mulai dari tiga bulan hingga 30 tahun. Pemerintah akan mengembalikan dana pokok investor setelah masanya habis atau sudah jatuh tempo.

  • Kupon atau Bunga 

Kupon atau bunga yang dimaksud dalam Surat Utang Negara adalah imbalan yang diberikan kepada para investor. Kupon ini dihitung sesuai persentase terhadap jumlah pokok utang dalam waktu setahun. Meski begitu, pembayaran kupon ini bisa dilakukan secara tiga bulan sekali atau secara diskonto.

Jenis Surat Utang Negara

Menurut Undang-Undang No. 24 Tahun 2002, SUN diterbitkan pemerintah dengan jenis sebagai berikut.

1. Obligasi Negara

Nama lain dari jenis obligasi pemerintah adalah Treasury Bond. Di mana pemerintah akan menerbitkan kupon obligasi dengan seri Fixed Rate, Variable Rate, juga obligasi bersifat Syariah atau yang disebut dengan Sukuk Negara. 

Obligasi Negara adalah SUN yang berjangka waktu lebih dari 12 bulan dengan pembayaran kupon atau bunga secara diskonto. Obligasi Negara dengan kupon memiliki jadwal pembayaran kupon yang periodik yaitu 1, 3, atau 6 bulan sekali. Sementara itu, terdapat Obligasi Negara yang tidak punya jadwal pembayaran kupon, tetapi dibayar secara ritel. Misalnya jenis obligasi ini:

  • ORI (Obligasi Ritel Indonesia)

Obligasi ini dijual kepada individu atau perseorangan Warga Negara Indonesia lewat mitra distribusi di pasar perdana dengan volume minimum yang telah ditentukan. Alasan mengapa Pemerintah Indonesia mengeluarkan ORI adalah untuk mengajak publik untuk terlibat dalam program pemulihan ekonomi dan pembangunan nasional.

  • Savings Bond Ritel

SBR adalah salah satu instrumen Surat Utang Negara yang tidak dapat diperdagangkan di pasar sekunder, tetapi memiliki fasilitas Early Redemption. Fasilitas ini memungkinkan investor menerima sebagian pelunasan oleh Pemerintah sebelum jatuh tempo.

  • Sukuk Ritel (SR)

Sukuk ritel adalah produk investasi syariah yang ditawarkan oleh Pemerintah kepada individu Warga Negara Indonesia. Sukuk Ritel dikelola berdasarkan prinsip syariah, tidak mengandung unsur maysir (judi) gharar (ketidakjelasan) dan riba (usury), serta telah dinyatakan sesuai syariah oleh Dewan Syariah Nasional – Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI).

Dana hasil penerbitan akan digunakan untuk kegiatan investasi berupa pembelian hak manfaat Barang Milik Negara untuk disewakan kepada Pemerintah serta pengadaan proyek untuk disewakan kepada Pemerintah. Imbalan bagi para investor berasal dari keuntungan hasil kegiatan investasi tersebut.

2. Surat Perbendaharaan Negara (SPN)

Surat Perbendaharaan Negara (SPN) adalah surat berharga berupa surat pengakuan utang dalam mata uang rupiah maupun valuta asing yang dijamin pembayaran dan pokoknya oleh Negara Republik Indonesia. Pembayaran bunga SPN dilakukan secara diskonto dalam jangka waktu sampai dengan 12 bulan. 

Dengan kata lain, suku bunga SPN adalah imbalan yang didapatkan oleh investor SPN yang dihitung dalam persentase terhadap jumlah pokok utang dalam waktu setahun. Akan tetapi, bayarannya dapat dilakukan secara tiga bulan sekali atau diskonto.

3. Obligasi Korporasi

Obligasi korporasi atau swasta merupakan surat utang yang dikeluarkan oleh perusahaan swasta maupun pemerintah seperti BUMN. Sama seperti obligasi pemerintah, obligasi ini juga dikeluarkan dalam beberapa jenis kupon yaitu seri Fixed Rate, Variable Rate, dan obligasi dengan prinsip syariah. Perbedaan obligasi pemerintah dan swasta terletak pada penggunaan dana para investor. 

Jika dalam Obligasi Negara dana dari para investor yang akan digunakan untuk kebutuhan APBN, dalam Obligasi Korporasi dana ini digunakan untuk pembiayaan perusahaan swasta, BUMN, atau BUMD.

Prospek Jangka Panjang Investasi SUN

Sebagai investor, keuntungan obligasi didapat dari bunga yang dibayarkan negara atau perusahaan setiap bulannya. Untuk lebih jelasnya, berikut penjelasan poin-poin keuntungan obligasi.

  • Memperoleh bunga atau yang dikenal dengan istilah kupon dalam investasi obligasi. Keuntungan bunga yang diperoleh bersifat periodik, bisa setiap bulan, per tiga atau enam bulan. Tingkat bunga keuntungan obligasi ini di atas bunga Bank Indonesia. 
  • Obligasi merupakan instrumen yang likuid karena investor dapat menjual obligasi mereka di pasar sekunder. Selain itu, meski obligasi yang dipegang belum jatuh tempo, keuntungan obligasi dari capital gain tetap bisa didapat. 
  • Return dalam keuntungan obligasi berupa bunga yang ditawarkan cenderung cukup tinggi jika dibandingkan dengan bunga deposito yang ditawarkan di bank sehingga intrumen obligasi menjadi salah satu yang menarik banyak orang.

Opsi Obligasi di Securities Crowdfunding

Saat ini, badan usaha seperti CV, NV, Firma, dan lainnya juga dapat listing penawaran obligasi. Caranya adalah dengan skema securities crowdfunding (SCF) yang merupakan pengembangan skema Equity Crowdfunding (ECF).

Equity crowdfunding pada dasarnya hanya menerbitkan efek berupa saham yang ditawarkan kepada investor guna pendanaan pengembangan bisnis UMKM. Sementara dalam securities crowdfunding, instrumen keuangan yang ditawarkan lebih beragam. Mulai dari saham, obligasi, hingga sukuk sehingga investor bisa diversifikasi profil risiko mereka.

LandX merupakan salah satu platform equity crowdfunding yang sedang berproses menjadi securities crowdfunding. Tentunya, platform ini telah berpengalaman melakukan crowdfunding bagi berbagai bisnis potensial di berbagai sektor industri.

Jadi, jika kamu ingin tahu lebih banyak lagi tentang investasi dengan skema ini, pastikan untuk berinvestasi melalui platform yang terpercaya, aman, dan pastinya mengantongi izin OJK seperti LandX.

Temukan Opsi Investasi Menjanjikan Hanya dengan Modal 1 Juta di LandX

miliki bisnis modal kecil cuma dengan 1 jutaan dapat 4 cabang

Baca Juga