Investor Penerbit
menu-mobile

Pentingnya Financial Planner dan Kapan Kita Mulai Membutuhkannya

26 September 2022

|

7 Min Read

|

Author: Khurin N. Imandini
Memahami apa itu financial planner dan tugasnya

Berbarengan dengan tren kesadaran finansial dan investasi, terutama di kalangan anak muda, penting memahami apa itu financial planner, tugas financial planner dan apakah sama dengan pekerjaan financial advisor’? Kita akan coba bedah satu per satu.

Financial planner adalah istilah yang belakangan ini tengah ramai dibicarakan. Istilah ini mencuat berbarengan dengan tren kesadaran finansial dan investasi, terutama di kalangan anak muda. Lalu, apa itu financial planner? Apa tugas financial planner? Apakah sama dengan ‘financial advisor’? Kita akan coba bedah satu per satu.

Apa itu Financial Planner?

Sederhananya, financial planner adalah seseorang atau perusahaan yang dapat membantu mengelola keuangan kita. Setiap orang memang perlu memahami juga masalah literasi keuangan. Namun, pada taraf atau kondisi tertentu, penting juga untuk meminta bantuan dari financial planner untuk membantu mencapai tujuan finansial yang kita inginkan.

Mengutip dari Investopedia, financial planner dapat didefinisikan sebagai seseorang atau lembaga profesional yang memenuhi syarat untuk membantu individu dan perusahaan untuk memenuhi tujuan keuangan jangka panjang mereka. Dengan kata lain, financial planner memiliki tanggung jawab penuh terhadap pengelolaan keuangan kliennya.

Tugas Financial Planner

Seorang financial planner juga memiliki tugas untuk memberikan konsultasi terkait tujuan, toleransi risiko, tahapan, atau jenis investasi apa yang sesuai untuk klien. Jika turut mengelola investasi klien juga, apakah berarti financial planner memiliki fungsi dan tugas yang sama dengan investment planner? Ini akan kita bahas di bawah.

Sebelumnya, kita akan mengenali dulu apa saja tugas financial planner dan kewajibannya terhadap klien. Dilansir dari berbagai sumber, berikut adalah beberapa tugas dan tanggung jawab seorang financial planner.

1. Mengenali Karakteristik dan Perencanaan Klien

Karakteristik seseorang akan sangat mempengaruhi keputusan-keputusan finansial maupun investasinya. Oleh karena itu, penting bagi seorang financial planner untuk dapat menganalisis karakteristik kliennya, agar dapat mengetahui apa yang menjadi tujuan serta hal-hal yang ingin dicapainya.

Dengan begitu, hal ini akan memudahkan seorang financial planner untuk membangun strategi finansial serta memberikan konsultasi keuangan yang tepat bagi kliennya.

2. Mengkaji Keadaan Finansial Klien

Setelah berhasil mengenali dan mengetahui karakteristik kliennya, tugas financial planner selanjutnya adalah mengkaji keadaan keuangan klien saat ini. Dari sini akan diketahui berapa aset yang dimiliki klien, berapa pendapatnya, berapa pengeluarannya, tabungan, cicilan per bulan, serta beberapa kebutuhan-kebutuhan lainnya.

Selanjutnya, financial planner perlu kembali melakukan analisis untuk menemukan di mana letak kesalahan pada pengelolaan keuangan sebelumnya, agar kedepannya klien dapat menjalankan pengelolaan keuangan yang lebih baik.

3. Menata Persiapan Keuangan

Tugas utama dari personal financial planner, sebagaimana namanya, tentu saja adalah menata persiapan dan perencanaan keuangan yang lebih baik untuk kliennya. Karakteristik klien dan data hasil evaluasi keuangan sebelumnya adalah modal paling penting bagi seorang financial planner dalam membuat persiapan keuangan untuk klien.

4. Brainstorming Plan

Setelah rencana keuangan klien berhasil dirancang, selanjutnya adalah berdiskusi dengan klien mengenai rencana tersebut. Hal ini sangat penting, karena bagaimanapun rencana keuangan yang disusun oleh financial planner, yang akan menjalankannya tetaplah sang klien sendiri.

Oleh karena itu, feedback atau masukan dari klien sangatlah penting dalam proses brainstorming ini. Dengan begitu, financial planner dapat menangkap hal-hal yang kemungkinan dapat memberatkan klien dalam menjalankan rencana keuangan itu, kemudian mencari jalan keluar lain terhadap masalah tersebut.

5. Mewujudkan Perencanaan Keuangan

Setelah rencana sudah disepakati oleh kedua belah pihak, selanjutnya tinggal mewujudkannya. Pada tahap ini seorang financial planner dapat membantu pada urusan-urusan teknis, seperti membuka rekening, mengelola aset, dan kegiatan lainnya yang dapat membantu memudahkan kebutuhan klien.

6. Melakukan Pengawasan

Setelah berhasil menata persiapan dan mewujudkan perencanaan, tugas seorang financial planner masih belum selesai. Ia juga perlu terus mengawasi jalannya rencana tersebut, sambil terus melakukan analisis terhadap apa yang terjadi selama rencana tersebut berjalan.

Jika terdapat halangan atau hambatan selama berjalannya rencana, seorang financial planner harus siap membantu mengatasi masalah tersebut.

Jenis Financial Planner

Beragam jenis masalah dan tujuan finansial tentu memerlukan beragam tipe perencanaan juga. Ada beberapa tipe financial planner yang dapat kamu pilih sesuai dengan kebutuhan. Di antaranya adalah sebagai berikut:

1. Robo-Advisor

Financial planner tipe ini akan mengelola perencanaan keuanganmu menggunakan algoritma yang diproses secara otomatis oleh komputer, sesuai dengan data atau tujuan finansial yang kamu input. Namun, robo-advisor memiliki kekurangan yakni tidak bisa memberikan konsultasi keuangan secara lebih mendalam.

Oleh karena itu, tipe financial planner ini biasanya digunakan oleh orang yang membutuhkan perencanaan keuangan yang lebih sederhana, karena dari segi biaya juga cenderung lebih murah.

2. In-Person Financial Planner

Sesuai dengan namanya, ini adalah tipe financial planner yang berwujud nyata, bisa berupa individu atau perusahaan. Untuk konsultasi atau perencanaan keuangan tingkat lanjut, kamu dapat mengandalkan tipe in-person financial planner. Alasannya, karena financial planner tipe ini dapat benar-benar memahami karakteristik klien secara personal, sehingga mampu memberikan konsultasi atau perencanaan keuangan yang lebih akurat dan sesuai dengan kondisi sesungguhnya.

3. Online Financial Planning Service

Tipe yang ketiga ini merupakan sebuah pengembangan hasil perpaduan antara financial planner robot dengan manusia sungguhan.

Melalui financial planner tipe ini, pertama-tama kamu akan mendapatkan perencanaan keuangan yang diolah oleh algoritma komputer terlebih dahulu, berdasarkan data yang kamu input. Namun, jika kamu masih merasa belum cukup puas, kamu dapat melanjutkannya dengan berkomunikasi dengan in-person financial planner yang juga disediakan oleh platform tersebut.

Perbedaan Financial Planner, Financial Advisor, dan Investment Planner

Secara umum, ketiga istilah ini memiliki satu fungsi yang sama, yakni mengelola aset dan keuangan. Perbedaannya hanya ada pada ketiganya memiliki fokus yang berbeda-beda, meskipun tetap saling beririsan. Bahkan, tidak jarang juga kita temui seorang financial planner yang mengklaim bahwa dirinya juga seorang financial advisor, dan sebaliknya.

Financial planner memiliki tanggung jawab untuk membantu membuat perencanaan keuangan, mengawal jalannya rencana tersebut, serta melakukan mitigasi terhadap kendala-kendala yang mungkin terjadi.

Sedangkan tanggung jawab seorang financial advisor adalah untuk memberikan nasihat-nasihat seputar keuangan, dalam pengertian yang lebih luas. Seorang broker, agen asuransi, akuntan, manajer investasi, dan beberapa profesi lain sejenisnya, juga dapat disebut sebagai financial advisor. Maka, dapat diartikan juga bahwa seorang financial planner juga dapat menjadi seorang financial advisor.

Sementara itu, investment planner juga memiliki tugas dan fungsi yang relatif sama. Bedanya, seorang investment planner hanya berfokus pada manajemen dan perencanaan investasi klien. Tugas dan fungsinya antara lain adalah melakukan analisis investasi, membuat perencanaan dan pemetaan investasi bagi klien, dan sebagainya.

Financial Planner di Indonesia

Saat ini, semakin banyak orang yang mulai memiliki kesadaran finansial, terutama di Indonesia. Masyarakat mulai sadar untuk menyusun perencanaan keuangan jangka panjang seperti biaya kesehatan rumah tangga, biaya pendidikan anak, dana pensiun, dan sebagainya. Meskipun banyak juga yang sudah “melek” terhadap investasi, namun ternyata pengetahuan saja masih belum cukup.

Misalnya, kamu kini sudah paham akan pentingnya investasi. Namun, tanpa  arahan dan perencanaan yang jelas, kamu hanya akan terus menghabiskan uang untuk berinvestasi tanpa tahu tujuannya akan ke mana. Di situ lah peran seorang financial planner sangat dibutuhkan.

Kapan Jasa Financial Planner dibutuhkan?

Ada beberapa kondisi yang menandakan sebaiknya kamu sudah mulai berpikir untuk menggunakan jasa financial planner.

1. Memiliki Penghasilan di Atas Dua Digit

Saat kamu sudah memiliki gaji atau penghasilan yang relatif besar, kamu pasti juga akan terpikir untuk mulai berinvestasi. Namun, sebagaimana yang sudah disinggung sebelumnya, investasi tanpa arahan dan tujuan yang jelas sama saja hanya menghambur-hamburkan uang.

Di saat inilah kamu membutuhkan seorang financial planner untuk membantumu mengelola aset dan keuangan, agar tujuan jangka panjangmu bisa terwujud.

2. Belum Memiliki Tabungan Pensiun

Semakin bertambah usia, kamu mungkin akan mulai memikirkan tabungan pensiun. Tidak jauh berbeda dengan investasi, tabungan pensiun juga memerlukan perencanaan dan penghitungan yang baik. Agar di masa pensiun kelak, kamu dapat menikmati tabungan pensiun sesuai dengan yang direncanakan.

Untuk dapat mencapai hal itu, ada baiknya kamu mulai menggunakan jasa financial planner agar bisa mendapatkan perhitungan dan perencanaan yang lebih matang.

3. Belum Memiliki Proteksi Finansial 

Kamu mulai menyadari pentingnya proteksi atau asuransi untuk berbagai hal, seperti asuransi kesehatan, rumah, kendaraan, pekerjaan, dan lain-lain. Namun, kamu mengalami kesulitan dalam mengelola atau mengatur semuanya. Itulah tadi beberapa hal yang perlu kamu ketahui mengenai financial planner.

Berinvestasi dengan Financial Planner

Dalam situasi ini, kamu bisa mengandalkan jasa financial planner untuk membantu mengatur semua pos keuangan, termasuk berbagai asuransi yang kamu butuhkan.

Investasi merupakan hal yang dibutuhkan bagi seseorang di masa mendatang. Bersama perencanaan dan pengelolaan keuangan yang baik, investasi dapat tercapai secara maksimal.

Ada banyak penyedia jasa financial planner di Indonesia yang bisa kamu gunakan, jika kamu sudah berpikir untuk mulai merencanakan keuangan atau investasi dengan lebih serius. Jika masih ragu atau baru ingin mencoba, kamu juga bisa menggunakan robo-advisor sebelum benar-benar berkonsultasi langsung dengan financial planner sungguhan.

Belajar mengelola permasalahan financial juga dapat kamu lakukan secara mandiri dengan menambah literasi dan referensi terkait pengelolaan keuangan dari berbagai tautan seputar investasi dan keuangan.

LandX merupakan platform equity crowdfunding yang menjadi tempat bertemu para investor dengan para pengusaha atau pebisnis yang tengah berkembang dan telah terdaftar serta diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Sistem investasi kami menggunakan media berupa platform aplikasi patungan bisnis yang menyediakan berbagai project bisnis dari berbagai sektor dengan imbal hasil berupa dividen. 

LandX juga menyediakan wadah bagi siapa pun yang ingin belajar dan mengenal dunia investasi. Topik terhangat seputar investasi, berita terkini di dunia keuangan, hingga tips mengelola finansial bisa kamu temukan dalam blog LandX. 

Kunjungi LandX jika kamu tertarik untuk berinvestasi pada saham dan bisnis. Dengan modal mulai dari Rp1 juta, kamu dapat memulai berinvestasi secara lebih bijak.

Segera kunjungi LandX dan temukan project bisnis impianmu!

Baca Juga