Saham merupakan salah satu instrumen investasi yang saham populer dan banyak digunakan di kalangan masyarakat.

Akan tetapi, tahukah anda selain saham konvensional juga ada saham syariah yang bisa dijadikan pilihan investasi.

Saham syariah kini semakin berkembang dan makin banyak di pasar modal. Tahun 2020 tercatat terdapat 467 saham syariah yang tercatat di Bursa Efek Indonesia.

Saham syariah merupakan salah satu instrumen yang ditawarkan oleh IHSG sehingga saham syariah bisa menjadi salah satu pilihan investasi bagi para investor saham.

Walaupun sama-sama instrumen berbentuk saham, saham syariah dan konvensional memiliki beberapa perbedaan yang harus anda pahami.

Karena itu sebagai investor anda harus paham bagaimana membedakan kedua jenis saham ini.

Oleh sebab itu, mari kita bahas lebih detail terkait perbedaan antara saham syariah dan konvensional agar anda bisa lebih mudah  memilih instrumen investasi anda. Mari kita mulai dengan apa itu saham syariah.

Table of Content

Apa Itu Saham Syariah

Saham syariah sebenarnya hampir sama dengan saham biasa/saham konvensional yang merupakan bukti kepemilikan akan sebuah perusahaan atau bisnis, namun yang menjadi pembeda adalah saham ini mengacu pada prinsip-prinsip syariah di dalam agama islam.

Karena itu saham syariah merupakan saham yang sudah memenuhi berbagai syarat tertentu yang sudah ada dalam syariah islam.

Karena itu perusahaan yang mengeluarkan saham syariah dalam praktiknya harus mengacu pada syariah sehingga perusahaan harus berjalan sesuai dengan prinsip syariah yang ada.

Karena salah satu indikator penting untuk menentukan sebuah saham syariah atau tidak adalah dengan melihat perusahaan yang melakukan IPO (Initial Public Offering) berjalan dengan prinsip syariah atau tidak.

Untuk menentukan hal tersebut, ada beberapa kategori dan syarat untuk perusahaan sehingga bisa dikategorikan sebagai saham syariah.

Sebelum itu,  mari kita bahas lebih lanjut perbedaan saham syariah dibandingkan pasar konvensional.

Saham Syariah Vs Saham Konvensional

Jenis Bisnis

Dalam saham syariah, perusahaan yang membutuhkan dana atau emiten harus berjalan sesuai dengan prinsip syariah islam. Aturan ini membuat perusahaan yang produknya tidak halal, mengandung riba, memiliki risiko yang tidak pasti karena dinilai bisa menimbulkan spekulasi dan dinilai sebagai judi, dan ada unsur suap dalam prosesnya tidak bisa dikategorikan sebagai saham syariah.

Karena itu anda bisa dengan mudah membedakan sebuah saham syariah atau konvensional dengan melihat di sektor mana perusahaan terkait bergerak. Karena saham syariah pasti berasal dari bisnis yang sudah memenuhi berbagai kategori yang mengacu pada syariah islam.

Proses Transaksi

Dalam transaksi proses transaksinya, saham syariah tidak memperbolehkan transaksi jual-beli secara langsung yang ditujukan untuk menghindari adanya manipulasi harga. Selain itu saham syariah juga menghindari transaksi dengan sistem bunga karena dinilai mengandung riba.

Hal ini menjadi pembeda antara saham syariah dan saham konvensional karena saham konvensional bisa diperjualbelikan secara langsung melewati broker. Selain itu perusahaan dalam saham konvensional memiliki jenis produk dengan kategori halal maupun haram.

Aset Dalam Saham Syariah dan Konvensional

Perusahaan yang menawarkan saham syariah harus memenuhi syarat rasio keuangan di mana total utang berbasis bunga harus lebih kecil dibandingkan total aset di mana utang berbasis bunga tidak boleh melebihi 45% dari total aset perusahaan. Hal ini berbeda dengan sistem saham konvensional yang memperbolehkan utang berbasis bunga lebih besar dari nilai total aset.

Hal lain yang membedakan antara saham syariah dan konvensional adalah sumber pendapatan dari perusahaan. Dalam saham syariah, pendapatan non halal seperti bunga tidak boleh melebihi pendapatan hasil usaha dan tidak lebih dari 10% pendapatan secara keseluruhan.

Beberapa Indeks Saham Syariah

Saham syariah jenis ini secara resmi terdaftar di DES (Daftar Efek Syariah) yang merupakan daftar perusahaan yang menawarkan jenis saham syariah. Daftar ini diterbitkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan MUI (Majelis Ulama Indonesia).

Saham syariah memiliki beberapa jenis indeks yang tersedia di pasar modal indonesia, berikut beberapa indeks saham syariah yang harus anda ketahui:

  1. Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI)

Indeks Saham Syariah Indonesia diluncurkan pada 12 Mei 2011 yang kini telah mencatat 467 saham syariah yang bisa dijadikan instrumen investasi anda. Indeks ini berisikan saham syariah yang sudah tercatat di BEI (Bursa Efek Indonesia). ISSI bisa dijadikan acuan kinerja pasar syariah di Indonesia karena mencakup seluruh saham yang masuk ke dalam DES dan tercatat di BEI (Bursa Efek Indonesia).

2. Jakarta Islamic Index (JII)

JII merupakan indeks pasar syariah yang berikan 30 saham syariah paling likuid yang tercatat di BEI (Bursa Efek Indonesia). Indeks ini diluncurkan pada 3 Juli 2000. Saham dalam indeks ini dipilih berdasarkan beberapa kriteria penilaian sehingga menyisakan 30 saham terpilih yang dimasukkan ke dalam indeks ini.

3. Jakarta Islamic Index 70 (JII70)

JII70 merupakan indeks saham yang didirikan pada 17 Mei 2018 yang berisikan 70 saham syariah paling likuid yang sudah tercatat dalam Bursa Efek Indonesia (BEI). Saham dari diseleksi dengan proses yang hampir sama dengan JII akan tetapi jumlah saham yang diambil lebih banyak yaitu 70 saham terpilih sesuai kategori yang sudah ditentukan.

Yuk Mulai Investasi

Setelah paham perbedaan antara saham syariah dan konvensional kini tentu anda semakin paham dan mengerti tentang berbagai pilihan saham yang bisa anda jadikan instrumen investasi. Namun, anda apabila anda masih belum mau berinvestasi saham, anda mungkin bisa mulai investasi dengan berinvestasi sistem equity crowdfunding yang membuat anda bisa berinvestasi ke dalam bisnis dan UMKM yang berada di sekitar anda.

LandX memberikan anda kesempatan untuk anda memulai investasi bagi hasil menguntungkan dengan mulai investasi bisnis ke dalam berbagai bisnis dengan potensi keuntungan jangka panjang.

Yuk Investasi Bisnis Menguntungkan Bersama LandX.

Mau Berbagai Info Menarik Seputar Investasi Lainnya? Yuk Follow Instagram @landx.id

#LandX.id #landx.id #InvestasiBisnis #EquityCrowdfunding #InvestasiMenguntungkan #Urundana #BisnisPatungan #InvestasiUsaha

Baca Juga:

Yuk Ikuti Kami di Instagram @landx.id Untuk Info Seputar Investasi Lainnya

#LandX.id    #landx.id    #InvestasiBisnis    #EquityCrowdfunding    #InvestasiMenguntungkan    #Urundana    #BisnisPatungan    #InvestasiUsaha