Belakangan, kamu pasti sering mendengar isu inflasi  yang melanda ekonomi banyak negara karena pandemi Covid-19 yang menghambat pergerakan ekonomi global.

Resesi ekonomi adalah kondisi saat perekonomian suatu negara mengalami penurunan selama dua kuartal berturut-turut. Kondisi resesi ini tengah melanda banyak negara akibat terhambatnya berbagai aktivitas ekonomi akibat pandemi Covid-19.

Resesi artinya ekonomi suatu negara mengalami penurunan selama dua kuartal atau 6 bulan berturut karena berbagai faktor yang menyebabkan melemahnya pergerakan ekonomi suatu negara.

Akan tetapi, apakah kamu tau bahwa selain resesi sebenarnya banyak negara juga sedang terancam menghadapi depresi ekonomi yang terjadi karena pertumbuhan ekonomi yang minus dalam jangka panjang.

Depresi ekonomi adalah kondisi yang lebih parah dibandingkan resesi karena kondisi depresi ekonomi terjadi saat ekonomi suatu negara mengalami penurunan secara berturut-turut selama 4 kuartal.

Hal ini tentu saja mempengaruhi berbagai sektor kehidupan masyarakat sehingga perlu kita waspadai apabila terjadi di masa mendatang. Karena itu, yuk kita bahas lebih dalam tentang resesi, depresi dan krisis ekonomi serta bagaimana strategi untuk menghadapi hal ini di masa mendatang.


Apa Itu Resesi Ekonomi?

Pertama-tama, mari kita bahas dahulu apa itu resesi agar kita paham langkah seperti apa yang bisa kita ambil apabila kondisi seperti ini terjadi di masa mendatang.

Resesi ekonomi adalah kondisi di mana perekonomian suatu negara mengalami penurunan selama dua kuartal berturut-turut. Resesinya artinya ekonomi suatu negara mengalami penurunan secara berturut-turut selama dua kuartal.

Resesi biasanya ditandai dengan melemahnya produk domestik bruto (PDB), semakin banyak pengangguran karena keterbatasan lapangan kerja, dan terpuruknya berbagai sektor industri.

Selama pandemi, Indonesia merupakan salah satu negara yang mengalami resesi karena ekonomi yang mengalami minus selama dua kuartal berturut-turut pada kuartal II dan III-2020.

Hal ini terjadi karena pembatasan kegiatan masyarakat sehingga berbagai kegiatan ekonomi tidak bisa berjalan dengan optimal. Jadi, sekarang kamu sedikit banyaknya sudah paham bukan apa yang dimaksud dengan resesi? Kalau sudah, yuk berikutnya kita bahas tentang depresi ekonomi.

Apa Itu Depresi Ekonomi?

Kalau kamu masih bingung apa yang dimaksud dengan depresi ekonomi, simpelnya depresi ekonomi merupakan resesi yang terjadi dalam jangka panjang

Depresi ekonomi adalah kondisi di mana penurunan ekonomi terjadi selama empat kuartal berturut-turut atau lebih. Artinya depresi bisa diartikan sebagai resesi yang terjadi dalam periode jangka waktu yang cukup panjang sehingga memiliki dampak yang lebih buruk dibandingkan resesi.

Indonesia sendiri sebenarnya hampir saja mengalami depresi ekonomi, namun untungnya ekonomi Indonesia akhirnya menunjukkan pertumbuhan positif pada kuartal II-2021 sehingga kita dapat terhindar dari jurang resesi.

Krisis Ekonomi

Selanjutnya, krisis adalah posisi di mana sistem perekonomian suatu negara mengalami shock yang menyebabkan adanya kontraksi pada berbagai instrumen perekonomian sehingga menyebabkan gangguan pada berbagai sektor.

Berbeda dengan resesi dan depresi, krisis ekonomi tidak hanya mengacu pada pertumbuhan ekonomi saja namun juga mengacu pada laju inflasi, nilai tukar uang, dan berbagai indikator ekonomi lainnya.

Dampak dari Resesi dan Depresi Ekonomi

Resesi dan depresi memiliki dampak yang luas ke berbagai sektor mulai dari pemerintah, bisnis, dan masyarakat. Bagi pemerintah resesi dan depresi menyebabkan lonjakan pinjaman karena pendapatan negara pun ikut turun karena berbagai kegiatan ekonomi tidak berjalan dengan baik.

Oleh sebab itu, pemerintah mengalami lonjakan pengeluaran karena mereka harus mengalokasikan dana untuk subsidi dan stimulasi ekonomi untuk membangkitkan kembali perekonomian masyarakat.

Bagi bisnis, resesi dan depresi tentu saja memiliki dampak yang sangat buruk mulai dari kredit macet hingga menyebabkan kebangkrutan. Hal ini karena resesi menyebabkan pendapatan negara menjadi minus sehingga menyebabkan kerugian.

Bangkrutnya banyak bisnis tentu saja akan diikuti meningkatnya pengangguran dikarenakan banyak usaha harus tutup karena tidak bisa bertahan selama masa resesi.

Lalu, Bagaimana Menangani Resesi dan Depresi?

Salah langkah yang sering diambil pemerintah adalah dengan melakukan belanja besar-besaran sehingga membantu ekonomi dapat bergerak dengan optimal kembali. Oleh sebab itu, dalam menghadapi resesi pemerintah akan sering melakukan stimulasi untuk mendorong pemulihan ekonomi.

Lantas, apa yang bisa kita lakukan?

Salah satu yang bisa kita lakukan untuk membantu UKM agar mereka dapat berkembang dengan optimal walaupun di tengah terjangan pandemi, adalah dengan menambah perpanjangan nafas mereka lewat permodalan.

Yuk Patungan Bisnis di LandX untuk Membangun UKM Berkualitas di Indonesia!

Yuk mulai patungan bisnis menguntungkan jangka panja g bersama LandX

Agar Gak Kelewatan Berbagai Info Seputar Bisnis dan Investasi Lainnya Follow Instagram Kami di @landx.id Ya..


Baca Juga:


#YukPatunganBisnis