Sebagian besar manusia pasti bermimpi untuk dapat menghabiskan hari-hari tuanya dengan tenang. Namun, untuk mendapatkan ketenangan hari tua tersebut, ada banyak hal yang perlu dipersiapkan sedari muda.

Salah satu yang sangat penting kamu siapkan adalah investasi yang cukup untuk memenuhi dana pensiun kamu di hari tua nanti.

Di masa muda mungkin Anda adalah seorang pekerja keras dan sangat produktif. Namun, tidak ada yang bisa menjamin bahwa Anda akan bisa tetap produktif di hari tua. Bahkan mungkin saja Anda tidak bisa berbuat apa-apa karena faktor kesehatan atau usia menggerogoti sehingga kamu butuh menyiapkan dana pensiun yang cukup untuk mendukung kehidupan kita di hari tua.

Ditambah lagi, dengan faktor inflasi yang terus naik dari tahun ke tahun, maka biaya kesehatan dan kebutuhan sehari-hari tentu akan lebih besar dari hari ini.

Dengan kondisi masa tua yang sudah tidak produktif, ditambah biaya kebutuhan yang tetap ada dan semakin meningkat, maka perencanaan dan investasi untuk hari tua sangat perlu dilakukan.


Table of Content


Pentingnya Menyiapkan Hari Tua yang Independen

Rata-rata usia pensiun di Indonesia ialah 55 tahun, sementara angka harapan hidup orang Indonesia rata-rata mencapai usia 70 tahun. Artinya, setidaknya kita akan menjalani masa tua pasca pensiun selama kurang lebih 15 tahun.

Namun, faktanya tidak semua orang bisa menikmati hidup yang cukup sejahtera di masa pensiun. Hasil survei Asosiasi Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) menyatakan bahwa hanya 9% masyarakat Indonesia yang dapat hidup sejahtera pasca pensiun. Banyak yang mengakui bahwa mereka mengalami kesulitan di masa tua karena kurangnya perencanaan dan skema pensiun.

Meski telah memasuki usia pensiun dan sudah tidak cukup produktif, sebagian besar masyarakat terpaksa harus kembali bekerja untuk memenuhi kebutuhannya. Tidak jarang juga yang mengandalkan keluarga seperti anak atau saudara untuk mencukupi kebutuhan di masa tua.

Investasi dan perencanaan keuangan yang baik sangat penting untuk menghadapi masa tua, agar tetap bisa menikmati ketenangan dan kesejahteraan masa pensiun, tanpa perlu mengandalkan atau membebani keluarga.

Hal ini juga membuat generasi kita berikutnya terhindar dari sandwich generation karena kita sudah memiliki fondasi finansial yang cukup di hari tua sehingga mereka tidak perlu membiayai kita.

Karena itu, memiliki rencana pensiun yang optimal menjadi salah satu cara memutus rantai sandwich generation.

Menghitung Dana Pensiun yang Ideal

Ada banyak cara atau rumus yang sering digunakan untuk menentukan berapa dana pensiun yang ideal. Namun, rumus yang paling umum ialah biaya hidup bulanan dikalikan dengan estimasi masa pensiun.

Misalnya, biaya hidup yang Anda keluarkan saat ini adalah 5 juta rupiah dan waktu Anda menjalani masa pensiun kurang lebih 15 tahun. Maka, perhitungannya jadi (5 juta x 12 bulan x 15 tahun). Hasilnya adalah 900 juta. Itulah besaran dana yang Anda butuhkan untuk dapat menjalani masa pensiun yang ideal.

Angkanya tentu sangat tergantung pada gaya hidup dan kebiasaan yang sangat bisa disesuaikan kembali.

Apabila Anda memutuskan untuk hidup secara lebih sederhana di masa pensiun, tentu pengeluaran dan biaya hidup pun akan menjadi lebih kecil. Karena itu, jumlah dana pensiun ini sangat fleksibel menyesuaikan bagaimana ita ingin hidup di hari tua.

Pilihan Tabungan untuk Hari Tua

Pertanyaan terbesarnya tentu adalah bagaimana Anda bisa memiliki uang sebanyak itu di masa pensiun. Sesuai dengan namanya, dana pensiun artinya adalah dana yang perlu dipersiapkan sejak sebelum pensiun atau selama masih produktif bekerja.

Dana pensiun bisa dikumpulkan dengan banyak cara, seperti tabungan pensiun, asuransi, maupun inventasi. Namun, sumber pendapatan yang paling ideal untuk tabungan pensiun ialah penghasilan pasif atau investasi.

Selain tidak terlalu membebani pengeluaran atau biaya hidup bulanan, investasi merupakan sumber pundi-pundi yang fleksibel dan adaptif dengan faktor-faktor eksternal seperti inflasi atau kenaikan harga. Jika dijalani dengan perencanaan yang baik,, pendapatan pasif dari investasi akan jauh lebih mencukupi kehidupan masa pensiun, dibandingkan tabungan biasa.

Dana Pensiun untuk Memutus Rantai Sandwich Generation

stilah sandwich generation belakangan mulai santer dibicarakan, terutama di internet dan media sosial. Istilah ini merujuk pada satu generasi yang terhimpit secara finansial oleh generasi di atas dan di bawahnya.

Dalam arti lain, generasi yang dituntut untuk dapat mencukupi kebutuhan generasi di atasnya (orang tua/mertua) dan generasi di bawahnya (anak).

Secara demografi, generasi sandwich adalah orang dewasa dengan rentang usia 40-50 tahun yang terhimpit di antara orang tua berusia 65 tahun ke atas serta anak yang belum memiliki kemandirian finansial.

Generasi sandwich ini dianggap sebagai suatu siklus berantai yang terus berulang dengan pola yang hampir selalu serupa.

Hal tersebut sangat erat kaitannya dengan pengelolaan finansial dan perencanaan masa pensiun yang buruk. Perhatikan simulasi berikut ini:

Seorang ayah berusia 40an harus mencukupi kebutuhan orang tuanya yang berusia 65 tahun, dan di waktu yang sama juga harus mencukupi kebutuhan anaknya yang masih dalam usia remaja.

Tekanan dan kewajiban tersebut membuat sang ayah tidak sempat memikirkan atau melakukan perencanaan untuk hari tuanya sendiri.

Kelak ketika sudah tua, ia tidak memiliki tabungan atau investasi untuk menopang hidupnya sendiri.

Sehingga ia akan bergantung kepada anaknya. Sang anak yang kini telah berkeluarga, akhirnya harus mengulangi fase generasi sandwich tersebut seperti yang dulu dilakukan ayahnya. Dan seterusnya.

Oleh karena itu, perencanaan keuangan yang matang untuk hari tua menjadi sangat penting demi memutus siklus generasi sandwich, agar dapat mengurangi stres dan beban finansial bagi generasi mendatang.

Perencanaan Dana Pensiun yang Matang bagi Sandwich Generation

Jika Anda merasa bahwa saat ini Anda sedang mengalami menjadi generasi sandwich, jangan khawatir. Tidak ada kata terlambat untuk mulai memperbaiki rencana keuangan hari tua Anda.

Ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan mulai saat ini, di antaranya:

1. Upayakan dan Susun Rencana Masa Pensiun Anda

Meskipun Anda merasa saat ini beban finansial keluarga yang Anda pikul sudah cukup berat, namun Anda tetap perlu mengupayakan rencana masa tua. Setidaknya, Anda bisa mulai dengan program tabungan pensiun dengan biaya yang paling minimal.

Kemudian, seiring berjalannya waktu, terus tingkatkan dan perbaiki program pensiunan Anda. Jangan sampai ada uang yang terbuang sia-sia.

2. Persiapkan Dana Pendidikan Anak Sejak Dini

Dana pendidikan anak merupakan salah satu beban finansial tertinggi dalam keluarga. Biaya pokok yang setiap tahun semakin bertambah, ditambah dengan biaya-biaya tak terduga lainnya, membuat biaya pendidikan anak harus direncanakan matang-matang sejak dini.

Perencanaan yang baik sejak awal tentu akan mengurangi beban pembiayaan pada saat anak sudah mulai sekolah atau kuliah, sehingga anggaran dapat dialokasikan untuk perencanaan masa pensiun agar rantai generasi sandwich dapat terputus.

3. Gunakan Skema Life Cycle Investment

Life Cycle Investment merupakan sebuah skema atau strategi investasi yang dilakukan berdasarkan fase hidup. Tiap fase hidup memiliki strategi investasi yang berbeda-beda.

Contohnya, masa muda adalah fase growth. Di masa ini, Anda sebaiknya mencoba investasi pada saham yang cenderung memiliki risiko serta keuntungan yang lebih tinggi.

Kemudian, pada masa menjelang pensiun atau fase protection, Anda dianjurkan untuk mengalokasikan investasi pada obligasi yang memiliki risiko lebih rendah.

Terakhir, pada masa pensiun atau fase distribution, Anda tinggal menikmati hasil dari investasi yang Anda lakukan selama ini. Dengan begitu, di masa tua Anda dapat menjadi pensiunan yang independen, sehingga dapat memberi kesempatan bagi anak-cucu Anda untuk membuat perencanaan finansial yang lebih baik lagi bagi masa tua mereka.

Investasi untuk Hari Tua

Ada banyak pilihan investasi yang bisa dilakukan untuk tabungan hari tua. Berikut adalah beberapa di antaranya:

1. Deposito

Deposito adalah produk investasi bank yang paling mudah dipahami dan dijalankan, terutama untuk para pensiunan. Cara kerjanya cukup sederhana. Anda tinggal memasukkan sejumlah uang ke bank dan simpan dalam periode tertentu. Kemudian Anda akan mendapatkan bunga dari penyimpanan tersebut.

Anda bisa menggunakan skema periode penyimpanan 12 bulan. Dengan begitu, Anda dapat menerima bunga deposito selama 1 tahun penyimpanan, lalu buat rencana pembiayaan bulanan dari bunga deposito tersebut.

2. Obligasi

Obligasi merupakan surat utang yang diterbitkan oleh pemerintah atau perusahaan swasta. Anda bisa mendapatkan keuntungan dari pengembalian pokok dan bunga dari pembelian investasi obligasi tersebut.

Jenis investasi obligasi ini masih tergolong jarang digunakan oleh para pensiunan. Namun, jika Anda tertarik untuk berinvestasi di obligasi untuk masa tua, Anda disarankan untuk mempelajari dan mengetahui istilah-isitilah dalam investasi obligasi serta dianjurkan untuk sering berdiskusi dengan perencana keuangan.

3. P2P Lending

Peer to Peer (P2P) Lending merupakan salah satu jenis investasi yang ikut berkembang seiring dengan perkembangan teknologi finansial (fintech). Sistem kerjanya hampir mirip dengan surat utang atau obligasi. Namun perbedaannya adalah P2P Lending biasanya tidak memerlukan jaminan, sehingga lebih cair dan fleksibel.

Perusahaan P2P Lending memanfaatkan teknologi untuk mempertemukan orang atau pengusaha yang sedang membutuhkan dana (borrower) dengan orang yang memiliki dana yang ingin diinvestasikan (lender atau investor). Investor akan mendapatkan keuntungan dari pengembalian dana pinjaman serta keuntungan dari investasi.

Salah satu cara untuk memaksimalkan keuntungan P2P Lending ialah cari pinjaman dengan jangka waktu yang pendek (1 bulan atau kurang). Kemudian, investasikan kembali hasil keuntungan yang didapatkan, biasanya dapat menggunakan fitur auto invest.

4. Saham

Di Indonesia, banyak perusahaan yang memperjual-belikan saham dengan sistem pembagian dividen (keuntungan) setiap tahunnya. Jenis investasi ini terbilang cocok untuk para pensiunan, sebab hanya dengan mengantongi beberapa surat saham saja, Anda akan mendapatkan pembagian dividen setiap tahunnya.

Ada beberapa poin penting yang perlu diperhatikan dalam memilih perusahaan yang sahamnya akan Anda beli, seperti tingkat pertumbuhan net profit dari tahun ke tahun, tingkat dividen yield, serta tingkat dividen payout ratio.

Salah satu jenis investasi saham berbasis dividen yang bisa dipilih adalah Equity Crowdfunding (ECF), atau secara lebih sederhana biasa disebut dengan ‘patungan bisnis’.

Melalui sistem ini, dana yang dibutuhkan untuk menjalankan atau mengembangkan suatu bisnis dapat dihimpun melalui lot saham yang dijual kepada para investor.

Meskipun hampir mirip dengan P2P Lending, ECF memiliki sistem yang cukup berbeda. ECF tidak menggunakan sistem surat utang, melainkan memberikan kepemilikan saham secara permanen kepada para investor yang telah ikut ‘patungan’ dalam suatu project usaha.

Nantinya, para investor akan menerima keuntungan berupa pembagian dividen yang rutin diberikan setiap tahun.

Salah satu perusahaan ECF di Indonesia yang sudah berjalan sampai saat ini adalah LandX. LandX mempertemukan para investor dengan perusahaan atau pengusaha yang membutuhkan dana untuk pengembangan usahanya.

Di LandX Anda bisa membeli saham dari beragam jenis bidang usaha, dengan harga saham mulai dari satu juta rupiah.

Yuk Patungan Bisnis dengan Keuntungan Jangka Panjang Bareng LandX

jadi-owner-bisnis-hanya-1-jutaan-dengan-cuan-yang-sangat-menjanjikan

Mau Berbagai info Terbaru Terkait Investasi? Yuk Follow @landx.id di Instagram


Baca Juga:


#YukPatunganBisnis    #LandX.id    #landx         #landx.id     #InvestasiBisnis  #SecuritiesCrowdfunding   #EquityCrowdfunding     #InvestasiMenguntungkan     #Urundana    #BisnisPatungan     #InvestasiUsaha