Layanan pinjaman online, fintech lending atau P2P lending telah menjadi isu beberapa tahun belakang ini.

Dari kasus teriakan pinjaman online ilegal dan sikap mengerikan para debt collectornya, hingga baru-baru ini pinjaman online legal juga terkena dampaknya. Aturan yang diterapkan pemerintah pada penyelenggara pinjaman online di Indonesia membuat jumlah usaha layanan fintech lending menurun.

Update dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 2 November lalu, mengungkapkan data penyelenggara fintech lending atau penyedia layanan pinjaman online yang berizin dan diawasi OJK terdaftar 104 perusahan. Jumlah ini menyusut dari data yang pernah dirilis OJK pada awal tahun 2021 yakni sejumlah 149 penyelenggara pinjol legal.


Table of Content


Ternyata terdapat beberapa pinjol yang secara sukarela menggugurkan diri karena alasan pribadi. Berkemungkinan tidak lagi memiliki kemampuan melanjutkan operasionalnya.

Juga, terdapat penyelanggara pinjol yang dicabut izinya oleh OJK. Hal ini dikarenakan penyelenggara terlambat melengkapi berkas dokumen yang diminta OJK untuk proses pemenuhan dokumen dan persyaratan usahanya.

Dikutip dari kontan (23/11), Direktur Eksekutif Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) mengungkapkan bahwa gugurnya beberapa finctech lending disebabkan karena beberapa penyelenggara yang tidak siap dalam menyiapkan dokumen yang diminta OJK.

Karena tahun lalu, OJK mencanangkan orientasi pada kualitas dari penyelenggaraan P2P lending dan ditargetkan untuk segera ready baik secara dokumen dan persyaratan perizinan.

Presiden Jokowi minta OJK stop beri izin pinjol baru

Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate mengungkapkan bahwa Presiden Republik Indonesia ketujuh, Joko Widodo meminta OJK dan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) untuk menghentikan sementara (moratorium) pemberian izin pada pinjaman online baru.

Titah ini diturunkan karena maraknya tindak pindana yang dilakukan oleh perusahaan pinjaman online, terutama yang ilegal. Hal ini diungkap pada rapat terbatas yang membahas tata kelola pinjaman online yang dihadiri oleh Kementerian Keuangan, Kominfo serta OJK. Diharapkan moratorium ini dapat membatasi gerak aktivitas pinjaman online ilegal serta memperkuat perlindungan konsumen finansial Indonesia.

Jangan sampai kamu terjerat pinjam online ilegal, angka yang kamu ajukan mungkin relatif kecil, namun cara menagihnya bisa menjadi gaduh dan menimbulkan teriakan. Pinjol ilegal bahkan sampai dicetus sebagai premanisme digital.

Terlepas dari status layanan pinjaman online yang legal, jika kamu berniat mengajukan pinjaman online maka kamu harus tahu kesehatan keuanganmu terlebih dahulu. Apakah kamu akan mampu membayar secara rutin sebelum jatuh tempo dengan bunga sesuai perjanjian.

Jangan sampai setelah meminjam sejumlah uang, ternyata tidak memiliki pemasukan arus kas bulanan karena tidak memiliki pekerjaan. Hal yang akan berdampak kamu akan diserbu oleh debt collector bersangkutan.

Berbagai Permasalah Pinjaman Online Ilegal

Ada berbagai permasalahan dari layanan pinjaman online ilegal seperti penuturan Jeanny Silvia Sari Sirait, pengacara LBH Jakarta melalui siaran Mata Najwa (16/11), diantaranya:

  • Tidak adanya kesetaraan perjanjian pinjam meminjam yang bisa disetujui, hanya berdasarkan perjanjian yang tersedia di elektronik (terms & condition).
  • Tidak ada batasan dalam pengambilan data pribadi tanpa batasan, seperti mengakses dokumen pribadi dan data kontak tersimpan. Padahal yang diizinkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) hanyalah akses kamera, mikrofon, dan lokasi.
  • Biaya administrasi yang sangat tinggi mencapai 30% dari total pinjaman yang diajukan dan bunga yang tinggi sebesar 4% per harinya.
  • Penagihan yang dilakukan dengan tindakan yang diluar batas hingga bisa dikategorikan menjadi tindak pidana. Bentuk penagihan yang terjadi dan akhir-akhir menjadi berita seperti pengancaman, penyebaran data pribadi, penipuan, fitnah, hingga tindakan pelecehan seksual seperti menyebarkan foto peminjam yang telah diedit pada foto yang tidak senonoh.
  • Tidak ada proses penyelesaian dan sanksi yang layak apabila konsumen mengadukan kasusnya ke pihak berwenang, bahkan seperti kepada lembaga negara.

Macam-Macam Modus Pinjaman Online Ilegal

  1. Modus penawaran pinjol melalui SMS atau nomor WhatsApp . Perlu diketahui bahwa fintech lending legal yang berizin OJK tidak diperbolehkan memberi penawaran tanpa persetujuan pengguna.
  2. Modus langsung transfer ke rekening. Jika suatu saat rekening kamu tiba-tiba dikirim sejumlah uang dari nama akun yang tidak dikenal, segera telusuri! Bisa jadi kamu sedang dijadikan target dari oknum pinjol ilegal. Modus mengirim langsung sejumlah uang ke rekening korban ditujukan agar mereka bisa meneror dan menagih denda saat jatuh tempo.
  3. Modus mereplika nama menjadi mirip dengan fintech ilegal. Demi membuat calon konsumen terjebak menjadi korban kejahatan, mereka akan membuat nama yang mirip dengan perusahaan yang telah memiliki identitas populer.

Hal ini juga pernah terjadi pada LandX, LandX bukanlah fintech lending tetapi fintech equity crowdfunding berizin OJK yang membantu konsumen dapat menjadi investor dengan mudah dan mendapat keuntungan yang nyaman. Namun, ternyata terdapat oknum penjahat yang menggunakan nama brand LandX.

Oknum ini menambah embel-embel di belakang nama LandX dan menjaring korbannya di saluran Telegram.

Padahal LandX tidak memiliki akun Telegram, karena itu penting untuk selalu mengecek situs resmi perusahaan dan menanyakan kebenaran sebuah akun apabila terasa suatu keganjilan.

! Tahukah kamu, ternyata kamu bisa mengecek status legalitas perusahaan fintech langsung pada OJK ke nomor WhastApp OJK di 628-157-157-157.

Saran OJK agar terhindar dari pinjol ilegal

1. Cek Legalitas

Pinjol ilegal kerap mencatut logo identitas resmi kementerian dan lembaga resmi seperti OJK. Tips agar terhindar dari aplikasi penipu ini adalah jangan asal mengunduh aplikasi di app store kamu. Kunjungilah situs resmi (website) perusahaan dari aplikasi terkait jika perusahaan tersebut benar adanya, kemudian klik link atau logo dari aplikasi yang disediakan di halaman situs tersebut.

2. Langsung hapus pesan SMS atau WhatsApp terkait penawaran pinjaman online yang kamu terima

Pinjol yang legal tidak diizinkan oleh OJK untuk mengirimkan pesan tanpa persetuan penggunanya. Selain sudah pasti oknum penipu, jangan sampai kamu sempat tergoda dan menghubungi kembali karena terdesak kondisi.

3. Jaga data pribadimu

Sudah dipastikan penting untuk menjaga data pribadimu, apalagi jika diunggah secara online. Batasan dunia internet yang tidak terlihat, jangan sampai membuat data yang kamu simpan secara online disalahgunakan oleh mereka.

Tips Jitu Terhindar Pinjol Ilegal

Ga usah pinjol, tabung dana dingin kamu dengan investasi patungan bisnis dan dapetin juga keuntungan dividen biar bisa nambah budget dana darurat. Dana darurat bisa bantu kondisi kamu yang tidak terduga sehingga terhindar dari jerat dan godaan pinjaman online.

Karena itu, #YukPatunganBisnis di LandX dan jauh-jauh dari teror debt collector!

Hanya di LandX, yuk temukan bisnis terbaik untuk investasi kamu sekarang!!

miliki bisnis modal kecil cuma dengan 1 jutaan dapat 4 cabang

Mau Berbagai Info Menarik Seputar Investasi Lainnya? Yuk Follow Instagram @landx.id


Baca Juga:


#YukPatunganBisnis    #LandX.id    #landx         #landx.id      #InvestasiBisnis    #EquityCrowdfunding    #InvestasiMenguntungkan      #Urundana    #BisnisPatungan    #InvestasiUsaha