Pandemi Covid-19 yang melanda sejak 2020 lalu membuat kita menjadi lebih sering melakukan berbagai hal dari rumah. Salah satunya adalah pekerjaan kantor, atau yang lebih akrab disebut dengan work from home (WFH). Segala rutinitas pekerjaan yang biasanya dilakukan di kantor, kini bisa dilakukan di rumah masing-masing.

Namun, bekerja secara WFH juga memiliki masalahnya sendiri. Buat kamu yang lebih sering bekerja secara WFH, pasti akrab dengan musuh besar bernama “menunda-nunda pekerjaan”.

Kamu mungkin akrab dengan situasi seperti ini: Suatu hari kamu bangun pagi dan bersiap di depan laptop untuk menyelesaikan pekerjaan yang sudah masuk waktu deadline, namun malah berakhir menghabiskan satu season drama korea selama seharian penuh.

Kebiasaan menunda pekerjaan itu disebut juga dengan istilah procrastination, yakni suatu kebiasaan menunda-nunda pekerjaan untuk hal-hal yang sebenarnya tidak perlu dilakukan. Dalam contoh kasus di atas, misalnya, kamu lebih memilih menonton drama korea atau berselancar di media sosial dibanding menyelesaikan pekerjaan.

Biasanya, alasan utama seseorang melakukan procrastination ialah karena rasa malas untuk menyelesaikan suatu pekerjaan. Untuk mencegah atau mengatasi procrastination, pertama-tama kita perlu mengurai terlebih dahulu akar dari kemalasan tersebut.

Supaya kita paham mengatasi hal ini, yuk kita bahas lebih lanjut


Table of Content


Penyebab Procrastination

Ada beberapa penyebab umum dari kebiasaan menunda-nunda pekerjaan atau procrastination yang sering kita temui di kehidupan sehari-hari, beberapa di antaranya:

1. Kurang memiliki visi

Salah satu penyebab kamu menunda-nunda pekerjaan adalah karena kamu belum benar-benar memahami apa tujuan atau manfaat dari pekerjaan yang dilakukan. Kamu hanya menganggap hal tersebut sekadar sebuah kewajiban yang harus dikerjakan, sehingga tidak merasa perlu mengerjakannya dengan lebih cepat atau lebih baik.

Untuk menghindari hal seperti ini, yang perlu kamu lakukan adalah menggali informasi sedalam-dalamnya untuk mendapatkan informasi sebanyak mungkin tentang hal yang sedang kamu kerjakan. Semakin banyak hal yang kamu tahu tentang pekerjaanmu, maka akan semakin menarik untuk dikerjakan.

2. Kurang memahami materi/pekerjaan

Salah satu bidang pekerjaan yang paling sering mengalami hal ini adalah penulis, baik itu penulis laporan, jurnalis, maupun penulis konten. Kamu mungkin pernah menunda-nunda tulisan yang mestinya segera kamu kirimkan ke atasan, karena kamu belum terlalu memahami materi yang akan dituliskan.

Hal seperti ini tentu juga terjadi di bidang pekerjaan lainnya. Salah satu alasan menunda-nunda pekerjaan adalah karena tidak tahu atau belum terlalu memahami apa yang harus dikerjakan.

Hampir sama seperti masalah sebelumnya, untuk mengatasi masalah ini kamu perlu menyediakan waktu untuk melakukan riset dan mencari materi sebanyak-banyaknya tentang hal yang akan kamu kerjakan. Semakin banyak materi yang kamu pahami, maka akan semakin mudah untuk mengerjakannya.

3. Kurangnya perencanaan yang baik

Procrastination juga dapat terjadi karena perencanaan yang kurang baik dalam hal manajemen waktu maupun manajemen pekerjaan. Hal ini bisa terjadi karena kamu merasa masih memiliki banyak waktu, atau menganggap pekerjaanmu sebagai sesuatu yang mudah untuk dikerjakan.

Namun, yang sering terjadi adalah kehabisan waktu sementara pekerjaan yang tersisa masih banyak. Untuk menghindari hal ini, yang bisa kamu lakukan adalah membagi pekerjaan menjadi beberapa bagian dan membuat perencanaan waktu untuk mengerjakan setiap bagian tersebut. Dengan begitu, pekerjaan akan menjadi lebih ringan karena tidak perlu dilakukan dalam satu waktu.

4.Ketakutan (perfeksionis dan trauma)

Dari sisi psikologis, procrastination juga dapat terjadi karena sifat perfeksionis. Kamu mungkin adalah orang yang terbiasa melakukan semua hal secara sempurna, termasuk pekerjaan. Oleh karena itu, ketika kamu tidak bisa melakukan suatu pekerjaan dengan sempurna, kamu akan merasa terganggu dan stres.

Selain sifat perfeksionis, kamu juga bisa mengalami proscratination karena trauma akan  kesalahan pada pekerjaanmu sebelumnya. Kamu menjadi takut dan akhirnya selalu menunda untuk mulai mengerjakan pekerjaanmu saat ini.

5. Mudah terganggu/ terpengaruh

Ketika hendak mengerjakan suatu pekerjaan, gangguan juga sering datang dari luar diri. Misalnya, seperti ruangan yang tidak kondusif, suara bising yang mengganggu, atau bahkan jaringan internet yang tidak stabil. Hal ini juga sering membuatmu kehilangan mood untuk melanjutkan pekerjaan, dan akhirnya menundanya lagi.

Dampak Procrastination

Sebagai suatu kebiasaan yang buruk, Proscratination tentu juga memiliki dampak buruk bagi diri dan juga bagi pekerjaan yang sedang kamu lakukan. Salah satunya ialah membuang banyak waktu berharga.

Dampak berkelanjutannya adalah kamu akan selalu merasa tidak punya waktu berkualitas untuk melakukan hal lain yang bermanfaat, serta selalu merasa stres karena selalu tertekan oleh deadline pekerjaan.

Kedua, kamu tidak akan bisa memperoleh hasil yang maksimal dari pekerjaanmu. Seandainya kamu bisa mengerjakannya lebih awal, kamu akan punya lebih banyak waktu untuk memeriksa hasil kerjamu dengan lebih teliti, sehingga bisa melakukan perbaikan pada bagian-bagian yang dirasa kurang baik.

Dampak jangka panjang dari sifat proscratination juga akan membuatmu selalu merasa cukup dengan hasil pekerjaan yang belum maksimal. Yang penting pekerjaannya selesai.

Kemudian, kebiasaan proscratination yang dibiarkan akan menjadi siklus yang berulang. Kamu akan selalu menunda pekerjaan hingga mendekati deadline, lalu akan mengerjakannya dengan sekadarnya.

Kemudian, Ketika mendapatkan pekerjaan lain pada esok harinya juga akan melakukan hal yang sama, karena cara tersebut dianggap tetap berhasil, sehingga tidak ada peningkatan dari segi etos kerja maupun kualitas hasil pekerjaan.

Namun, bermain dengan deadline pekerjaan dapat diibaratkan seperti berjalan di tepi jurang. Dalam beberapa kesempatan, kamu mungkin masih beruntung bisa melewatinya dengan selamat.

Namun, jurang tetaplah jurang. Dalam satu kesempatan yang kurang terlalu beruntung, kebiasaanmu menunda-nunda pekerjaan mungkin akan memaksamu untuk menghadapi kemungkinan terburuk.


Artikel Terkait:


Cara Mengatasi/ Menghindari Procrastination

Melihat dari beberapa penyebab dan dampak yang ditimbulkan, kita bisa bersepakat bahwa kebiasaan menunda-nunda pekerjaan adalah kebiasaan buruk yang sangat perlu untuk ditinggalkan atau diubah.

Namun, meski banyak orang juga menginginkan perubahan itu, tidak banyak orang yang mengetahui bagaimana caranya atau harus memulainya dari mana. Sebagai permulaan, kamu bisa melakukan hal-hal sederhana berikut ini untuk mengurangi kebiasaan proscratination.

1. Jauhkan semua gangguan

Ketika kamu sudah memantapkan hati untuk menyelesaikan pekerjaanmu, hal pertama yang bisa kamu lakukan adalah menjauhkan atau menjauhi semua potensi gangguan. Misalnya, kamu bisa bekerja di ruangan yang lebih kondusif dan tidak bising. Untuk sementara, mungkin kamu juga perlu menjauhi ponsel agar tidak tergoda untuk membuka media sosial atau bercengkerama tentang hal-hal yang tidak perlu dengan teman-temanmu.

2. Ubah lingkungan sekitar

Lingkungan sekitar juga sedikit banyak akan mempengaruhi mood bekerja. Kamu bisa menambahkan beberapa asesoris untuk meja kerja yang bisa menambah mood bekerjamu. Namun, jangan sampai terlalu banyak menambahkan barang yang justru akan membuatmu tidak fokus.

3. Bagi pekerjaan menjadi beberapa bagian kecil

Pekerjaan yang dikerjakan menjelang deadline akan terasa lebih berat karena pekerjaan tersebut seolah bertumpuk di satu waktu. Maka dari itu, kamu bisa mengantisipasinya dengan cara memecahnya menjadi beberapa bagian pekerjaan, sehingga bisa dikerjakan sedikit demi sedikit secara lebih teratur.

4. Buat jadwal mendetail

Cara ini sangat berhubungan dengan cara sebelumnya. Setelah membaginya menjadi beberapa bagian pekerjaan yang lebih kecil, selanjutnya kamu tinggal mengatur manajemen waktu dan membuatkan jadwal pengerjaannya agar lebih teratur.

Kamu bisa memperhitungkan berapa waktu yang dibutuhkan untuk mengerjakan satu bagian pekerjaan, berapa kali waktu pengerjaan, dan seterusnya. Dengan perencanaan waktu yang baik, kamu akan memiliki waktu luang untuk beristirahat atau melakukan kegiatan lain, dengan pekerjaanmu yang tetap dalam proses terencana dan terukur.

Profesionalitas seseorang dalam bekerja juga bisa diukur dari bagaimana caranya mengatur pekerjaannya. Kebiasaan untuk menunda-nunda pekerjaan adalah kebiasaan buruk yang juga akan memengaruhi kehidupan sehari-hari jika terus dibiarkan.

***

Salah satu hal yang tidak boleh kamu tunda-tunda adalah investasi, banyak orang menunda-nunda hal ini karena berbagai alasan seperti belum punya modal besar atau berbagai alasan lainnya.

Padahal, sekarang kamu bisa lo investasi ke dalam berbagai bisnis menguntungkan cuma dengan modal 1 jutaan dengan ikut patungan bisnis yang sangat menguntungkan bareng LandX.

Karena itu..

Yuk Temukan Bisnis Terbaik untuk Investasi Jangka Panjang Kamu Sekarang Juga...

Patungan Bisnis Bareng LandX untuk Passive Income Menjanjikan

Jangan Lupa Follow Instagram @landx.id Untuk Berbagai Tips Investasi Menguntungkan Lainnya


Baca Juga:



#YukPatunganBisnis     #LandX.id    #landx.id    #InvestasiBisnis    #EquityCrowdfunding     #InvestasiMenguntungkan    #Urundana    #BisnisPatungan     #InvestasiUsaha