menu-button
Cara Investasi di Securities Crowdfunding Investasi Keuangan Bisnis

Memahami Produksi Massal, Mass Production di Era Industri Modern

Tuesday, 2 Aug 2022

Read in 7 minutes

Author: Abdul Wahhab

Kehadiran teknologi modern membuat produksi massal atau mass production semakin berkembang dalam proses produksi barang dalam skala besar. Yuk, pahami tentang apa itu produksi massal, tujuan, kelebihan dan kekurangan produksi massal dalam artikel ini.

Di era industri modern seperti saat ini, produksi massal atau mass production semakin berkembang karena perkembangan teknologi yang mendukung proses produksi barang dalam skala besar.

Apa itu produksi massal?

Produksi massal adalah adalah kegiatan produksi yang dilakukan dalam jumlah besar dan berulang hingga akhirnya sampai ke tangan konsumen akhir melalui berbagai channel supply seperti ritel.

Produksi massal menjadi solusi untuk menjawab permintaan pasar akan produk-produk kebutuhan dasar seperti makanan, minuman, obat-obatan generik, hingga kebutuhan fashion.

Oleh sebab itu, sadar atau tidak ternyata produk yang kamu gunakan sehari-hari merupakan hasil dari produksi massal. Nah, sudah lebih tergambar apa itu produksi massal?

Supaya kamu paham dengan baik tentang bagaimana industri produksi massal ini berjalan, yuk simak artikel ini sampai akhir ya…


Memahami Apa Itu Produksi Massal/ Mass Production

Pada dasarnya, produksi massal adalah kegiatan produksi yang dilakukan dalam skala besar dan berkala dengan tujuan memenuhi berbagai kebutuhan konsumen di pasaran.

Selain di produksi dalam skala besar, proses distribusi produk-produk ini ke pasar pun sangat cepat karena biasanya produk-produk ini memiliki permintaan yang tinggi di pasaran.

Karena itu, rata-rata produk yang diproduksi dengan sistem produksi massal adalah produk-produk yang dikonsumsi secara terus menerus sehingga produk ini dibutuhkan secara rutin.

Sebelumnya, sistem produksi massal ini hanya digunakan pada beberapa jenis produk saja. Namun, seiring perkembangan teknologi kini banyak produk dapat diproduksi dengan sistem mass production seperti produk fashion, body care, hingga produk makanan cepat saji yang sering kita temui.

Di era sekarang, produksi massal adalah solusi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang permintaanya terus meningkat dari waktu ke waktu. Oleh sebab itu, produk-produk FMCG yang kebutuhannya besar rata-rata adalah hasil dari produksi massal.

Produksi massal merupakan salah satu jenis proses produksi yang dilakukan dengan cakupan sangat besar dan cepat sehingga produk-produk yang dihasilkan dari produksi massal pasti merupakan produk-produk yang permintaannya tidak pernah sepi di pasaran. Selain itu, sistem produksi massal termasuk dalam proses produksi yang dilakukan untuk menekan biaya produk karena besarnya kuantitas produksi bisa membantu menekan biaya produksi.

Tujuan Produksi Massal

Seperti penjelasan definisi dari apa itu produksi massal, yaitu memproduksi barang dalam jumlah besar dan cepat maka dapat terlihat tujuan produksi massal. Tujuan produksi massal adalah menghasilkan suatu produk dalam jumlah yang banyak dengan waktu yang cepat, sehingga yang dikejar adalah efisiensi waktu.

Berikut beberapa tujuan produksi massal:

  • Meningkatkan Produktivitas

Dari segi arti kata, massal adalah jumlah yang banyak sekali. Sehingga produksi massal adalah memproduksi suatu barang dalam jumlah yang sangat banyak. Barang yang diproduksi dalam jumlah besar ini tentu mendukung tingkat produktivitas dari perusahaan.

  • Efisiensi Waktu

Tujuan produksi massal yang memproduksi barang dalam jumlah besar adalah untuk efisiensi waktu. Dikarenakan umumnya barang hasil produksi massal merupakan barang kebutuhan harian atau perputarannya cepat di pasar. 

Untuk memenuhi kebutuhan harian masyarakat maka diproduksi dalam skala besar menggunakan teknologi canggih dan modern untuk mempersingkat waktu. 

  • Menekan Biaya Produksi

Biaya produksi dipengaruhi biaya tetap (fixed cost) dan biaya variabel (variable cost). Dengan perusahaan melakukan produksi barang dalam jumlah banyak maka biaya tetap yang dibayarkan dalam jumlah yang sama tidak ikut meningkat. Sehingga dapat menekan biaya produksi.

Karakteristik Produksi Massal

Selain dari segi produksi dalam kuantitas besar, karakteristik produksi massal juga dilihat dari keberlangsungan produksi terjadi secara berulang dalam jangka waktu yang cukup panjnag.

Karena itu, produk-produk ini biasanya merupakan barang dengan permintaan yang terus meningkat di pasaran sehingga proses produksi terus berulang dalam jangka panjang.

Karakteristik lain adalah penggunaan mesin canggih untuk mempemudah otomasi produksi sehingga produksi skala besar dapat dilakukan dalam waktu singkat. Selain itu, proses produksi ini juga sangat presisi sehingga proses supervisinya menjadi lebih minim.

Proses Produksi Massal (Mass Production)

Walaupun diproduksi secara massal, produk-produk ini diproses dengan SOP yang ketat untuk menjaga mutu dari produk yang dihasilkan.

Karena itu, ada berbagai SOP untuk pra dan pasca produksi untuk memastikan barang yang dihasilkan dalam jumlah besar tersebut layak untuk masuk tahap distribusi.

Dalam masa pra produksi, dilakukan berbagai pengujian dan validasi mulai dari desain, teknik, hingga testing produksi demi memastikan produksi dapat berjalan lancar dan menghasilkan produk dengan mutu yang sesuai dengan rencana awal.

Setelah proses produksi pun produk-produk tersebut akan menjalani quality control untuk memastikan produk yang masuk kepasaran memiliki kualitas terbaik.

Kelebihan dan Kekurangan Produksi Massal

Barang-barang hasil produksi massal biasanya dilakukan untuk efisiensi waktu namun, terkadang kurang memerhatikan hasil kualitas barang. Oleh karena itu, terdapat kelebihan dan kekurangan produksi massal. Lebih lanjutnya kita bahas keuntungan dan kerugian produksi massal berikut ini.

Keuntungan Produksi Massal

Produksi massal atau mass production memiliki beberapa keuntungan dari sisi industri, berikut beberapa keuntungan dari sistem produksi massal:

1. Proses Produksi Jauh Lebih Efisien

Karena produksi massal memanfaatkan teknologi yang serba otomatis, maka proses produksi menjadi jauh lebih efisien. Sehingga mempercepat proses produk masuk ke tahap berikutnya yaitu distribusi hingga sampai ke tangan konsumen.

Efisiensi proses produksi ini tentu saja sangat menguntungkan terutama untuk produk yang permintaannya terus meningkat di pasaran sehingga ketersediaan barang menjadi faktor penting untuk memenangkan persaingan.

Selain itu, apabila produksi berjalan dengan efisien maka kelangkaan produk di pasaran dapat dihindari dan harga harga produk dapat tetap stabil.

2. Keuntungan yang Lebih Optimal

Seperti yang sudah kita bahas sebelumnya, efisiensi dalam proses produksi membuat kegiatan ekonomi bergerak dengan lebih cepat dan optimal. Karena ketersediaan produk merupakan salah satu keunggulan bersaing yang bisa memberikan keuntungan bagi pelaku bisnis.

Selain itu, produksi skala besar juga membuat biaya produksi menjadi lebih murah sehingga keuntungan yang didapatkan menjadi jauh lebih optimal.

3. Penghematan Biaya

Produksi massal membuat biaya produksi menjadi lebih murah karena adanya perubahan fixed dan variable cost saat produk diproduksi secara massal. Penggunaan mesin dan otomasi pada berbagai proses produksi juga menjadi alasan kenapa mass production dapat menekan biaya produksi suatu produk.

4. Hasil Produksi yang Presisi

Karena proses perencanaan pra dan pasca produksi direncanakan dengan sangat baik menghasilkan barang yang presisi dan berkualitas dengan jumlah besar dalam waktu yang singkat membuat mass-production sangat menguntungkan.

Kekurangan Produksi Massal

Keuntungan dan kerugian produksi massal, setelah membahas keuntungan produksi massal selanjutnya mari kita ulas juga tentang kekurangan dari sistem ini.

1. Membutuhkan Biaya Awal yang Besar

Untuk melakukan produksi massal, perusahaan perlu menyiapkan mesin dan berbagai sumber daya lainnya yang membutuhkan biaya cukup besar pada awal pembangunan sistem produksi tersebut.

Oleh sebab itu, untuk membangun sistem produksi massal perusahaan perlu menyiapkan investasi dalam jumlah besar untuk bisa melakukan hal ini.

2. Biaya Perawatan yang Mahal

Membangun sistem produksi skala besar bukanlah hal yang mudah karena selain biaya pembangunan yang mahal perusahaan juga harus mengeluarkan biaya yang cukup besar untuk perawatan teknologi yang digunakan untuk produksi.

Selain untuk perawatan, perusahaan juga perlu mengupdate mesin dengan teknologi terbaru secara berkala agar mereka dapat terus melakukan produksi secara maksimal.

3. Karakteristik Pasar yang Kian Beragam dan Unik

Salah satu kelemahan utama dari mass production adalah sifatnya yang less custom sehingga produksi tidak bisa secara fleksibel berubah mengikuti kondisi pasar yang dinamis.

Seperti yang kita tau, permintaan pasar dipengaruhi oleh banyak faktor yang terkadang sulit untuk diprediksi sehingga terkadang produksi massal malah menimbulkan risiko baru bagi perusahaan.

Contoh Produksi Massal dalam Industri Ritel

Salah satu industri yang sangat dekat dan berhubungan dengan produksi massal adalah bisnis ritel yang menjual produk kepada konsumen akhir. Contoh produksi massal yang paling mudah kamu temukan adalah produksi barang kebutuhan sehari-hari atau produk FMCG yang permintaan dan perputarannya sangat cepat setiap harinya.

Selain kebutuhan pokok, industri retail fast fashion skala global seperti Ximivogue menggunakan sistem produksi massal untuk memenuhi permintaan pasar di berbagai negara. Ximivogue menjual produk berbagai kategori yang perputarannya sangat cepat sehingga dibutuhkan produksi massal untuk memenuhi kebutuhan suplai di 90 negara.

Sebagai salah satu industri ritel yang menjual barang dengan korean based design, Ximivogue menjual produk-produk dengan kualitas terbaik dan terus berkembang dari dari waktu ke waktu. Industri ritel dipandang dapat memberikan keuntungan yang menjanjikan karena luasnya target pasar dan permintaan yang terus meningkat dari waktu ke waktu.

Memiliki bisnis yang dapat menghadirkan barang yang dibutuhkan masyarakat dari waktu ke waktu tentu terlihat menjanjikan. Seperti investor di LandX yang bisa punya saham bisnis cuma dengan 1 juta saja.

Caranya adalah dengan ikut investasi mendanai bisnis melalui LandX untuk membangun cabang terbaru dari bisnis potensial di Indonesia dan kamu bisa ikut menikmati dividen sesuai dengan keuntungan bisnis tersebut.

Karena itu..

Yuk Patungan Bisnis Menguntungkan Bareng LandX

Bagaimana? Kamu lebih suka bisnis dengan buyback guarantee atau yang bisa disimpan dalam jangka panjang? Apapun pilihan kamu.. Yuk Patungan  dengan Keuntungan Menjanjikan Bareng LandX


Baca Juga:

Baca Juga