Pada paruh kedua tahun 2021 ini, perekonomian Indonesia mulai menunjukkan gelagat pemulihannya. Hal tersebut didorong oleh angka vaksinasi yang terus meningkat, sehingga masyarakat mulai memberanikan diri untuk kembali beraktivitas dan menggerakkan roda ekonomi.

Pandemi Covid-19 telah menghantam perekonomian Indonesia selama hampir dua tahun terakhir sejak awal 2020 lalu. Uniknya, kondisi ketidakpastian ekonomi selama pandemi justru memicu akselerasi minat dan perhatian masyarakat terhadap dunia investasi.

Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat jumlah investor pasar modal per Oktober 2021 mencapai angka 6,6 juta orang. Jumlah ini meningkat sekitar 68 persen dari akhir tahun 2020 dengan angka 3,9 juta orang.

Karena itu, yuk kita bahas bagaimana prospek investasi di tahun 2022 dan instrumen investasi apa saja aman untuk dicoba pada tahun 2022.


Table of Content


2022 Saatnya Mulai Berinvestasi, Jangan Ditunda Lagi

Pandemi yang melanda dunia global selama hampir dua tahun ini menjadi sebuah tamparan keras yang menyadarkan tentang pentingnya perencanaan keuangan yang lebih baik. Di masa depan, hal-hal seperti itu sangat mungkin terjadi kembali, dan kita harus lebih siap menghadapinya.

Salah satu persiapan yang bisa dilakukan ialah memperkuat finansial dengan cara berinvestasi. Keadaan ekonomi global yang tidak pasti selama masa awal pandemi, cukup memberi gambaran bahwa kita tidak bisa selamanya hanya bergantung pada penghasilan utama. Oleh karena itu, investasi menjadi aset penting untuk dapat bertahan di masa-masa sulit seperti itu.

Tidak ada lagi alasan untuk menunda-nunda. Jika Anda merasa perencanaan finansial Anda selama ini masih belum baik, maka tahun 2022 adalah saat yang tepat untuk memperbaiki resolusi finansial Anda. Ada banyak jenis investasi yang bisa Anda mulai sebagai investor pemula.

Prospek Investasi 2022

Perekonomian Indonesia diprediksi akan semakin membaik pada awal tahun 2022 mendatang. Hal tersebut juga dilihat dari menurunnya angka kasus positif Covid-19 di dalam negeri serta vaksinasi yang semakin masif dilakukan oleh masyarakat.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Febrio Kacaribu memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2022 akan mencapai 5,2 persen. Hal ini salah satunya juga karena didukung oleh pertumbuhan investasi. Sementara BEI juga menargetkan pertumbuhan investor pasar modal tahun depan bisa mencapai 30 persen dari realisasi tahun ini.

Beberapa pengembangan yang akan dilakukan Bursa Efek Indonesia adalah penambahan indeks acuan baru seperti untuk tema syariah, sustainability index dan juga indeks faktor.

Dari tiga indeks tersebut, BEI sudah dalam pembahasan final dengan Yayasan Kehati untuk meluncurkan dua indeks bertema sustainability atau environment, social and governance (ESG).

Lalu, BEI akan melakukan pengayaan produk data informasi kebursaan, enhancement pada Sistem Penyelenggara Pasar Alternatif (SPPA) untuk mendukung pengembangan perdagangan efek non-ekuitas, enhancement taksonomi dan sistem XBRL, pengembangan produk derivatif dan waran terstruktur, enhancement sistem e-IPO, pengembangan papan pemantauan khusus dan papan baru untuk new economy.

Rekomendasi Investasi Aman untuk Pemula

1. Deposito

Deposito adalah produk investasi bank yang paling mudah dipahami dan dijalankan. Cara kerjanya cukup sederhana, Anda tinggal memasukkan sejumlah uang ke bank dan menyimpannya dalam waktu atau periode tertentu.

Untuk menjalankan deposito ini, Anda dituntut untuk memiliki komitmen yang tinggi. Karena selama periode yang sudah ditentukan tersebut, Anda tidak akan diizinkan untuk menarik uang yang telah Anda simpan.

Kemudian, setelah periode penyimpanan berakhir, Anda baru diizinkan untuk menariknya dan sekaligus akan menerima bunga sekitar 3-4% dari uang simpanan tersebut.

Deposito dianggap sebagai jenis investasi yang paling mudah dan aman untuk dilakukan oleh pemula, karena hampir tidak memiliki risiko yang berarti.

2. Obligasi

Obligasi merupakan jenis investasi berupa surat utang atau surat berharga yang diterbitkan oleh pemerintah atau perusahaan swasta yang sedang membutuhkan dana. Sebagai investor yang telah membeli surat utang tersebut, Anda akan mendapatkan keuntungan dari pengembalian pokok serta bunga dari pembelian investasi obligasi tersebut.

Namun, untuk bisa membeli obligasi, Anda harus menunggu penerbit membuka penawaran obligasi di pasar modal. Karena tidak bisa dilakukan sendiri, Anda disarankan untuk memilih mitra distribusi yang sudah ditentukan oleh penerbit obligasi.

Keuntungan atau bunga yang diberikan penerbit obligasi bernilai lebih lebih daripada bunga dari deposito. Namun, obligasi memiliki risiko yang lebih tinggi, seperti perusahaan penerbit yang mengalami masalah keuangan atau kebangkrutan, sehingga tidak bisa membayar utang.

3. Reksa Dana

Jika Anda tertarik untuk berinvestasi di pasar saham namun belum cukup percaya diri, Anda wajib mencoba berinvestasi reksa dana. Di sini, modal Anda akan digabung dengan modal investor lain, kemudian dimasukkan pada efek-efek yang ada dalam bentuk reksa dana.

Investasi reksa dana merupakan investasi yang paling cocok untuk pemula. Dana para investor yang terkumpul akan dikelola oleh perusahaan pengelola modal dan ditangani oleh seorang manajer investasi. Anda hanya tinggal menunggu laporan tentang progres investasinya saja.

Hal yang paling harus diperhatikan dalam berinvestasi melalui reksa dana ialah memilih perusahaan pengelola dan manajer investasi yang tepat dan bertanggung jawab. Anda bisa melihat rekam jejaknya dalam mengelola investasi. Jika memiliki cukup banyak pengalaman serta tidak ada kasus yang cukup serius, maka perusahaan tersebut layak untuk Anda pilih.

4. Investasi Properti

Investasi properti menjadi salah satu jenis investasi yang cukup banyak diketahui masyarakat. Investasi ini dianggap sebagai salah satu investasi terbaik, karena potensi keuntungannya yang tidak terhingga di masa depan.

Untuk memiliki investasi properti, Anda bisa membeli sebidang tanah atau bangunan. Akan lebih baik lagi jika tanah atau bangunan tersebut terletak di lokasi yang strategis. Untuk tanah, Anda tidak perlu mengeluarkan biaya perawatan. Namun untuk bangunan, Anda perlu mengeluarkan biaya untuk perawatan agar tidak rusak.

Selain itu, untuk bangunan atau rumah, Anda bisa menyewakannya kepada orang lain agar dapat mendatangkan pemasukan pasif setiap tahunnya.

5. Investasi Emas

Selain properti, emas juga merupakan bentuk investasi yang cukup familiar dan menjadi salah satu yang terbaik, karena harganya yang cenderung selalu meningkat setiap tahunnya.

Anda bisa berinvestasi dengan cara berbelanja logam mulia tersebut dan menyimpannya di tempat yang aman. Anda juga bisa menggunakan jasa penyimpanan emas dengan mengeluarkan sedikit biaya tambahan.

Keunggulan investasi emas ialah selalu mencatatkan peningkatan harga dari tahun ke tahun. Meskipun pada beberapa kesempatan pernah mengalami penurunan, namun nilainya tidak pernah signifikan dan akan kembali naik beberapa saat setelahnya.

6. Peer to Peer Lending

Peer to Peer (P2P) Lending merupakan salah satu jenis investasi yang ikut berkembang seiring dengan perkembangan teknologi finansial (fintech). Sistem kerjanya hampir mirip dengan surat utang atau obligasi. Namun perbedaannya adalah P2P Lending biasanya tidak memerlukan jaminan, sehingga lebih cair dan fleksibel.

P2P Lending saat ini banyak dimanfaatkan untuk pengembangan UMKM. P2P Lending bekerja dengan memanfaatkan teknologi untuk mempertemukan orang atau pengusaha yang sedang membutuhkan dana (borrower) dengan orang yang memiliki dana yang ingin diinvestasikan (lender atau investor). Investor akan mendapatkan keuntungan dari pengembalian dana pinjaman serta keuntungan dari investasi.

7. Investasi Saham Bisnis lewat Equity Crowdfunding

Saham merupakan surat berharga yang diterbitkan oleh emiten yang dapat dibeli oleh investor, dengan penawaran keuntungan berupa pembagian dividen saat perusahaan memperoleh keuntungan. Dengan kata lain, investor akan mendapatkan keuntungan ketika perusahaan juga memperoleh keuntungan.

Investasi saham memiliki potensi keuntungan yang cukup tinggi, namun sangat bergantung pada kinerja emiten perusahaan. Semakin tinggi laba yang dihasilkan perusahaan, semakin besar pula dividen yang akan didapatkan oleh investor tiap tahunnya.

Keuntungan lain dari investasi saham ialah dapat menjadi instrumen investasi jangka panjang maupun jangka pendek. Anda dapat terus menyimpan saham dan menikmati dividennya sebagai investasi jangka panjang, atau juga bisa memperjual-belikannya di pasar saham sebagai investasi jangka pendek, atau yang dikenal dengan istilah trading saham.

Salah satu jenis investasi saham berbasis dividen yang bisa dipilih adalah Equity Crowdfunding (ECF), atau secara lebih sederhana biasa disebut dengan ‘patungan bisnis’. Melalui sistem ini, dana yang dibutuhkan untuk menjalankan atau mengembangkan suatu bisnis dapat dihimpun melalui lot saham yang dijual kepada para investor.

Meskipun hampir mirip dengan P2P Lending, ECF memiliki sistem yang cukup berbeda. ECF tidak menggunakan sistem surat utang, melainkan memberikan kepemilikan saham secara permanen kepada para investor yang telah ikut ‘patungan’ dalam suatu project usaha. Nantinya, para investor akan menerima keuntungan berupa pembagian dividen yang rutin diberikan setiap tahun.

Salah satu perusahaan ECF di Indonesia yang sudah berjalan sampai saat ini adalah perusahaan LandX.

LandX mempertemukan para investor dengan perusahaan atau pengusaha yang membutuhkan dana untuk pengembangan usahanya. Di LandX Anda bisa membeli saham dari beragam jenis bidang usaha, dengan harga saham mulai dari satu juta rupiah.

Yuk Investasi Bisnis Menguntungkan Bersama LandX.

jadi-owner-bisnis-hanya-1-jutaan-dengan-cuan-yang-sangat-menjanjikan

Mau Berbagai Info Menarik Seputar Investasi Lainnya? Yuk Follow Instagram @landx.id



#YukPatunganBisnis    #LandX.id    #landx         #landx.id     #InvestasiBisnis    #EquityCrowdfunding    #InvestasiMenguntungkan     #Urundana    #BisnisPatungan    #InvestasiUsaha