Investasi bisnis dengan skema patungan bisnis atau crowdfunding semakin berkembang di Indonesia dalam beberapa tahun belakangan. Sistem crowdfunding sendiri telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sehingga merupakan instrumen investasi yang aman untuk investor.

Dalam perkembangannya, sistem crowdfunding awalnya diatur dalam POJK 37/2018 terkait layanan crowdfunding dengan berbasi saham dan saham syariah. Aturan ini kini telah diperbarui OJK menjadi POJK 57/2020 yang mengatur penawaran efek lewat layanan urun dana berbasis teknologi informasi.

Pengeluaran aturan baru ini juga memunculkan istilah baru dari sistem pendanaan patungan atau urun dana yang awalnya menggunakan istilah Equity Crowdfunding (ECF) menjadi Securities Crowdfunding (SCF). Penyempurnaan ini belum sepenuhnya diketahui masyarakat yang masih belum paham perbedaan antara perbedaan antara SCF dan ECF.

Securities crowdfunding pada dasarnya merupakan penyempurnaan sistem dari equity crowding dengan menambahkan basis efek dan timeline penerbitan crowdfunding. Pada dasarnya kedua sistem bertujuan untuk memudahkan investor memberikan pendanaan kepada bisnis privat yang kesulitan mengakses modal untuk pengembangan bisnis mereka.

Agar anda semakin paham, mari kita bahas lebih lanjut perbedaan antara securities crowdfunding dan equity crowdfunding.

Table of Content

Perbedaan Antara Securities dan Equity Crowdfunding

Dibandingkan equity crowdfunding, security crowdfunding memiliki penawaran efek yang lebih beragam dalam pendanaan bisnis dan UMKM. Sistem penawaran dan transaksi dari kedua instrumen ini dilakukan sepenuhnya secara online melalui platform yang disediakan oleh penyelenggara crowdfunding.

Dalam securities crowdfunding pendanaan bisa dilakukan kepada bisnis dengan cakupan yang lebih luas tidak hanya kepada korporasi dan PT saja tapi juga memberikan kesempatan urun dana untuk badan usaha seperti CV, NV, Firma dan berbagai jenis badan usaha lain.

Selain itu, equity crowdfunding pada dasarnya hanya menerbitkan efek berupa saham yang ditawarkan kepada investor guna pendanaan kepada bisnis yang akan melakukan pengembangan usaha ke dalam pasar yang lebih luas.

Dalam securities crowdfunding, efek yang ditawarkan lebih beragam karena selain saham SCF juga menawarkan efek dalam bentuk saham syariah, sukuk dan obligasi. Security crowdfunding ini memberikan investor pilihan instrumen investasi yang lebih beragam.

Untuk lebih jelas mari kita bahas lebih lanjut jenis efek yang ditawarkan securities crowdfunding.

Saham

Saham merupakan bukti kepemilikan modal akan sebuah bisnis atau badan usaha yang telah diberikan modal oleh investor. Saham menjadi acuan seberapa besar suatu pihak memiliki modal dalam sebuah usaha atau bisnis.

Saham juga menjadi acuan besar keuntungan yang akan anda dapatkan dari dividen saat bisnis menguntungkan. Nilai dividen yang akan diterima investor akan mengikuti jumlah saham yang mereka miliki.

Instrumen ini merupakan efek umum ditawarkan dalam urun dana atau crowdfunding. Karena itu equity dan securities crowdfunding memberikan penawaran efek berupa saham.

Saham Syariah

Saham syariah merupakan efek yang ditawarkan dalam equity dan securities crowdfunding.

Saham syariah merupakan instrumen efek berupa saham yang menggunakan prinsip syariah. Instrumen ini telah diatur oleh OJK dengan berbagai kriteria yang mengacu pada aturan syariah terkait saham dan pasar modal.

Sistem ini juga memiliki beberapa kriteria emiten seperti ketentuan total utang berbasis bunga yang tidak boleh melebihi 45% dan perbandingan antara pendapatan bunga dan pendapatan usaha tidak boleh lebih dari 10%. Sistem saham ini telah dijabarkan OJK untuk mengantisipasi saham bertentangan dengan syariat islam

Sukuk

Sukuk merupakan instrumen surat berharga yang menunjukkan besar kepemilikan aset atas sebuah perusahaan. Berbeda dengan obligasi yang akan memberikan keuntungan berupa bunga pinjaman, sukuk akan memberikan keuntungan dengan sistem bagi hasil keuntungan bisnis yang sudah ditanami modal.

Dalam securities crowdfunding, sukuk merupakan salah satu opsi pendanaan yang bisa digunakan bisnis dan ditawarkan kepada para investor.

Obligasi

Obligasi atau surat utang merupakan salah satu instrumen yang bisa ditawarkan dalam securities crowdfunding

Obligasi merupakan surat utang yang diperjualbelikan ditawarkan oleh sebuah bisnis atau instansi sebagai alternatif pendanaan mereka. Obligasi merupakan surat utang berjangka yang bisa diperjualbelikan. Instansi yang yang mengeluarkan surat utang akan melakukan pembayaran kembali hutang mereka pada waktu jatuh tempo dengan disertakan bunga pinjaman yang sudah disepakati pada awal periode.

LandX merupakan platform equity crowdfunding yang bisa menghimpun dana anda ke dalam berbagai bisnis dan UKM potensial yang membutuhkan pendanaan untuk ekspansi bisnis.

LandX memberikan kemudahan Investasi online hanya dengan modal 1 juta


Yuk Follow Instagram Kita @landx.id Supaya Gak Ketinggalan Informasi Terupdate Lainnya

#LandX.id #landx.id #InvestasiBisnis #EquityCrowdfunding #InvestasiMenguntungkan #Urundana #BisnisPatungan #InvestasiUsaha