menu-button
Cara Investasi di Securities Crowdfunding Investasi Keuangan Bisnis

Perbedaan Saham dan Reksa Dana yang Penting Dipahami Investor Pemula

Tuesday, 11 Jan 2022

Read in 6 minutes

Author: Abdul Wahhab

Mengelola keuangan dengan berinvestasi merupakan salah satu cara untuk mengembangkan uang yang anda miliki agar terus berkembang dan tidak mengalami penurunan nilai di masa mendatang.

Saham dan reksa dana adalah dua jenis instrumen pasar modal populer sehingga banyak dijadikan investor sebagai salah satu instrumen untuk menghiasi portofolio investasi mereka.

Akan tetapi, banyak sekali investor pemula yang tidak paham dengan baik dengan instrumen ini sehingga tidak paham perbedaan antara saham dan reksa dana. Karena itu, mari kita bahas perbedaan antara investasi reksa dana dan saham. Sehingga kamu bisa memutuskan akan berinvestasi lewat reksa dana atau saham.

Investasi Reksadana atau Saham?

Kalau kamu bingung mau investasi di reksadana atau saham, maka kamu harus memahami dengan baik cara kerja ke dua jenis investasi ini sehingga kamu bisa paham bagaimana suatu instrumen investasi bisa menghasilkan keuntungan.

Saham dan reksadana sebenarnya sama-sama menguntungkan asalkan kita paham bagaimana cara yang tepat untuk berinvestasi melalui instruem tersebut. Apabila kamu ingin berinvestasi ke saham tapi kamu masih memiliki profil risiko yang cenderung rendah, maka kamu bisa mulai dengan saham-saham blue-chip yang harganya cenderung stabil dan naik setiap tahun.

Namun, apabila kamu sudah berani menanggung risiko yang lebih besar maka kamu bisa memilih saham dengan volatilitas yang lebih tinggi.

Untuk reksadana, terdapat beberapa jenis reksadana dnegan profil potensi keuntungan dan risiko yang berbeda-beda pula. Apabila kamu ingin reksadana yang stabil, maka kamu bisa pilih jenis pendapatan tetap yang memiliki return stabil karena dana dialokasi ke instrumen-instrumen stabil seperti deposito.

Selain itu, terdapat juga jenis reksadana saham untuk kamu yang memiliki profil risiko lebih tinggi di mana alokasi dana akan dominan saham-saham yang dinilai investor memiliki potensi jangka panjang yang menjanjikan

Perbedaan Instrumen Saham dan Reksa Dana

Dilihat dari sisi bentuk instrumen yang digunakan, saham dan reksa dana memiliki pebedaan dari sisi instrumen yang digunakan.

Dalam reksa dana, instrumen yang digunakan akan beragam mulai dari obligasi, deposito dan termasuk saham yang akan dikombinasikan dan diatur oleh seorang manajer investasi agar bisa memberikan keuntungan yang maksimal.

Artinya reksa dana bisa menggunakan beberapa jenis instrumen sekaligus tergantung bagaimana keputusan dari manajer investasi. Instrumen ini bisa berbeda-beda tergantung strategi investasi yang dilakukan oleh manajer investasi.

Karena itu, reksa dana memiliki beberapa jenis berbeda menyesuaikan jenis instrumen yang digunakan oleh manajer investasi. Contohnya terdapat reksa dana saham yang di mana sebagian besar portofolio reksa dana tersebut didominasi oleh saham.

Reksa dana saham adalah jenis reksa dana dengan keuntungan yang cukup menjanjikan, namun tentu saja diikuti risiko yang cukup besar pula karena saham memiliki nilai yang terbilang cukup fluktuatif.

Investasi saham, mengacu pada bagian akan sebuah perusahaan atau bisnis yang telah diberikan dana. Dalam saham investor akan mendapatkan keuntungan berupa dividen dan capital gain.

Dividen merupakan pembagian keuntungan yang akan diberikan di akhir periode yang sudah dijanjikan yang besarannya disesuaikan dengan besar kepemilikan saham anda akan sebuah perusahaan.

Sedangkan capital gain merupakan keuntungan yang didapatkan dengan dari selisih harga beli awal dan harga jual saham di pasar sekunder.

Periode Investasi Saham Vs Reksa Dana

Perbedaan saham dan reksa dana dalam jangka waktu atau periode investasi merupakan hal penting yang harus anda perhatikan saat menentukan instrumen investasi. Saham dan reksa dana memiliki periode investasi yang berbeda-beda tergantung dengan jenis investasi saham dan reksa dana yang kamu pilih.

Reksa dana biasanya periode investasi beragam sesuai dengan produk reksa dana yang akan anda beli. Periode investasi yang ditawarkan manajer investasi pun beragam sehingga cocok untuk investasi jangka panjang dan jangka pendek menyesuaikan tujuan investasi anda.

Untuk jangka pendek anda bisa mulai berinvestasi ke dalam reksa dana pasar uang yang cenderung memiliki periode yang lebih pendek yaitu kurang dari 2 tahun. Sedangkan untuk jangka panjang ada berbagai pilihan reksa dana lain dalam periode 5-10 tahun.

Dalam investasi saham, periode investasi biasanya dilakukan dalam jangka panjang dengan periode 5-10 tahun tergantung jenis saham dipilih berdasarkan analisis yang anda lakukan. Akan tetapi saham juga bisa menjadi instrumen yang diperjualbelikan dalam jangka pendek tergantung dengan keputusan investasi anda.

Risiko dan Return Saham Vs Reksa Dana

Beda reksa dana dan saham berikutnya yang penting untuk kamu perhatikan adalah dari sisi risiko dan return dari kedua instrumen ini. Seperti yang kita tau, setiap instrumen memiliki risiko dan return yang berbeda-beda. Oleh sebab itu, kamu harus memahami dengan baik profil risiko kamu.

Reksa dana bisa dibilang instrumen investasi dengan risiko yang lebih kecil dibandingkan saham karena dana yang akan keluarkan akan dikelola oleh manajer investasi berpengalaman dan berizin.

Berinvestasi melalui reksa dana berarti dana anda akan dikelola oleh manajer investasi yang akan menentukan instrumen mana saja yang akan dibeli untuk membantu mengembangkan dana anda.

Saham merupakan jenis investasi dengan risiko cukup tinggi karena fluktuasi pasar saham yang sulit untuk diprediksi. Akan tetapi risiko tinggi ini juga diikuti potensi keuntungan yang besar pula. Memilih berinvestasi di pasar saham artinya anda siap melakukan berbagai analisis untuk menentukan saham mana yang sesuai dengan tujuan investasi anda.

Bagaimana? kamu sekarang jadi pahamkan bedanya reksadana dan saham dari sisi risiko dan return yang diberikan. Apabila kamu sudah memahami hal ini dengan baik, maka tentu kamu sekarang bisa memilih instrumen mana yang cocok dengan tujuan keuangan kamu.

Dalam saham, modal awal yang harus anda keluarkan akan berbeda-beda tergantung jenis saham yang akan anda beli. Untuk berinvestasi saham anda harus membeli minimal 1 lot yang berisikan 100 lembar saham.

Anda bisa mulai menyesuaikan saham yang akan anda beli dengan modal investasi yang akan anda keluarkan dengan melihat harga saham di pasar modal.

Sementara itu, reksa dana merupakan investasi yang bisa anda mulai dengan modal yang kecil yaitu dengan minimal 100 ribu anda sudah bisa membeli reksa dana. Kalau anda sudah paham perbedaannya, sekarang saatnya anda mulai berinvestasi di pasar modal baik itu lewat saham maupun reksa dana.

Jika Anda tertarik berinvestasi saham namun tidak memiliki modal yang tinggi, Anda bisa mencoba berinvestasi saham melalui platform LandX.

LandX merupakan platform equity crowdfunding yang mempertemukan para pebisnis dengan para investor. Sistem crowdfunding yang diterapkan di LandX memungkinkan Anda untuk ikut berinvestasi dengan modal yang kecil.

LandX menyediakan berbagai project bisnis menarik dan menjanjikan. Di LandX kamu akan menemukan bisnis-bisnis terbaik yang telah melewati kurasi ketat sebelumnya sehingga membantu mengoptimalkan keuntungan investasi jangka panajang kamu.

Karena itu….

Yuk Temukan Bisnis Terbaik untuk Investasi Jangka Panjang Kamu di LandX

Yuk mulai patungan bisnis menguntungkan jangka panja g bersama LandX

Supaya Selalu Update Info Seputar Investasi Yuk Follow Instagram Kami @landx.id


Baca Juga:


#YukPatunganBisnis

Baca Juga