Investor Penerbit
menu-mobile

Simak 7 Perbedaan Kartu Kredit dan Debit Agar Tidak Salah!

16 November 2022

|

11 Min Read

|

Author: Della Octavilia
Kartu debit dan kartu kredit

Kamu pengguna kartu kredit atau pengguna kartu debit? Lalu, kamu sudah tau perbedaan dari kedua kartu ini? Jika belum, yuk simak perbedaan kartu kredit dan debit di sini!

Apa perbedaan kartu kredit dan debit? Ya, kedua kartu ini sama-sama sebagai alat pembayaran pengganti uang tunai. Tetapi, antara kartu kredit dan kartu debit memiliki perbedaan yang signifikan.

Dengan mengetahui perbedaan kartu kredit dan kartu debit, kamu sebagai pengguna akan menggunakan dua kartu ini dengan lebih bijak lagi. Jadi, apa perbedaan kartu kredit dan kartu debit? 

Nah, di artikel ini kita akan membahas 7 perbedaan kartu kredit dan debit. Tetapi, sebelum membahas apa perbedaan kartu kredit dan kartu debit, terlebih dahulu kita akan membahas pengertian, serta kelebihan dan kekurangan dari kartu kredit dan debit.

Jadi ikuti terus artikel ini, ya!

Apa Itu Kartu Kredit?

Kartu kredit

Apa itu kartu kredit? Melansir dari laman Bank Indonesia (BI), pengertian kartu kredit adalah APMK (Alat Pembayaran dengan Menggunakan Kartu) yang dapat digunakan untuk melakukan pembayaran atas kewajiban yang timbul dari suatu kegiatan ekonomi, termasuk transaksi pembelanjaan dan untuk melakukan penarikan tunai.

Pada kartu kredit, kewajiban pembayaran pemegang kartu terlebih dahulu akan ditanggung oleh pihak penerbit. Kemudian, pihak pemegang kartu berkewajiban melakukan pembayaran atas transaksi yang dilakukannya sesuai dengan tenggat waktu yang disepakati, baik dengan pelunasan langsung sekaligus atau secara angsuran.

Penggunaan kartu kredit ini banyak dipilih oleh masyarakat, karena mereka tidak perlu menggunakan uang mereka terlebih dahulu saat melakukan transaksi. Semua kegiatan transaksinya akan ditanggung lebih dahulu oleh pihak penerbit atau pihak bank.

Baru nanti setiap awal bulan, pengguna kartu kredit wajib membayar sejumlah transaksi yang di awal telah dibayarkan lebih dahulu oleh penerbit. Oiya, pengguna kartu kredit sendiri memiliki limit yang dapat mereka gunakan selama kegiatan transaksi.

Apa Itu Kartu Debit?

Kartu debit

Apa itu kartu debit? Menurut laman OJK, kartu debit adalah kartu bank yang dapat digunakan untuk membayar suatu transaksi dan/atau menarik sejumlah dana atas beban rekening pemegang kartu yang bersangkutan dengan menggunakan nomor PIN.

Tidak seperti kartu kredit yang setiap transaksinya akan ditanggung terlebih dahulu oleh penerbit. Pada kartu debit, transaksi akan bersumber langsung dari dana yang dimiliki pengguna di dalam kartu. Jadi, transaksi bisa diproses apabila saldo di dalamnya mencukupi.

Kelebihan dan Kekurangan Kartu Kredit

Sebelum membahas perbedaan kartu kredit dan debit, kita harus ketahui dulu kelebihan dan kekurangan dari kartu kredit dan debit. Pada kartu kredit, penggunaannya pun terdapat kelebihan dan kekurangan. Berikut ini kelebihan dan kekurangan kartu kredit, yaitu:

Kelebihan Kartu Kredit 

1. Bayar Belakangan

Kelebihan pertama menggunakan kartu kredit adalah beli sekarang bayar nanti. Maksudnya adalah setiap transaksi yang dilakukan oleh pengguna akan dibayar terlebih dahulu oleh pihak penerbit. 

Jadi, saat kamu memerlukan barang dengan segera, tetapi belum memiliki uang yang cukup pada saat itu. Maka, penggunaan kartu kredit akan sangat membantu.

Namun, kamu memiliki kewajiban untuk membayar kembali sejumlah transaksi yang telah dilakukan pada akhir periode yang telah disepakati. Patikan bayar tepat waktu, agar reputasi rekeningmu tetap aman.

2. Terdapat Poin Reward

Para pengguna kartu kredit akan meraih poin reward atas setiap transaksi yang mereka lakukan. Selain poin reward, pengguna kartu kredit juga akan mendapatkan berbagai fasilitas promo seperti, cashback dan diskon.

3. Aman

Kelebihan penggunaan kartu kredit selanjutnya adalah aman. Setiap pengguna kartu kredit telah terjamin keamanannya. Jika suatu saat kartu kredit hilang, pihak penerbit akan menahan segala transaksi yang kemungkinan dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

Pihak penerbit juga akan diberitahu apabila ditemukan transaksi yang mencurigakan. Jadi, transaksi menggunakan kartu kredit sudah dijamin keamanannya.

4. Kemudahan Transaksi di Luar Negeri

Sebagai orang yang hobi travelling, memiliki kartu kredit adalah pilihan yang tepat. Karena, saat transaksi di luar negeri, kamu tidak perlu repot-repot untuk menukarkan mata uang lagi. Dengan adanya label visa atau mastercard yang terdapat pada kartu itu sudah bisa menjadi alat pembayaran yang berlaku di berbagai negara.

Kekurangan Kartu Kredit

1. Terdapat Banyak Biaya Tambahan

Saat memutuskan untuk menggunakan kartu kredit, maka kamu harus siap dengan berbagai biaya tambahan yang wajib dibayarkan pada setiap akhir periodenya.

Biaya-biaya ini pun bisa lebih besar daripada menggunakan sarana peminjaman uang lainnya. Beberapa biaya tambahan yang dibebankan pada pihak pengguna, seperti biaya Annual Percentage Rate (APR) atau persentase biaya tahunan, biaya layanan, hingga biaya penalti apabila adanya keterlambatan dalam membayar pinjaman.

2. Ketagihan Berhutang

Banyak dari pengguna kartu kredit yang akhirnya ketagihan berhutang akibat dari kemudahan penggunaan kartu kredit yang membuat pengguna tidak perlu mengeluarkan uangnya terlebih dahulu.

Banyak dari mereka yang tidak dapat mengontrol diri saat memakai kartu kredit, sehingga tidak jarang membuat tagihannya membengkak. Alhasil banyak ditemukan pengguna kartu kredit yang tidak dapat membayar pinjamannya akibat dari tidak dapat mengontrol diri.

Maka dari itu, saat memutuskan untuk menggunakan kartu kredit, kamu harus yakin terlebih dahulu dan pilih menggunakan kartu kredit untuk melakukan transaksi yang darurat atau diperlukan saja.

3. Tagihan Bunga Tinggi

Kekurangan lainnya dari penggunaan kartu kredit adalah adanya tagihan bunga yang tinggi. Beberapa perusahaan penerbit akan membebankan suku bunga dengan persentase 10%-20% per tahunnya, atau sekitar 1,5%-3% setiap bulannya.

Kelebihan dan Kekurangan Kartu Debit

Setelah sebelumnya membahas kelebihan dan kekurangan kartu kredit, selanjutnya kita akan membahas kelebihan dan kekurangan kartu debit diantaranya, yaitu:

1. Tidak Ada Cicilan Bulanan

Jika pada kartu kredit terdapat cicilan bulanan yang harus dibayarkan oleh setiap penggunanya. Pada penggunaan kartu debit tidak ditemukan cicilan yang wajib dibayarkan oleh setiap penggunanya.

Karena saat menggunakan kartu debit, kamu akan menggunakan uangmu sendiri yang telah disimpan di rekening tabungan. Jadi, saat proses transaksi pun akan menggunakan uang pengguna langsung dan tidak akan ditanggung oleh penerbit terlebih dahulu.

Sehingga, setiap bulannya pun tidak ada cicilan yang wajib dibayarkan.

2. Transaksi Tinggal Gesek

Kelebihan yang diberikan oleh kartu debit adalah penggunaannya yang praktis dan mudah. Pengguna bisa langsung menggesek saja kartu debit dan menekankan nomor  PIN saat melakukan transaksi. Gampang, bukan?

3. Dapat Melakukan Pembayaran dengan Nominal Besar

Transaksi dengan menggunakan kartu debit dapat dilakukan hingga lebih dari nominal Rp50 juta melalui mesin EDC. Besaran nominal pembayaran ini tergantung dari jenis kartu yang sudah ditetapkan oleh pihak bank terlebih dahulu.

Walaupun dengan nominal yang besar, setiap pengguna kartu debit harus dapat menggunakan kartu secara bijak dan terkontrol. Jangan belanja hingga menghabiskan seluruh saldo yang tersimpan dalam rekening tabungan.

4. Tidak Berhutang

Nah, saat menggunakan kartu debit kamu tidak sedang berhutang seperti penggunaan kartu kredit. Karena setiap transaksi kartu debit akan bersumber langsung pada dana yang tersimpan pada rekening tabungan milik pengguna, dan bukan pihak bank yang akan mendahului. 

Sehingga pengguna kartu debit tidak melakukan hutang pada setiap transaksi yang dilakukan.

Kekurangan Kartu Debit

1. Jarang Terdapat Promo

Jika pengguna kartu kredit kerap diberikan fasilitas promo, maka pada pengguna kartu debit jarang terdapat promo. Promo sendiri dilakukan pihak bank sebagai marketing agar banyak nasabah yang menggunakan fasilitas kartu kredit. Sehingga, promo kerap diberikan pada pengguna kartu kredit.

2. Mudah Disalahgunakan

Banyak kartu debit yang disalahgunakan oleh oknum-oknum tidak bertanggung jawab. Biasanya penyalahgunaan kartu kredit kerap dilakukan oleh kasir-kasir toko. Di mana, mereka sengaja menggunakan double swipe atau alat penggesek ganda di komputer kasirnya. 

Melalui alat tersebut mereka dapat menyalin data dari pengguna kartu debit yang selanjutnya mereka dapat menyalahgunakan kartu tersebut. Oleh karena itu, saat bertransaksi pastikan kamu menggesek kartu di mesin EDC resmi yang ada logo banknya.

3. Kartu Dapat Rusak

Kartu debit merupakan kartu yang riskan akan kerusakan. Apalagi saat ditaruh ditempat yang sering bergesekan, kartu pun dapat rusak dan error. Jika kartu rusak, maka pengguna harus mengurusnya kembali di bank. Maka dari itu, pengguna harus menyimpan kartu di tempat yang aman yang tidak akan merusak sensor dari kartu debit tersebut.

7 Perbedaan Kartu Kredit dan Debit

Apa perbedaan kartu kredit dan kartu debit? Nah, jika sebelumnya kita telah membahas pengertian kartu kredit dan debit, hingga kelebihan dan kekurangannya. Selanjutnya kita akan jelaskan perbedaan kartu debit dan kartu kredit.

Beberapa perbedaan kartu kredit dan debit adalah sebagai berikut:

1. Perbedaan Kartu Kredit dan Debit Dari Segi Fisik Kartu

perbedaan kartu kredit dan debit yang pertama dapat dilihat dari segi fisik kartunya. Pada kartu debit, umumnya terdapat nama bank atau penerbit dari kartu (issuer). Adanya Chip (EMV/NSICCS) yang berguna sebagai pengganti magnetic stripe ketika melakukan transaksi di ATM/Pos/EDC, hingga transaksi Card Present/In Store Payment Terminals.

Selain itu, di kartu debit juga terdapat hologram sebagai ciri keaslian kartunya, misalnya kartu Visa yang memiliki hologram Burung Merpati, dan kartu Mastercard yang memiliki hologram Globe. Lalu, kartu debit memiliki 16 digit PAN atau Payment Account Number.

Sementara itu, pada kartu kredit dari segi fisiknya memiliki tampilan yang lebih elegan dibanding dengan kartu debit. Di bagian kartu kredit biasanya terdapat tulisan embossed atau cetak timbul untuk nama pemegang kartu dan tanggal kadaluarsa.

2. Perbedaan Kartu Kredit dan Debit Dari Segi Limit Penggunaan

Gambar perbedaan kartu kredit dan debit selanjutnya adalah adanya limit penggunaan. Antara kartu kredit dan debit memiliki perbedaan limit penggunaan. Limit adalah batas maksimum yang diperbolehkan untuk transaksi.

Pada kartu kredit, pengguna memiliki limit berdasarkan jenis kartu yang telah disepakati, sedangkan pada kartu debit tidak terdapat limit.

Umumnya, di kartu kredit terdapat limit penggunaan yang berlaku. Jadi, pengguna dapat melakukan transaksi sebanyak limit yang berlaku. Selain itu terdapat juga limit pembayaran yang wajib dibayarkan setiap bulannya dan nominalnya pun berbeda-beda, sesuai dengan jenis kartu dan kebijakan dari pihak masing-masing bank.

Sementara, di kartu debit tidak terdapat limit penggunaan. Selama saldo rekening tabungan masih ada, maka pengguna masih terus dapat melakukan transaksi. Jika saldo di rekening tabungan habis, maka pengguna bisa mengisi kembali saldo dengan cara setor tunai atau transfer.

3. Perbedaan Kartu Kredit dan Debit Dalam Biaya Transaksi

Perbedaan kartu kredit dan debit selanjutnya dapat dilihat dari segi biaya transaksinya. Biaya kartu kredit jauh lebih banyak dan besar dibanding dengan biaya kartu debit. Misalnya, saat pengguna kartu debit melakukan transfer ke bank lain, maka ia akan dikenakan biaya transaksi sebesar Rp6.000, saja.

Selain itu, pada kartu debit juga akan dikenakan biaya administrasi saldo yang dikenakan setiap bulannya, biaya penarikan di ATM berbeda, biaya penggantian kartu yang rusak atau hilang, dan biaya menutup rekening tabungan. Tetapi masih dalam jumlah yang kecil.

Pada kartu kredit, biaya transaksi yang dikenakan lebih banyak dan besar, seperti biaya transaksi tahunan, biaya materai, biaya keterlambatan, biaya bunga, biaya kelebihan pemakaian, biaya tarik tunai, dan biaya konversi mata uang.

Selain itu, masih ada lagi biaya salinan dan cetakan tagihan bulanan. Bagaimana, jauh lebih banyak dan lebih besar bukan? 

4. Perbedaan Kartu Kredit dan Debit Dalam Kepemilikan Kartu

Perbedaan kartu kredit dan debit keempat dapat dilihat dari perbedaan kepemilikan kartunya. 

Pada kartu debit, penerbitannya akan dilakukan langsung oleh pihak bank kepada pemegang rekening tabungan atau giro. Sedangkan, untuk kartu kredit akan dikeluarkan oleh pihak bank atau lembaga keuangan sejenis untuk pemegang kartu tanpa harus adanya kepemilikan rekening tabungan atau giro.

Sederhananya, kepemilikan kartu debit mengharuskan seseorang untuk menjadi nasabah dari suatu bank, sedangkan kepemilikan kartu kredit tidak mengharuskan seseorang menjadi nasabah suatu bank. 

Oleh karena itu, seseorang dapat memiliki beberapa kartu kredit dari sebuah bank tanpa harus memiliki rekening tabungan. Namun, untuk memiliki kartu kredit tahapannya lebih sulit dibanding memiliki kartu debit.

Karena, bisa saja seseorang yang mengajukan kartu kredit tidak disetujui oleh pihak bank karena tidak memenuhi persyaratan yang telah ada.

5. Perbedaan Kartu Kredit dan Debit Dari Segi Fasilitas

Selanjutnya dari perbedaan kartu kredit dan debit bisa dilihat dari fasilitas yang didapatkan. Fasilitas yang diberikan untuk pengguna kartu debit biasanya adalah kemudahan dalam melakukan pembayaran. Juga, beberapa bank ada yang memberikan promo kerja sama dengan beberapa vendor atau marketplace.

Sedangkan, fasilitas yang diberikan bagi pengguna kartu kredit cukup beragam dan menarik. Di mana setiap transaksi, pengguna akan memperoleh poin reward, juga terdapat banyak promo diskon dan cashback, tebus hadiah, dan fasilitas menarik lainnya.

6. Perbedaan Kartu Kredit dan Debit Dari Segi Pemakaian

Perbedaan kartu debit dan kartu kredit selanjutnya dapat dilihat dari segi pemakaian. Sederhananya, kamu menganggap kartu debit sebagai tabungan yang kamu miliki. Sehingga dalam pemakaiannya, kamu dapat memakai kartu debit sebagai alat pembayaran dan alat memindahkan uang ke sesama rekening maupun ke rekening lain.

Kamu juga dapat menggunakan kartu debit untuk menarik uang tunai melalui mesin ATM tanpa adanya biaya tambahan lagi.

Berbeda dengan kartu debit, pemakaian kartu kredit tidak dapat dianggap sebagai tabungan yang dimiliki seseorang. Karena, pemakaian kartu kredit sama saja dinilai sebagai konsep pinjaman.

Dalam pemakaiannya juga, seseorang dapat menggunakan kartu kredit sebagai alat pembayaran. Tetapi, pemakaian kartu kredit tidak bisa melakukan pemindahan uang ke rekening lain atau ke sesama bank.

Pemakaian kartu kredit juga dapat digunakan untuk penarikan uang tunai di mesin ATM, tetapi ada biaya “pinjaman” yang harus dibayarkan oleh pengguna.

7. Perbedaan Kartu Kredit dan Debit Dari Segi Mekanisme Transaksi

Perbedaan selanjutnya dapat dilihat dari segi mekanisme transaksinya. Mekanisme transaksi pada kartu debit umumnya seseorang hanya akan menekan nomor PIN. Sedangkan, bagi pengguna kartu kredit dalam mekanisme transaksinya akan menggunakan nomor PIN dibarengi dengan tanda tangan dari pemegang kartu.

Maka dari itu, proses transaksi kartu kredit hanya dapat dilakukan oleh pemegang kartu itu sendiri. Sedangkan, pada kartu debit dapat diwakilkan atau dipindahtangankan ke pihak lain, asal mereka tahun nomor PIN pengguna kartu.

Persiapkan Dana Masa Depan Dengan Investasi

Kita telah membahas perbedaan kartu debit dan kartu kredit. Di mana kedua kartu ini memiliki perbedaannya masing-masing ketika nanti digunakan oleh pengguna kartu. Sebagai pengguna kartu, baik kartu kredit maupun kartu debit kamu harus dapat menggunakannya secara bijak, agar tidak merugi nanti kedepannya.

Kamu, bisa memanfaatkan penggunaan kartu debit untuk mempersiapkan masa depan mu. Bagaimana caranya? Caranya adalah melalui investasi. Dari investasi, nantinya kamu akan berkesempatan memperoleh untung untuk persiapan dana di masa depan.

Investasi dengan skema equity crowdfunding dapat menolongmu. Melalui skema equity crowdfunding, kamu akan mendanai bisnis UMKM berpotensi secara patungan online bersama beberapa investor lainnya.

Setelah dana terkumpul, kamu akan menjadi salah satu pemilik bisnis UMKM berpotensi tersebut dengan bukti atas kepemilikan saham. Nanti, kamu akan berkesempatan memperoleh untung berupa dividen rutin yang akan didistribusikan oleh bisnis yang telah didanai.

LandX merupakan platform equity crowdfunding terpercaya, terjamin, dan telah memiliki market cap terbesar se-Indonesia. Di platform LandX kamu dapat mendanai berbagai bisnis UMKM berpotensi cuan.

Untuk mendanai bisnis potensi cuan di LandX, kamu pun bisa mendanainya dengan modal mulai Rp1 jutaan. LandX juga telah mengantongi izin dari OJK, jadi seluruh aktivitas investasi akan diawasi langsung oleh OJK, jadi lebih aman deh prosesnya.

Tunggu apalagi? Yuk Download Aplikasi LandX dan Persiapkan Dana Untuk Masa Depan Sekarang Juga!

miliki bisnis modal kecil cuma dengan 1 jutaan dapat 4 cabang